cover
Contact Name
Brury Eko Saputra
Contact Email
brury@sttaletheia.ac.id
Phone
+62341-426617
Journal Mail Official
brury@sttaletheia.ac.id
Editorial Address
Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
ISSN : 27232786     EISSN : 27232794     DOI : https://doi.org/10.47596/sg.v1i2
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi Kontemporer
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019" : 6 Documents clear
RESENSI BUKU : CONFLICT MANAGEMENT AND THE APOSTLE PAUL BRURY EKO SAPUTRA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.97

Abstract

Buku ini merupakan kumpulan paper mahasiswa Doctor of Ministry (D.Min) dalam mata kuliah Conflict Management yang diampu oleh Scot McKnigt di Northern Seminary (halaman xi). Ada total sembilan paper dalam buku ini. Menariknya, setiap paper ditulis oleh dua orang, sehingga memperkaya ulasan setiap topik dalam tiap paper. Sebelum menyajikan setiap paper di dalamnya, editor buku ini (Greg Mamula) memberikan sebuah bab pendahuluan untuk memperkenalkan topik ini. Bab pendahuluan dengan judul An Introduction to Modern Conflict Management memperkenalkan beberapa pendekatan modern yang sering digunakan dalam penyelesaian konflik gereja. Beberapa pendekatan tersebut ialah pendekatan Fisher dan Ury (halaman xvxvi), A Conversational Perspective (halaman xvi-xviii), Family System Approach (halaman xviii-xx), dan Reconciliation Approach (halaman xx-xxi). Tujuan bab ini adalah untuk menunjukkan bahwa meskipun ada banyak pendekatan yang dapat digunakan dalam menangani konflik gereja, kembali ke Alkitab untuk menemukan prinsip-prinsip penting dalam penyelesaian konflik adalah hal yang sangat krusial (halaman xxiv).
MARCION AND NEW TESTAMENT CANON LIU WISDA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.93

Abstract

Abstraksi: Marsion, seorang uskup dalam gereja mula-mula (85160 M), yang dianggap sesat oleh ortodoksi saat itu, dikenal memiliki kumpulan atau koleksi sejumlah kitab Perjanjian Baru. Oleh sejumlah ahli, Marsion dianggap penemu atau pembuat kanon Kristen pertama karena dia dianggap orang pertama yang mempublikasikan kanon Perjanjian Baru versinya, yaitu Injil Lukas dan sepuluh surat Paulus. Artikel ini berargumentasi sebaliknya, dengan menganalisa teks dan konteks dari tulisan Marcion dan orang-orang yang hidup se-zamannya.   Kata-kata Kunci: Marsion, Literatur Perjanjian Baru, Kanonisasi, Kanon, Bapa Gereja Mula-mula, Ortodoksi
SALIB DAN DEFINISI KEMBALI MONOTEISME YAHUDI DALAM PEMIKIRAN RASUL PAULUS BRURY EKO SAPUTRA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.94

Abstract

Abstraksi: Artikel ini berusaha menelusuri pengaruh peristiwa penyaliban Yesus Kristus terhadap cara Paulus membaca Kitab Suci dan tradisinya. Tulisan ini mengungkapkan bahwa salib memiliki peranan yang sangat penting dalam mendefinisikan kembali konsep monoteisme serta ramifikasinya dalam pemikiran Paulus. Dalam melakukannya, tulisan ini akan melakukan eksplorasi terhadap monoteisme Yahudi di periode tersebut dan kemudian menyajikan definisi kembali versi Paulus.  Kata-kata Kunci: Shema, Perjanjian dan Pemilihan, Definisi Kembali, Teologi Paulus
KASIH FONDASI KELUARGA YANG SEHAT AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.95

Abstract

Abstraksi: Keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia. Melalui keluarga Kristen diharapkan banyak keluarga-keluarga yang tidak percaya bisa melihat kesaksian hidup dari keluarga Kristen yang baik dan mau percaya kepada Tuhan Yesus. Namun banyak keluarga Kristen yang gagal menjadi terang dan garam dunia, bahkan cenderung menjadi batu sandungan bagi masyarakat sekitar keluarga Kristen berada.   Realita menunjukkan bahwa saat ini banyak keluarga yang tidak sehat sehingga tidak mampu menjadi terang dan garam dunia. Banyak keluarga-keluarga Kristen yang tidak harmonis dan bahagia. Akibatnya angka perceraian di kalangan keluarga Kristen semakin hari semakin meningkat tajam. Apa yang menyebabkan banyak keluarga Kristen tidak sehat sehingga menjadi rapuh dan mudah mengalami kehancuran? Hal ini disebabkan karena banyak keluarga Kristen dibangun di atas dasar yang tidak kokoh.   Untuk menciptakan keluarga yang sehat, maka keluarga Kristen harus dibangun di atas fondasi yang kuat. Banyak keluarga Krsiten yang rapuh karena dibangun di atas ―materi‖. Fondasi yang kokoh untuk membangun keluarga Kristen adalah kasih agape. Tanpa fondasi kasih, maka keluarga akan rapuh dan mudah hancur. Kasih tidak hanya sekadar kata-kata semata tapi harus diwujudnyatakan dalam perbuatan sehari-hari. Kasih harus selalu mendasari hidup keluarga Kristen agar menjadi keluarga Kristen yang sehat dan akan membawa dampak bagi gereja sehingga gereja mampu menjadi terang dan garam dalam dunia ini.Kata-kata Kunci: Keluarga Sehat, Gereja Sehat, Fondasi Keluarga, Kasih Agape
PENDEKATAN SISTEM KELUARGA TERHADAP KONFLIK DI DALAM GEREJA DAN RETORIKA PAULUS DALAM SURAT FILEMON BRURY EKO SAPUTRA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.96

Abstract

Abstraksi: Artikel ini berusaha membaca retorika Paulus dalam suratnya kepada Filemon dalam terang Pendekatan Sistem Keluarga terhadap konflik. Penulis akan mengidentifikasi elemen rumah tangga (household), baik secara kultural maupun tekstual, dalam surat Filemon. Setelah itu, penulis akan menelaah penggunaan retorika Paulus dalam relasinya dengan Pendekatan Sistem Keluarga terhadap konflik.  Kata-kata Kunci: Konflik gereja, Paulus dan Konflik, Kekristenan Mula-mula dan Konflik
HIDUP SEBAGAI ORANG ASING BERDASARKAN KITAB RUT SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.92

Abstract

Abstraksi: Hidup sebagai orang asing atau pendatang merupakan masalah yang umum dan kompleks termasuk dalam dunia Perjanjian Lama. Kitab Rut merupakan salah satu kitab Perjanjian Lama yang mengungkapkan suka dan duka kehidupan sebagai orang asing. Baik ketika keluarga Elimelekh hidup sebagai orang asing di Moab dan kemudian Rut yang meninggalkan Moab untuk mengikuti Naomi kembali ke tanah Yehuda. Rut, seorang perempuan Moab yang bertahan hidup melalui hukum sisa panen, dan dapat mempunyai suami (Boas) melalui penerapan hukum penebusan oleh kaum keluarga dan pernikahan ipar, akhirnya menjadi leluhur dari raja Daud.  Kata-kata Kunci: Moab, Yehuda, Orang Asing, Rut dan Boas

Page 1 of 1 | Total Record : 6