cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018" : 19 Documents clear
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEPIAN YANG DI RASAKAN OLEH LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA INA KAKA AMBON Maritje Malisngorar; Indah Susanti; Kelean Wattimena
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.278

Abstract

Kesepian sendiri adalah suatu keadaan mental dan emosional yang terutama dicirikan oleh adanya perasaan terasing dan kurangnya hubungan yang bermakna dengan orang lain (Bruno, 2010). Wrightsman (2015) juga menambahkan bahwa kesepian merupakan pengalaman subjektif dan tergantung pada intepretasi individu terhadap suatu kejadian. Kesepian tersebut pada dasarnya mengacu pada ketidaknyamanan subjektif yang dirasakan seseorang ketika beberapa kriteria penting dari hubungan sosial terhambat atau tidak terpenuhi.TUJUAN : Untuk Mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kesepian pada lansia di PSTW Inakaka Ambon.. METODE PENELITIAN : Penelitian akan dilakukan menggunakan jenis penelitian deskriptif korelatif pendekatan cross secctional, untuk melihat hubungan dukungan sosial dengan kesepian pada lansia di PSTW Inakaka Ambon. Pengumpulan data baik variabel bebas maupun variabel terikat dengan pendekatan cross sectional di lakukan secara bersama-sama (Nursalam, 2016).HASIL PENELITIAN : Hasil analis uji chi-square berdasarkan nilai continuity correction diperoleh p = 0,050, artinya Ha diterima Ho ditolak degan demikian ada hubungan dukungan sosial secara signifikan dengan kesepian yang dirasakan oleh lansia Kata kunci : Dukungan Sosial, Kesepian Pada Lansia
ANALISIS KADAR MERKURI PADA KRIM PEMUTIH YANG DI PERJUAL BELIKAN SECARA ONLINE DI KOTA MAKASSAR Nuradi Nuradi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.224 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.209

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah merkuri merupakan salah satu bahan berbahaya yang terkadang masih di temukan di dalam kandungan sebuah Krim pemutih. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya merkuri dan menentukan kadar merkuri pada krim pemutih yang dipejual belikan secara online. Penelitian ini bersifat destriptif dan dilaksanakan di Balai besar laboratorium kesehatan Makassar pada tanggal 4 agustus – 11 agustus 2016 dengan jumlah sampel 7 yang di beli di berbagai toko online di kota makassar secara Accidental sampling. Hasil penelitian ditemukan adanya logam merkuri (Hg) dengan jumlah kadar 0,1429-1531.5713 ug/g. Berdasarkan keputusan BPOM No. HK. 03. 1.23.08.11.07517 tahun 2011 bahwa raksa dilarang digunakan dalam kosmetik maka Krim Pemutih yang beredar yang di perjual belikan secara online di Kota Makassar tersebut tidak memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan.Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti logam berat lainnya pada krim pemutih yang beredar di pasar. Kata kunci: Merkuri, Spektrofotometri serapan atom, Krim pemutih
PENGARUH TEKNIK PENGULURAN TERHADAP PENAMBAHAN BERAT DAN TINGGI BADAN BAYI USIA 2 – 4 BULAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PERTIWI MAKASSAR Andi Halimah; Hendrik Hendrik
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.449 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.186

Abstract

Kondisi optimal pada masa bayi tidak lepas dari faktor fisik, psikis dan lingkungan si bayi,selain tentunya nutrisi yang baik dan adekuat. Pijat bayi adalah suatu usaha yang positif untuk memperoleh kondisi optimal pada pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi tersebut. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen di lapangan menggunakan rancangan the pretest-posttest two group disign. Populasi adalah bayi berusia 2 – 4 bulan yang lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pertiwi Makassar, berat badan lahir minimal 2500 gram hingga 3500 gram, panjang badan lahir minimal 43 cm – 50 cm. Sampel penelitian bayi berusia 2 – 4 bulan yang memenuhi kriteria inklusi yaitu Pemberian air susu ibu secara eksklusif dan Tidak sedang mengalami suatu penyakit yang dapat mengganggu jalannya penelitian, sehingga jumlah sampel sebanyak 24 orang. Hasil penelitian pada analisis paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada berat badan dan panjang badan sebelum dan sesudah pemijatan dengan teknik effleurage dan teknik pemijatan effleurage dan penguluran, dimana p= 0,000 < 0,05. Hasil analisis independent t- test menunjukkan ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pemijatan teknik effleurage dengan pemijatan teknik effleurage dan pengukuran terhadap rata-rata berat badan dengan p= 0,000 < 0,05, sedangkan pada faktor rata-rata panjang badan menunjukkan adanya perbedaan yang tidak signifikan, dimana p= 0,005 = 0,05. Kesimpulan ada perbedaan pengaruh pemberian pemijatan teknik effleurage dengan pemijatan teknik effleurage dan penguluran terhadap berat badan, tetapi tidak ada perbedaan pengaruh terhadap panjang badan. Kata Kunci: Bayi, Pemijatan, Effleurage, Penguluran, Berat badan, Panjang badan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA TANJUNGTANI KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2016 Baktianita Ratna Etnis; Sutanto Priyo Hastono; Sri Widodo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.239 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.301

Abstract

Gerakan Keluarga Berencana Nasional disiapkan untuk membangun keluarga sejahtera dalam rangka membangun sumber daya manusia yang optimal, dengan ciri semakin meningkatnya peran serta masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan KB. Jumlah WUS yang menggunakan IUD di Desa Tanjungtani sebesar 6,28% Tahun 2015 dan sebesar 0,15 dari bulan januari-september tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2016. Rancangan penelitian ini adalah Case Control. Sampel sebanyak 104 dengan 52 kasus dan 52 kontrol. Sampel dipilih dengan teknik Proportional Stratified Rondom Sampling. Uji statstik menggunakan Chi Square dan Regresi Logistik Ganda. Didapatkan bahwa faktor yang berhubungan bermakna dengan penggunaan kontrasepsi IUD yaitu pengetahuan (p=0,005), pendidikan (p=0,031), umur (p=0,027), sikap (p=0,007), paritas (p=0,017), dukungan tenaga kesehatan (p=0,049), dan dukungan suami (p=0,018) dan faktor yang tidak berhubungan adalah fasilitas pelayanan KB (p=0,117). Variabel yang dominan berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD adalah pengetahuan (p=0,000, OR=12.199). Kata kunci: Kontrasepsi IUD, Wanita Usia Subur, Pengetahuan
EFEKTIFITAS LATIHAN STABILISASI OPEN-CLOSED CHAIN DENGAN LATIHAN RESISTANCE KONSENTRIK TERHADAP PERUBAHAN KEMAMPUAN STAIR CLIMBING TEST PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS KNEE Sri Saadiyah; Sudaryanto Sudaryanto
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.964 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.212

Abstract

Osteoarthritis knee dapat menyebabkan negatif power pada otot regio knee akibat penurunan stabilisasi knee. Hal ini menyebabkan penurunan fungsi dari kontraksi eksentrik dari ekstensor knee selama fase menumpu, sehingga menimbulkan kesulitan saat melakukan aktivitas naik-turun tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antara Latihan Stabilisasi Open-Closed Chain dengan Latihan Resistance Konsentrik terhadap perubahan kemampuan Stair Climbing Test pada penderita osteoarthritis knee, dengan desain randomised control pre test – post test group, dilaksanakan di RSAD. Tk.II Pelamonia. Sampel yang didapatkan sebanyak 32 penderita osteoarthritis knee (sesuai dengan kriteria inklusi) diacak kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan sebanyak 16 pasien diberikan intervensi MWD dan Latihan Stabilisasi Open-Closed Chain serta kelompok kontrol sebanyak 16 pasien diberikan MWD dan Latihan Resistance Konsentrik. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah Stair Climbing Test. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji paired sampel t untuk kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa MWD dan Latihan Resistance Konsentrik dapat memberikan perbaikan stair climbing test yang signifikan, sedangkan untuk kelompok perlakuan diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa MWD dan Latihan Stabilisasi Open-Closed Chain memberikan perbaikan stair climbing test yang signifikan pada penderita osteoarthritis knee. Kemudian berdasarkan hasil uji independent sampel t diperoleh nilai p = 0,180 > 0,05 yang berarti bahwa MWD dan Latihan Stabilisasi Open-Closed Chain tidak lebih efektif secara signifikan dibandingkan dengan MWD dan Latihan Resistance Konsentrik terhadap peningkatan kemampuan stair climbing test pada penderita osteoarthritis knee, tetapi dilihat dari nilai rerata intervensi MWD dan Latihan Stabilisasi Open-Closed Chain dapat menghasilkan peningkatan kemampuan stair climbing test yang lebih besar dibandingkan dengan MWD dan Latihan Resistance Konsentrik pada penderita osteoartritis knee”. Dapat disimpulkan bahwa intervensi MWD dan Latihan Stabilisasi Open-Closed Chain tidak lebih efektif secara signifikan dibandingkan dengan MWD dan Latihan Resistance Konsentrik terhadap perubahan kemampuan stair climbing test pada penderita osteoarthritis knee. Kata Kunci: Latihan stabilisasi open-closed chain, Latihan resistance konsentrik, Stair climbing test, Osteoarthritis knee
KONDISI PERMUKIMAN BERDASARKAN SARANA SANITASI DI KELURAHAN BANTA-BANTAENG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Abdur Rivai; Muh. Ikbal Arif
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.86 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.184

Abstract

Daerah kumuh di Makassar tersebar hampir seluruh wilayah kota. Masalah permukiman kumuh di Kota Makassar umumnya minim fasilitas perkotaan, seperti air bersih, tempat pembuangan sampah, jalan yang seadanya. Dari segi permukiman masih ada 14 kecamatan yang termasuk dalam permukiman kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi permukiman berdasarkan sarana sanitasi di Kelurahan Banta-bantaeng Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Sample dalam penelitian ini sebanyak 141 KK diambil secara “Purposive Sampling”.Jenis penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan deskriptif atau survei ke lapangan. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan hasil obsevasi Sarana Air Bersih di Kelurahan Banta-bantaeng dikategorikan sebagian besar menggunakan air PDAM sebanyak 93 KK (66,0%) dengan kondisi permukiman memenuhi syarat, Sarana Jamban dikategorikan sebagian besar memiliki jamban sebanyak 90 KK (63,8%) dengan kondisi permukiman memenuhi syarat, Sarana Tempat Sampah dikategorikan sebagian besar sampah diangkut sebanyak 57 KK (40,4%) dengan kondisi permukiman memenuhi syarat, Sarana Pembuangan Air Limbah dikategorikan sebagian besar memiliki SPAL sebanyak 71 KK (50,4%) dengan kondisi permukiman memenuhi syarat sesuai Peraturan Dirjen Perumahan dn Permukiman. Perlu adanya kerja sama antar petugas kesehatan dengan tokoh masyarakat dalam hal memberikan pandangan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan tujuan memberi motivasi kepada masyarakat. Kata kunci: Pemukiman, Sanitasi, Air bersih, Jamban, Sampah, Air limbah
PENGETAHUAN DAN KEGIATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA KELUARGA DI KELURAHAN PANAIKANG KECAMATAN PANAKUKANG KOTA MAKASSAR 2016 Ramlah Ramlah; Bahtiar Bahtiar
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.925 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.198

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data dari Kelurahan Panaikang Tahun 2016, Jumlah kepala keluarga di RW II Kelurahan Panaikang sebanyak 592 KK (Kepala keluarga), tercatat masih kurang kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengetahuan dan Kegiatan PHBS Pada Keluarga di Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang Kota Makassar.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampe secara Cluster Random Sampling Dengan Jumlah sampel 86 KK Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2016 Pengelolaan data di lakukan secara manual kemudian di tabulasi dalam SPSS 16 Kemudian di tampilkan dalam bentuk Tabel dan di Narasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan kegiatan PHBS. Hasil penelitian menyatakan yang dilakukan 96,5% dikategorikan memiliki pengetahuan Baik mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sementara 3 responden (3.5%) yang lain dikategorikan memiliki pengetahuan Kurang dan untuk Kegiatan PHBS didapatakan 20,9% keluarga yang melaksanakan kegiatan PHBS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pengetahuan Keluarga tentang PHBS sudah baik sementara Pelaksanaan Kegiatan PHBS Keluarga masih kurang. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengetahuan, Keluarga
PENGARUH PEMBERIAN PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK KASAR DAN MOTORIK HALUS PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS LISU KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU Muhammad Awal; Suharto Suharto; St. Muthiah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.602 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.188

Abstract

Pembentukan kualitas SDM yang optimal, baik sehat secara fisik maupun psikologis sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang pada usia dini. Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal apabila diberikan lingkungan bio–fisiko-psikososial yang adekuat, namun sebagian besar masyarakat belum memahami hal ini terutama mereka yang mempunyai tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang relatif rendah (Nursalam, 2005). Masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa pertumbuhan dan perkembangan mempunyai pengertian sama, tetapi sebenarnya berbeda. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Lisu Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru 2010. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksprimen. Pengumpulan data dilakukan secara tes pendahuluan (pre test) dan setelah perlakuan (post test) dengan desain penelitian pre test – post test One Group. Populasi penelitian adalah semua bayi yang datang di Puskesmas Lisu Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Sebanyak 43 orang dan diperoleh sampel secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Hasil penelitian berdasarkan uji wilcoxon sebelum dan sesudah pemberian pijat bayi untuk kemampuan mengontrol kordinasi jari tangan, lengan, badan dan tungkai menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pemberian pemijatan berpengaruh pada perkembangan kemampuan motorik kasar dan motorik halus pada bayi usia 6 -12 bulan. Maka seyogyanya perlu diberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai manfaat pijat bayi terhadap orang tuanya, calon ibu dan petugas kesehatan agar setiap bayi dapat memperoleh pertumbuhan yang optimal. Kata Kunci: Pijat bayi, Perkembangan, Motorik kasar, Motorik halus.
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP KESIAPAN PERAWATAN BAYI PADA FASE TAKING IN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KABUPATEN KEDIRI Koekoeh Hardjito; Susanti Pratamaningtyas; Dwi Novitasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.346 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.242

Abstract

Perubahan psikologis mempunyai peranan yang sangat penting pada masa nifas, karena pada masa ini ibu menjadi sangat sensitif. Persiapan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami masalah pada masa nifas, seperti Postpartum blues. Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama tenaga kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan untuk mempersiapkan ibu dalam masa kehamilan hingga masa nifas sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap kesiapan perawatan bayi pada fase taking in. Metode penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah ibu nifas primipara sebanyak 34 ibu. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasilanaliis Spearman Ranksehingga diperoleh ρ 0,986 dan ρ tabel sebesar 0,350 maka ρ hitung > ρ tabel, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap kesiapan perawatan bayi. Dalam kondisi ini ibu dituntut mampu melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dalam berbagai situasi untuk memenuhi kebutuhan, diantaranya dapat memberikan perawatan pada bayinya agar tumbuh kembang bayi optimal. Oleh sebab itu penting bagi ibu untuk berperan aktif dalam pelaksanaan kelas ibu hamil guna mempersiapkan ibu baik dalam segi fisik maupun psikis, sehingga ibu mampu melewati perubahan psikologis pada masa nifas. Kata kunci: Fase taking in, Kelas ibu hamil, Kesiapan perawatan bayi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER SERVIK TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI UNTUK MENCEGAH KANKER SERVIK Ellyzabeth Sukmawati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.094 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.229

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker terbanyak diderita oleh wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita di dunia. Kanker serviks menduduki peringkat pertama di Indonesia dan peringkat kelima di dunia dari seluruh kasus kanker. Rendahnya pemahaman atau pengetahuan tentang kanker serviks menyebabkan rendahnya motivasi wanita untuk melakukan pencegahan kanker serviks. Untuk meningkatkan motivasi wanita dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kanker servik terhadap peningkatan motivasi untuk mencegah kanker servik. Penelitian merupakan penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest without control group design. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling sejumlah 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan motivasi untuk mencegah kanker serviks sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan sebagian besar dalam kategori baik (54,1%) dan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebagian besar dalam kategori baik (94,3%). Secara statistik Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Menunjukan bahwa pendidikan kesehatan tentang kanker servik terbukti memiliki pengaruh terhadap peningkatan motivasi untuk mencegah kanker servik.

Page 1 of 2 | Total Record : 19