cover
Contact Name
Abdulloh Ubet
Contact Email
jilsa@uinsa.ac.id
Phone
+6282257622145
Journal Mail Official
jilsa@uinsa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Jl. Jend. Ahmad Yani 117 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab)
ISSN : 26147777     EISSN : 26151952     DOI : https://doi.org/10.15642/jilsa
Core Subject : Humanities,
Jurnal Ilmu Linguistik & Sastra Arab (JILSA) adalah Jurnal yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun oleh Program Studi Bahasa & Sastra Arab Fakultas Adab & HUmaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jurnal ini memfokuskan bidang kajiannya dalam bidang Bahasa & Sastra Arab.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2023): April" : 24 Documents clear
Translation Techniques of Arabic to English Short Story “The Prophet Muhammad and The Angel Gabriel” Tristy Kartika Fi'aunillah; Lutfiyah Alindah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.47-56

Abstract

This article aims to analyze the translation techniques applied in the English translation of an Arabic short story entitled “The Prophet Muhammad and the Angel Gabriel”, as well as to imply the translation ideology in the target language text. The audience of Islamic short story has expanded alongside the growth of the religion’s communities in the world, which is why studying translation techniques in translating Arabic texts into English – the most well-known lingua franca – is substantial. The researcher used Molina and Albir’s translation technique classification. The article reveals that from the 60 techniques found in the target text, the techniques that focus on structure adjustment such as transposition and linguistic compression are the most frequently used, while the techniques that focus on lexical meaning adjustment are significantly fewer. This is also due to the source text that do not contain notably complicated sentences or implicit messages. The structure adjustment techniques make the target text sound more natural and readable implying that the ideology of the translation process is domestication.
Al-Taḥlīl al-Balāgī ‘alā Sūrah al-‘Alaq min Khilāl al-‘Anāṣir al-Sab’ah Sodikin Sodikin; Abdur Rohman
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.107-115

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis surah al–Alaq menurut kajian ilmu balaghah modern dengan berdasarkan tujuh aspek yaitu : idelpokok pikiran, tema/topik, makna, penggambaran, kata, nada dan struktur. Ide merupakan pokok pikiran dalam surat, kemudian pokok pikiran ini direalisasikan dalam tema-tema (topik-topik). Sementara aspek makna, penggambaran dan nada dikenal dalam ilmu balaghah dengan ilmu ma’ani, bayan, dan badi’. Adapun yang dimaksud dengan kata kata adalah kecermatan pemilihan kata dan ungkapan. Dan yang dimaksud dengan aspek struktur adalah adanya kaitan antara satu ayat dengan ayat yang lain, adanya hubungan antara nada dan makna, serta antara pembukaan dan penutup ayat. Ide atau pokok pikiran dalam surat al-Alaq adalah tentang penciptaan manusia, pendidikan, dan kedurhakaan mereka. Sementara tema-tema yang ada dalam surat al-Alaq adalah tentang : Penciptaan manusia, perintah membaca dan menulis, kedurhakaan manusia dan ancaman terhadap pendurhaka. Hasil lain yang didapatkan adalah bahwa surat al-Alaq terdapat hubungan yang serasi antara nada dan makna, adanya kaitan antara satu ayat dengan ayat yang lain dan adanya korelasi antara pembukaan dan penutup ayat.
Taḥlīl al-Ḥālāt al-Basyariyah li al-Syakhṣiyāt al-Ra’īsiyah fī Riwāyah Banāt al-Riyāḍ li Rajā’ al-Ṣāni’ alā Naẓariyah Abraham Maslow Mohammad Kurjum; Amelia Ika Putri Zulkarnain
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.116-131

Abstract

Novel "Banāt al-Riyāḍ" yang ditulis oleh Rajā’ al-Shānea mengisahkan empat tokoh utama, yaitu Qamrah, Sedeem, Lumeis, dan Michelle, dalam perjalanan asmara mereka ketika berusia dua puluhan. Perjalanan kisah mereka dalam novel ini memunculkan rumusan masalah tentang berbagai kebutuhan kemanusiaan yang sesuai dengan teori humanistik Abraham Maslow. Melalui penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kebutuhan kemanusiaan yang diperlukan oleh masing-masing tokoh utama dalam novel "Banāt al-Riyāḍ" karya Rajā’ al-Shānea, yang kemudian akan dianalisis menggunakan teori humanistik.
Analisis Semantik pada Kata “Afnān”: Kajian Mikro Linguistik Arab terhadap Surah al-Rahman Ayat 48 Fransisca, Malia
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.99-106

Abstract

Surah al-Rahman is one of the surahs in the Qur'an which has its own uniqueness, namely that there is 1 verse that is repeated up to 31 times, namely the verse that reads "fabi'ayyi alaa'i robkumuma tukadzdziban". It turns out that not only this verse, the researcher will also describe other uniqueness in this paper related to the word "afnān" which in translation means trees and fruits. Referring to the meaning of the dictionary, it is irrelevant, so the researcher uses a library research approach, in this case interpretation. This writing method uses qualitative methods. This study was analyzed using micro-study of Arabic linguistics (language), namely semantics. The result of this paper is that the word "afnān" contained in Surat al-Rahman verse 48 literally means branch, color, art. Meanwhile, Tafsir Ibn Kathir and al-Wajiz explained that the meaning of the word "afnān" is the colorful fruits or several branches that have very many fruits. Meanwhile, Tafsir Jalalain explains that the meaning of the word "afnān" is raindrops or the ruins of a house. So, from these two explanations we can conclude that there are differences in the meaning of the word "afnān" in terms of quality and quantity.
Semantik Hijrah dalam Al Qur'an Suryaningrat, Erwin
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.68-82

Abstract

Istilah hijrah sudah masyhur didengar, bahkan ada fenomena di tengah masyarakat pada masa kini munculnya Gerakan “hijrah”, yaitu sekelompok orang yang didominasi oleh kaula muda untuk berproses menuju kepada kebaikan, dan proses perubahan menuju kebaikan ini mereka pahami dengan istilah “Hijrah”, Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban seputar permasalahan semantik hijrah dalam Al-Qur’an  yang  dirumuskan dalam poin-poin di bawah ini. (1) Persoalan etimologi hijrah (2) Persoalan pemakaian dan pemaknaan hijrah dalam Al-Qur’an (3) Relasi semantik hijrah dalam Al-Qur’an . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah linguistik dengan menggunakan kajian semantik. Dalam hal ini penulis menggunakan metode deskriptif, dan metode sinkronik dan diakronik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan tata hubungan sintagmatik, paradigmatik, intratekstual, dan intertekstual. Hasil dari penelitian yang penulis dapatkan adalah Al-Qur’an  menyebutkan hijrah sebanyak tujuh belas kali dalam bentuk kata kerja dan ism fa’il. Penggunaan kata hijrah dalam Al-Qur’an  menunjukan kepada pengertian menjauh, baik dalam bentuk perbuatan, perkataan dan sikap. Ada empat makna dalam Al-Qur’an  yang menggunakan kata hajara, verba dari nomina hijrah, yaitu; 1) perkataan yang tercela, 2) meninggalkan dalam bentuk berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, 3) berpisah ranjang dengan pasangan, 4) meninggalkan dalam bentuk perkataan dan uzlah ‘menyendiri’. Dan pada akhirnya penulis menemukan subtansi dari makna kata  hijrah merupakan ism dari kata kerja hajara yang memiliki makna musytarak yang pada intinya menuju pada satu pengertian, yaitu meninggalkan.
Gaya Bahasa Jinās dan Saja’ dalam Surah Al-Qiyāmah Arraid, M. Salwa
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.57-67

Abstract

Keindahan bunyi dari lafal-lafal al-Qur’an adalah salah satu kemukjizatan al-Qur’an yang paling mudah ditangkap dan dirasakan oleh orang-orang awam. Untuk mengungkapkan keindahan al-Qur’an ini diperlukan suatu disiplin ilmu, yaitu ilmu Balaghah . Salah satu bagian pembahasan ilmu Balaghah  adalah tentang muhassināt al-lafẓiyyah atau keindahan lafal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keindahan lafal ayat-ayat al-Qur’an dalam surat al-Qiyāmah yang mengandung gaya bahasa jinās dan saja’. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian ayat-ayat al-Qur’an dalam surat al-Qiyāmah, ditemukan berbagai macam gaya bahasa jinās dan saja’, yaitu jinās tam meliputi jinās al-mumatsil, jinās ghair tam yang meliputi jināsal-naqish, jināsal-mustaufi dan jināsal-qalbu. Adapun saja’ yang ditemukan yaitu saja’ muṭarraf, saja’ mutawāzī, dan saja’ muraṣṣa’.
Taḥlīl al-Ḥālāt al-Basyariyah li al-Syakhṣiyāt al-Ra’īsiyah fī Riwāyah Banāt al-Riyāḍ li Rajā’ al-Ṣāni’ alā Naẓariyah Abraham Maslow Kurjum, Mohammad; Zulkarnain, Amelia Ika Putri
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.116-131

Abstract

Novel "Banāt al-Riyāḍ" yang ditulis oleh Rajā’ al-Shānea mengisahkan empat tokoh utama, yaitu Qamrah, Sedeem, Lumeis, dan Michelle, dalam perjalanan asmara mereka ketika berusia dua puluhan. Perjalanan kisah mereka dalam novel ini memunculkan rumusan masalah tentang berbagai kebutuhan kemanusiaan yang sesuai dengan teori humanistik Abraham Maslow. Melalui penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kebutuhan kemanusiaan yang diperlukan oleh masing-masing tokoh utama dalam novel "Banāt al-Riyāḍ" karya Rajā’ al-Shānea, yang kemudian akan dianalisis menggunakan teori humanistik.
Kontradiksi Nilai dalam Syair Arab Jahiliyah Djamaluddin, Burhan; Nurlailah, Nurlailah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.28-36

Abstract

Pada umumnya, kata Jahiliyah mengandung makna negatif, yang bertentangan dengan nilai yang dibawa oleh Islam. Nilai negatif dari kehidupan masyarakat Jahiliyah tersebut, ditemukan dalam berbagai masalah, baik dalam masalah akidah, masalah mu’amalah, hasil karya sastra, maupun masalah-masalah lainnya. Namun sebaliknya, dalam syair karya penyair Jahiliyah, misalnya syair karya Zuhair bin Abi Sulma, dan Labid bin Rabi’ah, ditemukan nilai-nilai yang berseberangan dengan nilai-nilai yang umumnya terdapat dalam masyarakat Jahiliyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kontradiksi nilai tersebut dalam karya syair Jahiliyah. Untuk mengungkap kontradiksi nilai tersebut digunakan pendekatan teologi, karena kontradiksi nilai yang ingin diteliti dalam syair Jahiliyah adalah nilai-nilai teologi. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam hasil karya penyair Jahiliyah, tidak seluruhnya menggambarkan nilai ketuhanan yang terdapat dalam kehidupan Jahiliyah, yaitu kemusyrikan. Tetapi kenyataanya, dalam syair karya penyair Jahiliah, seperti Zuhair bin Abi Sulma, Labid bin Rabi’ah, dan Antarah ditemukan nilai teologi yang sejalan dengan teologi yang diajarkan Islam.
Al-Isti’ārah fī Abyāt al-Imām al-Syāfi’ī Ubet, Abdulloh
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.16-27

Abstract

Artikel dengan judul “Isti’arah Dalam Bait-bait Syair Imam Syafi’i membahas tentang karakteristik dan macam-macam bentuk Isti’arah yang terkandung dalam setiap bait-bait syair Imam Syafi’i, agar ditemukan hubungan Isti’arah (keserupaan timbal-balik yang saling mempengaruhi) antara pengarang dan karya sastranya. Metode strukturalisme genetik-ekstrinsik digunakan untuk menganalisis, bagaimana macam-macam Isti’arah dalam bait-bait syair Imam Syafi’i beserta manfaatnya. Hasilnya, Isti’arah adalah salah satu bagian dari majaz lughawi yang tashbih-nya dibuang salah satu atharaf-nya. Oleh karenanya hubungan antara makna hakiki dengan makna majazi adalah mushabahah. Adapun manfaat syair Imam Syafi’i adalah sebagai sarana dakwah untuk memperbaiki akhlak seperti kebaikan, ketakwaan dan petunjuk.
Uslūb al-Tafalsuf fī al-Qur’ān al-Karīm Sodiq, Machfud Muhamad
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.1-15

Abstract

يعتبر كل من القرآن والفلسفة حركة فكرية تحاول، كل على حدة وعلى طريقتها الخاصة، الوصول إلى الحقيقة. ويحاول القرآن مساعدة الإنسان على التمتع بالحياة والتعامل مع تعقيداته المختلفة من خلال دفعهم للهروب الواعي من الواقع، خاصة غير المريح منه، وقد دعا القرآن إلى اعتبار هذه الموجودات بالعقل وتطلب معرفتها به والنظر إلى الحياة على الأرض باعتبارها محطة على الطريق لما بعدها من حياة موعودة. أما الفلسفة فتحاول مساعدة الإنسان على التمتع بحياته من خلال حثه على مواجهة تعقيداته الكثيرة المتنامية، وتطوير قدراته العقلية على ممارسة التأمل الواعي والتفكير العلمي، ولا ترى سببا في تخلي الإنسان عن هذه الحياة من أجل ما يعد به القرآن من حياة مؤجلة أخرى. وموضوع هذا البحث هوالفلسفة فى ضوء القرآن الكريم.

Page 2 of 3 | Total Record : 24