cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahrum.subagiya@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-8349529
Journal Mail Official
komunika@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jalan KH. Sholeh Iskandar KM. 2, Kedung Badak, Tanah Sereal, RT.03 RW.10, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Komunika: Journal of Communication Science and Islamic Dakwah
ISSN : 25993445     EISSN : 26142163     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/komunika.v1i1
Komunika Journal of Communication Science and Islamic Dakwah is a media scientific publication that contains articles in the field of communication and the scope of Islamic Dawah. Komunika journal is dedicated to foster the creation and exchange of ideas between academia or research, faculty and university. Articles published in the journal put forward an objective analysis of the case of communication or propaganda of Islam in the perspective of the Academy include the results of research in the field of communication and propagation of Islam, a review of the concept of communication and propagation of Islam and the implementation of the study of literature.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER" : 7 Documents clear
Dakwah Berbasis Masjid: Studi Kasus Masjid Jogokariyan Yogyakarta Fauzi, Dzulfikar; Muhyani, Muhyani
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i2.4988

Abstract

Da'wah is the duty of every Muslim. The mosque is a means of da'i da'i conveying his da'wah so that the mosque does not only function as a place of worship but also as the centre of Muslim civilization. As in the time of the Prophet Muhammad SAW, the mosque functions for all activities, both worship, social, educational and others. In this study, we want to find out how the efforts made by the administrators of the Jogokariyan Mosque in applying the appropriate da'wah method for the Jogokariyan community. Previously, the Jogokariyan community consisted of the abangan community and the PKI base. This research is field research that directly participates in activities at the Jogokariyan Mosque. From the study results, it appears that the efforts of mosque administrators for mosques from time to time have had a positive impact on the community around the mosque in particular and for outsiders in general. What was once known as a PKI-based village became an Islamic village.AbstrakDakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Masjid merupakan sarana dakwah para da'i menyampaikan dakwahnya. Sehingga masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, akan tetapi pusat peradaban umat Islam. Sebagaimana di zaman Rasulullah SAW masjid berfungsi untuk semua kegiatan baik ibadah, sosial, pendidikan maupun yang lainnya. Dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh pengurus Masjid Jogokariyan dalam menerapkan metode dakwah yang sesuai untuk masyarakat Jogokariyan. Yang mana dahulunya masyarakat Jogokariyan terdiri dari masyarakat abangan dan basis PKI. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang langsung turut serta akan kegiatan di Masjid Jogokariyan. Dari hasil penelitian tampak bahwa usaha para pengurus masjid yang dilakukan untuk masjid dari waktu ke waktu telah memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar masjid pada khususnya dan bagi masyarakat luar pada umumnya. yang dulu terkenal sebagai kampung yang berbasis PKI menjadi kampung islami.
Peran Dakwah Yayasan Lima Belas Juli Terhadap Masyarakat Kelurahan Sawangan Kota Depok Renando, Diego; Zahrotunni'mah, Zahrotunni'mah; Nawawi, Kholil
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i2.4989

Abstract

This study discusses the role of the Da'wah Fifteen July Foundation towards the Sawangan Village Community, Depok City. The purpose of the study was to determine the role of the Foundation's da'wah in fostering orphans and find out the obstacles and supporting factors. This study uses a qualitative approach with a descriptive analysis method. This study found that the concept of coaching carried out was endless assistance activities, which consisted of education, economic empowerment, skills, da'wah, and others. The supporting factor for the success of the Foundation's da'wah is the support from community leaders and residents. Meanwhile, the inhibiting factors are administrative challenges, such as financial, institutional and policies in implementing the program.AbstrakPenelitian ini membahas tentang Peran Dakwah Yayasan Lima Belas Juli Terhadap Masyarakat Kelurahan Sawangan Kota Depok. Tujuan penelitian adalah mengetahui peran dakwah Yayasan tersebut dalam membina yatim duafa dan mengetahui faktor hambatan dan pendukung . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menemukan konsep pembinaan yang dilakukan bersifat pendampingan kegiatan permanen, yang terdiri dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, ketrampilan, dakwah, dan lainnya. Faktor pendukung keberhasilan dakwah Yayasan adalah adanya dukungan dari para tokoh masyarakat dan warga. Sedangkan faktor penghambat berupa tantangan-tantangan yang sifatnya administratif semisal keungan, kelembagaan serta kebijakan-kebijakan dalam melaksakan program.
Analisis Pemberitaan Polemik Perppu Ormas di Media TV ONE dan Metro TV Ma'rupah, Muftihah; Zahrotunni'mah, Zahrotunni'mah; Nawawi, Kholil
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i2.4985

Abstract

Media massa menyusun peristiwa yang terjadi hingga menjadi wacana yang bermakna. Keseluruhan isi berita media massa adalah realitas yang telah dikontruksi dalam bentuk wacana yag bermakna. Kekuatan dan pengaruh media massa khususnya media televisi masih menjadi medium utama dalam menyihir pemirsa televisi. Dalam menkonsumsi media berdasarkan temuan survei media research Nielsen dengan nilai presentase 95 %. Masalah krusial dalam kehidupan manusia adalah kebijakan pemerintah (negara). Kebijakan pemerintah sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan. Belakangan ini di Indonesia, terjadi polemik saat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang  Nomor 2 tahun 2017 berisi perubahan atas Undang-undang Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Pemberitaan Program Indonesia Lawyers Club TVOne Episode "Panas Setelah Perppu Ormas” dan Mata Najwa Episode "Menangkal yang Radikal” menarik dikaji lebih dalam. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif isi dengan strategi analisis teks media yakni Analisis framing. Peneliti bermaksud untuk melihat framing yang dikontruksi oleh kedua media tersebut dan mengungkapkan aspek-aspek ideologi media dalam mengkontruksi pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontruksi berita mengemukakan bahwa Program Indonesia Lawyers Club TVOne Episode "Panas Setelah Perppu Ormas” cenderung lebih mengkritisi Perppu Ormas. Hal ini tampak pada narasi pemberitaan, visual image, serta pemilihan narasumbernya. Sedangkan Mata Najwa Episode "Menangkal yang Radikal”  Metro TV lebih menonjolkan pemberitaan mengenai mengukuhkan ideologi negara, mengupas soal HTI dan bahaya radikalisme. Hal ini tampak pada narasi pemberitaan, visual image, serta pemilihan narasumbernya.AbstractThe mass media make reality of the events that happen to be a meaningful discourse. The overall content of the news media is a reality that has been contructed in the form of meaningful discourse. The strength and influence of mass media, especially television media is still the main medium in bewitching television audiens. In the media consumption based on findings survey of Nielsen research media with a percentage of 95%. Crucial problem in human life is government policy (state). Government policy is very big influence in life. Lately in Indonesia, there was a polemic when the government issued a Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 2017 contains amendments to Law No. 17 of 2013 on Social Organizations. Reporting on the Indonesia Lawyers Club TVOne Programme Episode "Heat After the Mass Organization" and the Mata Najwa  Episode "Radical Prevent" attracts a deeper review. This research method using qualitative approach of content with media text analysis strategy that is framing analysis. The researcher intends to see the framing constructed by both media and reveal aspects of media ideology in constructing the news. The results show that the news construction suggests that the Indonesia Lawyers Club TVOne Programme Episode "Heat After the Mass Organization" tends to be more critical of the mass organizations. This can be seen in the narrative of the news, visual image, and the selection of the source. While Mata Najwa Episode "Radical Prevent" Metro TV further highlight the news about strengthening the country's ideology, explore about HTI and the danger of radicalism. This can be seen in the narrative of the news, visual image, and the selection of the source.
Manajemen Idarah dan Imarah Masjid Raya Al Hijri 2 Bogor Firmansyah, Indra Muhammad
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i2.4990

Abstract

The function of the mosque is not only as a place of worship rituals. The mosque must have the function of community empowerment, economic improvement, the organization of Baitul Mal, zakat, infaq, and alms services. Therefore, mosque managers must realize that mosques have a huge role, at least for the mosque's congregation. The purpose of this study was to determine the management of the Al Hijri 2 Bogor Grand Mosque. This research is qualitative. They were collecting data through interviews, observation and documentation. The study results found that the management of the Masjid Raya Al Hijri 2 Idarah and its Imarah has been running smoothly. However, because the mosque is expanding, the function of the mosque in social and economic terms has not been going well.AbstrakFungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ritual ibadah. Masjid harus memiliki fungsi pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi, penyelenggaraan Baitul mal, pelayanan zakat, infak, dan sedekah. Oleh karena itu, pengelola masjid harus menyadari bahwa masjid memiliki peran yang sangat besar, sekurang kurangnya bagi jamaah masjid itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Manajemen Masjid Raya Al Hijri 2 Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalaui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Manajemen Masjid Raya Al Hijri 2 Idarah dan Imarahnya sudah berjalan dengan lancar akan tetapi disebabkan masjid dalam proses perluasan maka fungsi masjid dalam bentuk sosial dan ekonomi belum berjalan dengan baik.
Dakwah KH. Sholeh Iskandar dalam Membangun Komunikasi antar Pondok Pesantren Wildan, Ahmad; Irfani, Fahmi; Hsubky, Badruddin
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i2.4986

Abstract

Various schools and styles of Islamic da'wah thought entered and developed in Indonesia. Thus, the development of the world of Islamic education, especially Islamic boarding schools, becomes more diverse and varied. Both in terms of the manhaj of thought, da'wah methods, and the forms and concepts of learning in Islamic boarding schools. This fact becomes a new problem for Muslims, for maintaining the congregation's values as Muslims, during the presence of differences in manhaj and methods of view on the da'wah of Islam itself. Therefore, in this study, researchers are interested in reviewing how the communication skills of KH. Soleh Iskandar in building collaboration and cooperation with Islamic boarding schools. Later it was recorded in history that he could initiate the birth of a cooperative forum for Islamic boarding schools in Indonesia. Namely the Boarding School Cooperation Agency (BKSPP). Researchers hope that the achievements that KH has made. Soleh Iskandar can be continued by the current generations of Islamic boarding schools. To strengthen the function and role of pesantren in fostering the people and giving birth to leaders for the communityAbstrakBerbagai aliran dan manhaj pemikiran dakwah Islam masuk dan berkembang di Indonesia. Sehingga membuat perkembangan dunia pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren menjadi lebih beragam dan bervariatif. Baik dalam hal manhaj pemikiran, metode dakwah, hingga bentuk dan konsep pembelajaran di pesantren. Fakta ini menjadi sebuah problematika baru bagi umat Islam, untuk bagaimana tetap menjaga nilai-nilai keberjamaahan sebagai umat Islam, di tengah hadirnya berbagai perbedaan manhaj dan metode pandang terhadap dakwah Islam itu sendiri. Oleh karena itu, pada penelitian ini, peneliti tertarik untuk mengulas bagaimana kecakapan komunikasi KH. Soleh Iskandar dalam membangun kolaborasi dan kerja sama lembaga pesantren. dikemudian tercatat dalam sejarah mampu memprakarsai lahirnya wadah kerja sama pondok pesantren di Indonesia. Yaitu Badan Kerja sama Pondok Pesantren (BKSPP). Peneliti berharap bahwa pencapaian yang telah dilakukan KH. Soleh Iskandar dapat dilanjutkan oleh generasi-generasi pondok pesantren saat ini. Dalam upaya menguatkan fungsi dan peran pesantren dalam membina umat dan melahirkan pemimpin bagi masyarakat.
Manajemen Dakwah Ali Mansur dalam Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor Fajar, Al
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i2.4987

Abstract

Penitentiary is a field of da'wah that has not been explored. Many apostasy movements primarily target Muslim prisoners. On that basis, the researchers tried to explore Ali Mansur's da'wah in fostering the prisoners at the Gunung Sindur prison. This research is field research whose data sources are obtained from interviews, documents, activity archives and photos of activities. The study results found that the supporting factors for Ali Mansur's da'wah management were from three elements, namely, the Government, Social Institutions and Prisoners. The most significant inhibiting factor is the negative stigma of society towards prisoners.AbstrakLembaga Pemasyarakatan merupakan ladang dakwah yang belum tergarap. Banyak gerakan pemurtadan yang kebanyakan sasarannya adalah narapidana muslim. Atas dasar itu, peneliti mencoba menggali dakwah Ali Mansur dalam membina para narapidana di LAPAS Gunung Sindur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang sumber datanya diperoleh dari wawancara, dokumen, arsip-arsip kegiatan dan foto-foto kegiatan. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor pendukung manajemen dakwah Ali Mansur dari tiga unsur yaitu, Pemerintah, Lembaga Sosial Kemasyarakatan dan Narapidana. adapun Faktor penghambat terbesar ialah stigma negatif masyarakat terhadap Narapidana.
Jidal (Debat) Sebagai Salah Satu Metode Dakwah: Menimbang Dalam Perspektif Hukum Islam Zulfunun, Muhammad
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i2.4983

Abstract

Mujadalah or debate is an activity confronted each other face-proof. Sometimes sometimes leads to conflict. The problems that arise then comes to be a reason for prohibiting debate. Therefore it required the rule of law.This study uses literature refers to books, books and other related, The conclusion from this study is that the law muhajalah or debate is permissible.AbstrakMujadalah atau debat merupakan suatu kegitan saling menghadap-hadapkan hujjah. Yang kadang tak jarang menimbulkan pertentangan. Permasalahan-permasalahan yang muncul kemudian menjadi alas an untuk mengharamkan debat. Untuk itu diperlukan telaan sehingga didapatkan kepastian hukum. Penulisan ini menggunakan studi pustaka yang mengacu pada kitab, buku dan lainnya yang berkaitan. Kesimpulan yang didapat dari telaah ini ialah bahwa hukum muhajalah atau berdebat ialah mubah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7