cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022)" : 15 Documents clear
MENGURANGI PERILAKU BULLYING MELALUI METODE ROLE-PLAYING DI MTs NEGERI 2 PURBALINGGA RINA TRI YUNIATI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i1.1054

Abstract

In the context of education, especially in schools, the term bullying refers to aggressive behavior that is carried out repeatedly by a person or group of students who have power over other students or students who are weaker, with the aim of hurting that person. The tendency of aggressive behavior is closely related to students' affectiveness. Affective is an aspect of behavior that includes feelings and emotions and describes a form outside the scope of consciousness, for example: talents, interests, self-concept, and so on. Aggressive behavior is an affective form, especially an attitude, and this can be seen as a readiness to always respond in a certain way and emphasize the implications of its behavior. Based on the data obtained from the results of the analysis carried out, it can be concluded that the role-playing technique can reduce bullying behavior in class VIII D students at MTs N 2 Purbalingga. Most of the bullying behavior before being given treatment was in the moderate category. After being given treatment using the role-playing method there was a change in behavior. Perpetrators can reduce or reduce bullying behavior. In addition, there is an increase in empathy from witnesses of bullying behavior so that it can suppress bullying behavior. It is shown that the average score (mean) achieved by students has decreased from 17.41 to 12.72 for bullying perpetrators, 19.69 to 15.00 bullying victims and as a witness to bullying from 4.34 to 3, 14. In addition, the percentage of bullying behavior decreased by 25.3% for bullies, 22.7% for bullying victims and 29.9% for witnesses of bullying. Categorization in the pre-cycle and cycle also experienced a decrease in bullying behavior entirely into the low category and the score for bullying behavior in the very high and high categories was less than 20%. Therefore, based on the results of the interpretation of the scale, the results of observations, and the results of interviews with the BK teacher as a facilitator and researcher, they decided not to continue in cycle II. ABSTRAKDalam konteks dunia pendidikan, khususnya di sekolah, istilah bullying merujuk pada perilaku agresif yang dilakukan berulang–ulang oleh seseorang atau kelompok siswa yang memiliki kekuasaan terhadap siswa atau siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Kecendrungan perilaku agresif, berkaitan erat dengan afektif siswa. Afektif merupkan aspek tingkah laku yang mencakup perasaan serta emosi dan menggambarkan suatu bentuk di luar ruang lingkup kesadaran, misalnya: bakat, minat, konsep diri, dan lain sebagainya. Perilaku agresif merupakan bentuk afektif khususnya sikap, dan hal ini dapat dilihat sebagai kesiapan untuk selalu menanggapi dengan cara tertentu dan menekankan implikasi perilakunya. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik role-playing dapat mengurangi perilaku bullying pada siswa kelas VIII D di MTs N 2 Purbalingga. Perilaku bullying sebelum diberikan treatment sebagian besar dalam kategori sedang. Setelah diberikan treatment menggunakan metode role-playing terjadi perubahan perilaku. Pelaku dapat menurunkan atau mengurangi perilaku bullying. Selain itu terdapat peningkatan empati dari saksi prilaku bullying sehingga dapat menekan perilaku bullying. Hal ini ditunjukkan skor rata-rata (mean) yang dicapai siswa mengalami penurunan pada pelaku bullying pada awalnya 17,41 menjadi 12,72, pada korban bullying dari 19,69 menjadi 15,00 dan sebagai saksi bullying dari 4,34 menjadi 3,14. Selain itu, persentase penurunan perilaku bullying pada pelaku bullying mengalami penurunan sebesar 25,3%, pada korban bullying mengalami penurunan sebesar 22,7% dan saksi bullying mengalami penurunan sebesar 29,9%. Kategorisasi pada pra siklus dan siklus juga mengalami penurunan perilaku bullying seluruhnya menjadi kategori rendah dan skor perilaku bullying yang berada dalam kategori sangat tinggi dan tinggi kurang dari 20%. Oleh karena itu, berdasarkan hasil interpretasi skala, hasil observasi, dan hasil wawancara guru BK sebagai fasilitator dan peneliti menentukan untuk tidak melanjutkan pada siklus II.
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 251 JAKARTA NARYANTO NARYANTO
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i1.1055

Abstract

This study aims to determine: 1) the level of student learning discipline, 2) family environment, 3) student achievement, 4) the influence of learning discipline and family environment on student achievement, how much influence learning discipline and family environment have on student achievement. This study uses an explanatory method with a quantitative approach. The population of this research is class VIII which is 204 students. The population was taken using systematic sampling. There are three variables studied in this study, namely: (1) Learning Discipline, (2) Family Environment, (3) Learning Achievement. The data collection tool used in this research is a questionnaire. Supported by other methods, namely: documentary, observation, direct and interview. The data collected were analyzed using descriptive techniques, technical analysis SPSS 19. The results showed that the learning discipline of class VIII SMPN 251 Jakarta was included in the strong category. This can be seen from the average score of the study discipline research score of 59.8% at intervals of 91-118%. Family environment is categorized as very strong 63.9% at interval 92-119%. There is a significant correlation between learning discipline, family environment and learning achievement. This can be seen from the multiple regression analysis of the value of Sig. 0.0001 < 0.05 at Fcount = 72.002. The magnitude of the influence of learning discipline on learning achievement is 19.4% and the family environment contributes 18.4%, and together they contribute 63.8% to learning achievement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat disiplin belajar siswa, 2) lingkungan keluarga, 3) prestasi belajar siswa, 4) pengaruh disiplin belajar dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa, seberapa besar pengaruh disipli belajar dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan método eksplanatort denga pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah kelas VIII yag berjumlah 204 siswa. Pengambilan populasi menggunakan sampling sistematis. Ada tiga variable yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) Disiplin Belajar, (2) Lingkungan Keluarga, (3) Prestasi Belajar. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Didukung dengan método yang lain yaitu: dokumentar, observasi, lagsung dan wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskretif, teknis análisis SPSS 19. Hasil penelitan menunjukan bahwa disiplin belajr siswa kelas VIII SMPN 251 Jakarta termasuk katagori kuat. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata skor penelitian disiplin belajar sebesar 59,8% pada Interval 91-118%. Lingkungan keluarga termasuk katagori sangat kuat 63,9% pada Interval 92-119%. Terdapat korelasi yang signifikan antara disiplin belajar, lingkungan keluarga dan prestasi belajar. Hal ini dapat dilihat dari análisis regresi ganda sebesar nilai Sig. 0,0001 < 0,05 pada Fhitung = 72,002. Besarnya pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar sebesar, 19,4% dan Lingkungan Keluarga memberikan kontribusi sebesar, 18,4 %, dan secara bersama-sama memberikan kontribusi 63,8% terhadap prestasi belajar.
MEMUPUK JIWA NASIONALISME MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN RETNANINGSIH RETNANINGSIH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i1.1056

Abstract

Students are the younger generation as the nation's successors, should have a good spirit of nationalism, who can uphold the dignity of the Indonesian nation. The development of globalization is very influential in the life of the state and nation, both directly and indirectly. The influence of the development of globalization has affected the spirit of nationalism of the Indonesian people, especially the younger generation with an attitude of apathy, as if nationalism is only a memory, there is no need to look back. The purpose of this study was to foster the spirit of nationalism in class XI MIPA students at SMA Negeri 1 Karangrayung through strengthening character education in PPKn learning. The place of this research is SMA Negeri 1 Karangrayung, Grobogan Regency. The subjects in this study were all students of class XI MIPA in the academic year 2021/2022, with a total of 144 students consisting of 40 males and 104 females. The method in this study is to compare the data on the nationalism spirit of students in the initial condition with the data on the nationalism spirit of students in the final condition. Data on the students' nationalism spirit in the initial conditions was obtained from a questionnaire given before strengthening character education in PPKn learning. Meanwhile, the data on the students' nationalism spirit in the final condition was obtained from a questionnaire given after strengthening character education in PPKn learning. The results of this study indicate that the percentage of students' nationalism spirit for the 'Strong' category in the initial condition is 40.28%, and in the final condition it is 94.44%. Meanwhile, the percentage of students' nationalism spirit for the 'Weak' category in the initial condition was 59.72% and in the final condition it was 5.56%. These results prove that strengthening character education can foster the spirit of nationalism in class XI MIPA students at SMA Negeri 1 Karangrayung in 2022. ABSTRAKPeserta didik merupakan generasi muda sebagai penerus bangsa, hendaknya memiliki jiwa nasionalisme yang baik, yang dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia. Perkembangan globalisasi sangat berpengaruh besar dalam kehidupan bernegara dan berbangsa., baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Pengaruh perkembangan globalisasi ini telah mempengaruhi jiwa nasionalisme bangsa Indonesia, khususnya generasi muda dengan adanya sikap apatisme, seolah nasionalisme hanya tinggal kenangan tidak perlu menengok ke belakang. Tujuan penelitian ini untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Karangrayung melalui penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran PPKn. Tempat penelitian ini di SMA Negeri 1 karangrayung, Kabupaten Grobogan. Subjek dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas XI MIPA pada tahun pelajaran 2021/2022, dengan jumlah 144 peserta didik yang terdiri 40 laki-laki dan 104 perempuan. Metode dalam penelitian ini dengan membandingkan antara data jiwa nasionalisme peserta didik pada kondisi awal dengan data jiwa nasionalisme peserta didik pada kondisi akhir. Data jiwa nasionalisme peserta didik pada kondisi awal diperoleh dari kuesioner yang diberikan sebelum dilaksanakan penguatan pendididkan karakter dalam pembelajaran PPKn. Sedangkan data jiwa nasionalisme peserta didik pada kondisi akhir diperoleh dari kuesioner yang diberikan setelah dilaksanakan penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran PPKn. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persentase jiwa nasionalisme peserta didik untuk kategori ‘Kuat” pada kondisi awal sebesar 40,28%, dan pada kondisi akhir menjadi 94,44%. Sedangkan persentase jiwa nasionalisme peserta didik untuk kategori ‘Lemah’ pada kondisi awal sebesar 59,72% dan pada kondisi akhir menjadi 5,56%. Hasil tersebut membuktikan bahwa penguatan pendidikan karakter dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Karangrayung tahun 2022.
PENGEMBANGAN SEKOLAH ADIWIYATA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA SD NEGERI COWEK I KECAMATAN PURWODADI RUMINI RUMINI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i1.1057

Abstract

This study aims at the implications of the Adiwiyata program in shaping the character of caring for the environment at SD Negeri Cowek I. This type of research is a qualitative research with a descriptive approach, where this research focuses on describing the development of the Adiwiyata program and its impact in shaping the character of caring for the environment in students. This research will be carried out at Cowek I State Elementary School. The reason for choosing Cowek I State Elementary School as the research location is because Cowek I State Elementary School is one of the schools that has received the title as District Adiwiyata School which can be used as the right place for researchers because it is in accordance with the title of the study. this. Data collection techniques are interviews, observations, and documentation. In the process of testing the validity of the data obtained, the researcher used the technique of poles. And test the validity of the data using triangulation techniques and sources. The results of this study are (1) the development of the Adiwiyata school in Cowek I State Elementary School is organized and implemented in such a way as to achieve superior Adiwiyata schools. (2) The implication of Adiwiyata development in shaping the character of environmental care in students at SD Negeri Cowek I is that students become accustomed to disposing and sorting waste according to its type, besides that students can also be more creative with competitions held at school. The researcher's suggestion for principals and teachers is to be able to further improve the quality of teaching and habituation to students to maintain the cleanliness of the surrounding environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk implikasi program Adiwiyata dalam membentuk karakter peduli siswa terhadap lingkungan di SD Negeri Cowek I. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana penelitian ini berfokus dalam mendeskripsikan pengembangan program Adiwiyata dan dampaknya dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa. Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri Cowek I. Alasan pemilihan SD Negeri Cowek I menjadi tempat penelitian adalah karena SD Negeri Cowek I merupakan salah satu sekolah yang sudah mendapat gelar sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten yang bisa dijadikan tempat yang tepat untuk peneliti karena sesuai dengan judul penelitian ini. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam proses menguji keabsahan data yang diperoleh, peneliti menggunakan teknik tiangulasi. Dan uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil dari penelitian ini adalah (1) pengembangan sekolah Adiwiyata di SD Negeri Cowek I ditata dan dilaksanakan sedemikian rupa oleh untuk mencapai sekolah Adiwiyata yang unggul. (2) Implikasi pengembangan Adiwiyata dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa di SD Negeri Cowek I adalah siswa menjadi terbiasa membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya, selain itu siswa juga dapat lebih kreatif dengan adanya perlombaan yang dilaksanakan di sekolah. Saran peneliti untuk kepala sekolah maupun guru adalah dapat lebih meningkatkan kualitas pengajaran maupun pembiasaan kepada siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF PROBLEM POSING DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SMA NEGERI 5 TEBO KARLES SAMOSIR
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i1.1058

Abstract

This study aims to determine the application of the Problem Posing cooperative model in an effort to improve activities and learning outcomes of Indonesian in class XII MIPA 1 SMA Negeri 5 Tebo, Tebo Regency, Jambi Province, for the 2018/2019 academic year. The type of research conducted is classroom action research (CAR). The subjects of this study were all students of class XII MIPA 1 SMA Negeri 5 Tebo, Tebo Regency, Jambi Province. Based on the results of the study, it was found that the increase in the results of cycle I, cycle II and cycle III were as follows 1) The application of the Problem Posing cooperative learning model could increase students' learning motivation. Where the teaching and learning process can be carried out in a fun way so that students can be motivated to learn. 2) The application of the Problem Posing Answer cooperative learning model can improve student learning outcomes with a percentage in the first cycle of 79.48 %, the second cycle of 82.12% and the third cycle of 84.95 %. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model kooperatif Problem Posing dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 5 Tebo Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 5 Tebo Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan peningkatan hasil siklus I, siklus II dan siklus III adalah sebagai berikut1) Penerapan model pembelajaran kooperatif Problem Posing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Di mana proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan menyenangkan sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar. 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif Problem Posing Jawaban dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase pada siklus I sebesar 79,48 %, siklus II sebesar 82,12 % dan siklus III sebesar 84,95 %.

Page 2 of 2 | Total Record : 15