cover
Contact Name
Angga Nugraha
Contact Email
anggasosek2010@gmail.com
Phone
+6285342741913
Journal Mail Official
anggasosek2010@gmail.com
Editorial Address
Jl.Angkatan 45 No1a Lt Salo Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal sains dan teknologi industri peternakan
ISSN : -     EISSN : 27757889     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan merupakan jurnal berkala 6 bulanan. Jurnal ini dikelola dengan profesional dengan reviewer internal dan eksternal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021): Agustus 2021" : 5 Documents clear
TOTAL PLATE COUNT (TPC) DANGKE YANG DIBUAT DENGAN BERBAGAI LEVEL GETAH PEPAYA KERING DAN SUHU PEMANASAN Irfan, Muhammad; Jufri, Imam
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i2.458

Abstract

ABSTRACT Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Total Plate Count pada dangke yang dibuat dengan berbagai level getah papaya kering dan suhu pemanasan yang berbeda sebagai dasar untuk menentukan kualitas dangke. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial3 x 8 dengan 3 kali ulangan. Faktor A adalah suhu pemanasan (65°C, 70°C, 75°C, 80°C, 85°C, 90°C, 95°C, 100°C)dan faktor B adalah konsentrasi getah pepaya kering (0,3%, 0,4% dan 0,5%). Dengan parameter yang diukur adalah Total Plate Count (TPC). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Level getah pepaya kering dan suhu pemanasan tidak berpengaruh terhadap Total Plate Count (TPC) pada dangke Kata kunci: Dangke, Total Plate Count (TPC), Getah Pepaya
PENGARUH PRODUKTIVITAS PETERNAK TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK USAHA AYAM RAS PETELUR DI KECAMATAN KULO KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Anwar, Muh Abduh; Nursapriani, Nursapriani; Nugraha, Angga; L, Syahrir; Syamsunir, Syamsunir
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i2.463

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh produktivitas peternak usaha ayam petelur terhadap pendapatan peternak usaha ayam petelur di Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang serta untuk variabel dominan berpengaruh terhadap produksi dan Pendapatan peternak usaha ayam petelur di Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan survey populasi dalam penelitian adalah Jumlah Usaha Peternakan Ayam petelur yang ada di Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap sebanyak 108 Peternak dan sampel 52 Peternak. Teknik Analisis Data dengan menggunakan analisis SPSS lalu Produktivitas Peternak Usaha Ayam Petelur Untuk menguji dan menganalisis fungsi peningkatan pendapatan usaha ayam petelur di Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil penelitian faktor yang dominan berpengaruh terhadap pendapatan adalah harga telur ayam, upah tenaga kerja, biaya pakan. Direkomendasikan kepada pihak terkait yakni instansi pemerintah kabupaten sidrap dinas peternakan untuk berperan aktif memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada peternak usaha ayam petelur produksi usaha peterak ayam peterlur dapat meningkat. Peternak ayam petelur perlu peninjauan kembali baik sehingga pendapatan dapat atau penghasilan bisa lebih meningkat lagi yaitu dengan pemeliharaan dan Perawatan menggunakan pakan yang lebih baik agar out put lebih continue.
PERBANDINGAN LAMA FERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger TERHADAP KADAR NUTRISI KULIT KENTANG Sukaryani, Sri; Lestari, Desy; Yakin, Engkus Ainul
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i2.464

Abstract

ABSTRAK Kulit kentang merupakan salah satu limbah dapur yang masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, namun disisi lain kulit kentang jika dimanfaatkan sebagai pakan ternak memiliki nilai gizi yang kurang karena kandungan serat kasar (SK) yang tinggi sehingga perlu dilakukan fermentasi menggunakan Aspergillus niger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar nutrisi kulit kentang yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger. Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Multiple Range Test (DMRT) pada level signifikansi 5 % & 1 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi kulit kentang menggunakan Aspergillus niger sebesar 2% berpengaruh nyata terhadap lemak kasar (P<0,05) tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein terlarut dan kadar serat kasar (P>0,05). Nilai rata-rata protein terlarut pada perlakuan P1: 15,09%, P2: 15,66% dan P3: 17,21%, nilai rata-rata kadar serat kasar pada perlakuan P1: 54,82%, P2: 53,36% dan P3: 52,58%, serta rata-rata kadar lemak kasar pada perlakuan P1: 14,20%, P2: 15,26% dan P3 15.77%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fermentasi kulit kentang selama 1-3 minggu menggunakan Aspergillus niger sebanyak 2% berpengaruh nyata terhadap lemak kasar, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein terlarut dan kadar serat kasar. Namun secara visual kadar protein terlarut mengalami peningkatan serta kadar serat kasar mengalami penurunan. . Kata kunci: Aspergillus niger, fermentasi, kadar nutrisi, kulit kentang ABSTRACT Potato peel is one of the kitchen wastes that can still be used as animal feed, but on the other hand, potato skins if used as animal feed have less nutritional value because of the high crude fiber content, so it is necessary to ferment it using Aspergillus niger. The purpose of this research was to determine the nutritional content of potato peels fermented using Aspergillus niger. The experimental design used a completely randomized design (CRD) with a unidirectional pattern with 3 treatments and 6 replications. The data from this study were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5% & 1%. The results showed that potato peel fermentation using Aspergillus niger at 2% had a significant effect on crude fat (P<0.05) but had no significant effect on soluble protein content and crude fiber content (P>0.05). The average value of dissolved protein in treatment P1: 15.09%, P2: 15.66% and P3: 17.21%, the average value of crude fiber content in treatment P1: 54.82%, P2: 53.36 % and P3: 52.58%, and the average crude fat content in the treatment P1: 14.20%, P2: 15.26% and P3 15.77%. The conclusion of this study was that the fermentation of potato skins for 1-3 weeks using Aspergillus niger as much as 2% had a significant effect on crude fat, but had no significant effect on soluble protein content and crude fiber content. However, visually, the dissolved protein content increased and the crude fiber content decreased. Keywords: Aspergillus niger, fermentation, nutritional content, potato skins
STATUS HEMATOLOGIK AYAM SENTUL DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) YANG DISUPLEMENTASI Cu DAN Zn DALAM RANSUM Alawiyah, Avita; Adriani, Lovita; Rusmana, Denny
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i2.465

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah manggis yang disuplementasi dengan Cu dan Zn dalam ransum terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam sentul fase layer. Penelitian menggunakan 40 ekor ayam sentul betina, dan dipelihara dari umur 28 minggu sampai 35 minggu yang bertempat di Test Farm Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Analisis Sampel dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari lima macam dengan empat ulangan, yaitu, P0 = ransum basal, P1 = ransum basal+60 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,3 mg dan Zn 2,4 mg; P2 = ransum basal+120 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,6 mg dan Zn 4,8 mg; P3= ransum basal+180 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,9 mg dan Zn 7,2 mg; P4= ransum basal+240 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 1,2 mg dan Zn 9,6 mg. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak kulit manggis yang disuplementasi Cu dan Zn memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0.05). Disimpulkan bahwa, penambahan ekstrak kulit manggis yang disuplementasi dengan Cu dan Zn mampu mempertahankan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit berada pada kisaran normal.
PEMBERIAN WORTEL SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN TERHADAP PENAMPILAN ITIK PEDAGING Sukaryani, Sri; Sukarini, Nur Endang
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 1 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v1i2.466

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian wortel kukus sebagai pakan tambahan terhadap penampilan itik pedaging. Materi penelitian itik pedaging pejantan “Hybrid” umur 14 hari dengan berat badan awal rata-rata + 308,9 g/ekor sebanyak 60 ekor, dibagi dalam 4 perlakuan, tiga ulangan, masing-masing ulangan 5 ekor itik. Pakan basal untuk fase starter terdiri dari: konsentrat BR1 (63%), bekatul (28%), polar (9%) dan fase fnisher terdiri dari konsentrat BR1 (50%), bekatul (30%), polar (20%). Perlakuan yang diberikan yaitu T1: Pakan basal tanpa imbuhan wortel; T2: Pakan basal + wortel kukus (10% jumlah pakan yang diberikan). T3 : Pakan basal + wortel kukus (20% jumlah pakan yang diberikan). T4: Pakan basal + wortel kukus (30% jumlah pakan yang diberikan). Variabel yang diamati adalah kinerja itik pedaging (konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Analisa data dengan menggunakan Analysiss of variance dilanjutkan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan wortel kukus dalam pakan dari level 10 sampai 30% tidak berbeda nyata terhadap penampilan itik pedaging (P>0,05). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa penambahan wortel kukus sebagai pakan tambahan pada itik pedaging tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap penampilan itik pedaging. Kata kunci: itik pedaging, konsumsi pakan, konversi pakan, pertambahan berat badan wortel ABSTRACT The aim of the research was to examine the effect of giving steamed carrots as additional feed on the appearance of meat ducks. The research material was "Hybrid" male meat ducks aged 14 days with an average initial body weight of + 308.9 g/head as many as 60 tails, divided into 4 treatments, three replications, each replicated 5 ducks. The basal feed for the starter phase consisted of: BR1 concentrate (63%), bran (28%), polar (9%) and the finisher phase consisted of BR1 concentrate (50%), rice bran (30%), polar (20%). The treatments given were T1: Basal feed without added carrots; T2: Basalt feed + steamed carrots (10% of feed amount). T3 : Basalt feed + steamed carrots (20% of the amount of feed given). T4: Basalt feed + steamed carrots (30% of the amount of feed given). The variable observed was the performance of broiler ducks (feed consumption, body weight gain, feed conversion). The study used a completely randomized design (CRD), data analysis using the Analysis of variance followed by Duncan's test. The results showed that the addition of steamed carrots in the feed from level 10 to 30% was not significantly different to the appearance of broiler ducks (P>0.05). The conclusion that can be drawn from this study is that the addition of steamed carrots as additional feed for broiler ducks does not have a significant effect on the appearance of broiler ducks. Keywords: broiler ducks, feed consumption, feed conversion, weight gain, carrot

Page 1 of 1 | Total Record : 5