cover
Contact Name
Alfan Ekajati Latief
Contact Email
alfan@itenas.ac.id
Phone
+6285724122554
Journal Mail Official
jurnal.mesin@itenas.ac.id
Editorial Address
Gedung 11 Jl. PHH. Mustofa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika
ISSN : -     EISSN : 27758087     DOI : https://doi.org/10.26760/jrem
Fokus dan ruang lingkup dari Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika adalah sebagai berikut : 1. Konversi Energi Energi baru terbarukan Emisi dan pembakaran Bahan bakar dan lubrikan Perpindahan massa dan kalor Mesin – mesin pemompa kalor Rekayasa termal dan fluida Komputasi energi Sistem Pembangkit Tenaga Energi nano dan piko Material energi Hal lain seputar konversi energi 2.Desain Mekanikal Bodi dan desain komponen otomotif Dinamika kendaraan Kontrol dan mekatronika kendaraan Sistem transmisi Sistem kendaraan/transportasi cerdas Getaran struktur, pemrosesan sinyal, dan teknologi perawatan Tribologi Akustik Algoritma Perancangan Mekanikal Komputasi dan mekanika struktur Desain sensor dan aktuator mekanikal Teknologi mekanisme Biomekanik Mekanika terapan Perancangan alat dan mesin fungsional Hal lain seputar perancangan dan struktur 3.Material Teknologi las dan pengecoran Material temperatur tinggi Material komposit Material nano Biomaterial Komputasi material Teknologi korosi Teknologi pengujian tak merusak Material cerdas Analisis Kegagalan Pengkajian Umur Pakai Material Hal lain seputar material dan metalurgi 4. Manufaktur dan Otomasi Manajemen Rekayasa /TQM Teknologi tooling dan permesinan Material tooling CNC dan komputasi manufaktur Sistem manufaktur dan logistik Mekatronika dan robotika Instrumentasi dan pengukuran Teknologi terkini pemrosesan material Permesinan mikro Metrologi Hal lain seputar manufaktur
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): JREM" : 8 Documents clear
Sifat Mekanik Triangle Honeycomb Beam dengan Bahan Komposit Fiberglass Ali Ali; Marsono Marsono; Gheva Fadel Muhammad Gani; Eka Taufik Firmansyah
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.118

Abstract

ABSTRAK Penggunaan material baja sebagai strut (batang penopang) pada chassis space-frame  sudah sangat umum. Material baja masih memiliki kekurangan berupa bobot yang relatif berat. Hal ini berpengaruh pada kendaraan hemat energy, dimana mobil hemat energi membutuhkan bobot yang lebih ringan untuk mecapai efisiensi yang lebih tinggi. Dalam penelitian ini digunakan material komposit fiberglassWR-200 untuk membuat beam dengan struktur penguat di dalamnya agar dapat digunakan sebagai strut pada chassis space frame. Beam dengan inti penguat akan dibuat dengan variasi ketebalan dinding sel penguat, yaitu dengan variasi 1,2 dan 4 lapisan fiberglass. Triangle core honeycomb beam diuji dengan metoda uji bending untuk mendapatkan angka kekuatan lentur dan kekakuan. Dari pengujian yang dilakukan diketahui bahwa kekuatan lentur maksimum yang dicapai adalah sebesar 5,171kg/mm2 dan kekauan tertinggi adalah 7,339kg/mm. Kata kunci : balok, komposit serat kaca, inti segitiga, sarang lebah ABSTRACT The use of steel as a struts on space frame tyoe chassis is very common.. Steel material still has a weakness in the term of weight. Weight is very importance in the matter of high energy efficient vehicle, in which to reach higher power to weight ratio. In this research, fiberglass composite WR-200 will be used to develop a beam with reinforce structure inside so it can be used as strut on the space-frame chassis. Beam with reinforce core were made by varying the thickness of the wall with variation of the number of fiberglass layer, 1, 2 and 4 layer of fiberglass. These triangle core honeycomb beam will be test with a bending test to find the flexural strength and the stiffness. The test shows that the highest flexural strength is 5.171 kg/mm2 and the highest stiffness is 7.339 kg/mm         Keywords: Beam, fiberglass composite, triangle core. Honeycomb.
Pembuatan dan Pengujian Karakteristik Pisau Sangkur Menggunakan Metoda Tempa Lipat Twisting Alfan Ekajati Latief; Tri Sigit Purwanto; Pikri Ilham Jauhari; M. Diaz Fajar Ismail
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.139

Abstract

ABSTRAK Pisau sangkur/bayonet pertama kali dibuat di negara Francis di kota Bayonne pada abad ke 17. Kegunaan dari pisau tersebut dapat diletakkan di ujung senapan untuk pertempuran jarak dekat.Material yang dipilih untuk pembuatan pisau sangkur yaitu baja C45 dan baja komersil. Untuk proses pembuatan baja C45 ditumpuk dengan baja komersil lalu di tempa lipat dan dilakukan proses puntir (twisting) agar mendapatkan struktur mikro yang khas dengan keseragaman padatan pada semua bidang yang ditempa, hal tersebut dilakukan sebanyak 3x lipatan hingga mencapai 27 lapisan, dilipat kembali sebanyak 3x lipatan sehingga hasil akhinya didapat 81 lapisan.Penelitian ini bertujuan untuk membuat pisau sangkur dengan karakteristik menyerupai pedang damascus, hasil dari pengujian kekerasan setelah dirata-ratakan didapat 18 HRC, untuk pengujian metalografi didapat fasa ferit dan perlit, dan pada pengujian fungsi berupa menyayat memotong menebas dan menusuk kondisi pisau sangkur masih dalam kondisi baik. Kata kunci : Pisau Sangkur, Twisting, Tempa Lipat, C45, Uji kekerasan, Uji metalografi. ABSTRACT Sangkur knife/bayonet knife was first made in the franciscan state of the city of Bayonne in the 17th century. The usefulness of such a knife can be put on the tip of a rifle for close combat. The materials chosen for the manufacture of the knife are C45 steel and commercial steel. For the C45 steelmaking process, it is stacked with commercial steel and then forged and a twisting process is carried out in order to get a distinctive microstructure with uniformity of solids on all forged fields, this is done as many as 3x folds until it reaches 27 layers, folded back as many as 3x folds so that the results are obtained 81 layers.  This study aims to make a cage knife with characteristics resembling a Damascus sword, the results of hardness testing after being averaged obtained 18 HRC, for metallographic testing obtained ferrite and perlite phases, and in testing functions in the form of wrenching, cutting, slashing and piercing the condition of the knife is still in good condition.  Key words : Bayonet Knife, Twisting, Folding Forge, C45, Hardness test, Metallographic test.
Pengembangan Prototipe Pesawat Udara Tanpa Awak Jenis Fixed Wing VTOL Syahril Sayuti; Agus Maulidi; Ahmad Khaerudin
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.128

Abstract

ABSTRAK Pesawat udaramembutuhkan landasan pacu untuk dapat lepas landas maupun untuk mendarat, hal yang sama juga berlaku untuk Pesawat udara tanpa awak(Fixed Wings Drone). Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat  Pesawat Udara Tanpa Awak yang di persiapkan untuk dapat Lepas landas dan mendarat secara vertikal. Agar dapat Lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa butuh landasan pacu pada pesawat di tambahkan empat rotor vertikal yang berfungsi mengambil alih gerakan saat pesawat Lepas landas dan mendarat secara vertikal. Ide perancangan berasaldari inventarisasi prinsip kerja pesawat sejenis yang telah ada, dilakukan optimalisasi bentuk dan dimensi pesawat,kemudian dibuat dalam bentuk gambar teknik untukproses pembuatan pesawat, akhirnya dilakukan pengujian. Jenis pesawat yang dibuat adalah tipe Twin Boom yang ditambahkan empat propeler dengan bentang sayap pesawat 160cm dan panjang pesawat sekitar 105cm dengan bobot total sekitar 1,5 kg. Setelah dilakukan uji statis dan uji dinamis, pesawat tanpa awakyang di buat dapat terbang dan bermanuver dengan baik. Kata kunci: Pesawat Tanpa Awak, Fixed Wings, Vertikal Takeoff and landing. ABSTRACT An aircraft requires a runway both take-off and landing, the same can also be stated for unmanned aerial vehicles (Fixed Wings Drone). This research was done with the purpose of designing and developing unmanned aerial vehicles with the capability of taking off and landing in a vertical manner without a runway. In order to achieve this, four vertical rotors were added to the plane body to help control its motion. The main idea of the research comes from the working principles of similar aircraft designs, developing optimization on the shape and the dimension of the plane, developing the engineering drawings for those designs, and then testing the designs. The type of aircraft designed was a Twin Boom design with the addition of four propellers. The plane has a total width of 160 cm and length of 105 cm, with a total weight of 1.5 kg. After dynamic testing, the aircraft managed to achieve flight and good maneuvering capabilities. Keywords: Unmanned Aerial Vehicle, Fixed Wings, Vertical Take-off and landing. 
Perancangan Air Pressure Tank dengan Bantuan PVElite Software Untuk Kebutuhan Praktikum Hidrolik dan Pneumatik Iwan Agustiawan; Eka Taufiq Firmansyah; Rais Wicaksono Sugiri
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.106

Abstract

ABSTRAK Air pressure tank adalah tempat untuk menampung udara bertekanan. Perancangan menggunakan standar ASME VIII.. Air pressure vessel harus dapat memenuhi kebutuhan udara bertekanan pada pada modul HPC-03 dan modul HPC-04. Debit yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan modul HPC-03 yaitu sebesar 25x10-4 m3/s selama 6 menit dan pada modul HPC-04 sebesar 2,78x10-5 m3/s selama 7 menit. Pengisian udara bertekanan dilakukan saat praktikum tidak berjalan atau setiap 1 sesi praktikum. Air pressure vessel yang dirancang bertipe vertikal dan beroperasi pada tekanan 25 bar serta memiliki volume total sebesar 48838,38 in3. Air pressure tank ini memiliki 3 buah nozzle berukuran ½ in yang berfungsi sebagai nozzle inlet udara bertekanan dari kompressor, nozzle outlet sebagai komponen untuk mengeluarkan udara bertekanan kedalam sistem pneumatik pada modul HPC-03 dan modul HPC-04, dan drain nozzle untuk menguras udara bertekanan serta mengeluarkan air yang ada jika terjadi pengembunan. Perancangan dan pemodelan air pressure vessel menggunakan bantuan Software PVElite. Dari Software PVElite didapatkan ketebalan minimal pada shell yaitu 0,6250 in dan ketebalan minimal pada head yaitu 0,6112 in dengan MAWP air pressure vessel adalah 403,163 psi. Kata kunci: pressure vessel, air pressure tank, pneumatik, PVElite, ASME VIII. ABSTRACT Pressure vessel is a container for compressed air. Design according to ASME VIII. Air pressure vessels on the HPC-03 and HPC-04 modules must be capable of meeting compressed air requirements. The discharge required to operate the HPC-03 module is 25x10-4 m3/s for 6 minutes, while the discharge required to operate the HPC-04 module is 2.78x10-5 m3/s for 7 minutes. Every single practicum session or when the practicum is not in progress, compressed air is refilled. The pressure vessel designed as a vertical air pressure vessel with 48838.38 in3 of total volume and operates at a pressure of 25 bar. This air pressure tank has three nozzles in ½ in, one of which serves as a pressured air nozzle inlet from the compressor, nozzle outlet as a component for extracting compressed air for the pneumatic system on the HPC-03 and HPC-04 modules, and a drain nozzle for draining pressurized air and removing water in the event of condensation. Using PVElite software, air pressure vessels may be designed and modeled. According to the PVElite software, the minimum shell thickness is 0.6250 in and the minimum head thickness is 0.6112 in, with the MAWP air pressure vessel being 403.163 psi. keywords: pressure vessel, air pressure tank, pneumatik, PVElite, ASME VIII.
Kinerja Mesin Pencacah Sampah Plastik dan Akrilik Tipe Crusher 9 Pisau Gerak Noviyanti Nugraha; Wildan Angga Saputra; Teguh Setya Permana
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.94

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian sebelumnya telah dirancang dan dibuat mesin pencacah sampah plastik HDPE sekaligus digunakan untuk sampah akrilik dengan ketebalan diatas 1mm, sebagai bagian dari proses daur ulang sampah plastik dan akrilik.  Tujuan dari penelitian ini menguji kinerja mesin pencacah sampah plastik dan akrilik ketebalan 2-3mm, serta memperoleh fenomena dari pencacahan pada variasi ketebalan sampah plastik HDPE 1,00-1,30mm. Putaran motor yang digunakan1500, 2000, 2500 dan 3000 rpm. Dari hasil pengujian variasi ketebalan 1,00 mm hingga 1,30 mm, kenaikan ketebalan tidak mempengaruhi kapasitas secara signifikan. Hasil pengujian pencacahan sampah akrilik; rendemen pencacahan rata-rata sebesar 98,9 %, efisiensi pencacahan 72,3 %. Sedangkan dari hasil pengujian sampah plastik rendemen pencacahan rata-rata sebesar 88% dan efisiensi pencacahan 80%. Hasil pengujian kinerja Efisiensi pencacahan plastik lebih tinggi 10,6%  dari akrilik.  Parameter kinerja dari mesin pencacah ini sudah diatas standar SNI. Kata kunci: Pencacah Akrilik, Pencacah Plastik HDPE, Kinerja Mesin, Pengaruh ketebalan ABSTRACT In previous research, a chopping machine was designed and built to chop HDPE plastic waste and acrylic waste with a thickness above 1mm, as part of the plastic and acrylic waste recycling process. The purpose of this study was to test the performance of plastic and acrylic waste chopping machines with a thickness of 2-3mm, and to obtain phenomena from counting the thickness variations of HDPE plastic waste 1.00-1.30mm. Motor rotation used 1500, 2000, 2500 and 3000 rpm. From the test results for variations in thickness from 1.00 mm to 1.30 mm, the increase in thickness does not significantly affect capacity. The results of the acrylic waste enumeration test; the average yield of enumeration was 98.9%, the efficiency of enumeration was 72.3%. Meanwhile, from the results of plastic waste testing, the average yield of enumeration was 88% and the efficiency of enumeration was 80%. Performance test results The efficiency of plastic shredding is 10.6% higher than acrylic. The performance parameter of this chopper is above the SNI standard.Keywords: Acrylic Counter, HDPE Plastic Counter, Machine Performance, Thickness Effect
Perencanaan Sistem Penampungan Mata Air dan Sistem Pemompaan Transmisi Air Bersih di Komplek Pesantren Bayt Al-Quds Soreang Muhammad Ridwan; Dimas Muhammad Rifqi; Muhammad Pramuda Nugraha Sirodz; Muhammad Rangga Sururi
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.154

Abstract

ABSTRAK Pesantren Bayt Al-Quds merupakan kompleks pesantren yang dekat dengan sumber mata air yang digunakan sebagai kebutuhan air bersih. Komplek terletak di kaki bukit, namun mata air berada di lembah sehingga untuk mendapatkan suplai air bersih diperlukan sistem yang dapat mengalirkan air dari mata air ke reservoir di kompleks. Sistem pompa dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam merencanakan sistem pompa, tahapan yang dilalui meliputi survey lapangan, mengidentifikasi masalah, studi literatur, mengumpulkan data, menganalisa data, merancang sistem mekanis tandon air bersih, perbaikan sistem pompa eksisting, dan dokumentasi hasil. Data primer diperoleh dari hasil survei dan pengukuran secara langsung, sedangkan data sekunder bersumber dari data warga sekitar dan pengurus pondok pesantren Bayt al-Quds serta data penelitian sebelumnya. Kebutuhan debit per hari di kompleks pesantren sebesar 10.165 L/hari dengan debit ketersediaan air sebesar 17.928 L/hari. Kompleks pesantren ini akan menggunakan bangunan penangkap dan penampung mata air dengan kapasitas 10 m3 (2 buah) yang kemudian ditransmisikan ke 2 posisi reservoir. Pompa diperlukan untuk memindahkan air dari penampung ke reservoir menggunakan pompa 1, dengan head 47,10 m, dan pompa 2, dengan head 23,26 m, dan pompa 3 yang hanya digunakan jika ada kerusakan atau sedang dilakukan perawatan. Kata Kunci: Mata air, Pengumpul, Penampung, Pompa. ABSTRACT The Bayt Al-Quds Islamic Boarding School complex is located near water spring that were used for clean water supply. The complex is located at the hillside and the spring is at the valley, therefore it will requires a system that can deliver water from the spring to the reservoir at the complex. A pump system can be used to accommodate the problem. Pump system designing includes field survey, problems identifying, research references, data collecting, data analyzing, reservoir mechanical system design, existing pump repairing, and documentation. Primary data is obtained from survey results and measurements directly, while secondary data is sourced from data from local residents and Bayt al-Quds boarding school administrators as well as data from previous research. The need for discharge per day in the complex amounted to 10,165 L/day with a water availability discharge of 17,928 L/day. This complex will use 2 tubs of spring reservoirs for different purposes, with a capacity of 10 m3 (2 apparatus). of spring reservoirs is 20,000 liters. A pump is needed to move water from the reservoir to the tubs using pump 1st, with a head of 47.10 m, pump 2nd, with a head of 23.26 m, and pump 3rd, which is only used if there is damage or maintenance is being done. Keywords: Spring Water, broncapture, reservoir, pump.
Pengembangan Fasilitas Pengujian Serpentine Minichannel Cold Plate Sebagai Sistem Pendinginan Fluks Kalor Tinggi Indro Pranoto; Yusuf Yunus; M. Fakhri Alfath
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.83

Abstract

 ABSTRAK Perkembangan dunia industri dewasa ini terasa begitu pesat dan cepat, bahkan diklaim telah memasuki era industri 4.0. Industri seperti manufaktur, konstruksi, arsitektur, militer, maritim, otomotif, elektronik, dan lainnya berlomba melakukan terobosan dan inovasi di bidang teknologi dengan cara membuat komponen perangkat dalam ukuran yang semakin kecil dengan fungsi maksimal. Efeknya adalah meningkatnya jumlah panas yang dihasilkan dan cenderung tidak terkontrol (thermal runaway). Karena itu dibutuhkan sistem pendingin yang dapat menghilangkan kalor tinggi pada komponen tersebut. Salah satu sistem pendinginan yang sering digunakan adalah liquid cold plate atau mini channel heat sink (MCHS) yang menggunakan air sebagai media pendingin. Pengembangan fasilitas uji ini dilakukan agar dapat menghasilkan fasilitas eksperimen serpentine minichannel cold plate sebagai sistem pendinginan pada fluks kalor tinggi. Pengambilan data awal pada fasilitas uji dengan variasi laju aliran fluida 0,5; 1,0 dan 1,5LPM dengan variasi daya heater 0 – 180W dengan tiap kenaikan 30W. Adapun fasilitas eksperimen ini memiliki dimensi total 1550 (p) × 800 (l) mm dan dapat mendisipasikan kalor maksimal hingga 2100 W. Serpentine cold plate berbahan aluminium Al 1050 memiliki dimensi  = 80 × 104 × 11 mm, area efektif perpindahan kalor 60 × 82 mm, ukuran channel 2 × 9 mm, jumlah belokan sebanyak 13 buah, menggunakan fluida pendingin air dengan flow rate fluida kerja maksimal mencapai 2,5 lpm. Kata kunci: serpentine mini channel, cold plate, liquid cooling, koefisien perpindahan kalor, mini channel heat sink. ABSTRACT The rapid development of the industrial world today even claims to have entered the industrial era 4.0. Industries such as manufacturing, construction, architecture, military, maritime, automotive, electronics, and others compete to make technology breakthroughs and innovations by making device components in increasingly compact sizes with maximum functionality. The effects increase the amount of heat generated and tend to be uncontrolled (thermal runaway). Therefore, a cooling system is needed that can remove high heat from these components. One of the cooling systems often used is a liquid cold plate or mini channel heat sink (MCHS), which uses water as a cooling medium. This research developed an experimental facility to produce a serpentine mini channel cold plate as a cooling system at high heat flux. We collected initial data at the test facility with a variation of the fluid flow rate of 0.5; 1.0; and 1.5LPM with variations in heater power 0–180W with each increase of 30W. This experimental facility has a total dimension of 1550mm (L) × 800mm (W) and can dissipate a maximum heat of up to 2100W. Serpentine cold plate made of aluminum Al 1050 has dimensions (L×W×H) = 80mm × 104mm × 11mm, the effective area of heat transfer is 60mm × 82mm, channel size is 2mm × 9mm, the number of turns is 13 pieces, using water cooling fluid with a maximum working fluid flow rate of 2.5LPM. Keywords: serpentine mini-channel, cold plate, liquid cooling, heat transfer coefficient, mini channel heat sink.
Analisa Daya Turbin Angin Sumbu Horizontal BladeTaperless Berbahan Komposit Hybrid dengan AirfoilBlade Tipe NACA Mastariyanto Perdana; Akmal Akmal; Rahmadani Saputra; Hendriwan Fahmi; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 2, No 2 (2022): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v2i2.145

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan angin sebagai pembangkit listrik di Indonesia masih mengalami beberapa kendala, diantaranya, kecepatan yang rendah, yaitu kisaran 2,5-6 m/s. Parameter utama yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan daya yang dihasilkan turbin angin, diantaranya tipe blade, jenis airfoil, dan material yang digunakan. Pada penelitian ini digunakan blade yang berasal dari serat hibrid dengan komposisi 70% resin epoksi, 18% fiberglass dan 12% coir, dengan tipe taperless airfoil NACA 5513, 4712, 4412. Tujuan penelitian menganalisa daya yang diekstrak turbin pada 3-6 m/s serta memanfaatkan coir sebagai bahan pembuatan blade. Pengujian dilakukan dalam skala labor berbantuan terowongan angin, kecepatan angin divariasikan 3, 4, 5, dan 6 m/s, data yang diolah adalah tegangan listrik yang dibangkitkan generator serta  arus listrik yang dibebani dengan lampu LED 10 W DC 12V diukur menggunakan multimeter, data diambil sebanyak 25 kali per variasi kecepatan angin dengan jeda waktu pengambilan data 30 detik. Hasil pengujian daya-kecepatan angin NACA 4412 pada kecepatan 4 m/s adalah sebesar 1,439 Watt, NACA 4712 adalah sebesar 0,425 W, NACA 5513 adalah sebesar 0,37 W. Pada angin dengan kecepatan 5 m/s NACA 4412 memperoleh daya pada angka 2,88 W, NACA 4712 sebesar 1,66 W, dan NACA 5513 sebesar 1,310 W. Pada kecepatan angin 6m/s NACA 4412 sebesar 3,62 W, NACA 4712 sebesar 2,772 W, dan NACA 5513 sebesar 1,79 W. Hasil penelitian menunjukkan tegangan dan daya blade NACA 4412 lebih tinggi dibandingkan blade NACA 4712 dan 5513. Kata kunci: Turbin angin, airfoil NACA, kecepatan angin, komposit, rotasi ABSTRACT The use of wind as a power plant in Indonesia is still experiencing several obstacles, including the low speed, which is in the range of 2.5-6 m/s. To optimize the power generated by wind turbines, there are several main parameters that are considered such as the type of blade, the type of airfoil, and the material used. So that in this study the blade used came from hybrid fibers with a composition of 70% epoxy resin, 18% fiberglass and 12% coir, with taperless airfoil type NACA 5513, 4712, 4412. This research has a purpose to analyze the power extracted by wind turbines in wind of 3-6 m /s and use coir as material for making blades.The test was carried out on a labor scale assisted by a wind tunnel so that wind speeds could be varied by 3, 4, 5, and 6 m / s, the data processed were the mains voltage of the generator output and the electric current given a load of 10 W DC 12V LED lights was measured using a multimeter, data was taken as much as 25 times per wind speed variation with a data retrieval time interval of 30 seconds. The test results of the wind power-speed of NACA 4412 at a wind speed of 4 m/s of 1.439 Watts, NACA 4712 of 0,425 W, NACA 5513 of 0,37 W. In a wind speed of 5 m/s NACA 4412 obtained power of 2,88 W, NACA 4712 of 1,66 W, and NACA 5513 of 1,310 W.At wind speed of 6m/s NACA 4412 was 3,62 W, NACA 4712 was 2,772 W, and NACA 5513 was 1,79 W. Results showed that the voltage and power of the NACA 4412 blade were higher than the NACA 4712 and 5513 blades. Keywords: Wind turbine, NACA airfoil, wind speed, composite, rotation

Page 1 of 1 | Total Record : 8