cover
Contact Name
Karti Rahayu Kusumaningsih
Contact Email
wanatropika@instiperjogja.ac.id
Phone
+628164229573
Journal Mail Official
wanatropika@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan INSTIPER Gd. Jati Jalan Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Wana Tropika
ISSN : 20887019     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.55180
Core Subject : Agriculture, Social,
Wana Tropika first published in 2011 by Department of Forestry, Faculty of Forestry, Stiper Agricultural University. Jurnal Wana tropika, the official journal of the Indonesian Society for Forestry, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of forestry.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2018)" : 4 Documents clear
SIFAT WETABILITAS DAN WARNA KAYU SENGON DAN WARU GUNUNG SEBAGAI BAHAN MEBEL Sushardi
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan jenis-jenis kayu sebagai bahan baku industri harus disesuaikan dengan sifat dasar kayu agar dapat menghasilkan produk hasil hutan dengan kualitas yang baik. Penelitian faktorfaktor tersebut perlu dilaksanakan dengan ketat untuk meningkatkan pengetahuan sifat-sifat bahan baku kayu agar sesuai dengan tujuan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat wetabilitas dan warna kayu sengon dan waru gunung pada arah radial sebagai penciri khas jenis kayu, dan mengetahui kemungkinan penggunaannya.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (Completely Randomized Design) dengan uji lanjut Tukey. Faktor yang digunakan adalah jenis kayu (kayu sengon dan waru gunung) dan bagian arah radial kayu (kayu dekat hati dan dekat kulit). Parameter yang diteliti adalah berat jenis, wetabilitas dan warna kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna kayu sengon dekat kulit lebih terang yaitu sebesar 67,12, sedangkan waru gunung dekat hati lebih gelap sebesar 39,32. Kayu sengon mempunyai berat jenis, wetabilitas dan warna kayu rata-rata sebesar 0,24, 4277,32 mm dan 61,92, sedangkan waru gunung 0,49, 2524,01 mm dan 49,31. Kayu dengan berat jenis rendah (kayu sengon) mempunyai ciri khusus wetabilitas sedang (mudah dibasahi cairan) dengan warna kayu terang, sedangkan kayu berat jenis tinggi mempunyai ciri khusus wetabilitas rendah dengan warna kayu gelap. Bagian kayu dekat kulit mempunyai berat jenis, wetabilitas dan warna kayu rata-rata sebesar 0,35, 3690,68 mm, dan 63,21, sedangkan waru gunung 0,38, 3110,65 mm dan 48,02. Kayu sengon dan waru gunung dapat digunakan untuk produk mebel, karena termasuk kedalam berat jenis ringan sampai sedang, dengan wetabilitas dan warna kayu terang sampai sedang. Kata Kunci : Wetabilitas, warna kayu, sengon, waru gunung
SIFAT WOOD PELLET DARI LIMBAH KAYU JATI Suwadji, Siman; Pebriana, Haris
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah “energi baru dan terbarukan” disebut sebagai solusi dari ketergantungan akan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dalam krisis energi. Wood pellet merupakan salah satu bentuk produk yang dapat dikembangkan sebagai alternatif sumber energi baru. Wood pellet biasanya memiliki diameter antara 3 - 12 mm dan panjang bervariasi antara 6 – 25 mm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan ukuran serbuk terhadap kualitas wood pellet serta mengetahui pengaruh pemakaian perekat tapioka dan sagu terhadap kualitas wood pellet. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah limbah kayu jati dan memberi informasi ilmiah baru dalam pengembangan bahan baku teknologi pelleting mengacu pada Standar Indonesia, Austria, Jerman dan Swedia.Penelitian ini menggunakan bahan baku limbah serbuk gergajian kayu jati (Tectona grandis). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor perlakuan yaitu ukuran serbuk dan jenis jenis perekat. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah rendemen, kadar air, kerapatan, berat jenis, kadar abu, karbon terikat dan nilai kalor wood pellet. Hasil penelitian menunjukkan jenis perekat dan ukuran serbuk tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kadar air, kadar abu, karbon terikat, dan nilai kalor begitu juga dengan interaksi kedua faktor tersebut. Namun, jenis perekat dan ukuran serbuk berpengaruh sangat nyata terhadap nilai kerapatan dan berat jenis. Faktor ukuran serbuk serta interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap nilai rendemen. Penggunaan perekat tapioka memiliki kerapatan wood pellet lebih tinggi daripada perekat sagu yaitu 0,842 g/cm3 dan 0.803 g/cm3, serta penggunaan perekat tapioka juga memiliki berat jenis wood pellet lebih tinggi daripada perekat sagu yaitu 0,762 dan 0,725. Ukuran serbuk yang semakin halus memberikan kerapatan dan berat jenis Wood Pellet yang semakin tinggi dengan nilai sebesar 0,852 g/cm3 dan 0,769. Interaksi jenis perekat dan ukuran serbuk berpengaruh nyata terhadap nilai rendemen yaitu 41,578 – 48,667 %. Secara umum, hasil penelitian ini lebih banyak diterima oleh standar Indonesia dan Jerman dibandingkan standar Austria dan Swedia. Hasil penelitian terbaik yaitu wood pellet ukuran 40-60 mesh dengan menggunakan perekat tapioka dengan nilai kalor 4399,638 kal/g. Kata kunci: Energi, Jati (Tectona grandis), Wood Pelet, Sagu, Tapioka
KAJIAN PENGARUH PHBM TERHADAP PRODUKSI DAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA Wahyudiono, Sugeng; Esvaladi, Federicx
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep hutan untuk kesejahteraan masyarakat (forest for people) merupakan usaha pemanfaatan nilai ekonomis hutan yang seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan hidup sehingga hutan dapat dimanfaatkan secara adil dan berkelanjutan. Dalam pengelolaan sumber daya hutan yang paling sering terlihat konflik antara masyarakat sekitar hutan dengan pengelola hutan, yaitu pemerintah dan swasta yang dianggap mempunyai otoritas dalam mengeksploitasi sumberdaya hutan. Penelitian ini dilakukan di Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, RPH Plosokerep, BKPH Penganten, Jawa Tengah dengan obyek anggota LMDH JurangJero. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai satu petak kayu di pangkuan LMDH Jurang Jero adalah 6,278 má¶Ÿ dengan jumlah Log/kayu bulat sebanyak 485 dan rata-rata diameter 11cm sampai 19 cm. Hasil pendapatan bersih tanaman jagung per pesanggem adalah Rp 2.311.000,00 100.000,00 dengan luas panen 10 Hektar untuk 40 pesanggem, sedangkanbiaya produksi adalahRp 5.912.000pengeluaran per pesanggem Rp 1.060.000,00 Nilai proporsi konsumsi pangan adalah 55,66% dan sharing dari Perhutaniuntuk LMDH adalah Rp 1.519.191,00 Kata kunci : Produksi kayu, bagi hasil, kesejahteraan, LMDH
TAKSIRAN UMUR OPTIMAL PRODUKSI DAUN KAYU PUTIH Suhartati, Tatik; Raharjo, Hedy
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan hutan produksi selalu harus memperhatikan pengaturan hasil yang tepat. Pengaturan hasil yang tepat akan dapat menjamin kelestarian hasil hutan. Agar dapat dilakukan perencanaan pengaturan hasil dengan tepat, maka diperlukan pengetahuan tentang kemampuan tumbuh hutan tersebut. Demikian juga hutan untuk produksi daun kayu putih. Penelitian ini akan mencari model prediksi pertumbuhan daun kayu putih dan menentukan umur optimal produksi daun. Data dikumpulkan dengan mengambil 140 sampel pohon model yang dipilih secara purposive pada empat macam umur yaitu 5, 10, 15 dan 36 tahun. Variabel bebas yang dilibatkan dalam model adalah umur. Terdapat lima model non linear yang dianalisis untuk dipilih yang terbaik. Penilaian ketepatan model menggunakan uji F, t, R2, SeR dan validasi model menggunakan bias, SA dan SR. Penelitian ini mendapatka bahwa model prediksi produksi daun kayu putih yang terbaik adalah Ln Produksi daun = -1,286 + 2,081 ln Umur – 0,356 (ln Umur)2 dan umur optimal yang merupakan umur saatnya tanaman diremajakan adalah 19 tahun. Kata kunci : produksi daun kayu putih, model prediksi, umur optimal

Page 1 of 1 | Total Record : 4