Technologic
TECHNOLOGIC adalah jurnal dengan p-ISSN 2085-8507 dan e-ISSN 2722-3280 yang diterbitkan oleh LPPM Politeknik Manufaktur Astra. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan juni dan Desember. Publikasi berisi artikel yang berasal dari hasil penelitian terapan dan studi analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya meliputi teknologi mekanik, litrik, elektronika, industri, informatika, sipil. Artikel yang masuk ke redaksi diseleksi dengan sistem blind peer-review untuk menjaga obyektivitas. Adapun fokus dan ruang lingkup dari Jurnal Technologic adalah sebagai berikut: Teknik Mesin Teknologi manufaktur, Disain mekanis, Otomotif, Robotika dan Otomasi, Mekatronika, Teknologi lingkungan, Konversi energi, Teknik Listrik, Elektronika, dan Informatika Sistem tenaga, system instrumentasi dan control, telekomunikasi dan teknologi informatika, Aplikasi Elektronika, Aplikasi sensor dan actuator, Kecerdasan artifisial, Sistem Informatika, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Jaringan Komputer, Sistem Komunikasi Multimedia, Teknik Komputer, Sistem Telekomunikasi, Sistem Komunikasi Nirkabel, Jaringan Sensor Nirkabel Teknik industry Sistem produksi, optimisasi system industry, Planning and Production Control, manajemen kualtas, ergonomic, Disain produk Teknik Sipil Teknik Konstruksi dan bangunan Gedung
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2016): Technologic"
:
9 Documents
clear
MENGURANGI RESIKO KERUSAKAN AUTO PRIMING PUMP PADA DUMP TRUCK TIPE HD785-7 DI PT UT SITE BATU KAJANG KALIMANTAN TIMUR
Vuko A.T Manurung, Fathur Rahman Saleh Ramadhan Tambunan, Yohanes C Sutama
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.190
Pembatas tekanan saat proses pembuangan udara yang terjebak di bahan bakar (fuel Bleeding) pada dump truck tipe HD 785-7 dilakukan untuk mengurangi kerusakan Electric Priming Pump dan mengembalikan sistem bahan bakar kembali normal, pada awalnya tidak berjalan dengan benar. Sistem fuel bleeding yang tidak berjalan dengan benar akan menyebabkan berkurangnya daya tahan pada Electrical Priming pump, hal ini disebabkan tekanan sebesar 140 KPa secara berkelanjutan, sehingga system bleeding yang ada di di fuel system tidak berfungsi dengan baik dan menyebabkan udara yang terjebak di dalam fuel system tidak dapat dibuang ke fuel tank. Sebagai langkah perbaikannya, dilakukan modifikasi untuk memotong sumber tenaga listrik yang menuju Electric Priming Pump yaitu dengan modifikasi wiring electrical priming pump untuk memberikan efek pemutus arus (shut off) pada Electric Priming Pump ketika menerima tekanan sebesar 140 KPa secara berkelanjutan. Akibatnya Electric Priming Pump dapat bekerja tanpa mendapat tekanan sebesar 140KPa secara terus-menerus.
DISAIN OTOMASI SISTEM FEEDING DAN DISCHARGED PADA KERNEL SRIER SILO UNTUK MENURUNKAN MOISTURE KERNEL PRODUKSI
Edwar Rosyidi;
Ananda Aulia;
Syahril Ardi
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.206
Kernel drier silo merupakan unit yang bertugas untuk menurunkan kadar air kernel dengan cara pemanasan serta penahanan di kernel drier silo secara kontinu. Untuk mencapai standar kadar air kernel produksi 5.5-6.5%, kernel di panaskan di dalam silo dalam jangka waktu tertentu. Selama ini sistem pemanasannya kernel drier silo menggunakan metode kontinu, dimana feeding berupa kernel mentah terus di masukkan ke dalam silo. Pemanasan di lakukan dengan suhu berkisar antara 97º - 110 ⁰C, silo yang berisi kernel matang akan dikirim untuk proses transfer ke kernel hopper. Hal tersebut membuat proses pemasakan kernel tidak maksimal karena tiap kernel tidak mendapat durasi yang seragam untuk pemanasan dan penahanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses pemanasan kernel yang bertujuan untuk mengurangi kadar air kernel sesuai standar. Memanfaatkan faktor retention time, maka perancangan alat terdiri dari silinder yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup feeding serta discharged, timer sebagai pengatur jalannya silinder dan sensor capacitance level switch control sebagai pembaca level kernel didalam kernel drier silo. Hasil perancangan ini diharapkan dapat diterapkan dan berhasil mengurangi kadar air pada kernel produksi sesuai standar 5.5 -6.5%.
RANCANG BANGUN PLC TRAINING KIT DIVISI SERVICE PARTS AND WELDING PRODUCTION BERBASIS PLC OMRON CJ2M-CPU11
Djoko Subagio;
Dwita Khaendy Putri;
Syahril Ardi
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1656.592 KB)
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.192
Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di bidang otomotif untuk kendaraan roda empat. Salah satu divisi dalam perusahaan adalah Service Parts & Welding Production Division (SPWPD). Divisi SPWP merupakan divisi yang melakukan produksi part-part untuk kebutuhan service kendaraan roda empat. Pada akhir tahun 2015 hingga 2017 volume produksi SPWPD meningkat dengan target efisiensi produksi 97%. Target ini dapat dicapai dengan Overall Equipment Efficiency (OEE) 97%. Proses produksi SPWPD menerapkan proses otomatisasi sehingga problem yang terjadi pada mesin sangat berpengaruh pada nilai OEE khususnya Availability (AV). Pencapaian AV dipengaruhi oleh line stop yang antara lain dikarenakan lamanya waktu perbaikan trouble elektrik. Waktu perbaikan yang lama ditentukan oleh skill anggota, tools atau tersedianya spare part pengganti bila diperlukan. Skill berpengaruh terhadap kecepatan trouble shooting dalam perbaikan tersebut. Kondisi saat ini upaya peningkatan skill maintenance masih memerlukan skill up sarana training antara lain materi maintenance basic dan training kit yang masih belum lengkap fungsinya yaitu PLC training kit yang hanya terintegrasi dengan lampu dan push button. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penyelesaian yang dilakukan adalah dengan pembuatan PLC training kit yang terintegrasi dengan output device seperti pneumatic system, buzzer dan motor induksi tiga fasa dengan menggunakan PLC sebagai perangkat proses serta sistem kontrol. Diharapkan PLC training kit ini dapat mempermudah aktifitas training sehingga dapat meningkatkan skill member maintenance dalam menganalisa trouble elektrik sehingga line stop akibat lamanya repair menurun.
PEMBUATAN APLIKASI AGEn DI DIVISI ESR PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk
Abdi Suryadinata Telaga;
Debby Rizky Audina;
Fransiskus Dimas Prabowo;
Indra Dwi Hartanto
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.196
Seiring dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat dan pasokan energi yang terbatas maka diperlukan penghematan energi. Oleh karena itu, divisi Environment & Social Responsibilty (ESR) PT Astra International (AI) Tbk membuat proyek Astra Green Energy (AGEn), proyek ini merupakan bentuk integrasi manajemen energi dan audit energi. Saat ini, kegiatan audit energi di divisi ESR dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung ke affiliate company (Affco). Selain itu, belum tersedianya sistem yang menangani pelaporan dan verifikasi hasil audit energi. Oleh karena itu, dibuatlah aplikasi AGEn. Aplikasi AGEn adalah aplikasi web berbasis internet yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman ASP.NET MVC 4 dengan basis data Microsoft SQL Server 2012, web server IIS 8, dan dengan arsitektur client-server. Pembangunan aplikasi AGEn menggunakan pendekatan object-oriented system analysis and design (OOSAD) dengan metodologi prototyping. Aplikasi AGEn dibuat untuk mensosialisasikan alat bantu audit energi kepada seluruh AffCo, AffCo dapat mengunduh alat bantu audit energi dari aplikasi ini. Selain itu, aplikasi ini juga mencakup kegiatan pelaporan dan verifikasi laporan hasil audit energi, dan artikel AGEn. Dengan aplikasi ini, laporan hasil audit energi dari seluruh AffCo dikirimkan ke divisi ESR AI untuk kemudian diverifikasi. Informasi-informasi mengenai AGEn dan seluruh informasi terkait energi dapat dibagikan ke AffCo melalui fasilitas artikel AGEn pada aplikasi ini.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM KONTROL ELEKTRIK MESIN BREAKER CAULKING HORN BERBASIS PLC OMRON CJ2M CPU13
Afianto Afianto;
Rian Tutut Riestiawan;
Syahril Ardi
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.193
Berdasarkan data dari Departemen Produksi di sebuah Perusahaan Manufaktur pada bulan Maret 2015 produksi horn meningkat dan kemampuan mesin yang tersedia belum mampu memenuhi target produksi. Divisi produksi bagian horn membutuhkan mesin breaker caulking baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasarkan permintaan tersebut, Divisi Machinery membuat dan merakit mesin Breaker Caulking yang dapat melakukan riveting secara otomatis. Mesin Breaker Caulking merupakan salah satu mesin yang digunakan untuk produksi horn yang berfungsi untuk merivet lempengan alumunium pada bagian horn. Mesin ini menggunakan mekanisme rotary index table yang berfungsi untuk menyalurkan barang dari loading operator menuju riveting unit di dalam mesin. Mesin ini menggunakan sistem kontrol berbasis PLC OMRON CJ2M-CPU13. Proses perakitan sistem kontrol dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: perancangan, pemasangan, pengabelan dan tahap pengujian sistem kontrol. Dengan adanya mesin Breaker Caulking ini, proses riveting pada horn dapat dilakukan secara otomatis. Dengan demikian produktivitas horn dapat ditingkatkan dan kualitas produk tetap terjaga serta meningkatkan kapasitas produksi dari 2800pcs/jam menjadi 3200pcs/jam.
PENURUNAN LOSSES KERNEL PADA LIGHT TENERA DRY SEPARATING 1 (LTDS 1) DENGAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA
Agung Kaswadi;
Edwar Rosyidi;
Ilham Nur Aziz
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.194
Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi dan menurunkan sample point pada proses pengolahan tandan buah segar menjadi inti sawit yang memiliki losses kernel diatas standar. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode six sigma dengan tahapan define, measure, analyze, improve dan control (DMAIC). Berdasarkan hasil analisa terdapat beberapa sample point yang memiliki losses kernel diatas standar, salah satu yang paling tinggi berdasarkan perhitungan absolute losses adalah light tenera dry separating 1 (LTDS 1) line 1. LTDS 1 adalah mesin yang berfungsi untuk memisahkan inti sawit dengan cangkang dengan bantuan hisapan udara dari fan. faktor penyebab utama tingginya losses kernel pada LTDS 1 line 1 adalah karena kecepatan udara pada expansion coloumn terlalu tinggi yaitu mencapai 11.40 m/s, sehingga menyebabkan luas losses kernel area pada expansion coloumn lebih dari 60%. Setelah dilakukan implementasi usulan perbaikan berdasarkan faktor penyebab utama masalah tersebut, yaitu dengan melakukan pemasangan payung pengarah, pengaturan separating coloumn dan pengaturan damper, losses kernel pada LTDS 1 line 1 mengalami penurunan sebesar 1.15% dari 1.63% menjadi 0.48%. Selain itu, kinerja proses pada LTDS 1 line 1 mengalami peningkatan sebesar 0.37 dari kapabilitas sigma 3.72 menjadi 4.09.
MENINGKATKAN PHYSICAL AVAILABILITY (PA) SCANIA P380 DENGAN PROGRAM CUSTOMER SOLUTION MANAGEMENT DI PT TSP CUSTOMER PT UNITED TRACTORS SITE SATUI – SUNGAI DANAU
Vuko A.T Manurung;
Aidhanis Kusuma Praja;
Yohanes C Sutama
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.189
Kualitas perawatan (maintenance) yang buruk dan kurangnya kelengkapan data monitoring unit 14 Unit Scania P380 PT TSP menjadikan proses pemantauan kinerja dan performa unit menjadi tidak maksimal. Akibatnya Key Performance Indicator (KPI) keberhasilan dari fleet tersebut menjadi rendah. Setelah dilakukan transformasi melalui data monitoring unit, didapatkan rata-rata data Physical Avaibility (PA) 14 unit Scania P380 sebesar 71% sehingga tidak tercapainya target produksi yang sudah ditetapkan. Sedangkan standar PA untuk suatu fleet adalah 80%. Setelah dilakukan pengamatan, dan implementasi program Customer Solution Management (CSM) terhadap 14 unit Scania P380 tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan presentase Physical Avaibility 14 unit Scania P380 menjadi 80%. Program Customer Solution Management ini dilakukan dengan menerapan 13 program kerja yang sudah disesuaikan dengan masalah-masalah di lapangan. Penerapan ke 13 program kerja tersebut telah menaikkan PA dari 14 unit Scania P380 meningkat dari 71% menjadi 80% sesuai dengan target.
MENURUNKAN PERSENTASE KETERLAMBATAN PENGIRIMAN PART DENGAN MENGUBAH METODE ORDER PADA PROSES HANDLING CPO
Wibisono, Pradipta Satrio;
Nursim, Nursim
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.197
Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan otomotif berstandar international dengan kegiatan ekspor ke lebih dari 70 negara. Salah satu kegiatan ekspornya yaitu CKD, dimana CKD adalah aktivitas ekspor komponen kendaraan yang terpisah atau terurai dari assembly¬-nya. Dari aktivitas ekspor tersebut, ada 3 skema pemesanan salah satunya skema order CPO, skema ini merupakan pemesanan setiap waktu yang dilakukan importir guna melengkapi ketersediaan dari regular part order. Permintaan order yang tinggi tidak diimbangi dengan pengiriman yang tepat waktu, pada periode November 2015-Januari 2016 sebesar 87% terjadi keterlambatan dalam proses pengiriman part. Mengacu pada masalah tersebut, maka besar harapan untuk mengurangi persentase keterlambatan pada proses pengiriman part dengan tujuan menghindari terjadinya perubahan metode pengiriman dari sea freight menjadi air freight guna menghemat pengeluaran cost. Dalam melakukan perbaikan penulis menggunakan beberapa metoda, diantaranya observasi, interview untuk pengambilan data, kemudian menggunakan metoda 4M dan why-why analysis, dan kemudian melakukan perbaikan berdasar hasil meeting koordinasi dengan merubah metode pengiriman dari PO menjadi EO untuk mempercepat proses order. Dari perbaikan ini, dapat mengurangi lead time proses untuk pengiriman sea freight dari 15 hari menjadi 11 hari dan air freight dari 7 hari menjadi 5 hari, juga menurunkan persentase keterlambatan pengiriman menjadi 20% pada periode Februari 2016-April 2016.
DISAIN KONTROL MESIN AUTO BLOW MENGGUNAKAN SISTEM KENDALI PLC DI INDUSTRI MANUFAKTUR
Muhammad Hidayat;
Afif Mushlihuddin;
Syahril Ardi
Technologic Vol 7, No 2 (2016): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v7i2.204
Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur. Perusahaan Manufaktur ini mempunyai project untuk mengubah kerja manual menjadi otomatis pada line BD 4. Line BD 4 adalah line yang memproduksi brake drum kendaraan roda 4. Pada line ini masih terdapat beberapa proses manual salah satunya adalah proses blowing. Proses blowing adalah proses untuk membersihkan part dari cairan honing liquid yang didapat pada proses permesinan sebelumnya. Proses blowing ini harus dilakukan karena sebelum dilakukan proses meassuring, part harus bersih dari cairan. Namun proses blowing manual ini sering kali tidak membuat part bersih dari cairan honing liquid sehingga mengakibatkan terganggunya proses meassurring part dan juga proses ini membuat area line BD 4 menjadi licin dan kotor, karena proses ini dilakukan di atas konveyor. Sehingga, untuk menanggulangi masalah tersebut ini, penulis dan tim kaizen melakukan sebuah improvement dengan membuat mesin auto blow untuk menggantikan proses blowing manual. Mesin auto blow menggunakan PLC untuk sistem kontrolnya, hal ini untuk mempermudah jika mesin akan dikembangkan lebih lanjut. Setelah dibuatnya mesin auto blow, proses blowing manual menjadi hilang dan produktivitas perusahaan menjadi meningkat.