cover
Contact Name
Atika Marzaman
Contact Email
tika.marzaman@gmail.com
Phone
+6285299259004
Journal Mail Official
hjirs@unhas.ac.id
Editorial Address
Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Hasanuddin. Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 10, Tamalanrea, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of International Affairs
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 27753336     EISSN : 27747328     DOI : https://doi.org/10.31947/hjirs.v1i2
Core Subject : Social,
Hasanuddin Journal of International Affairs, is a peer-reviewed journal published twice a year in February and August by Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University. Hasanuddin Journal of International Affairs welcomes academics as well as practitioners to contribute their thoughts on International Relations. Hasanuddin Journal of International Affairs with registered number ISSN 2774-7328 (Print), ISSN 2775-3336 (Online), is published in English or Bahasa Indonesia. Hasanuddin Journal of International Affairs discusses both theoretical and empirical findings. The main theory and concepts should refer to studies of International Relations, International Security, International Political Economy, or International and Transnational Studies.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2021)" : 6 Documents clear
Strategi Gerakan Sosial Transnasioal dalam Kampanye Perdamaian Internasional (Studi Kasus: Food Not Bombs) Ahmad Tarikhul Haq; Pusparida Syahdan; Husein Abdullah
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i1.12721

Abstract

This study focused on transnational social movement strategies in international peace campaign with Food Not Bombs as study case. This study used analytical descriptive method with library research as data collection method. The data type is secondary one which obtained from literatures, books, journals, and information accessed via internet that related with the issues. Analytical techniques used by the author in this paper are qualitative data analysis and quantitative data analysis which used to complement the first one. The result of this study are food distribution as antiwar and poverty symbol and message to public, transnational coalition building, and nonviolence method usage. Transnational coalition used to bring more people to their collective claim. Food Not Bombs dedication towards nonviolence shown in its nonviolence protest act such as blockade, marches, and camps. Penelitian ini membahas tentang strategi transnational social movement – gerakan sosial transnasional dalam kampanye perdamaian internasional dengan menggunakan studi kasus Food Not Bombs. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan tehnik pengumpulan data yakni dengan studi kepustakaan, kemudian jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh dari literatur-literatur, buku-buku, dokumen, jurnal, dan informasi yang diakses melalui internet yang berkaitan dengan masalah yang dibahas, dan tehnik analisis yang digunakan penulis dalam penulisan ini adalah tehnik analisis data kualitatif, adapun data kuantitatif merupakan data pelengkap untuk menjelaskan data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Food Not Bombs berupa membagikan makanan sebagai pesan anti perang dan kelaparan kepada publik, membangun koalisi transnasional, dan menggunakan metode nonkekerasan. Koalisi transnasional digunakan untuk membawa pesan kolektif dengan massa yang lebih besar. Begitu pula dengan dedikasi Food Not Bombs terhadap nonkekerasan ditandai dengan aksi protes nonkekerasan seperti blokade, kemah, dan pawai.
Efektivitas Tripartite Environment Ministers Meeting (TEMM) Terhadap Penanggulangan Masalah Lingkungan Di Tiongkok, Jepang Dan Korea Selatan Adriansyah Wijaya; Darwis; Husein Abdullah
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i1.12723

Abstract

This study aims to determine the effectiveness and the prospect of the Tripartite Environment Ministers Meeting (TEMM) towards prevention of environmental problems in China, Japan and South Korea. The research questions of this study are: how the effectiveness of the implementation of Tripartite Environment Ministers Meeting to prevention environmental problems in China, Japan and South Korea, and how the prospects of Tripartite Environment Ministers Meeting in handling the environmental problems in China, Japan and South Korea. Based on the research goals, the author used descriptive analytic methods as the research methods with library research as the data collecting methods. The data were analyzed qualitative with deductive writing techniques. The results of this study show that Tripartite Environment Ministers Meeting (TEMM) was not effective in preventing the environmental problems in China, Japan and South Korea based on emissions growth data, the regulation making and the role of NGO. Based on TEMM’s contribution and effectiveness in preventing of environmental problems in China, Japan and South Korea was not good, but based on the performance of TEMM annually, TEMM be more dynamically and decided the cooperation of environmental conservation in Northeast Asia region as priority. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan prospek Tripartite Environment Ministers Meetig (TEMM) dalam menanggulangi masalah lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Adapun pertanyaan dari peneliian ini adalah: bagaimana efektivitas pelaksanaan kerjasama Tripartite Environment Ministers Meeting terhadap penanggulangan masalah lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan, dan bagaimana prospek kerjasama Tripartite Environment Ministers Meeting dalam menangani masalah lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, maka penulis menggunakan metode penelitian deskriprif-analitik dengan teknik pengumpulan data menelaah seumlah literatur/ studi pustaka. Adapun untuk menganalisis data, penulis memakai teknik analisis data kualitatif dengan teknik penulisan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama Tripartite Environment Ministers Meeting (TEMM) tidak efektif dalam menangani permasalahan lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan terkait dengan indikator laju emisi CO2, perubahan regulasi dan peran NGO. Berdasarkan kontribusi dan efektivitas dari TEMM dalam penangguangan masalah lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan maka prospek kerjasama tersebut tidak baik, namun melihat capaian pada pertemuan setiap tahunnya, kerjasama TEMM bergerak dinamis dan semakin mengutamakan kerjasama perlindungan lingkungan di kawasan Asia Timur Laut.
Pembukaan Konsulat Jenderal Australia di Makassar Sebagai Upaya Mempererat Hubungan Kerjasama Australia dengan Indonesia Bagian Timur Sevy Annesa Putri; Darwis; Pusparida Syahdan
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i1.12736

Abstract

This research aims to describe the prospect of billateral relationship between Australia and Eastern Indonesia through the existence of Australian Consulate- General in Makassar. Specifically, this research aims to know (1) the background of the opening of Australian Consulate-General in Makassar and (2) the role of Australian Consulate-General in Makassar to establish relationship with Eastern Indonesia. The method of this research is qualitative descriptive which describes the prospect of the opening of Australian Consulate-General in Makassar to strengthen its relationship with Eastern Indonesia. The data collection method used by the author is library research sourced from many literatures such as books, journals, documents, articles, and other medias such as internet, newspapers, and magazines, also use interview method to the Consul-General of Australian Consulate-General in Makassar. The result of this research shows that as a neighbour-state, Australia in its commitment to strengthen good relations with Indonesia should increase and escalate their performance of improving its cooperation between both countries to be more intense and tight by not only touch the center of Indonesia itself but also have to reach other parts of Indonesia as well as Eastern Indonesia. A lot of promotion that related to culture, education, and tourism of the Australian itself and also many programs have been planned and done by the Australian Consulate-General in Makassar with provincial government in Eastern Indonesia in order to reinforce its relationship between both countries. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prospek hubungan kerja sama bilateral Australia dengan Indonesia bagian timur melalui keberadaan Konsulat Jenderal Australia di Makassar. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang pembukaan Konsulat Jenderal Australia di Makassar dan (2) peranan Konsulat Jenderal Australia di Makassar dalam menjalin hubungan kerja sama dengan Indonesia bagian timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah kualitatif deskriptif yang akan menjelaskan bagaimana prospek pembukaan Konsulat Jenderal Australia di Makassar dalam rangka kerjasama dengan Indonesia bagian timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah telaah pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, dokumen, artikel, serta dari berbagai media lainnya seperti internet, majalah ataupun surat kabar harian, dan juga metode wawancara yang dilakukan kepada Perwakilan Konsuler Konsulat Jenderal Australia di Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagai negara tetangga, Australia dalam komitmennya untuk menjalin hubungan baik dengan Indonesia perlu meningkatkan hubungan kerja sama yang lebih intens dan tidak hanya berpusat di kawasan ibukota saja, akan tetapi juga di Kawasan Timur Indonesia yang masih perlu pengembangan. Berbagai promosi budaya, pendidikan, pariwisata, serta program-program telah dicanangkan dan dilakukan oleh Konsulat Jenderal Australia di Makassar bersama dengan pemerintah provinsi di Kawasan Timur Indonesia untuk semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara tersebut.
Sengketa Republik Indonesia – Republik Rakyat Tiongkok di Perairan Natuna Rani Purwanti Ramli; Patrice Lumumba; Burhanuddin
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i1.12737

Abstract

This study is aimed to describe the Indonesia-Tiongkok Dispute in Natuna Waters. Tiongkok has claimed Natuna under historical claims, and the subsequent Nine Dash Line, as well as other territories claimed in the South Tiongkok Sea by Tiongkok. Method of research used is Descriptive method. Data collection method used is Library Research, Form sources such as books, articles, newspapers, ad journals. Is this research, the writer used qualitative data analysis and deductive writing method. The result concluded that Tiongkok’s claim in Natuna Waters distrubs Indonesia’s sovereignty, as on overlapping of interests occur in the claim to Natuna. This should become an “alarm” for Indonesia to supervise its border territories and increase security measures in Natuna to strengthen Indonesia’s sovereign territories from foreign states eyeing Indonesian natural resources. Indonesia should also utilize fully its natural resources potential. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui sejauh mana sengketa Republik Indonesia atas klaim Republik Rakyat Tiongkok di perairan Natuna. Dimana, Tiongkok mengklaim Natuna masuk kedalam peta tradisionalnya yang di dasarkan dengan sembilan garis imajiner putus-putus (Nine Dash Line) beserta seluruh perairan di alurnya yang selama ini diklaim Tiongkok. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah Deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilgunakan oleh penulis melalui telaah pustaka (Library Research) yang bersumber dari berbagai literatur seperti buku-buku, artikel, surat kabar harian, internet, dan jurnal. Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan teknik analisis data kualitatif serta metode penulisan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim Tiongkok yang terjadi di perairan Natuna tersebut, menganggu kedaulatan Indonesia karena terjadi tumpang tindih dengan perairan Natuna, sebagai milik Indonesia.seharusnya menjadi alarm bagi Indonesia agar Indonesia lebih memperhatikan wilayah perbatasan dan wilayah terluar Indonesia serta harus lebih ditingkatkannya keamanan yang ada di Natuna untuk memperkuat kedaulatan wilayah lautnya agar terhindar dari klaim negara-negara asing yang ini memanfaatkan sumber daya alam indonesia. Serta indonesia harus lebih mampu untuk menggunakan dan memanfaatkna potensi alam yang ada secara maksimal.
Peranan United Nations Joint Program On HIV/AIDS (UNAIDS) Terhadap Penurunan Tingkat Penderita HIV/AIDS Di Zimbabwe Nurul Anisa Asri; Muhammad Nasir Badu; Pusparida Syahdan
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i1.12738

Abstract

This study aims to examine the role of UNAIDS in efforts to reduce the rate of HIV / AIDS sufferers in Zimbabwe. The research method used is qualitative with secondary data techniques in the form of books, journals, documents, and various valid sources. All data were analyzed qualitatively. The results of this study indicate that UNAIDS as an international organization has become an aid and channel of foreign aid to Zimbabwe in collaboration with the Zimbabwean government to reduce the level of sufferers in the country. The existence of UNAIDS in Zimbabwe has affected the reduction of HIV / AIDS sufferers. However, this collaborative effort has constraints on Zimbabwe's unfavorable economic and human resource conditions. Apart from that, the cultural factor of society which is quite difficult to accept changes in something is also an obstacle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran UNAIDS dalam upaya penurunan tingkat penderita HIV/AIDS di Zimbabwe. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data-data sekunder berupa buku, jurnal, dokumen, dan berbagai sumber valid. Seluruh data dianalisa secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UNAIDS sebagai sebuah organisasi internasional menjadi bantuan dan penyalur bantuan luar negeri kepada Zimbabwe bekerja sama dengan pemerintah Zimbabwe untuk mengurangi tingkat penderita di negara tersebut. Keberadaan UNAIDS di Zimbabwe telah mempengaruhi penurunan tingkat penderita HIV/AIDS. Namun, upaya kerjasama ini memiliki hambatan yakni kondisi perekonomian dan sumber daya manusia di Zimbabwe yang kurang baik. Selain itu faktor kebudayaan masyarakat yang cukup sulit menerima perubahan akan suatu hal juga menjadi salah satu hambatan.
Implementasi Kebijakan Tetangga Baik (Good Neighbor Policy) China Pada Masa Presiden Hu Jintao di Greater Mekong Sub-Region (GMS) Nurjannah Abdullah
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i1.13068

Abstract

This research was conducted to understand the implementation of models and factors that influence China's Good Neighbor Policy decision making during the reign of Hu Jintao in the Greater Mekong Sub-Region. By using an Adaptive decision-making model, this paper tries to describe the internal and external factors that influenced President Hu Jintao to choose a model of revitalization of cooperation and infrastructure development as well as economic corridors as a manifestation of the implementation of the Good Neighbors policy in GMS. This study used a qualitative approach and used secondary data as the source of the analyzed data. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami model implementasi dan faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pelaksanaan kebijakan Tetangga baik (Good Neighbour Policy) China Pada Masa pemerintahan Hu Jintao di Greater Mekong Sub Region. Dengan menggunakan model pemgambilan keputusan Adaptif, tulisan ini mencoba mendeskripsikan faktor internal dan ekternal yang mempengaruhi Presiden Hu Jintao memilih model revitalisasi kerjasama dan pembangunan infrastruktur serta koridor ekonomi sebagai wujud implementasi kebijakan Tetangga yang Baik di GMS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan data sekunder sebagai sumber data yang dianalisis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6