cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3 (2014)" : 9 Documents clear
Implementasi ERP Pada UKM dengan Design-Reality Gap Model: Studi Kasus Implementasi SAP B1 di PT CP Falgenti, Kursehi; Mai, Chandra; -, Sumaryoto
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.689 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.3

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menjelaskan kesuksesan implementasi ERP (Enterprise Resource Planning) menggunakan Design-Reality Gap Model pada PT. CP salah satu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Model ini dirancang untuk menjelaskan kesuksesan atau kegagalan implementasi sistem informasi terutama di negara berkembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Metode pengumpulan dan analisa data adalah triangulasi terdiri dari: wawancara dengan konsultan dan pemeran utama implementasi ERP di PT. CP, observasi sistem informasi ERP di kantor pusat Jakarta dan kantor pemasaran di empat kota, dan analisa dokumen implementasi SAP B1. Hasil penelitian menunjukkan sebelum implementasi ERP terdapat kesenjangan yang cukup besar antara rancangan dengan realitas pada dimensi Informasi, teknologi, dan Proses. PT. CP berhasil mengurangi kesenjangan dengan mengambil langkah-langkah radikal mewujudkan realitas agar sesuai dengan rancangan. Dalam pengukuran kesuksesan impelementasi sistem ERP kami mengusulkan untuk menjadikan transfer pengetahuan sebagai bagian dari komponen pengukuran.Kata kunci: Enterprise Resource Planning (ERP), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Design-reality Gap Model, Implementasi ERP, transfer pengetahuan.Abstract.The purpose of this research is to explain the success of Enterprise Resource Planning (ERP) implementation using Design-Reality Gap Model at PT. CP, a small and medium enterprise (SME). This model is designed to explain either the success or a failure the implementation of Information System particularly in most developing countries. This research is a qualitative research using a single case study. Data collection method used is triangulation including First, interviews with consultants and key user involved in ERP implementation at PT. CP. Second, the observation of ERP system in Jakarta headquarter and sales offices in four cities. And third, document analysis on the implementation of SAP B1. Results showed that prior to the ERP implementation, there are considerable gaps in the dimensions of information, technology, and processes. PT. CP managed to reduce the gap by taking radical steps to realize the reality fit with the needs and assumptions in the design. With the success of an ERP implementation in small and medium enterprise, we suggest that knowledge transfer should be a part in the component measure.Keywords: Enterprise Resource Planning (ERP), Small and Medium Enterprise (SME), Design-reality Gap Model, ERP Implementation, Knowledge transfer  
Peningkatan Kapabilitas Inovasi, Keunggulan Bersaing dan Kinerja melalui Pendekatan Quadruple Helix: Studi Pada Industri Kreatif Sektor Fashion Mulyana, Mulyana; sutapa, .
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1731.009 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.5

Abstract

Abstrak. Industri kreatif memiliki kontribusi terhadap pembangunan ekonomi, akan tetapi pengembangan industri kreatif masih banyak permasalahan, terutama sumber daya manusia, sehingga berdampak pada lemahnya keunggulan bersaing dan kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dampak quadruple helix dalam meningkatkan kreativitas dan kapabilitas inovasi serta dampaknya pada keunggulan bersaing dan kinerja pada sektor fashion di Jawa Tengah. Metode pengambilan sampel menggunakan purpusive sampling dan analisa data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan quadruple helix (intellectuals, government, business, civil soceity) berpengaruh signifikan terhadap kreativitas. Intellectuals dan business berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi, tetapi government dan sivil soceity tidak berpengauh signifikan terhadap kapabilitas inovasi. Kreativitas berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi. Kreativitas dan kapabilitas inovasi berpengaruh signifikan terhadap keunggulan bersaing dan kinerja.Kata kunci : Quadruple helix, Kreativitas, Kapabilitas inovasi, Keunggulan bersaing, KinerjaAbstract. Creative industries significantly contribute to economic development; however the development of creative industries stills many problems, especially human resources, so it has an impact on the weaknesses of competitive advantage and performance. This study aims to examine the effect of quadruple helix to enhance the creativity and innovation capability, and impact to competitive advantage and performance on sectors of fashion in Central Java. Sampling methods used was purposive sampling and data analysis used the Partial Least Square (PLS). The research results that quadruple helix (intellectual, government, business, civil society) are significantly effect on the creativity. Intellectuals and business significantly effect on innovation capability, but the government and civil society do not significantly effect on innovation capability. Creativity has a significant effect on the innovation capability. Creativity and innovation capability are significantly effect on the competitive advantage and performance.Keywords: Quadruple helix, Creativity, Innovation capability, Competitive advantage, Performance.
Pemodelan Online Community Relationship Management dalam Pembentukan Value Co-Creation di Industri Broadband Telekomunikasi Selular Indonesia Kristiadi, Al. Agus; Hartoyo, Hartoyo; Yusuf, Eva Z.; Sukandar, Dadang
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.2

Abstract

Abstrak. Pertumbuhan layanan broadband mobile internet telah mengubah paradigma konsumen mobile telephone dari information oriented ke arah social and communication oriented. Seiring dengan perubahan tersebut, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi selular mengembangkan bisnis model online community sebagai 'panggung' yang mudah diakses oleh seluruh pelanggan yang berkepentingan terhadap fasilitas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membangun model online community relationship management dalam pembentukan value co-creation di industri broadband telekomunikasi selular, menganalisis pengaruh online community terhadap pembentukan sikap pelanggan terhadap merk dan perusahaan. Penelitian menggunakan sampel komunitas pelanggan broadband dari perusahaan telekomunikasi selular terbesar di Indonesia. Analisis yang digunakan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Penelitian ini menghasilkan model pengaruh online community terhadap pembentukan sikap pelanggan dan value co-creation sebagai model Online Community Relationship Management dalam industri broadband telekomunikasi selular di Indonesia.Kata kunci: Sikap pelanggan, Keterlibatan pelanggan, Online community relationship management, Service dominant logic, Value co-creationAbstract.The growth of mobile broadband services has changed the paradigm of mobile phone consumers from information oriented toward social and communication oriented. Along with this changes, mobile telecommunications providers have to develop a business model of online community as a 'stage' that is easily accessible to all interested customers to this facility. This research serves to purposes. First is to build a model of online community relationship management in the creation of value co-creation. The second purpose is to analyze the impact of online community to the creation of customer's attitude toward the brand and firm image. The study is using a sample of broadband community from the largest mobile telecommunications provider in Indonesia. The analysis tools are Structural Equation Modelling (SEM). From this research, we will know the model of the impact of online community to the customer attitudes and value co-creation as an Online Community Relationship Management in broadband mobile telecommunications industry in Indonesia.Keywords: Customer attitude, Online community relationship management, Service dominant logic, Value co-creation.
Back-Matter JMT Vol 13 No 3 2014 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.101 KB)

Abstract

Back-Matter JMT Vol 13 No 3 2014
Peran Dependency, Commitment, Trust dan Communication terhadap Kolaborasi Rantai Pasok dan Kinerja Perusahaan: Studi Pendahuluan Stefani, Venska; Sunardi, Oki
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1905.616 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.6

Abstract

Abstrak. Kolaborasi rantai pasok memegang peranan penting dalam efektivitas organisasi. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor psikologi sosial yang dapat mempengaruhi hubungan kolaboratif dalam suatu rantai pasok, dalam konteks usaha pengolahan makanan skala menengah. Praktek kolaborasi rantai pasok dan dampak penerapannya terhadap kinerja perusahaan, baik operasional maupun finansial, juga ikut ditelaah. Berdasarkan tujuan ini, 'pendekatan survei dalam studi kasus' digunakan. Data dikumpulkan dari sebuah perusahaan pengolahan makanan skala menengah. Model partial least squares-path modeling diajukan untuk mengkonseptualisasi dan mengukur pengaruh dari ketergantungan, komitmen, kepercayaan dan komunikasi pada kolaborasi rantai pasok. Efek dari kolaborasi rantai pasok pada kinerja perusahaan juga diukur. Dengan menggunakan sudut pandang buyer, hasil penelitian mengungkapkan bahwa komitmen dan kepercayaan berpengaruh positif pada kolaborasi rantai pasok, dan kolaborasi rantai pasok memiliki pengaruh yang berarti pada kinerja perusahaan. Sementara itu, ketergantungan mempengaruhi kolaborasi secara tidak langsung melalui komitmen, dan komunikasi mempengaruhi kolaborasi secara tidak langsung melalui kepercayaan.Kata kunci: Rantai pasok, Kolaborasi, Manufaktur, Partial least squares, Faktor psikologi sosialAbstract. Supply Chain Collaboration plays a significant role to the effectiveness of organizations. This preliminary study aims to identify social psychology factors that might influence collaborative relationship within a supply chain network, in the context of medium-sized food manufacturing enterprise. The supply chain collaboration practice and its impact of implementation on firm's performance, both operational and financial, were investigated. Based on this purposes, a survey within a case study approach was conducted. The data were collected from one medium scale food manufacturing enterprise. A partial least squares-path modeling (PLS-PM) was proposed for conceptualizing and measuring the effects of dependence, commitment, trust, and communication on supply chain collaboration. The effect of supply chain collaboration on firm's performance was also measured and quantified. From buyer's perspective, the study reveals that commitment and trust positively affect supply chain collaboration and that supply chain collaboration has a considerable effect on firm's performance. Meanwhile, dependence influences the collaboration indirectly through commitment, while communication influences the collaboration indirectly through trust.Keywords: Supply chain, Collaboration, Manufacturing, Partial least squares, Social psychology factors
Front-Matter JMT Vol 13 No 3 2014 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front-Matter JMT Vol 13 No 3 2014
The Role of Source Credibility and Place Attachment in Enhancing Visitors' Satisfaction Roostika, Ratna; Muafi, Muafi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.1

Abstract

Abstract. Tourism is one of the important tools for development. In order to survive, credible resources and place attachment are keys for today's competition in the tourism sector. The objective of this study is to assess the relationships among source credibility, place attachment, and visitors' satisfaction. The study surveyed visitors in the World Heritage Site (WHS) Borobudur. Borobudur as a premium destination in Indonesia should be well managed so that it will strongly create attachment among visitors. A valid 132 questionnaires were analyzed using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling. All the proposed relationships were supported meaning that the important role of both credible resources and place attachments to visitors' satisfaction was confirmed. The findings offer important implications where Government and tourism agency should take priority on the importance of source credibility and engaging marketing approaches for building place attachment. For academic, this study enriches and provides empirical evidence on the relationships proposed to the tourism and marketing literature.Keywords: Source credibility, Place attachment, Satisfaction, WHS Borobudur.Abstrak. Pariwisata adalah salah satu senjata penting untuk pembangunan. Untuk bisa bertahan dalam persaingan pariwisata, kemampuan menawarkan sumber daya/informasi yang credible dan mendapatkan rasa keterikatan dari wisatawan sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara sumber daya yang kredible, rasa keterikatan terhadap tempat, dan kepuasan wisatawan. Responden adalah pengunjung di kompleks Candi Borobudur. Survey dalam studi ini mengolah 132 data yang valid. Metode Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares dipilih untuk menganalisis data kuantitatif dan membuktikan hipotesa yang dikembangkan. Hasil analisis menunjukkan keempat hipotesis dapat diterima. Hal ini membuktikan pentingnya peran sumber daya kredibel dan rasa keterikatan destinasi terhadap kepuasan wisatawan. Implikasi terhadap pengelola pariwisata Borobudur dan pemerintah adalah untuk menekankan pentingnya mendapatkan kepercayaan dan respon positif wisatawan lewat penawaran wisata dan informasi yang kredibel serta penggunaan pendekatan pemasaran yang efektif. Secara teori menyumbangkan kekayaan literature di bidang pariwisata dan pemasaran terkait peran kredibilitas informasi dan rasa keterikatan terhadap kepuasan wisatawan.Kata kunci: Borobudur, Rasa keterikatan tempat, Kredibilitas sumber daya, Kepuasan wisatawan.
New Product Development: A Study of Hi-Tech Firm in Taiwan Lestari, Yuliani Dwi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.7

Abstract

Abstract. This study observes the comparison of new product development performance among two groups of hi-tech firms (older and young firms). Four factors influencing NPD successes are determined in this study namely business network, product innovation, process innovation, and R&D capability. Using data from 13 firms in Taiwan (i.e., semiconductor and telecommunication), this study uses a key-informant survey design that was randomly selected from researcher networks. Applying 2-sample T test, it reveals that only business network shows significant difference, while the remaining factors show no significant differences.Keywords: Business network, Hi-tech, NPD, Product innovation, Process innovation, R&D Abstrak. Studi ini bertujuan untuk mengobservasi perbandingan kinerja pengembangan produk baru terhadap dua grup perusahaan berteknologi tinggi: (i) perusahaan lama/ pemain lama, (ii) perusahaan baru/ pemain baru. Empat faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pengembangan produk baru adalah jaringan bisnis, inovasi produk, inovasi proses dan kemampuan pengembangan riset. Melibatkan 13 perusahaan di Taiwan (misalnya semikonduktor dan telekomunikasi), studi ini menggunakan ahli kunci sebagai responden kuesioner yang dipilih secara acak dari jaringan penulis. Dengan mengaplikasikan 2-sampe T test, didapatkan hasil bahwa hanya jaringan bisnis yang berbeda secara signifikan antara pemain lama dengan pemain baru, sedangkan faktor lainnya tidak berbeda secara signifikan.Keywords: jaringan bisnis, teknologi tinggi, pengembangan produk baru, inovasi produk, inovasi proses, pengembangan riset
Pengaruh Finansial dan Non-Finansial Reward terhadap Niat dan Perilaku Karyawan dalam Knowledge Sharing Assegaff, Setiawan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.4

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pengaruh reward yang ditawarkan oleh organisasi terhadap niat dan perilaku karyawan dalam melakukan Knowledge Sharing (KS). Duadimensi reward akan ditinjau hubungannya terhadap niat dan perilaku karyawan dalam KS, yaitu finansial dan non-finansial reward. Theory Reason of Action (TRA) dan Theory Planed of Behavior (TPB) menjadi basis untuk mengembangkan konseptual model pada penelitian ini, model yang dikembangkan memiliki tiga hipotesis yang menggambarkan hubungan antar konstruk finansial reward dan non-finansial reward terhadap niat dan perilaku karyawan dalam KS. Model dan hipotesis yang dikembangkan di validasi melalui sebuah survei yang melibatkan 216 orang responden dari tiga institusi perbankan di Indonesia. Data hasil survei dianalisis dengan metode Structural Equation Model (SEM) melalui software Smart-PLS versi 2. Penelitian ini menemukan bahwa niat dan perilaku para pekerja di sektor perbankan Indonesia secara signifikan dipengaruhi oleh finansial reward yang ditawarkan oleh organisasi mereka, namun penelitian ini tidak menemukan pengaruh antara nonfinansial reward dengan niat dan perilaku karyawan dalam KS.Kata kunci: Finansial Reward, Non-Finansial Reward, Knowledge Sharing, Niat, Perilaku.Abstract. The goal of this research is to investigate how reward that offer by organization influencing the employee KS intention and behavior. The relationship between two dimension of reward such financial and non-financial reward and employee intention and behavior in KS will be explored in this study. Theory reason of Action (TRA) and Theory Planed of Behavior is applied as a basis to develop a conceptual model for this research. The conceptual model consists of three hypotheses that explain the relationship between financial and non-financial reward constructs with employee intention and behavior in KS. Model and hypotheses were validated by a survey; the survey participated by 216 respondents from three Bank Institution in Indonesia. Data from the survey was analyzing by Structural Equation Model (SEM) using Smarts PLS V2. This study reveals that employee intention and behavior in KS is influenced by financial reward; however this study did not find any relationship between non-financial reward and employee intention and behavior in KS.Keywords: Financial Reward, Non-Financial Reward, Knowledge Sharing, Intention, Behavior

Page 1 of 1 | Total Record : 9