cover
Contact Name
Kurniati Devi Purnamasari
Contact Email
kurniatidevip@gmail.com
Phone
+628112395222
Journal Mail Official
midjoger@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.E Martadinata No.150 Ciamis 46251
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Midwifery and Public Health
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 26854007     DOI : 10.25157
Core Subject : Health,
ournal of Midwifery and Public Health adalah jurnal berkala yang memuat hasil penelitian kebidanan dan kesehatan. diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh, dengan Nomor e-ISSN 2685-4007. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan Nopember
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021): Mei" : 7 Documents clear
GAMBARAN LUARAN BAYI PADA IBU DENGAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SADANANYA TAHUN 2020 Rini Ayu Rismawati; Widya Maya Ningrum
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6790

Abstract

Masalah gizi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama Salah satu masalah kekurangan gizi di Indonesia yaitu Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK adalah keadaan seseorang yang menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang ditandai dengan lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm sehingga mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan. KEK selama hamil akan menimbulkan masalah, salah satunya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin yang dapat menimbulkan abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum, lahir dengan bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Luaran Bayi Pada Ibu Dengan Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sadananya, Tahun 2020. Menggunakan penelitian deskriptif dengan uji SPSS. Ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan yang mengalami abortus, sebanyak 5 orang (33,3 %), ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan yang mengalami bayi lahir mati tidak ada, ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami kematian neonatal tidak ada, ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami asfiksia, sebanyak 1 orang (6,7 %), ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami BBLR, sebanyak 9 orang (60,0 %), ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami kelainan kongenital, sebanyak 1 orang (6,7 %) Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa luaran bayi pada ibu hamil yang mengalami KEK sebagian besar tidak beresiko hanya beberapa kejadian saja yang memang terdapat resiko yaitu abortus dan BBLR.Dengan adanya penelitian ini diharapkan kejadian KEK terhadap ibu hamil bisa teratasi dengan baik dan tidak lagi menimbulkan berbagai macam masalah bagi bayi.Nutrition problems in Indonesia are still a major public health problem. One of the problems of malnutrition in Indonesia is Chronic Energy Deficiency (CED). CED is a condition of a person who suffers from a chronic (chronic) shortage of food characterized by a circumference of the upper arm (CUA) <23.5 cm, resulting in health problems. CED during pregnancy will cause problems, one of which can affect the process of fetal growth which can cause abortion, stillbirth, neonatal death, congenital defects, anemia in infants, intra-partum asphyxia, birth with low birth weight babie (LBW). This study was to find out the description of infant outcome in mothers with a history of chronic energy deficiency (CED) in Sadananya Community Health Center working area, 2020. Using descriptive research with SPSS test It is found that there are 5 Pregnant women (33.3%) having CED had abortion. 70 (100%) babies were born alive to mothers who have CED. There are 70 (100%) babies were born alive from mothers who have CED. There is one mother with CED gets baby with asphyxia (6.7%). There are 9 pregnant women (60.0%) pregnant women with CED gets babies with LBW. There is one pregnant woman with CED (6.7%) had baby with congenital defect. Based on the results of the study, it can be concluded that the infant output in pregnant women who have CED is mostly not at risk. Only a few cases do have a risk, namely abortion and LBW. This research is expected to resolve the case of CED in pregnant women properly and there will be no longer various kinds of problems for babies.
GAMBARAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS PADA IBU BERSALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN “N” TAHUN 2021 Aan Juanti; Widya Maya Ningrum
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6783

Abstract

Nyeri dalam persalinan dapat memiliki dampak yang berbahaya pada ibu dan janin yaitu hiperventilasi. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Praktik Mandiri Bidan N Cipaku pada bulan Januari tahun 2021, ditemukan 7 dari 10 ibu bersalin mengalami nyeri yang luar biasa dan tidak tertahankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Teknik Relaksasi Nafas Pada Ibu Bersalin di Praktik Mandiri Bidan “N” Periode April Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah sempel sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode total Sampling. Diketahui Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik sebanyak 19 orang (54,3%) dan kurang dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas secara sedang pada proses persalinannya sebanyak 11 orang (31,4%) dan sebagian kecil responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara kurang sebanyak 5 orang (14,3%). Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik.Saran: Diharapkan Tenaga kesehatan khusunya bidan sebagai penolong persalinan dapat membantu ibu bersalin dalam memenuhi kebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri dan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang teknik relaksasi nafas pada proses persalinan yang dapat membantu ibu bersalin mengurangi nyeri pada saat persalinan.Background: Pain in labor can have a dangerous impact on the mother and fetus, namely hyperventilation.4 Based on an initial survey conducted at the Independent Practice of Midwives N Cipaku in January 2021, it was found that 7 out of 10 maternity mothers experienced excruciating pain and did not experience pain. bearable.Objective: The purpose of this study was to find out the description of the Breath Relaxation Technique in Maternity in the Midwife Independent Practice "N" for the April 2021 Period. Methods: This research method used a descriptive research method with a sample of 35 people. The sampling used in this study is the total sampling method. The results: It is known that more than half of the respondents performed breath relaxation techniques during labor well as many as 19 people (54.3%) and less than half of the respondents performed moderate breathing relaxation techniques during labor as many as 11 people (31.4%) and a small proportion of respondents performed breathing relaxation techniques in the process of delivery less than 5 people (14.3%.Conclusion: More than half of the respondents performed the breath relaxation technique well in the labor process.Suggestion: It is expected that health workers, especially midwives as birth attendants, can help birth mothers in meeting the mother's need for comfort in pain control and can increase counseling activities about breath relaxation techniques in the labor process that can help mothers in labor reduce pain during labor.
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI VIDEO BERBASIS ANDROID DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGAYAM TAHUN 2020 Yudita Ingga Hindiarti; Rizka Nur Khofifah
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.4531

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Jika ibu tidak memberikan ASI dengan teknik menyusui yang benar diantaranya putting lecet dan ibu mengeluhkan susahnya memberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan melalui video berbasis android dengan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar di Wilayah Kerja Puskesmas Cigayam Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan metode total Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa diketahui setengahnya dari responden tidak dilakukan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui sebanyak 21 orang (50%) dan setengahnya dari responden dilakukan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui sebanyak 21 orang (50%). sebagian responden memiliki pengetahuan kurang tentang teknik menyusui sebanyak 18 orang (42,9%) dan terdapat hubungan antara antara pendidikan kesehatan melalui video berbasis android dengan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar. Responden yang mengikuti pendidikn kesehatan tentang teknik menyusui secara signifikan mempengaruhi pengetahuan ibu hal ini dikarenakan adanya proses pembelajaran melalui media video android. Terdapat hubungan antara antara pendidikan kesehatan melalui video berbasis android dengan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan Petugas kesehatan dapat lebih meningkatkan promosi kesehatan melalui penyuluhan dan konseling, baik penyuluhan perorangan atau kelompok tentang pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar.Mother's Milk (ASI) is a type of food that meets all the elements of a baby's physical, psychological, social and spiritual needs. If the mother does not give breast milk with the correct breastfeeding technique, including sore nipples and the mother complains about the difficulty of giving. The purpose of this study was to determine the relationship of health education through android-based videos with mother's knowledge of correct breastfeeding techniques in the Cigayam Health Center Work Area in 2020. This research method used amethod descriptive correlative with aapproach cross sectional. Sampling used themethod total sampling. The results showed that it was known that half of the respondents did not receive health education on breastfeeding techniques as many as 21 people (50%) and half of the respondents received health education on breastfeeding techniques as many as 21 people (50%). some respondents have less knowledge about breastfeeding techniques as many as 18 people (42.9%) and there is a relationship between health education through android-based videos and mother's knowledge about correct breastfeeding techniques. Respondents who take part in health education about breastfeeding techniques significantly affect mother's knowledge, this is due to the learning process through android video media. There is a relationship between health education through android-based videos and mother's knowledge about correct breastfeeding techniques. It is hoped that health workers can further improve health promotion through counseling and counseling, both individual and group counseling about mother's knowledge about correct breastfeeding techniques.
GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI PADA AKSEPTOR KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJALU TAHUN 2020 Widya Maya Ningrum; Karmila Rahmaningrum
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6784

Abstract

Indonesia sedang menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia. Faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi yaitu terdiri dari faktor internal dan factor eksternal. Faktor internal yaitu terdiri dari Pengalaman, takut terhadap efek samping, pengetahuan/pemahaman yang salah tentang IUD. Puskesmas Panjalu Kabupaten Ciamis Tahun 2019 memiliki jumlah peserta KB aktif sebanyak 6,816. dan prosentase pemakaian alat kontrasepsi IUD sebanyak  880 orang (12.9%) angka pemakaian alat kontrasepsi IUD merupakan angka ke-8 tertinggi di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dukungan suami pada akseptor KB IUD di wilayah Puskesmas Panjalu Metode: Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif jumlah sampel sebanyak 90 orang. Adapun tehnik sampling yang digunakan adalah cluster ramdom sampling. Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan suami berdasarkan informasi sebanyak 53 orang (58,9%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan emosional dari suami sebanyak sebanyak 59 orang (65,6%). Diketahui sebagian besar responden tidak  mendapatkan dukungan penghargaan Dari suami sebanyak 52 orang (57,8%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan instrumental dari suami sebanyak 62 orang (68,9%). Dukungan suami diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan sebanyak 56 orang (62,2%). Saran Bagi bidan dengan masih banyaknya ibu-ibu yang memakai KB hormonal adalah dengan meningkatkan kinerja bidan dalam memberikan koseling, serta bidan diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan kepada pasangan usia subur.Indonesia is facing the problem of both number and quality of human resources. Factors that influence the choice of contraception can be devided into internal factors and external factors. The internal factors cover experiences, fear of side effects and misconceptions about the IUD, while one of the external factors is husband's support. Panjalu community health center ( Puskesmas) in Ciamis Regency in 2019 had a total of 6,816 active family planning participants with the percentage of IUD contraceptive users around 880 people (12.9%). The precentage of IUD birth control use is the 8th highest rate in Ciamis Regency. The present study aims to describe the husband's support for IUD acceptors in Panjalu Community Health Center. Study employed descriptive survey approach with a total sample of 90 people. The sampling technique used was cluster random sampling. The results showed that most of the respondents exactly 53 people (58.9%) did not get their husband's support. To be precise, the number of respondents who did not get emotional support from their husbands was 59 people (65.6%); the number of respondents who did not receive appreciation support from their husbands was 52 people (57.8%); and the number of respondents who did not get the instrumental support from their husbands was 62 people (68.9%). It can be concluded that the majority of respondents did not get the support from their husband, around 56 people (62.2%) in number. As there remain many cases of the use of hormonal birth control, it is suggested that the midwives improve their performance in providing counseling especially to the couples with reproductive age.
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI ANEMIA DI KLINIK MITRA DELIMA KECAMATAN BANJARSARI KABUPATEN CIAMIS Elsa Salsabila Amalia Nisa; Arifah Septiane; Siti Fatimah
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6791

Abstract

Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 30% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Faktor yang menyebabkan anemia diantaranya karakteristik ibu dan pengetahuan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami anemia di Klinik Mitra Delima Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia di Klinik Mitra Delima Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis yang berdasarkan data periode 10 April – 15 Mei 2021 sebanyak 64 orang Penentuan sampel dengan total sampling karena jumlah populasi < 100 sehingga sampel pada penelitian ini adalah 64 responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari ibu hamil di Klinik Mitra Delima Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis berumur beresiko yaitu 35 orang (54,7%), mempunyai anak < 2 (paritas primi) yaitu 37 orang (57,8%), mempunyai jarak kehamilan < 2 tahun yaitu 39 orang (60,9%), berpendidikan dasar yaitu 35 orang (54,7%), bekerja yaitu 35 orang (54,7%), mengalami KEK yaitu 34 orang (53,1%), tidak pernah infeksi yaitu 36 orang (56,3%), berpengetahuan kurang yaitu 34 orang (53,1%). Bidan agar lebih intensif dalam program penurunan angka anemia pada ibu hamil, baik dalam perberian tablet Fe 90 tablet maupun pemeriksaan haemoglobin.WHO data shows that about 30% of pregnant women in Indonesia have anemia. Factors that cause anemia include maternal characteristics and knowledge. The general purpose of this study is to find out the characteristics of pregnant women who have anemia in Mitra Delima Clinic, Banjarsari District, Ciamis Regency. The type of research used is descriptive quantitative. The population in this study is all pregnant women who have anemia at Mitra Delima Clinic based on data from April 10 to Mei 15, 2021 as many as 64 people Determination of samples with total sampling because the number of population < 100 so that the sample in this study is 64 respondents. The results showed that most of the pregnant women in Mitra Delima Clinic, Banjarsari Subdistrict, Ciamis, were at risk of 35 people (54.7%), had children < 2 (parity primi) which is 37 people (57.8%), had a pregnancy distance of < 2 years, namely 39 people (60.9%), basic education is 35 people (54.7%), working is 35 people (54.7%), experiencing kek ie 34 people (53.1%), never infection that is 36 people (56.3%), knowledge less that is 34 people (53.1%). Midwives to be more intensive in the program of decreasing the rate of anemia in pregnant women, both in the treatment of fe 90 tablets and haemoglobin examination.
GAMBARAN PERAN SUAMI DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DI PMB BIDAN ELIS YANTI S KABUPATEN TASIKMALAYA Nurjannah Adawiyah; Siti Rohmah
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6788

Abstract

Praktek Mandiri Bidan sangat berperan dalam pelayanan kontrasepsi, PUS lebih banyak konsultasi KB di PMB dibandingkan ke fasilitas kesehatan lainnya. Keterlibatan suami sangat penting dalam mendukung program KB, namun kenyataannya banyak suami yang tidak mendampingi istri saat memilih kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peran suami dalam pemilihan alat kontrasepsi. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan populasi pasangan usia subur yang sudah menjadi akseptor KB hormonal dan non hormonal di PMB bidan Elis Yanti S Kabupaten Tasikmalaya pada 3 bulan terakhir mencapai 107 orang, teknik sampling secara random yaitu 52 Responden. Hasil penelitian menunjukkan peran suami dalam pemilihan alat kontrasepsi di PMB bidan Elis Yanti S Kabupaten Tasikmalaya dapat disimpulkan bahwa dalam pemilihan alat kontrasepsi di PMB bidan Elis Yanti S Kabupaten Tasikmalaya lebih dari setengahnya suami memiliki peran yang cukup yaitu 29 orang (55,8%). Agar suami terlibat atau berperan dalam pengambilan keputusan maka salah satu caranya adalah dengan memberikan penyuluhan seperti konseling tentang pentingnya KB, macam macam KB, dampak serta efek kedepannya yang merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan peran serta dukungan suami terhadap pengambilan keputusan istri dalam ber-KB. Peneliti selanjutnya diharapkan menganalisis faktor yang berhubungan dengan peran suami dalam pendampingan istriThe practice of Mandiri Midwife plays a role in contraceptive services, PUS has more kb consultations in PMB than to other health facilities. Husband's involvement is very important in supporting kb program. The purpose of this study is to find out the picture of the role of husbands in the selection of contraceptives. This type of research includes descriptive research with a population of couples of childbearing age who have become hormonal and non-hormonal kb acceptors in PMB midwife Elis Yanti S Tasikmalaya district in the last 3 months reached 107 people, random sampling techniques that are 52 Respondents. The results showed the role of husbands in the selection of contraceptives in PMB midwives Elis Yanti S Tasikmalaya district can be concluded that in the selection of contraceptives in PMB midwives Elis Yanti S Tasikmalaya more than half of husbands have a sufficient role that is 29 people (55.8%). In order for the husband to be involved or play a role in decision making, one way is to provide counseling such as counseling about the importance of birth control, various kinds of birth control, the impact and effect of the future which is the right solution to increase the role and support of the husband to the wife's decision making in kb.
GAMBARAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI PMB BIDAN AMBARWATI CILACAP TAHUN 2020 Nursamsiyah Nursamsiyah; Siti Rohmah
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6789

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) adalah mengatur kehamilan dengan menggunakan alat atau cara kontrasepsi. Pemakaian alat kontrasepsi yang benar dan tepat oleh pasangan usia subur dijadikan upaya untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan dan mengakhiri kehamilan (BKKBN 2010). Menurut WHO jumlah penggunaan kontrasepsi suntik di seluruh dunia yaitu sebanyak 4.000.000 atau sekitar 45%. Kontrasepsi di Indonesia paling banyak di minati yaitu kontrasepsi suntik sebesar 34,3% (Riskesdas, 2013). Untuk mengetahui Gambaran Kenaikan Berat Badan Pada Akseptor KB Suntik Di PMB Bidan Ambarwati.,Amd.,Keb Tahun 2020". Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriftif yaitu peneliti hanya memberikan gambaran objek, tidak menggeneralisasi hasilnya. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan gambaran tentang kenaikan berat badan pada akseptor kb suntik (Sulistyoningsih, 2011). Hasil Penelitian ini didapatkan 100 akseptor yang mengalami kenaikan berat badan dengan klasifikasi berat badan ringan sebanyak 87 orang dan berat 13 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan Gambaran Yang Mengalami Kenaikan Berat Badan Pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di PMB Bidan Ambarwati Cilacap Tahun 2020 sebanyak 100 orang. Diketahui kenaikan berat badan responden dengan kategori IMT Ringan sebanyak 87 akseptor dan kategori Berat sebanyak 13 akseptor. Diharapkan bidan agar lebih meningkatkan konseling dalam pelayanan kesehatan kepada WUS sehingga ibu dapat memperoleh informasi yang mencakup yang mengalami dengan kenaikan berat badan pada akseptor kb suntik.The Family Planning Program (KB) is the way to regulate pregnancy by using a tool or contraception method. The right and correct use of contraception method by couples of childbearing age is used as an effort to delay pregnancy, space out pregnancy and end pregnancy (BKKBN 2010). According to WHO, there are 4,000,000 or 45%  injection contraception used worldwide. The most popular contraception used in Indonesia is injection contraception as many as 34.3%. To find out the description of weight gain in injection contraception acceptors at PMB Midwife Ambarwati., Amd., Keb in the year of 2020. This type of research uses descriptive research, in which the researcher only provides an overview of the object, not generalizing the results. This study was conducted by providing an overview of weight gain in injection contraception acceptors. The results of this study found that 100 acceptors who have weight gain were classified into light weight for 87 people and heavy weight gain for 13 people. Based on the result and discussion, it can be concluded that there are 100 people who have weight gain at 3-month injection contraception acceptors at PMB Midwife Ambarwati Cilacap in 2020. It is found that in the increase of body weight respondents, there are 87 acceptors in the light IMT category and 13 acceptors in the heavy category. It is expected that midwives ought to further improve counseling in health services for WUS so that mothers can obtain information including those who have weight gain toward injection contraception acceptors.

Page 1 of 1 | Total Record : 7