cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2020): Oktober" : 5 Documents clear
Subtitusi Tepung Kedelai (Glycin max) dengan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba Petandra) dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Nener Bandeng (Chanos chanos) Anastasia, Hasriani; H. Muskita, Wellem; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.694 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i4.15615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng (C. chanos). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas : 100% TK ; 0% TAMBK (pakan A),  75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Sebanyak 120 ekor nener bandeng (bobot awal rata-rata : 0,73±0,03 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (08.00 dan 17.00 WITA) secara adlibitum selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak, laju.pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan nener bandeng yang diberi. pakan uji masing-masing berkisar antara 0,24-0,57 g, 0,70-1,32 %, 18,17-23,96 g. Sedangkan rasio konversi pakan.dan efisiensi pakan tertinggi diamati pada nener bandeng yang diberi pakan D masing-masing sebesar 5,29±2,53 dan 21,59±8,59%. Retensi protein tertinggi diperoleh pada nener bandeng yang diberi pakan C (2,12±0,29%) Tingkat kelangsungan hidup nener bandeng tertinggi diperoleh pada perlakuan A (70%) dan terendah diperoleh pada perlakuan D (40%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa subtitusi 25% tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan dapat menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, subtitusi, pertumbuhan, kelangsungan hidup, nener bandeng (C. chanos)
Padat Tebar Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L) Menggunakan Resirculation Aquaculture System (RAS) Lamadi, Arafik; Marapua, Reynaldo P. A; Mulis, Mulis
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.045 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i4.13506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar yang berbeda dengan menggunakan Resirculation Aquaculture System (RAS) terhadap kelangsungan hidup benih ikan mas. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian dilakukan dengan cara menebar benih ikan mas pada wadah budidaya dengan teknologi RAS dengan kepadatan yang berbeda. Perlakuan A (Kontrol), perlakuan B (10.000 ekor/m3), perlakuan C (15.000 ekor/m3) dan perlakuan D (20.000 ekor/m3). Hasil tingkat kelangsungan hidup benih ikan mas menunjukkan perlakuan A lebih baik dari perlakuan lainnya (56,02%) dan Perlakuan D menunjukkan nilai lebih buruk dari perlakuan lainnya (43,16%). Penelitian ini menggunakan Analisys of Varience (ANOVA) sehingga menunjukan padat tebar berbeda dengan menggunakan RAS memberikan pengaruh nyata. Parameter kualitas air selama penelitian menunjukkan nilai amonia (NH3) tinggi dikarenakan ketidaksiapan bakteri pada biofilter. Disarankan untuk mengembangkan bakteri (Nitrosomonas dan Nitrobacter) selama 45 hari.Kata Kunci : Ikan Mas, Padat Tebar, Resirculation Aquaculture System, Kelangsungan Hidup.
Substitusi Minyak Ikan dengan Minyak Sawit dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Muhammad Arif; Muhaimin Hamzah; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.912 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i4.14949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak sawit (MS) dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan rajungan (P. pelagicus). Sebanyak 36 ekor rajungan dengan berat awal rata-rata 12,56 ± 0,18 g, ditebar secara acak ke dalam 12 wadah (3 ekor/wadah) diberi perlakuan pakan buatan berbeda yaitu 6% MI + 0% MS (pakan A), 4% MI + 2% MS (pakan B), dan 2% MI + 4% MS (pakan C). Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Pertumbuhan mutlak rata-rata tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini adalah 30,67 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,66-1,50%, frekuensi molting berkisar antara 0,00-66,67%, pertumbuhan panjang karapas berkisar antara 0,78-1,49 cm, pertumbuhan lebar karapas berkisar antara 1,62-3,26 cm, dan tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 33,33-100%. Secara statitistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak sawit dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak rata-rata, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, frekuensi molting, pertumbuhan panjang karapas, pertumbuhan lebar karapas, dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi 30% minyak ikan dengan minyak sawit dalam pakan buatan menghasilkan pertumbuhan optimal rajungan (P. pelagicus).Kata Kunci : Rajungan (Portunus pelagicus), Minyak Ikan, Minyak Sawit, Pertumbuhan.
Penggunaan Tanaman Lamtoro (Leucaena leucoephala), Gamal (Gliricidia sepium), Dan Asam Jawa (Tamarindus indica) Sebagai Media Tumbuh Detritus Dan Plankton Sebagai Media Pakan Alami Teripang Pasir (Holothuria scabra Jaeger) Yang Dibudidayakan Di Perairan Pantai Desa Wawobungi Kab. Konawe Saputra, Randi Ade; Patadjai, Rahmad Sofyan; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v5i4.11585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup teripang pasir (H. scabra Jaeger) yang dipelihara dengan menggunakan rumpon kolekor menggunakan tanaman yang berbeda.  Rumpon tersebut diduga akan berfungsi sebagai substrat untuk pertumbuhan diatom bentik dan detritus lain sebagao pakan teripang pasir. Tanaman yang dipakai adalah lamtoro, gamal dan asam jawa dan yang diguankan adalah batang, ranting and daun tanaman tersebut.  Desain penelitian adalah desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan plankton tertinggi sebesar 10 sel.mL-1 di peroleh pada perlakuan lamtoro. Penggunaan lamtoro, gamal dan asam jawa sebagai rumpon memberikan respon yang berbeda terhadap pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup teripang pasir.    Pertumbuhan mutlak tertinggi didapat pada rumpon gamal 83,05 g diikuti dengan rumpon lamtoro 46,38 g dan rumpon  asam jawa sebesar 30,51 g. Tingkat kelangsungan hidup teripang pasir mulai dari 64,52%.pada perlakuan asam jawa diikuti dengan perlakuan lamtoro 80,00% dan tertinggi pada rumpon gamal sebesar 93,10%.  Perbedaan jenis rumpon yang digunakan menunjukkan respon yang tidak berbeda nyata terhadap Laju Pertumbuhan Spesifik.  Laju pertumbuhan spesifik teripang pasir mulai dari 0,91% pada perlakuan asam jawa diikuti dengan perlakuan lamtoro 1,21% dan gamal 1,69%.  .  Kata Kunci: Rumpon, Lamtoro (L. Leucoephala), Gamal (G.  Sepium), Asam Jawa (T. Indica).
Subtitusi Minyak Ikan Dengan Minyak Kelapa Tradisonal Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus) Agus Kurnia; Oce Astuti; Muhaimin Hamzah; Indriyani Nur; Yusnaini Yusnaini; Siti Manfus
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v5i4.21088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respon pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang diberi pakan yang mengandung komposisi substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak kelapa tradisional (MKT) yang berbeda dalam pakan.Tiga jenis pakan rajungan dibuat dengan komposisi substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional yaitu 4%MI+2%MKT(pakanA), 3%MI+3%MKT(pakanB), 2%MI+4%MKT(pakanC). Sebanyak 36ekor rajungan (bobot tubuh awal:53.653.23g) disebar kedalam 12 akuarium (3ekor per akuarium)dan dipelihara selama 45 hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari pada jam 07.00 pagi-19.00 malam. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak(PM),laju pertumbuhan spesifik(LPS),panjang lebar karapas,konsumsi pakan(KP),efisiensi pakan(EP),rasio konversi pakan(RKP)dantingkat kelangsungan hidup. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perbedaan komposisi substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional dalam pakan memberikan respon yang sama terhadap pertumbuhan mutlak,laju pertumbuhan spesifik,panjang dan lebar karapas,konsumsi pakan,rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rajungan yang diberi pakan uji berkisar antara 3,34g-59,7g dan 0.09%-0,21%.Efisiensi pakan dan rasio konversi pakan rajungan yang diberi pakan uji berkisar antara1,97g-3,11g dan55,05-33,36.Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional dalam pakan dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan  dan kelangsungan hidup rajungan.Kata Kunci: Minyak Kelapa Tradisonal, minyak ikan, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, Rajungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5