cover
Contact Name
Mahbub Ghozali
Contact Email
mahbubghozali@gmail.com
Phone
+6281215517805
Journal Mail Official
mukaddimahjsi@gmail.com
Editorial Address
jl. Laksda Adisucipto, Sleman, D. I. Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25794957     EISSN : 23386924     DOI : 10.14421/mjsi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam is a multidisciplinary academic journal published by Kopertais Region 3 Yogyakarta. The article published include Islamic studies that are reviewed from various perspectives, ranging from communication, anthropology, education, economics, sociology, philology, education, philosophy, ets.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2021): Juni" : 7 Documents clear
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI SD MELALUI COMPUTER ADAPTIVE INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KESULITAN BELAJAR: Aplikasi Teori Belajar Behavioristik Edward Thorndike Anisa Fatimah
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2833

Abstract

Motivasi belajar merupakan aspek penting dalam proses belajar siswa. Kekurangan motivasi untuk menjalankan aktivitas belajar akan menyebabkan sulitnya tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Seorang guru hendaknya mengetahui karakteristik setiap siswa yang dihadapinya dalam proses pembelajaran. Setelah mengetahui karakter siswanya guru dapat merancang strategi belajar yang tepat untuk mengatasi kesulitan belajar yang disebabkan rendahnya motivasi siswa. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk mengembalikan motivasi belajar pada siswa yang kesulitan belajar adalah Computer Adaptive Instruction (CAI). Sebagian besar sistem e-learning hanya bertumpu pada penyampain instruksi dengan terbatasnya kegiatan pembelajaran, dengan demikian membuka peluang untuk bisa mengembangan e-learning yang lebih interaktif dengan mempertimbangkan karakteristik anak berkebutuhan khusus yang kesulitan belajar.  Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi pembelajaran yang membantu meningkatkan motivasi belajar siswa berkesulitan belajar dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting dalam teori belajar behavioristik. Metode penelitian adalah studi kepustakaan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Strategi pembelajaran Computer Adaptive Instruction (CAI) merupakan desain pembelajaran individual yang memiliki karakteristik yaitu memerlukan hasil analisis terhadap siswa itu sendiri, alternatif strategi penyajian dan basis data pengetahuan; 2) Berdasarkan perspektif behavioristik, siswa berkesulitan belajar mengalami penurunan motivasi dapat disebabkan oleh minimnya stimulus belajar dari lingkungan siswa, keadaan kognitif, emosi dan psikomotornya yang kurang terkelola dengan baik; 3) Menjadi tantangan bagi guru inklusi untuk merancang desain pembelajaran e-learning dengan trategi pembelajaran Computer Adaptive Instruction (CAI) yang dapat mengakomodir karakteristik siswa berkesulitan belajar. Keyword: Computer Assisted Instruction; Learning Motivation; Students Learning Difficulties
METODE TAHFIZ AL QUR’AN PADA SANTRI KALONG DI PESANTREN ROUDLOTUL QURAN SEMARANG Novianis Nur Mufidah; Muh Subhan Ashari; Aris Nurlailiyah
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran taḥfīẓ pada santri ‘kalong’ di pondok pesantren Roudlotul Qur’an Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode field research. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tahfiz Al-Qur’an yang diterapkan kepada santri kalong adalah: pertama, metode Wahdah. Sebuah metode pengulangan ganda, menghafal urutan-urutan ayat, menggunakan satu jenis mushaf, memahami arti dari lafadz kunci yang dihafal serta memperhatikan ayat-ayat serupa). Kedua, metode Sima’i. Sebuah metode menyetorkan hafalan kepada seorang guru. Adapun faktor penunjang dalam mengimplementasikan metode tahfiz di pesantren ini adalah kebebasan proses pembelajaran, mujahadah, motivasi, doa, dukungan guru dan orang tua, berfikir positif, lingkungan yang mendukung, melaksanakan salat malam, lebih menghargai waktu. Sedangkan faktor penghambatnya adalah rasa malas, kurang optimal dalam menghafal, masalah pribadi, kesehatan kurang baik, kapasitas ingatan kurang baik, kurangnya waktu luang, serta sugesti buruk tentang menghafal. Kata Kunci: Taḥfīẓ Al-Qur’an, Metode Hafalan, Santri
CAPACITY YOUTH BUILDING: Pengkaderan Pemuda Penggerak Desa Gandusari, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah Ahid Aufa Big; Nur Arifa; Alfa Puspita Nahara; Nisrina Albizzia Qisty
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2866

Abstract

Kesadaran pemuda untuk aktif, kreatif, dan inovatif yang masih kurang di Dusun Soropaten dan Jangkungan, merupakan permasalahan utama pemberdayaan masayarakat di wilayah tersebut. hal ini disebabkan oleh empat faktor yaitu: (1) Minimnya peran pemuda dalam segala aspek di pedesaan, (2) Kurangnya kesadaran pemuda dalam mengelola sumber daya yang tersedia, (3) Belum terbentuknya sistem manejemen dan sistem pengorganisasian pemuda yang optimal, (4) Rendahnya daya inovasi pemuda di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam program ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan penggalian data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Dua teknik ini digunakan sebelum program dilakukan agar pelaksanaan program benar-benar berdasar kebutuhan di lapangan dan tepat sasaran. Pembentukan program Pengkaderan Pemuda Penggerak Desa (P3D) dengan melakukan Youth Capabilty Building dan praktik pemberdayaan melalui Comunity Engagement merupakan upaya yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam pelaksanaan program P3D dilakukan pemaparan materi wajib yang terdiri dari materi kepemimpinan, materi advokasi, dan materi pengorganisasian masyarakat. Pemaparan materi wajib, merupakan upaya dalam meningkatkan kapabiltas para pemuda di Dusun Soropaten dan Jangkungan. Selain itu terdapat materi khusus tentang asassement sumber daya, problem solving dan moderasi agama. Program ini menghasilkan kader pemuda lingkungan, sosial, dan kegamaan yang berkompeten untuk memaksimalkan sumber daya wilayah, menghadapi dinamika sosial, memecahkan persoalan di masyarakat, dan meningkatkan kapasitas potensi keagamaan. Kata kunci: Pemuda, Inovasi, Pengembangan Sumber Daya
MAKNA HADIS HUKUM MEMENGGAL KEPALA KAJIAN HERMENEUTIK MUHAMMAD AL-GHAZALI: Studi Kasus Pelecehan Agama di Prancis Nur Arifa; Alfa Puspita Nahara
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2867

Abstract

Dewasa ini, isu pelecehan agama menjadi permasalahan yang sangat gencar dibicarakan. Kasus pelecehan agama berupa penyebaran karikatur Nabi Muhammad di Prancis yang berujung pada tindakan pemenggalan kepala oleh pemuda muslim pun menuai banyak kontroversi di kalangan umat muslim. Adanya teks-teks keagamaan yang membolehkan hukuman berupa pemenggalan kepala atas nama pelecehan agama, nampaknya banyak ditelan begitu saja oleh masyarakat tanpa mengetahui makna kandungannya ataupun mempertimbangkan beberapa prosedur sebelum melakukan hukuman tersebut. Beberapa pendapat pun muncul sebagai justifikasi atau penolakan terhadap pemenggalan kepala yang dilakukan oleh pemuda tersebut. Pendapat yang membolehkan tindakan ini menganggap bahwa hal ini sesuai dengan hadis dan teks keagamaan islam dan pendapat yang mengecam beranggapan bahwa perbuatan tersebut merupakan tindakan yang semena-mena, brutal dan tidak sesuai dengan tuntutan agama. Maka dari itu, tulisan ini akan menyajikan hadis-hadis yang berhubungan dengan perintah memenggal kepala terhadap penista agama dengan menggunakan sudut pandang pemahaman hadis melalui hermeneutik Muhammad Al-Ghazali. Metode yang digunakan yaitu menguji hadis terkait dengan Al-Quran, hadis shahih lainnya, fakta sejarah yang ada serta kebenaran ilmiah. Dari kesimpulan yang kami dapat bahwa hadis yang diiwayatkan oleh Abu Daud merupakan hadis prosedural yang mana tidak semua orang dapat mengimplementasikan hadis tersebut, serta terdapat beberapa prosedur yang harus dijalani sebelum melakukan pemenggalan itu. Kata kunci: hadis, memenggal kepala, Muhammad Al-Ghazali
DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH BERBASIS DIFERENSIASI OTAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Studi Perspektif Neurosains) Zaimatuz Zakiyah; Afdhal Fikri Mirma; M. Nur Pahlevi; Nasiruddin
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2868

Abstract

Salah satu fungsi otak adalah sebagai mekanisme pemrosesan bahasa. Fungsi ini pula yang menyebabkan perkembangan bahasa manusia berhubungan dengan perkembangan otak. Lebih lanjut, laki-laki dan perempuan memiliki struktur otak yang berbeda. Perbedaan atau diferensiasi ini berimplikasi terhadap karakter dan pola belajar bahasa yang berbeda pula. Oleh karena itu, memperkaya dan memperluas kurikulum adalah salah satu upaya yang dapat ditempuh lembaga pendidikan untuk memaksimalkan potensi yang ada pada siswa laki-laki (siswa) dan atau siswa perempuan (siswi). Penelitian ini bertujuan untuk merancang sekaligus menawarkan kurikulum pembelajaran bahasa Arab berbasis diferensiasi otak laki-laki dan perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Sehubungan dengan itu, data diperoleh dari buku, artikel jurnal, surat kabar elektronik, dan sebagainya. Lalu, data dianalisis dengan analisis deskriptif. Penelitian menemukan tujuan, materi, metode, aktifitas, media, dan penilaian pembelajaran yang dibangun berdasarkan diferensiasi otak laki-laki dan perempuan. Dengan dirancangnya kurikulum ini, peserta didik akan mendapatkan pengalaman belajar sesuai dengan karakter dan potensi yang dimilikinya. Kata kunci: desain, diferensiasi otak, kurikulum, neurosains. pembelajaran bahasa Arab
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI SIGLI ACEH: Analisis Wacana Kritis Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Rumah Tangga di Sigli Aceh Dara Maisun; Inayah Rohmaniyah; Hablun Ilhami
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2869

Abstract

Masyarakat Aceh yang dikenal akan budaya dan Syariat Islam ternyata masi memiliki kasus kekerasan yang tinggi dan subordinasi terhadap perempuan dalam rumah tangga. Terbukti dari masayraakat menganggap beberapa kebijakan yang tertera dalam Qanun Jinayat terkesan memberatkan kaum perempuan. Tulisan ini bertujuan untuk melihat persepsi masayarakat Aceh terkait kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga. Tulisan ini berdasarkan penelitian kualitatif, dengan sumber data primer penelitian yaitu “L. S” selaku korbana kekerasan perempuan dalam rumah tangga. “B. Y” selaku tetangga korban penusukan istri pada tanggal 18 April 2020 dan “R”. K dan E” selaku masyarakat umum. Data yang diperoleh melalui metode wawancara dan media berita kemudian diinterpretasi dengan menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil analisis menunjukkan bahwa para istri di Aceh akan diberi label nusyuz (tidak berbakti, tidak patuh, dan merendahkan suami) dan sah untuk dihukum. Seperti yang dikatakan dalam berita lokal terkait penusukan yang dilakukan suami terhadap istri di Sigli dikarenakan sosok istri tidak hormat, tidak menghargai, sering mencerca, memarahi sehingga suami tak tahan dan menusuk. Persepsi masayarakat masi banyak yang memposisikan wanita sebagai kaum yang lemah menempatkan mereka pada subordinasi. Penyebab diskriminasi perempuan dalam kehidupan sosial karena menempatkan laki-laki sebagai pihak yang mendominasi dalam setiap aspek kehidupan. Dalam hal ini, pemahaman akan kesetaraan gender sangat penting bagi rumah tangga, dapat menambah keharmonisan sehingga kekerasan dalam rumah tangga minim terjadi. Mengingat persepsi masyarakat akan kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga mengandung nilai pro dan kontra maka perlu adanya penelitian lanjutan guna mengungkap konstruksi sosial akan perbedaan pria dan wanita secara status, sifat dan peran dalam rumah tangga. Kata kunci: Masyarakat Aceh, Persepsi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perempuan.
EKSISTENSI JAMAAH TABLIGH DAN TANTANGAN BAGI MASYARAKAT MULTIKULTURAL PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI DESA TAMBI, WONOSOBO Siti Khodijah Nurul Aula
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.61.2870

Abstract

Dinamika hubungan sosial-keagamaan di masa pandemi Covid 19 mengalami pasang surut. Masyarakat juga mulai terbiasa dengan kebiasaan baru: memakai masker, menjaga jarak, dan melakukan kegiatan dari rumah (work from home). Kenormalan baru tersebut dilakukan juga oleh segenap masyarakat di Desa Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah. Kehidupan masyarakat disana beragam dengan berbagai latar belakang organisasi dan aliran keagamaan, seperti: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Jamaah Tabligh. Kehadiran Pandemi Covid 19 menjadi salah satu tantangan hubungan sosial-keagamaan bagi masyarakat desa, terlebih terdapat kelompok minoritas Jamaah Tabligh. Kelompok Jamaah Tabligh mendapatkan sorotan dan pertentangan ketika awal penyebaran Covid 19 di Indonesia karena menyelenggarakan Ijtima’ Ulama dunia di Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan menjelaskan keberadaan kelompok minoritas Jamaah Tabligh di Desa Tambi, serta menganalisis dampak pandemi pada masyarakat yang multicultural. Desa Tambi menjadi etalase kecil dalam melihat masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai multikultural. Eksistensi dari masyarakat multikultural di Desa Tambi mendapatkan tantangan setelah Jamaah Tabligh terlihat pada kegiatan Ijtima’ Ulama dengan pemberitaan yang massif di media sosial dan media cetak. Penelitian ini menggunakan teori masyarakat multikultural dari Bikhu Parekh, yang menjelaskan setiap komunitas budaya yang memiliki perbedaan secara konsepsi terkait dunia, sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah adat, dan kebiasaan. Berdasarkan analisis data di lapangan didapatkan hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, terdapat faktor internal dan eksternal yang menyebabkan hubungan masyarakat multikultural dengan kelompok minoritas muslim menghadapi gejolak di masa pandemi Covid 19. Kedua, Kondisi pandemi Covid 19 menjadi tantangan bagi masyarakat Desa Tambi terkait esksistensi Jamaah tabligh, yang terstigma menjadi salah satu penyebab dalam penyebaran Covid 19 di Indonesia. Keyword: amaah Tabligh, Multicultural, Covid 19, Wonosobo

Page 1 of 1 | Total Record : 7