cover
Contact Name
Supriando
Contact Email
jurnal.musica@gmail.com
Phone
+6281277696805
Journal Mail Official
jurnal.musica@gmail.com
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musica: Journal of Music
ISSN : -     EISSN : 28071026     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/musica.v1i1
Core Subject : Art,
Musica: Journal of Music is an academic journal published by Department of Music, Faculty of Performing Arts, Institut Seni Indonesia Padangpanjang twice a year. This journal publishes original articles with focuses on the results of studies in the field of music. The coverage of topics in this journal includes: Western Music Studies, Composition or Arrangement, Musical Performances Such as Orchestra/Ensemble/Chamber Music, History of music, Theory of Music or Analysis, Music Education, Instrument of Music, Music Technology, Popular or Traditional Music.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC" : 8 Documents clear
Penerapan Teknik Violin dalam Menginterpertasikan Repertoar Concerto In G minor Rv 315, Fatwa Pujangga dan Tinggikan pada Pertunjukan Solis Violin (Application of the Violin Technique in Interpreting the Repertoire of the Concerto In G minor Rv 315, Fatwa of Poets and Elevation in Violin Solis Performances) Rosianda, Farid Ragel; Hendri, Yon; Enida, Delfi
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3478

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan seorang solis biola dalam sebuah konser musik ditentukan oleh kemapuan dalam mempersipkan diri baik secara teknik maupun kemampuan ekspresi musikalnya. Untuk itu dalam hal ini dibutuhkan kematangan kemampuan dalam menginterpertasikan repertoar musik yang akan dimainkan. Teknik-teknik bermain biola yang bagaimana yang harus dipersiapkan, baik itu teknik gesekan (bowing) maupu teknik penjarian (finggering) dalam menginterertasikan tuntutan yang terdapat dalam repertoar musik serta bagaimana cara mengekspresikannya dalam bentuk pertunjukan/konser musik kepada penonton atau auidiens. Penulisan ini bertujuan untuk mengungkap keemampuan yang bagaimana yang harus dilakukan secara teknik permaian biola dalam menginterpertsikan tiga buah repertoar musik yang berbeda gaya/ style musiknya dan bagaimana cara mengekspresikan repertoar musik tersebut kepada penonton dalam sebuah pertunjukan solis violin yang diringi dalam bentuk string, ansamble, combo band.Kata kunci: Teknik, Repertoar dan Violin.ABSTRAK         The success of a violin soloist in a music concert is determined by the ability to prepare oneself both technically and musically. For this reason, in this case, maturity is needed in interpreting the musical repertoire that will be played. What violin playing techniques must be prepared, both bowing and fingering techniques, in interpreting the demands contained in the musical repertoire and how to express them in the form of musical performances/concerts to the audience or audience. This writing aims to reveal what abilities should be carried out technically in playing the violin in interpreting three musical repertoires with different musical styles and how to express the musical repertoire to the audience in a solo violin performance accompanied in the form of strings, ensembles, combos Band. Keyword: Technique, Repertoire and Violin
Pertunjukan Solis Gitar dengan Repertoar Concerto in D Major Rv 93, Laila Canggung, dan Ephiphany (Guitar Solis Performance with Repertoire Concerto in D Major Rv 93, Laila Awkward, and Ephiphany) Seption, Moch Faisal; Supriando, Supriando; Panggabean, Della Rosa; Andranofa, Andranofa
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3484

Abstract

Artikel ini memuat tentang pertunjukan repertoar gitar dan analisis permainan karya seni musik instrumen gitar klasik dan elektrik dengan repertoar yang dipilih yaitu Concerto In D Major, Laila Canggung dan Ephiphany. Analisis yang dihadirkan berupa permainan teknik gitar klasik serta gitar elektrik seperti Tirando dan appoyando, Apergio Right Hand, Legato, Barrer, Palm Mute, Vibrato, Slide dan Bending, Form Musik, gaya dan genre, serta metode pertunjukan. Ketiga repertoar yang dipilih ditinjau dari tingkat kesulitan sebagai bentuk pencapaian dari hasil pembelajaran musik di kampus ISI PadangpanjangKata Kunci: Pertunjukan Solois; Teknik Gitar Klasik dan Elektrik; Repertoar; ConcertoABSTRACTThis article contains an repertoire show and analysis of the playing of classical and electric guitar instruments with the selected repertoire of Concerto In D Major, Laila Canggung and Ephiphany. The analysis presented is in the form of playing classical guitar and electric guitar techniques such as Tirando and appoyando, Right Hand Apergio, Legato, Barrer, Palm Mute, Vibrato, Slide and Bending, Music Form, style and genre, and performance methods. The three repertoires chosen are reviewed from the level of difficulty as a form of achievement from the results of music learning at the ISI Padangpanjang campus.Keywords: Soloist Performance; Classical and Electric Guitar Technique; Repertoire; Concerto
Musik Militer di Kodiklat TNI AD Babakan Ciamis, Bandung (Military Music at the Kodiklat TNI AD Babakan Ciamis, Bandung) Akbar, Rahmat; Asril, Asril; Gusrizal, Gusrizal; Aluna, Aluna
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3251

Abstract

ABSTRAKMusik militer adalah salah satu aspek penting dalam kegiatan militer di Indonesia, khususnya di Kodiklat TNI AD Babakan Ciamis, Bandung. Musik militer terdiri dari beberapa jenis dan digunakan dalam berbagai kegiatan kemiliteran, baik kegiatan sehari-hari, maupun kegiatan-kegiatan khsusus lainnya yang diselenggarakan angkatan militer. Pada penelitian ini dikasifikasikan fungsi dan tujuan musik dalam kegiatan militer, khususnya di Kodiklat TNI AD Babakan Ciamis, Bandung. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dan sumber data dari wawancara dan studi pustaka di angakatan militer Kodiklat Babakan Ciamis, Bandung. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah jenis musik militer, tujuan, dan fungsi musik dalam kegiatan militer di Kodiklat TNI AD Babakan Ciamis, Bandung.Kata Kunci: Musik Militer; jenis musik; Fungsi ABSTRACTMilitary music is an important aspect of military activities in Indonesia, especially at the Babakan Ciamis Army Kodiklat, Bandung. Military music consists of several types and is used in various military activities, both daily activities and other special activities organized by the military. In this study, the functions and purposes of music were classified in military activities, especially in the Babakan Ciamis Army Kodiklat, Bandung. This study uses a descriptive qualitative approach and data sources from interviews and literature studies at the military training center, Babakan Ciamis Kodiklat, Bandung. The data taken in this study are the types of military music, the purpose, and the function of music in military activities at the Babakan Ciamis Army Kodiklat, Bandung.Keywords: Military Music; type of music; Function
Implementasi Mode Hexatonic Scale Pada Musik Tradisional Sirompak (Implementation of Hexatonic Scale Mode in Traditional Sirompak Music) Guslian, Indra; Irwan, Irwan; Nursyirwan, Nursyirwan
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3511

Abstract

Penggarapan Musik Sirompak For Orchestra And Minangkabau Tradition adalah komposisi yang berangkat dari unsur musikal pada kesenian tradisional Kanagarian Taeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Kesenian tersebut telah bertransformasi dari ritual magis menuju kesenian tradisional masyarakat Kanagarian Taeh. Unsur musikal kesenian tradisional tersebut ialah dendang dan saluang sirompak. Metode penciptaan komposisi terdiri atas empat tahap, diantaranya; persiapan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Tahap persiapan penciptaan diantaranya; observasi, studi pustaka, dan wawncara. Informasi yang diperoleh kemudian dirancang pada tahap perancangan. Perwujudan penciptaan komposisi ini terbagi atas beberapa tahap; transkripsi, penulisan score, orkestrasi, dan latihan praktik intrumen dalam formasi orkestra. Hasil penciptaan komposisi musik “Penggarapan Musik Sirompak For Orchestra And Minangkabau Tradition” adalah komposisi bentuk bebas dua bagian (biner). Pada setiap bagian terdiri dari periode A-B-C, dan terdiri dari beberapa sectional sebagai unit penyusun struktur komposisi. Tanda waktu yang digunakan adalah adagio, dan moderato pada tanda biarama 4/4. Harmoni yang diterapkan ialah bagian part I (in D minor) dan part I (in G minor). Penempatan dendang pada paduan suara, adalah wujud melestarikan kebudayaan pada suatu masyarakat.Kata kunci: Dendang, Sirompak, Dan Bentuk Biner ABSTRACTThe creationof Sirompak Music for Orchestraand Minangkabau Traditionis a composition that departs from musical elements in the traditional arts of Kanagarian Taeh, Fifty City District. The art has transformed from a magical ritual to the traditional arts of the Kanagarian Taeh people. The musical elements of the setraditional arts are the singing and the sirompak saluang. The composition creation method consists off ourstages, including; preparation, design, embodiment, andpresentation. The preparation stage of creation includes; observation, literature study, and interviews. The information obtained is then design edat the design stage. The embodiment of the creation of this composition is divided into several stages; transcription, score writing, orchestration, and instrument practice exercises in orchestral formations. The result of the creation of the musical composition "The Composition of Sirompak Music For Orchestra And Minangkabau Tradition" is a two-part (binary) free-form composition. Each section consists of periods A-B-C, and consists of several sectionals as structural units of composition. The time signature used is the adagio, and the moderato is the 4/4 monastic sign. The harmony applied is part I (in D minor) and part I (in G minor). Placement of singing in the choiris a form of preserving culture in a society.Keywords: Incident; Program Music; Multimedia Music; Sound fx; Virtual Sound Technology.
Nyanyian Kromong : Komposisi Musik Dua Bagian (Nyanyian Kromong : Two Part Musical Composition) Nurbaiti, Eliza; Sidik, Hadaci; Anggraini, Nora
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.2848

Abstract

ABSTRAK Kromong adalah salah satu instrumen musik tradisional dan kesenian yang berada didaerah Setangguk Remas, desa Mandiangin Tuo, Kecamatan Mandiangin, Provinsi Jambi. Kromong memiliki idiom musik yang unik dan menarik untuk dikembangkan sebagai ide musikal dalam penciptaan komposisi musik baru. Kromong ditampilkan bersamaan dengan gong, dan gendang pada acara adat penyambutan dan kedatangan keluarga kerajaan serta para pejabat pemerintahan. Dimainkan juga pada ritual acara perkawinan, khitan, dan pengiring tari kain kromong dan serta acara kesenian lainnya. Dari salah satu potongan ritme dan melodi yang dimainkan oleh kromong pada ritual acara perkawinan, dan pengiring tari kain kromong diambil sebagai dasar terciptanya sebuah tematik komposisi musik baru yang digarap ke dalam format orkestra dengan bentuk dua bagian. Komposisi ini digarap melalui identifikasi, eksplorasi, dan eksperimentasi terhadap unsur-unsur musikal, sehingga menjadi musikal baru.Kata kunci: Kromong; komposisi; dua bagianABSTRACTKromong is one of the traditional musical instruments and arts located in Setangguk Remas area, Mandiangin Tuo village, Mandiangin district, Jambi province. Kromong has a unique and interesting musical idiom to develop as a musical idea in creating new musical compositions. Kromong is displayed along with gongs and drums during traditional welcome and arrival ceremonies by the royal family and government officials. It is also played during wedding ceremonies, circumcision ceremonies and accompanies the kromong cloth dance and other artistic events. From one of the rhythms and melodies of the kromong played at the wedding ceremony, and the accompaniment of the kromong dance was taken as the basis to create a new thematic musical piece elaborately orchestrated in the form of an orchestra. the form of two pieces of music. This composition is made possible through the identification, discovery and experimentation of musical elements, so that it becomes a new musical.Keywords:  : Kromong; composition; two parts  
Keberadaan Musik Cenang Tigo Pada Prosesi Adat Perkawinan Di Kampung Air Meruap Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat (The Existence of Cenang Tigo Music in Traditional Marriage Processions in Air Meruap Village, Kinali District, West Pasaman Regency) Azizah, Herni Fahtul; Emridawati, Emridawati; Enida, Delfi
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3569

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan, proses, dan bentuk musik tradisional cenang tigo dalam prosesi adat perkawinan maniti anak dan Pai Balimau. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan memakai pendekatan sosiologi dan musikologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan: studi pustaka dan studi lapangan, sedangkan teknik analisis data: reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertunjukan musik tradisional cenang tigo keberadaannya dalam masyaraka,t karena melekat pada upacara adat sehingga sering digunakan oleh masyarakat. Para pemuka adat mewajibkan masyarakat yang melaksanakan prosesi tersebut untuk minta izin terlebih dahulu, hal ini tidak boleh dilanggar dan tidak boleh sembarangan membunyikan atau memukulnya. Secara musikalitas musik cenang tigo dimainkan oleh tiga orang pemain wanita di atas 40 tahun. Dimana masing-masing pemain bermain secara kompak dan indah menggunakan teknik interlocking yaitu melahirkan jalinan pola ritme yang berbeda dari ketiga instrumen. Adapun nada yang dimainkan oleh para pemain cenang tigo antara lain: Cenang Partamo mendekati nada (B/si), Cenang Kaduo mendekati nada (D#/re), dan Cenang Paningkah mendekati nada (G/sol).Kata Kunci : Cenang Tigo, Keberadaan, Prosesi Adat.     ABSTRACTThis study aims to determine the existence, process, and form of traditional cenang tigo music in the customary marriage procession of Maniti Anak and Pai Balimau. This research is a qualitative type using sociology and musicology approaches. Data collection techniques used: literature study and field studies, while data analysis techniques: data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study indicate that traditional cenang tigo music performances exist in society because they are attached to traditional ceremonies so that they are often used by the community. The traditional leaders oblige the people who carry out the procession to ask for permission first, this cannot be violated and they cannot be randomly honked or hit. Musically, Cenang Tigo is played by three female players over 40 years. Where each player plays compactly and beautifully using the interlocking technique, which creates a different rhythmic pattern from the three instruments. The notes played by the tigo cenang players include: Cenang Partamo approaching the tone (B/si), Cenang Kaduo approaching the tone (D#/re), and Cenang Paningkah approaching the tone (G/sol).                                                                  Keywords: Form Of Performance, Cenang Tigo Music
Interpretasi Repertoar Sonata No.1, Dondang Sayang, dan Pagan Part II pada Pertunjukan Gitar (Interpretation of the Repertoire of Sonata No.1, Dondang Sayang, and Pagan Part II on Guitar Performance) Machfudz, Shoiful; Supriando, Supriando; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3471

Abstract

ABSTRAKRepertoar musik dari berbagai era seperti modern, melayu dan popular dikemas kedalam sebuah pertunjukan solis gitar dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional. Repertoar dalam pertunjukan ini terdiri dari repertoar pada berbagai era. Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repertoar era modern atau pada abad 19 yang berjudul Sonata No.1 dengan komposer Leo Brouwer yang diciptakan pada tahun 1990, karya ini didedikasikan Leo Brouwer untuk Julian Bream. Repertor kedua adalah Dondang Sayang merupakan lagu melayu Negeri Malaka yang diciptakan oleh NN (No Name). Repertoar terakhir adalah Pagan Part II yang diciptakan oleh band Vitalism. Penyaji menginterpretasikan dan menerapkan berbagai teknik seperti arpeggio, tirando, apoyando, harmonic, rasguedo, appogiatura, sweep picking, tapping, bending, hybrid picking dan speed picking  untuk mewujudkan sebuah pertunjukan yang baik. Kata kunci: Pertunjukan; Gitar Klasik; SolisABSTRACTMusic repertoire from various eras such as modern, Malay and popular are packaged into a guitar solo performance using conventional performance conventions. The repertoire in this performance consists of repertoires from various eras. The first repertoire in the show was the repertoire of the modern era or in the 19th century entitled Sonata No.1 by composer Leo Brouwer which was created in 1990, this work was dedicated by Leo Brouwer to Julian Bream. The second repertor is Dondang Sayang, a Malay song from the State of Malacca created by NN (No Name). The last repertoire is Pagan Part II which was created by the band Vitalism. Presenters interpret and apply various techniques such as arpeggios, tirando, apoyando, harmonics, rasguedo, appogiatura, sweep picking, tapping, bending, hybrid picking and speed picking to create a good performance. Keywords: Performance; Classical Guitar; Solis 
Pertunjukan Musik Solis Marimba dan Ensambel Perkusi dengan Repertoar Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, dan Journey To Deli (Marimba Solis Music Show and Percussion Ensemble with Repertoire Concerto In E Minor For Solo Marimba, Can You Feel The Love Tonight, and Journey To Deli) Akmal, Muhammad Fauzan; Herdianto, Ferry; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3465

Abstract

ABSTRAKRepertoar musik dari berbagai era seperti classic, popular dan melayu dikemas ke dalam sebuah pertunjukan solis marimba dengan menggunakan kaidah pertunjukan konvensional.Repertoar dalam pertunjukan ini terdiri dari repertoar berbagai era.Repertoar pertama dalam pertunjukan adalah repetoar era klasik yang berjudul Concerto in E minor For Solo Marimba dengan komposer Braedon Bomgardner.Repertoar kedua adalah Can You Feel The Love Tonight yang merupakan lagu popular animasi disney ciptaan Elton John. Repertoar terakhir dengan judul Journey To Deli karya dari Tengku Ryo Riezkan. Penyaji menginterpretasikan berbagai teknik seperti legato, arpegio, triol, single stroke roll, roll, dan improvisasi untuk mewujudkan tercapainya sebuah pertunjukan yang utuhKata kunci : Pertunjukan, Marimba, Solis ABSTRACTMusic repertoire from various eras such as classic, popular and Malay is packaged into a solo marimba performance using conventional performance rules. The repertoire in this show consists of repertoires of various eras. The first repertoire in the show is the classical era repertoire entitled Concerto in E minor For Solo Marimba with composer Braedon Bomgardner. The second repertoire is Can You Feel The Love Tonight which is a popular song by Elton John. The last repertoire with Journey To Deli by Tengku Ryo Riezkan. Presenters interpret various techniques such as legato, arpegio, triol, single stoke roll, roll, and improvisation to achieve a complete performance.Keywords: Performance, Marimba, Solis

Page 1 of 1 | Total Record : 8