cover
Contact Name
Sinung Rahardjo
Contact Email
sinungrahardjo25@gmail.com
Phone
+6281385033025
Journal Mail Official
b.jalanidith@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jln. AUP No.1 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam
ISSN : 1978032X     EISSN : 27162524     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/bjsj
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan. Artikel ilmiah yang disajikan merupakan hasil penelitian terapan (applied research) di bidang kelautan dan perikanan yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup materi meliputi inovasi teknologi, present status kondisi perikanan dan lingkungan perairan, dan review artikel bidang Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Substansi artikel terdiri dari bidang Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, Pasca Panen, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Permesinan Perikanan, dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025): September 2025" : 6 Documents clear
TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI WISO JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH BERDASARKAN PENDEKATAN INDEKS PENCEMARAN DAN INDEKS SAPROBIK Padang, Rafliansyah -; Suharti, Ratna; Bramana, Aditya; Jabbar, Meuthia Aula
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.16722

Abstract

Kabupaten Jepara memiliki dua sungai utama yang membelah wilayah kota, yaitu Sungai Wiso dan Sungai Kanal. Meskipun keduanya berasal dari hulu yang sama, masing-masing mengalir ke muara yang berbeda dan melewati kawasan dengan karakteristik pemanfaatan lahan yang bervariasi. Penurunan kualitas air khususnya pada Sungai Wiso dipengaruhi oleh limpasan limbah domestik dan aktivitas penggunaan lahan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Wiso berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta untuk menilai tingkat pencemaran melalui Indeks Pencemaran (IP) dan Indeks Saprobik. Pengumpulan data dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pengambilan data primer (in-situ dan ex-situ) pada empat titik penelitian, serta data sekunder yang diperoleh dari studi literatur. Parameter yang dianalisis meliputi TSS, fosfat, nitrit, nitrat, amonia, DO, BOD, COD, dan fitoplankton. Analisis menunjukkan bahwa status pencemaran air Sungai Wiso berada dalam kategori tercemar ringan berdasarkan nilai Indeks Pencemaran. Koefisien saprobik sebesar -0,3 mengindikasikan bahwa sungai berada pada fase α/β mesosaprobik, yang menunjukkan tingkat pencemaran sedang. Sementara itu, nilai Makropoulos Saprobic Index (MSI) sebesar 2,60 menunjukkan status oligosaprobik, yang berarti tingkat pencemaran organik dan anorganik sangat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Sungai Wiso telah mengalami pencemaran, tingkat pencemarannya masih tergolong rendah hingga sedang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan, termasuk penyuluhan kepada masyarakat, pemantauan rutin, dan kajian lanjutan untuk mencegah peningkatan degradasi lingkungan di masa mendatang.
ANALISIS KEBERLANJUTAN KAWASAN KONSERVASI IKAN ENDEMIK TEMPALAK MIRAH (Betta burdigala) PASCA DITETAPKAN SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMUNAL KABUPATEN BANGKA SELATAN Firdaus, Luhung Amin; Anwar, Kasful; Adi, Wahyu
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi keberlanjutan kawasan konservasi ikan endemik Tempalak Mirah (Betta burdigala) pasca penetapannya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kabupaten Bangka Selatan. Evaluasi menggunakan pendekatan Rapfish pada lima dimensi yaitu, ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan. Hasilnya menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 59,55–69,84. Hasil Monte Carlo memiliki selisih kecil (1,07–2,22) yang menunjukkan bahwa model stabil dan tidak sensitif terhadap kesalahan acak. Nilai R² tinggi (0,9735–0,9747) memperkuat reliabilitas pemetaan MDS dan stress rendah (0,116–0,118) mengonfirmasi kualitas konfigurasi MDS. Analisis leverage menunjukkan sejumlah atribut sensitif dan berpengaruh terhadap peningkatan status keberlanjutan kawasan konservasi Tempalak Mirah. Nilai rata-rata leverage menunjukkan seluruh aspek memerlukan prioritas pembenahan agar pengelolaan kasawan konservasi tetap adaptif pasca penetapan sebagai KIK. Secara keseluruhan, kawasan konservasi Tempalak Mirah memiliki potensi keberlanjutan yang cukup, namun masih memerlukan dukungan regulasi, kelembagaan, serta pengelolaan ekologi dan sosial yang lebih terintegrasi demi memastikan perlindungan plasma nutfah endemik Bangka Selatan.
MANAJEMEN PERBEKALAN KAPAL HANDLINE SEBELUM MELAKUKAN PENANGKAPAN DI PPS BELAWAN SUMATERA UTARA Putinur, Putinur; Yolanda, Renta; Kasuma, Riyanda Sayuza; Rolin, Febrina; Pangentasari, Dwinda
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18842

Abstract

Manajemen perbekalan sebelum melakukan penangkapan sangat penting dilakukan, hal ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar dan operasional selama perjalanan tercukupi, terutama mengingat keterbatasan akses untuk mendapatkan suplai tambahan saat berada di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menelaah jenis, jumlah, dan manajemen perbekalan yang dibawa oleh nakhoda atau awak kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September tahun 2024 di PPS Belawan menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan perbekalan kapal pancing ulur (handline) mencakup bahan bakar, air bersih, oli/pelumas, alat penangkapan ikan, gas LPG, es balok, dan aneka makanan dengan kebutuhan perbekalan yang akan dibawa bervariasi berdasarkan ukuran kapal, jumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan durasi perjalanan. Manajemen perbekalan kapal handline meliputi tahap perencanaan yaitu merencanakan jumlah perbekalan yang akan dibawa sebelum melaut; tahap pengorganisasian berupa pembagian tugas dan tanggung jawab dalam menyediakan perbekalan; tahap pelaksanaan berupa penyediaan perbekalan; dan tahap pengawasan berupa melakukan pengecekan kuantitas dan kualitas kebutuhan perbekalan sebelum melaut hingga semua kebutuhan terpenuhi. Proses pengadaan perbekalan dilakukan 7-10 hari sebelum keberangkatan dengan pengecekan terakhir pada H-1 sebelum keberangkatan.
POTENSI DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN NELAYAN DI DESA SERDANG KABUPATEN BANGKA SELATAN Setiawan, Herman; Anwar, Kasful; Syafei, Yani
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemberdayaan nelayan di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan melalui aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, dan regulasi. Kawasan ini memiliki potensi perikanan yang kuat dengan ekosistem pesisir yang baik, meliputi hutan mangrove 215 ha dan padang lamun 42 ha sebagai habitat ikan bernilai ekonomi tinggi. Produktivitas nelayan mencapai 2,8 ton per bulan per kelompok, namun nelayan masih terkendala akses permodalan, fluktuasi harga ikan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pelabuhan. Pemerintah daerah telah menyediakan tiga tempat pelelangan ikan dan satu balai pelatihan, tetapi pemanfaatannya rendah. Analisis MDS dan Monte Carlo menunjukkan model valid (selisih < 1; Stress < 0,15; R² > 94%). Dimensi kelembagaan paling kuat (93,5), diikuti ekonomi (71,0), sosial (61,5), dan regulasi (42,5). Bentuk diagram layang-layang menunjukkan ketimpangan antar dimensi dengan kelembagaan yang menonjol sementara regulasi masih lemah. Secara keseluruhan, pemberdayaan nelayan di Desa Serdang sangat bergantung pada sinergi antara penguatan kelembagaan masyarakat pesisir dan peningkatan efektivitas implementasi kebijakan daerah. Leverage rata-rata menunjukkan kelembagaan (7,86%) dan regulasi (7,20%) sebagai faktor utama peran keberlanjutan pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antarinstansi, optimalisasi sarana, dan pendampingan berkelanjutan untuk pembangunan pesisir inklusif
PENILAIAN MUTU DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) PADA KAPAL PASCA PRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Utari, Retno Dwi; Wiyono, Eko Sri; Anwar, Kasful
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.17026

Abstract

Penilaian mutu ikan merupakan tahap penting untuk menjamin kelayakan konsumsi dan nilai jual hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) pada kapal pascaproduksi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu berdasarkan parameter organoleptik, fisik, dan penanganan pascapanen. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan awak kapal, pengambilan sampel ikan, serta pengujian mutu menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4110:2020. Parameter yang dinilai mencakup kenampakan, tingkat pengeringan, perubahan warna, kondisi fisik ikan beku, dan kualitas visual. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ikan cakalang memiliki mutu baik dengan nilai organoleptik rata-rata 7–8 (skala 1–9). Variasi mutu dipengaruhi oleh durasi penangkapan, metode pendinginan di kapal, serta kebersihan wadah penyimpanan. Kelemahan yang ditemukan adalah belum optimalnya penerapan SOP penanganan, keterbatasan pelatihan awak kapal dalam pengoperasian Air Blast Freezer (ABF), serta fluktuasi suhu ruang penyimpanan yang sering melebihi standar SNI yaitu diatas –18 °C, sehingga berpotensi menurunkan kualitas ikan beku. Secara umum, mutu ikan cakalang di PPN Palabuhanratu masih layak konsumsi dengan potensi nilai jual tinggi. Namun, peningkatan konsistensi penanganan pascaproduksi, implementasi teknologi pendinginan optimal, serta pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga mutu. Selain itu, penerapan SOP berbasis mutu dan pengendalian rantai dingin yang ketat menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas ikan sekaligus mendukung nilai jual yang kompetitif.
PRODUKSI DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN TONGKOL YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS KALIMANTAN BARAT Gultom, Ester Romatua; Gusmayanti, Evi; Soetignya, Widadi Padmarsari
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.15397

Abstract

Produksi ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sungai Rengas meningkat 80,19% dari tahun 2020 ke 2021, hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap ekosistem perairan dan risiko overfishing. Dalam mendukung operasi penangkapan ikan tongkol dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan musim penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produksi dan menentukan pola musim penangkapan ikan tongkol. Data yang digunakan adalah data time series pada periode 2019-2023 dari PPP Sungai Rengas, yang meliputi produksi ikan tongkol dan upaya penangkapan (trip). Analisis data dilakukan dengan menghitung Catch Per Unit Effort (CPUE) dan Indeks Musim Penangkapan (IMP) yang menggunakan metode moving average. Hasil penelitian menunjukkan nilai CPUE mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2023, peningkatan signifikan terjadi dari 2022 sebesar 1,87 ton/trip menjadi 3,79 ton/trip pada tahun 2023, hal tersebut menggambarkan bahwa adanya pemulihan sumber daya ikan tongkol akibat penurunan trip pada tahun 2022. Musim penangkapan ikan tongkol yang didaratkan di PPP Sungai Rengas terjadi pada bulan November, Januari, Februari, Maret dengan nilai IMP tertinggi yaitu 244,96% (Februari). Musim paceklik terjadi pada bulan April-Juli. Informasi musim penangkapan ikan dapat memberikan waktu yang tepat untuk melakukan operasi penangkapan optimal lestari. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6