cover
Contact Name
Brury Eko Saputra
Contact Email
brury@sttaletheia.ac.id
Phone
+62341-426617
Journal Mail Official
brury@sttaletheia.ac.id
Editorial Address
Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
ISSN : 27232786     EISSN : 27232794     DOI : https://doi.org/10.47596/sg.v1i2
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi Kontemporer
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016" : 7 Documents clear
MENGALAMI ALLAH MELALUI KITAB MAZMUR SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.48

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas penggunaan analisa bentuk sebagai upaya menemukan kekayaan kitab Mazmur untuk pembangunan kehidupan rohani orang percaya. Melalui Analisa Bentuk seseorang dapat menemukan keragaman bentuk mazmur-mazmur yang ada, di antaranya Mazmur Pujian, Mazmur Keluhan, Mazmur Ucapan Syukur, Mazmur Keyakinan, dan lain-lain. Tulisan ini memfokuskan pada 3 bentuk yang ada, yaitu Mazmur Pujian, Mazmur Keluhan dan Mazmur Ucapan Syukur. Mazmur Pujian merupakan ungkapan pujian dan keagungan kepada Allah dari pribadi atau komunal oleh karena merenungkan karakter Allah dan karya Allah yang umum, seperti penciptaan, penyelamatan, dan lain-lain. Mazmur Keluhan tidak hanya merupakan ungkapan keluhan pemazmur baik secara pribadi, maupun komunal di tengah pelbagai persoalan dan kesulitan hidup, namun sering kali disertai dengan doa, ungkapan kepercayaan kepada Allah dan tekad untuk memuji Allah. Mazmur Ucapan Syukur merupakan ungkapan syukur yang lahir oleh karena pengalaman pertolongan Allah yang nyata dalam kehidupan pemazmur. Ketiga bentuk Mazmur ini perlu digunakan dalam kekayaannya dalam upaya membangun kerohanian dan ibadah umat, sehingga umat mempunyai pengalaman bersama dengan Allah yang Alkitabiah, sehat dan aktual.  Kata-kata Kunci:  Kitab Mazmur, Analisa Bentuk, Mazmur Pujian, Mazmur Keluhan, Mazmur Ucapan Syukur, Kerohanian dan Ibadah
RESENSI BUKU : KESELAMATAN MILIK ALLAH KAMI SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.49

Abstract

Dalam buku ini Christopher Wright berupaya menghadirkan suatu uraian teologia biblika tentang keselamatan, Wright tidak ingin menghadirkan uraian tentang keselamatan ini dalam kerangka doktrinal struktural yang biasa diterima oleh kategori teologia sistematika (h. 10). Ia memahami Israel dalam Perjanjian Lama merupakan orang-orang yang merupakan keturunan Abraham dan Israel dalam Perjanjian Baru adalah orang-orang yang beriman kepada Yesus sang Mesias. Ia tidak menyamakan Israel modern dengan Israel dalam Perjanjian Lama ataupun dalam Perjanjian Baru (h. 11).
DISIPLIN ROHANI SEBAGAI PRAKTEK IBADAH PRIBADI ALFIUS ARENG MUTAK
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.45

Abstract

Abstrak: Istilah Disiplin Rohani sudah dikenal luas di kalangan orangorang percaya, walaupun ada yang tidak setuju dengan kata ―disiplin‖ yang dikaitkan dengan hal-hal rohani. Secara umum disiplin rohani dipahami sebagai praktek atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Untuk membangun hubungan yang baik dengan Tuhan diperlukan kedisiplinan bukan semau dan sesukanya. Hal ini di perkuat oleh Paulus dalam nasehatnya kepada Timotius dengan mengatakan ―Latihlah dirimu beribadah‖ (1 Timotius 4:7c). Paulus mengingatkan Timotius agar terus melatih dirinya beribadah. Untuk melatih diri membutuhkan disiplin. Karena disiplin rohani adalah sarana dalam menumbuh kembangkan kesalehan hidup. Selain untuk membangun komunikasi yang intens dengan Tuhan dan Bapa kita, disiplin rohani juga adalah sebagai bagian dari ibadah pribadi, karena lewat disiplin rohani seseorang dapat sekaligus beribadah kepada Allah Tuhannya. Tulisan ini mengangkat bagian-bagian dari disiplin rohani yang pada hakekatnya adalah ibadah pribadi itu sendiri. Melalui disiplin rohani seseorang mendekatkan diri kepada Tuhan, berkomuniksai dengan datang  di hadapan Allah, karena esensi dari pada ibadah itu adalah perjumpaan dengan Allah.      Kata-kata kunci: Disiplin rohani, ibadah pribadi
RESENSI BUKU : THE CHARISMATIC THEOLOGY OF ST. LUKE : TRAJECTORIES FROM THE OLD TESTAMENT TO LUKE-ACTS STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.50

Abstract

Gerakan Pentakosta merupakan sebuah gerakan yang, menurut konsensus para ahli sejarah gereja, lahir pada tahun 1901. Ini berarti gerakan ini kini baru berusia sekitar 105 tahun; sebuah usia yang relatif muda bila dibandingkan dengan saudara-saudara tua mereka (Katolik, Lutheran, Refomed, Mennonite, dan Wesleyan). Meski demikian, gerakan ini, dan juga turunannya yaitu gerakan Karismatik, telah memberikan dampak yang sensasional bagi kekristenan hari ini. Kedua gerakan ini telah menjadi salah satu daya tarik utama kekristenan di kala banyak orang mulai jemu dengan kelesuan dan kekakuan gereja-gereja arus utama.
LABORATORIUM IBADAH BAGI ORANG PERCAYA-ANALISA NARASI 1 SAMUEL 1 GUMULYA DJUHARTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.46

Abstract

Abstract: Reading Hannah‘s success to overcome life‘s dilemma proved that the true worship based on the sincerity of heart will be a kind of laboratory and clinic for healing. It is a place where believers had an experience of recovery process and finding solution even though someone can give an unsuitable reaction toward their condition. As long as the attitude of trusting God becomes an integral part of believer‘s life, they can always find hope in God.  Keywords: Laboratory, Worship, Reaction, Finding Solution
"YESUS SEBAGAI PENGGENAP TEMPAT IBADAH" DALAM INJIL YOHANES STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.51

Abstract

Abstrak: Salah satu karakteristik yang kerap muncul dalam Injil Yohanes ialah menampilkan Yesus sebagai penggenap ritual, figur, atau nubuatan dalam Perjanjian Lama. Bertolak dari dasar itu, tulisan ini akan mencoba berfokus pada bagaimana Injil Yohanes menampilkan Yesus sebagai penggenap tempat ibadah di dalam Perjanjian Lama. Untuk mencapai tujuan itu, penulis akan mulai dengan menunjukkan bahwa Perjanjian Lama merupakan latar belakang konseptual di balik Injil Yohanes. Setelah itu, penulis akan meneliti perkembangan konseptual tempat ibadah di dalam Perjanjian Lama untuk mengetahui aspek apa saja yang digenapi dan bagaimana Yesus menggenapinya. Pada akhirnya, penulis akan menarik beberapa implikasi praktis penggenapan tersebut bagi kehidupan Kristen kontemporer.  Kata Kunci: Yesus, Perjanjian Lama, Injil Yohanes, Penggenapan, Tempat Ibadah.
LEX ORANDI, LEX CREDENDI ET LEX VIVENDI : IBADAH DAN PERILAKU KEHIDUPAN ORANG PERCAYA MARIANI FEBRIANA LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.47

Abstract

Abstrak: Betapa sering orang  percaya menghadiri ibadah minggu demi minggu, namun kehidupan dan perilakunya tidak menunjukan sebagai seorang yang beribadah. Terputusnya relasi di antara ibadah dan kehidupan dalam kebanyakan orang percaya menantang gereja untuk menolong dan melatih umat mengenai apa sebenarnya yang terjadi di dalam ibadah, khususnya ibadah yang ditindaki dengan seperangkat liturgi. Liturgi yang dilakukan oleh gereja sebenarnya bukan sekedar urutan acara yang dilakukan dalam ibadah, melainkan liturgi adalah jendela kehidupan dalam kerajaan Allah, bahwa sedemikianlah seharusnya umat itu hidup sehari-hari. Ibadah dalam ruang yang tersedia dengan perangkat liturgi yang ada menjadi simbol bagaimana umat seharusnya hidup di dalam dunia, karena ruang ibadah itu adalah ruang dunia dan liturgi itu adalah cara kehidupan orang percaya yang diringkas dalam satu pola kehidupan. Dalam hal ini, maka liturgi itu sebenarnya juga menjadi acuan pelatihan dari gereja bagaimana memuridkan umat Allah untuk menjadi umat yang diutus masuk ke dalam dunia dengan membawa kehidupan ilahi, sebagai garam dan terang dunia.   Kata-kata Kunci: Ibadah, Liturgi, misi dan perilaku orang percaya

Page 1 of 1 | Total Record : 7