cover
Contact Name
Fu'ad Kautsar
Contact Email
fuad.kautsar@unmer.ac.id
Phone
+6281805098762
Journal Mail Official
jiv@unmer.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik Lantai 2 Jalan Taman Agung 1 Pisang Candi Kecamatan Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial View
ISSN : 27230414     EISSN : 26853159     DOI : https://doi.org/10.26905/jiv.v2i1.4209
Journal of Industrial View (JIV),is a scientific periodical of the Faculty of Engineering, University of Merdeka Malang, which includes a variety of research in the field of industrial engineering, or the analysis of actual case studies. Journal of Industrial View (JIV) is formed since 2019 and many of manuscript published until recent days. A Scientific periodical is intended as a means of scientific communication and a means of fostering, developing and strengthening knowledge in the field of industrial engineering. Academics, practitioners may submit his papers to the editor with the guidelines in writing. Coverage includes, but is not limited to manufacturing systems, management system, operation research, quality engineering and human factors engineering. Researchers in all industrial engineering fields are encouraged to contribute articles based on recent research.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Analytical Hierarchy Process pada Pemilihan Pemasok Mata Gerinda Flap Disk 100 Arif Budi Sulistyo; Anita Dyah Juniarti; Imron Rosyadi
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12387

Abstract

AbstractPT Teknik Manunggal Perkasa is a company operating in the fields of general contractor and supplier (welding equipment, safety equipment, pipe fitting, and flange). The company need sustainable or permanent suppliers to guarantee availability of goods, on-time delivery, appropriate quality, and price certainty. Recently, the company does not have a permanent supplier for spare parts of 100-flap disc grinding wheel. The aim of this research is determining order of factors to consider supplier selection and choose the best supplier for the grinding wheel. This research uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The data collection technique is using questionnaire about criteria, sub-criteria, and alternative suppliers from various divisions that are directly related to purchasing process. The results of research shows that the most influential criteria in selecting a grinding wheel supplier are quality criteria with weighting 0,376; followed by the price criterion with weighting 0,355; quantity accuracy with weighting 0,113; delivery with a weighting 0,097; and finally service criteria with weighting of 0,059. Meanwhile, the best supplier is PT ST, shows highest weighting 0,419; following by PT JM with weighting 0,215; PT SM with weighting 0,202; and the last rank is PT CJ with weighting 0,164.AbstrakPT Teknik Manunggal Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang general contractor dan supplier (welding equipment, safety equipment, pipe fitting and flange). Perusahaan sangat memerlukan pemasok barang yang continue atau tetap untuk menjamin ketersediaan barang, ketepatan waktu pengiriman, kualitas yang sesuai dan kepastian harga. Saat ini perusahaan belum memiliki pemasok tetap untuk spare part mata gerinda flap disk 100. Penelitian ini bertujuanh untuk menentukan urutan faktor yang mempengaruhi pemilihan pemasok dan memilih pemasok terbaik untuk mata gerinda tersebut dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner mengenai kriteria, sub kriteria dan alternatif pemasok dari berbagai divisi yang berhubungan langsung pada proses pembelian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan pemasok mata gerinda adalah kriteria kualitas dengan bobot 0,376; kemudian diikuti oleh kriteria harga dengan bobot 0,355; ketepatan jumlah dengan bobot 0,113; pengiriman dengan bobot 0,097 dan terakhir adalah kriteria pelayanan dengan bobot 0,059. Sedangkan pemasok terbaik adalah PT ST dengan bobot paling tinggi yaitu 0,419; selanjutnya. PT JM dengan bobot 0,215; PT SM dengan bobot 0,202 dan peringkat terakhir adalah PT CJ dengan bobot 0,164.
Statistical Quality Control Produksi PT Masscom Yohandika Tri Apriliyanto
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12470

Abstract

PT. Masscom Graphy adalah organisasi yang bekerja di bidang pencetakan dalam lingkungan Suara Merdeka Grup. Perusahaan ini dapat mengirimkan dalam jumlah besar dan menyelesaikannya sesuai jadwal dengan harga jual yang kompetitif. Masalah yang terkait dengan kegagalan produksi terus menjadi ancaman bagi suatu perusahaan . Pemanfaatan penerapan metode statistical quality control terbukti mampu membedakan jenis-jenis cacat produksi dan penyebabnya. Mengingat keberagaman dan penanganan informasi ditinjau dari teknik yang digunakan untuk pengendalian kualitas produksi, maka diketahui bahwa total produksi cetak umum pada periode Juli-September sebanyak 4808 lembar dengan jumlah repair yang terjadi berjumlah 386 lembar. Pemanfaatan alat ukur dengan grafik kendali p dalam kendali mutu barang berguna untuk membedakan bahwa kualitas barang sudah berada pada batas yang seharusnya, karena rata-rata perbaikan barang adalah 8%.
Six Sigma sebagai Usaha Meminimasi Cacat Produk Galon Air Minum dalam Kemasan William Christian Loesi Pangalinan; Dutho Suh Utomo; La Ode Ahmad Safar
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12647

Abstract

Abstract PT XYZ is one of the Bottled Drinking Water (AMDK) producers that offers gallon packaging as one of its products. During the gallon production process, several types of product defects occur. This study aims to control the quality of gallon products by reducing the causes of gallon product defects. The Six Sigma method is employed in this study, utilizing the four DMAI phases: define, measure, analyze, and improve. During the five production periods, there were 22,980 defective products out of a total of 503,272 products. The DPO value calculation resulted in a value of 0.0152, corresponding to a DPMO value of 15,220 per million opportunities. The sigma value obtained for this gallon production is 3.664, which is still relatively high compared to the desired target of 3.4 per million opportunities. Based on the conducted research, it was found that there are three types of defects occurring. Among these three defects, cracked gallons have the highest percentage. By identifying the root causes using fishbone diagrams and FMEA analysis, it was determined that the primary cause of cracked gallons is the lack of an appropriate raw material selection method, leading to defective gallons. The recommended improvement based on the 40 Inventive Principle TRIZ is the establishment of a Standard Operating Procedure (SOP) for raw material selection before it is incorporated into the gallon production process.Abstrak PT XYZ merupakan salah satu produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang salah satu produknya adalah kemasan galon. Selama proses produksi galon terjadi beberapa jenis kecacatan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kualitas produk galon dengan mengurangi penyebab cacat produk galon. Pada penelitian ini digunakan metode six sigma dengan melakukan empat tahap, yaitu DMAI (define, measure, analyze, dan improve). Pada produksi tersebut terdapat jumlah produk cacat sebanyak 22.980 produk dari total 503.272 produk selama lima periode, hasil perhitungan nilai DPO didapatkan senilai 0,0152 sehingga nilai DPMO 15.220 dalam satu juta kesempatan, nilai sigma yang didapatkan pada produksi galon ini adalah 3,664 dan masih cukup besar karena target yang diinginkan yaitu nilai sigma sebesar 3,4 dalam satu juta kesempatan.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa terdapat 3 jenis cacat yang terjadi. Dari 3 jenis cacat tersebut diketahui jenis cacat yang memiliki persentase terbesar, yaitu cacat galon pecah. Berdasarkan identifikasi penyebab dengan menggunakan diagram fishbone dan analisis FMEA, diketahui faktor penyebab terbesar dari cacat galon pecah adalah belum adanya metode pemilihanbahan baku yang tepat sehingga menyebabkan galon menjadi cacat. Rekomendasi perbaikan yang diberikan berdasar kepada 40 Inventive Principle TRIZ adalah pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pemilihan bahan baku sebelum dimasukkan ke dalam proses produksi galon
Rough Cut Capacity Planning Produk Refined Carrageenan M Arif Kamal
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.12651

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari perencanaan kapasitas produksi karagenan dari rumput laut euchemma cottonii dengan menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Pada tahap pertama dilakukan peramalan permintaan untuk menyusun Master Production Schedule (MPS). Selanjutnya perhitungan RCCP dilakukan dengan teknik CPOF (Capacity Planning of Overall Factors) untuk merencanakan kapasitas produksi. Hasil dari peramalan permintaan yang terbaik digunakan untuk peramalan adalah dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang terkecil yaitu pada metode peramalan Simple Seasonal. Hasil peramalan ini digunakan untuk menyusun MP. Hasil perhitungan CPOF menunjukkan bahwa nilai kapasitas waktu proses yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan produksi dan nilai kapasitas waktu proses yang tersedia adalah 1.267,5 jam atau setara dengan 84,24 kwintal setiap bulan. Hasil perhitungan kapasitas waktu proses yang dibutuhkan selama Bulan Januari - Desember 2023 tidak melebihi kapasitas waktu proses yang tersedia, maka nilai waktu proses yang dibutuhkan dapat dikatakan valid.
Integrasi Komprehensif Risiko Lost Sales pada Logistik PT X Primahasmi Dalulia; Lutfiatul Rohmania; Ken Erliana; Ika Anggraeni Khusnul Khotimah; Digitha Oktaviani Putri; Muchammad Riza Fauzy
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i2.14650

Abstract

Abstract PT.X  is a subsidiary of a state-owned company engaged in manufacturing export furniture. In the company, it is known that there is a decline in product sales caused by delays in delivery, the delay is due to obstacles in the production process. This study aims to identify potential risks that can cause sales setbacks due to production process barriers and provide suggestions for preventive actions to be implemented in the department responsible for the risk. The method used in this study is the Delphi method to identify potential risks and the House of Risk method to determine risk priorities that require preventive action. Before identifying potential risks with the Delphi method, previously carried out a breakdown of supply chain activities at PT. Berdikari Furniture Nusantara starting from the procurement process activities until the finished product is ready to be sent to the customer. The results of the study identified 8 potential risks which were mapped into 4 risk events and 4 risk causes. There are 7 preventive actions that can be proposed to be implemented in the company in order to reduce the possibility of these risks occurring in the company. Abstrak PT.X merupakan salah satu anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur furniture ekspor. Pada perusahaan diketahui terdapat kemunduran penjualan produk yang disebabkan keterlambatan pengiriman, keterlambatan tersebut dikarenakan adanya hambatan pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko yang bisa menyebabkan kemunduran penjualan akibat hambatan proses produksi serta memberikan usulan tindakan pencegahan untuk diterapkan di departemen yang bertanggung terhadap risiko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Delphi untuk mengidentifikasi potensi risiko dan metode House of Risk untuk menentukan prioritas risiko yang membutuhkan tindakan pencegahan. Sebelum melakukan identifikasi potensi risiko dengan metode Delphi, sebelumnya dilakukan breakdown aktivitas supply chain yang ada di PT. Berdikari Meubel Nusantara mulai dari kegiatan proses pengadaan hingga produk jadi siap dikirim ke customer. Pada hasil penelitian diidentifikasi terdapat 8 potensi risiko yang dipetakan menjadi 4 kejadian risiko dan 4 penyebab risiko. Terdapat 7 tindakan pencegahan yang bisa diusulkan untuk diterapkan di perusahaan agar mengurangi kemungkinan terjadinya risiko tersebut di perusahaan

Page 1 of 1 | Total Record : 5