cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
qathruna@uinbanten.ac.id
Phone
+628121907168
Journal Mail Official
qathruna@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No. 30 Panancangan Cipocok Jaya, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Qathrun Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam
ISSN : 2406954X     EISSN : 27765563     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/qathruna
Core Subject : Education,
QATHRUNÂ: Jurnal Keilmuan dan Pendidikan Islam invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in the areas of Islamic Education, which cover the following research focuses: Learning strategy of Islamic education Development of Islamic education curriculum Curriculum implementation of Islamic Education Development of learning media and resources of Islamic education Islamic education learning evaluation Practices of Islamic education learning in school Inclusive education in Islamic education Action research in Islamic education
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016" : 7 Documents clear
FUNGSI MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM Tuti Sulastri
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan madrasah dalam pendidikan Islam turut mewarnai pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Hal ini terbukti dari banyaknya ilmu pengetahuan yang berkembang baik pada masa Dinasti Umayyah maupun Dinasti Abbasiyah. Ada juga madrasah yang mengkhususkan diri mempelajari satu disiplin ilmu tertentu, misalnya madrasah nahwu, madrasah tafsir atau madrasah hadits yang pada gilirannya membawa perkembangan pada ilmu-ilmu tersebut. Dengan demikian madrasah merupakan media atau wadah pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Para alumnus yang dihasilkan madrasah turut pula menjadikan ilmu pengetahuan Islam berkembang. Mereka mengembangkan ilmu-ilmu tersebut dalam karirnya di berbagai lembaga maupun kehidupan bermasyarakat.
BENARKAH TUHAN SESATKAN RIZKI MANUSIA Nana Suryapermana
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuhan menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepadaNya. Manusia dituntut untuk wajib patuh dan mengabdi, dan menyembahnya dengan tulus ikhlas tanpa kecuali baik perempuan , mapun laki laki, baik yang sehat maupun yang sakit , bahkan mungkin yang sedang menghadap syakaratul mautpun jika bisa atas kehendak Tuhan diwajibkan terus mengabdi dan menyebah Tuhan dengan mengagugkan nama Tuhan, entah ibadah sholatnya dengan hati, dengan kedipan mata, dengan gerakan tangan saja atau hanya dengan menyebut nama Tuhan. Sebagai bukti, bahwa yang sedang syakaratul maut itu suka diajarkan ke telinganya Kalimat Lailahaillallah Muhammadarasullallah, ini pertanda bahwa manusia hingga mau di jemput ajalpun wajib mengingat dan menyembah kepada Allah. Oleh karena itu wajar saja jika Allah menurunkan ayat yang artinya: “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ( Al-Quran : 56) “ Mungkin tidak berlebihan jika saya sampaikan pendapat seorang pakar pendidikan Islam tentang mengapa Allah menciptakan manusia. Akbar (1992 : 227 ) mengatakan bahwa “ Allah menciptakan manusia , karena Allah itu Esa, sebagai Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa dan Dia menginginkan kesenangan dan keutuhan dari apa yang Dia cipta. Pernyataan ini sah – sah saja adanya, karena berdasarkan pemikiran dan keilmuannya. Bahkan siapapun memiliki hak untuk menyatakan dalam hal yang berbeda. Begitu juga menurut saya, bahwa Allah menciptakan manusia kedunia yang diawali dengan menciptakan Adam bukan saja harus beribadah semata seperti yang tercatat dalam ayat tersebut diatas, tetapi Allah menciptakan manusia itu hanya karena Allah ingin diakui oleh umatnnya bahwa Dia ada. Dia ingin semua makhluk yang ada di dunia ini mengakui eksistensiNya. Dia ingin manusia bahkan semua makhluknya mengagungkan namaNya. Ingin semua makhluk hidup yang ada dimuka bumi bahkan yang ada di alam ghaibpun turut menyembah dan memuji, lalu mensyukuri dan mengakui bahwa Dia ( Allah) itu ada dan berkuasa. Jika Dia tidak menciptakan mahluknya, siapa yang akan mengatakan bahwa Dia itu ada, Siapa yang akan menyembahNya.Jadi benar apa yang dikatakan Akbar ( 1992 : 56) , “ Allah ingin kesenangan dengan menciptakan manusia “. Artinya dengan menciptakan manusia dan segala isinya , maka Dia akan dipuji dan dipuja oleh makhluknya,oleh karena itu bagi yang memuji, mengagungkan dan menyembahNya dengan baik, maka dijanjikan berbagai macam kesenangan di Syurga dari mulai minuman, makanan, pakaian hingga bidadari yang selalu dalam keadaan Perawan sekalipun selalu dipakai/digauli dan tidak pernah merasakan Menstruasi ataupun Mencret (Zainuddin, MZ). Semua itu hadiah terbesar dan terdahsyat dari Allah. Allah merasa senang, karena makhluknya senantiasa memuji dan menyembahNya dengan keimanan dan ketaqwaan.
POLA INTERAKSI GURU DAN SISWA PADA PENDIDIKAN ISLAM KLASIK Siti Nur Masruhani
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi merupakan proses pengiriman dan penerimaan informasi antara individu dengan kelompok, individu dengan individu atau kelompok dengan kelompok yang didasarkan pada adanya pesan yang akan disampaikan. Pola Interaksi guru dan murid pada awal Islam dilakukan dengan sangat sederhana yaitu untuk meyebarkan agama namun kemudian berkembang menjadi upaya sadar yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan ahli dalam bidang tertentu. Pola interaksi pendidikan Islam klasik dilandasi dengan rasa ikhlas, kekeluargaan dan kesetaraan walaupun demikian dalam tiap interaksinya pendidik tetap berpegang pada kode etik seorang guru. Pola yang ada merupakan pengembangan dari interaksi yang dilakukan oleh Rasulullah. Bentuk pola sikap guru terhadap siswa yaitu pola keikhlasan, kekeluargaan, kesederajatan dan uswah al-hasanah, sedangkan pola sikap siswa terhadap guru, yaitu ketaatan dan kasih sayang.Pola komunikasi guru dan siswa pada pendidikan Islam klasik adalah pola satu arah dan banyak arah.
PERGESERAN KURIKULUM Muhajir Muhajir
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdebatan seputar pergeseran kurikulum menarik, ketika dua kubu yang berbeda saling mempertahankan pendapatnya masing-masing, yang pertama mengatakan bahwa pergeseran kurikulum dipengaruhi oleh faktor ideologi (agama), ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan intern pendidikan itu sendiri. Kedua, berargumen bahwa pergeseran kurikulum dipengaruhi faktor politik, bahkan struktur politik itu sendiri masuk dalam pendidikan. Dengan demikian, tidak dapat dipungiri bahwa perubahan, pergeseran, inovasi dan perkembangan kurikulum syarat dengan muatann politis. Hal ini terjadi tidak hanya di negara Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Para ahli pendidikan sepakat, ketika menginginkan kurikulum yang ideal dan kuat, diperlukan konsep dan teori yang matang, dengan tidak menafikan faktor-faktor yag mempengaruhi, walaupun sebenarnya yang dominan itu faktor kurikulum. Disisi lain, perlu diperhatikan bahwa tidak hanya perubahan kurikulum yang dibidik oleh para ahli pendidikan, tetapi yag lebih penting adalah pengembangan kurikulum, karena sifat kurikulum yang mendasar adalah dinamis. Dengan pengembangan maka, kurikulum yang ada akan terus disempurnakan menjadi kurikulum yang lebih baik.
EVALUASI PENDIDIKAN PERSFEKTIF ISLAM Ano Suharna
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memainkan peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun disadari bersama, pada proses dan pelaksanan pendidikan dibeberapa lembaga pendidikan masih jauh dari yang diharapkan. keberadaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia dalam segala aspek kehidupan. Seyogyanya dapat dijadikan langkah solutif untuk menjawab dan menyelesaikan permasalahan tersebut di atas, dengan mengaplikasikan dan mengimplementasikan evaluasai pendidikan perspektif Islam secara komperhensip dan universal pada dunia pendidikan. Evaluasi pendidikan perspektif Islam merupakan suatu proses dan tindakan yang terencana berbasis Islam untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan. Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan perspektif Islam meliputi mengacu pada tujuan, dilaksanakan secara obyektif, bersifat komprehensif atau menyeluruh dan dilaksanakan secara terus menerus atau kontinu (istiqomah). Secara umum tujuan dan fungsi evaluasi pendidikan perspektif Islam untuk: menguji, mengetahui, mengklasifikasi, mengukur, perbaikan, memberikan tabsyir (berita gembira) dan ‘iqab/nadir (siksa/kabar buruk).
IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI YAYASAN NURUL FALAH KECAMATAN PETIR KABUPATEN SERANG BANTEN Mohamad Iqbal
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data-data yang ada untuk menggambarkan realitas sesuai dengan fenomena yang sebenarnya. Jenis dalam penelitian ini berbentuk penelitian lapangan (field research) dengan alasan penelitian ini dilakukan sebagai salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur yang digunakan dan kemampuan tertentu dari pihak peneliti. Sedangkan pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan fenomenologis, karena terkait langsung dengan gejala-gejala yang muncul di sekitar lingkungan manusia yang terorganisasir dalam satuan pendidikan formal. Kesimpulan besar yang menunjukan bahwa Implementasi Sistem Pendidikan Islam ditinjau dari sisi tujuan, anak didik, Pendidik, Materi, alat pendidikan dan lingkungan pendidikan. Hambatan implementasi sistem pendidikan yaitu; tujuan masih semu dan euphoria, rekrutmen pegawai menerapkan azas keluarga sentris, penerimaan siswa baru yang tidak jelas, Kurangnya animo masyarakat, Kurikulum belum memasukkan muatan lokal keagamaan, belum memiliki pelajaran ‘ke-Nurul-falah-an’. Sarana belum memadai, Pendanaan yang serba terbatas. Tidak berjalannya public relation, promosi dan marketing. Upaya yang dilakukan; Menentukan tujuan pendidikan yang tepat, Rekrutmen tanaga pendidik dan kependidikan ideal, mengembangkan jenjang karier, Rekrutmen siswa yang baik, melaksanakan public relation, promosi dan marketing.
PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN KELUARGA Fahmi Fahmi
QATHRUNÂ Vol 3 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi anak. Lingkungan keluarga sebagai lingkungan untuk mengenalkan atau mengajarkan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai akhlak kepada anak usia dini termasuk salah satunya yaitu mengenalkan pendidikan seks (pendidikan biologis) kepada anak usia dini. Orang tua di dalam lingkungan keluarga memiliki kewajiban untuk mengenalkan pendidikan seks karena mau, tidak mau dan siap, tidak siap bagi orang tua suatu saat anak di lingkungan keluarga akan mempertanyakan hal-hal yang berkaitan tentang seks kepada orang tuanya maka orang tua perlu menyiapkan pendidikan seks anak usia dini di lingkungan keluarga. Teknologi dan informasi terus berkembang seiring berkembangnya perubahan zaman. Teknologi dan informasi berkembang sangat cepat, tembus ruang dan waktu hadir setiap lingkungan keluarga melalui TV, radio, komputer, internet dan handphone. Peran kedua orang tua sangat penting sekali dalam mendidik dan mengajarkan pendidikan seks anak usia dini. Lebih baik orang tua menerima pertanyaan seks dari anak sendiri dari pada anak sendiri menanyakan kepada orang lain karena belum tentu jawabannya itu baik dan benar bagi anak. Orang tua adalah orang yang pertama dan utama yang mengenalkan pendidikan seks kepada anak usia dini di lingkungan rumah sebelum orang lain yang mengenalakannya karena orang tua sebagai orang yang terdekat dengan anak dan orang yang paling mempengaruhi perkembangan dan masa depan anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7