cover
Contact Name
akhyarnis febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
baselang@e-journal.faperta.universitasmuarabungo.ac.id
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera, Kampus 1 Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Baselang: Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan
ISSN : cd     EISSN : 27982114     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture, Social,
The Baselang Journal is a scientific journal that publishes research results and/or reviews articles in the fields of Agriculture, Livestock, Fisheries, and Environment. As well as presenting information on research results and scientific articles for sustainable agricultural development in Indonesia which are published electronically. The Baselang Journal is published by the Faculty of Agriculture, Muara Bungo University. The Baselang Journal is published twice a year, in April and October. The scope of the Baselang Journal covers general agriculture and the environment, namely: Cultivation (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Agribusiness/Social Economics (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Technology (Agriculture, Livestock, and Fisheries), and Environment. The Baselang Journal has implemented Open Journal Systems (OJS) since 2021 for all publishing processes in the Baselang Journal. Therefore, authors are required to register in advance and upload manuscripts online. Registration and login are required to submit the manuscript and its completeness online and to check the current status of the manuscript. Manuscript processing can be monitored through OJS by authors, editors, reviewers, and readers in real-time for all manuscripts.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: APRIL 2024" : 40 Documents clear
Produksi Pangan Dan Sumbangan Pendapatan Lahan Pekarangan Di Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Di Kota Pekanbaru Nurwati, Niken; Mufti, Mufti; Alhaviz, Alhaviz
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.130

Abstract

Kelurahan Perhentian Marpoyan  merupakan salah satu kelurahan yang berada pada di Kecamatan Marpoyan Damai di Kota Pekanbaru  yang terdapat 6 Kelompok Wanita Tani (KWT), dalam konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Potensi lahan pekarangan bila dimanfaatkan secara optimal akan mampu mendukung ketersediaan pangan dan membantu peningkatan pendapatan rumah tangga. Tujuan penelitian: 1). Mengetahui penggunaan lahan pekarangan. 2). Menghitung Produksi pangan dan pendapatan dari pekarangan. 3). Menganalisis sumbangan pekarangan terhadap pendapatan keluarga. 4). Mengetahui hambatan dalam pemberdayaan pekarangan. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey.  Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:1). Luas lahan pekarangan rata-rata 22,80 m2. 85,82%  atau 19,57 m2 telah dimanfaatkan. Komoditi yang diusahakan didominasi kelompok sayur (70%), tanaman buah dan tanaman rempah (43,33%), kelompok  hewani yang diusahakan; ayam (26,67%) dan ikan (10%). 2). Produksi dan pendapatan dari lahan pekarangan relatif rendah. 3). Sebagian besar rumah tangga sampel (46,7%) memiliki pendapatan dari pekarangan kurang dari Rp.100.000/bulan, rata-rata pendapatan sebesar Rp. 294.623/bulan. Sumbangan pendapatan pekarangan terhadap pendapatan keluarga  sebesar 93,33%. 4). Hambatan dalam pemberdayaan pekarangan;  kondisi lahan yang kurang subur, kurangnya modal yang dimiliki rumah tangga sampel, serta lahan yang relatif sempit.
Pola Saluran Dan Margin Pemasaran Bawang Merah Di Pasar Segiri Kota Samarinda Lukmanminasa, Muhammad; Mariati, Rita
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.138

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan di beberapa daerah yang dibudidayakan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran bawang merah di tingkat Pasar Segiri Kota Samarinda. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 11 orang. Hasil penelitian diketahui bahwa distributor Pasar Segiri Kota Samarinda memperoleh bawang merah langsung dari pulau Sulawesi dan Jawa, serta mempunyai 2 saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran II distributor memasarkan bawang merah ke pedagang pengumpul dengan margin Rp30.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp4.000,00/kg. Pengepul memasarkan bawang merah ke pengecer dengan harga Rp32.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp2.000,00 / kg. Pengecer memasarkan bawang merah ke konsumen dengan harga Rp. 33.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp.1.000,00/kg. Saluran Pemasaran I Distributor memasarkan bawang merah ke pengecer dengan margin Rp.32.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp.6.000,00/kg. Pengecer memasarkan bawang merah ke konsumen dengan harga Rp33.000,00/kg dengan mengambil keuntungan sebesar Rp1.000,00/kg. Diketahui efisiensi pemasaran dengan membagi biaya pemasaran bawang merah dengan selisih jumlah, total biaya, biaya pemasaran, jarak, efisiensi teknis , saluran II lebih efisien. Pemahaman dan pelatihan petani bawang merah lokal agar hasil panen yang ada di Kalimantan Timur terus meningkat.
Analisis Pendapatan Usahatani Jahe Putih (Zingiber Officinale) Di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Yulianto, Eko Harri; Aida, Syarifah; Indarto, Melly Septiani
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani, serta mengetahui pendapatan usahatani jahe di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu. Penelitian ini dilakukan di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengambilan sampel menggunakan metode kuota sensus. Berdasarkan ciri dan sifat yang ada di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu maka jumlah sampel sebanyak 13 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, adapun metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan rumus biaya, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari luas lahan 0.58 ha dengan rata-rata 0.04 ha menunjukkan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp65,170,607 mt⁻¹ dengan rata-rata Rp5,013,123 mt⁻¹ dan besarnya penerimaan yang diterima sebesar Rp102,384,000 mt⁻¹ dengan rata-rata Rp7,875,692 mt⁻¹. Hasil analisis menunjukkan total pendapatan yang diperoleh dari 13 responden yaitu sebesar Rp37,213,392 mt⁻¹ dengan rata-rata Rp2,862,568 mt⁻¹. Dapat disimpulkan bahwa usahatani jahe di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara telah mendapatkan hasil produksi, penerimaan, serta pendapatan yang diharapkan bagi para responden untuk dapat mempertahankan kegiatan usahatani ini.
Hubungan Pemberdayaan Dengan Perubahan Livelihood Assets Suku Anak Dalam (SAD) Di Kabupaten Bungo Isyaturriyadhah, Isyaturriyadhah; Yonariza, Yonariza; Erwin, Erwin; Mahdi, Mahdi
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.148

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan livelihood assets Suku Anak Dalam (SAD) mulai sebelum dilakukannya pemberdayaan sampai setelah dilakukannya pemberdayaan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengungkapkan perubahan asset SAD sehingga dapat memberikan masukan bagi pemerintah dalam rangka perbaikan model pemberdayaan SAD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Penelitian ini dilakukan di Desa Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo. Lokasi penelitian ditentukan secara purpossive dengan pertimbangan kegiatan pemberdayaan yang diterima di lokasi tersebut bervariasi jika dibandingkan dengan lokasi pemberdayaan SAD yang lainnya. Dalam penelitian ini responden ditentukan secara sensus dengan jumlah responden 50 orang. Analisis data menggunakan skoring pada asset sebelum pemberdayaan dan setelah pemberdayaan. Hasil analisis data dijabarkan dalam diagram pentagonal asset berdasarkan indikator human capital, sosial capital, natural capital, physical capital dan financial capital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan livelihood asset SAD dari sebelum dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan sampai dengan setelah dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan. Peningkatan terbesar terjadi pada indikator physical capital di ikuti oleh indikator finansial capital, human capital, social capital dan natural capital. Perubahan livelihood assets berada pada kondisi tidak seimbang. Saran yang ingin disampaikan adalah masih memungkinkan dilakukannya penambahan asset pada indikator human capital, financial capital, social capital dan natural capital sehingga livelihood asset berada pada kondisi maksimal dan seimbang. Pada kondisi asset maksimum akan terwujud livelihood outcomes dengan baik yaitu pendapatan lebih baik, kerentanan berkurang dan sumber daya alam yang sustainable serta keamanan pangan yang lebih baik.
Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit (Capsicum Frutencens L.) Kabupaten Konawe Saleh, Leni; Sumiratin, Endang
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat pendapatan yang diperoleh petani Cabai Rawit di Desa Lalopisi Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sensus dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 11 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik dalam penelitian ini meliputi : biaya, produksi, penerimaan pendapatan, dan  luas lahan, pengunaan pupuk (urea, sp36, kcl, npk, pupuk kandang) dan tenaga kerja yang digunakan dalam usaha tani cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan petani Cabai Rawit di Desa Lalopisi Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe yaitu sebesar Rp 106.058.750,- untuk total pendapatan dan pendapatan rata-rata petani sebanyak Rp. 10.605.875,- per musim tanam.
Identifikasi Sifat Kualitatif Induk Kambing Lokal Pada Peternakan Rakyat Di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Harmayani, Ria; Alimuddin, Alimuddin; Tarmuji, Muhammad
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.167

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kualitatif induk kambing lokal pada peternakan rakyat di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan selama empat bulan dari bulan Februari-Mei 2023. Metode penelitian terdiri atas 3 tahapan yaitu tahap persiapan, pengumpulan data dan pengolahan serta menganalisa data hasil penelitian secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dan persentasenya. Sampel yang digunakan sebanyak 35 ekor induk kambing lokal yang telah beranak dan dipelihara secara tradisional di peternakan rakyat Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Bima. Variabel yang diamati meliputi warna, profil muka, bentuk telinga dan bentuk rahang induk kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat kualitatif induk kambing lokal pada peternakan rakyat di Desa Woko Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah mengalami percampuran genetik dengan kambing kacang yang ditandai dengan warna induk kambing di Desa Woko berwarna tunggal hingga kombinasi yaitu sebanyak 48,57% memiliki warna coklat, 28,57% berwarna hitam, 14,29% berwarna putih, dan kombinasi warna coklat dan putih sebesar 8,57%. Bentuk muka induk kambing lokal di Desa Woko dominan pada bentuk muka datar dengan persentase 97,14%, sedangkan bentuk muka cembung sebesar 2,86%. Bentuk telinga induk kambing lokal di Desa Woko terdapat dua variasi yang berbeda pada dua dusun lokasi pengambilan sampel, bentuk telinga yang setengah menjuntai lebih dominan sebanyak 51,43% kambing, sedangkan bentuk telinga menjuntai ke bawah sebanyak 48,57%. Bentuk rahang atas sama dengan rahang bawah atau simetris dan normal sebanyak 100%. Normalnya bentuk rahang induk kambing lokal ini, kemungkinan karena peternak sudah mulai melakukan seleksi pada ternak kambing yang dijadikan sebagai tetua, sehingga bentuk rahang yang tidak normal tidak diperoleh pada penelitian ini (0%). Diharapkan para peternak di Desa Woko untuk melakukan seleksi kambing jantan bibit, dan bibit terbaik serta indukan agar mendapatkan bibit kambing lokal yang unggul serta perlu perbaikan manajemen pemeliharaan dan manajemen pemberian pakan kaya nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan kambing sebagai usaha dalam meningkatkan produktifitas kambing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.
Pengaruh Lama Perendaman Alat Tangkap Tangkul (Lift Net) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Danau Kerinci Afriani, Afriani; Hermanto, Zul; Hasanah, Hasanah; Sumadja, Wiwaha Anas; Wulandari, Wulandari; Hariski, M.; Rahayu, Dyah Muji
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.141

Abstract

Alat tangkap tangkul adalah alat penangkap ikan yang termasuk dalam kelompok jaring angkat (lift nets) yang dioperasikan dengan tangan. Pengoperasian tangkul di Danau Kerinci berkaitan erat dengan lama perendaman alat tersebut. Lama perendaman alat tangkap mempengaruhi hasil tangkapan yang didapatkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama perendaman alat tangkap tangkul terhadap hasil tangkapan ikan. Metode penelitian yaitu metode experimental fishing, menggunakan perlakuan waktu yang berbeda yaitu 10 menit, 15 menit dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perlakuan 10 menit berpengaruh nyata dengan perlakuan 15 menit dan 20 menit terhadap jumlah dan berat total hasil tangkapan. Hasil tangkapan ikan dengan tangkul terdiri dari 3 spesies ikan yaitu ikan nila (oreochromis niloticus), ikan barau (Hampala Macrolepid) dan ikan Medik (Osteochilus wandersii). Alat tangkul yang direndam selama 10 menit diperoleh hasil tangkapan yang terbanyak yaitu 209 ekor, 15 menit sebesar 156 ekor, dan 20 menit sebesar 113 ekor. waktu perendaman alat tangkap tangkul berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan.
Preferensi Konsumen dan Faktor Yang Menentukan Pengambilan Keputusan Pembelian Buah Nanas Madu (ananas comosus l.merr) (Studi Kasus Kios Buah Sarlini Sahril di Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur) Juita, Firda; Oktapiana, Hema Tasya; Balkis, Siti
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen buah nanas madu, menganalisis atribut preferensi konsumen terhadap buah nanas madu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang Menentukan pengambilan keputusan pembelian buah nanas madu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di Kios buah nanas Madu yang terletak di Kelurahan Bukit Merdeka.Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan secara (accidental sampling). Jumlah responden sebanyak 32 orang. Metode analisis data menggunakan metode kualitatif. Analisis tahapan proses pengambilan keputusan pembelian konsumen dalam melakukan pembelian buah nanas madu.Karakteristik konsumen buah nanas madu adalah jenis kelamin laki-laki 68,75%, rentang umur 25-45 tahun sebesar 40,62%, tingkat pendidikan SMA sebesar 46,88%, jumlah pendapatan Rp3.000.000 sebesar 56,25% dan jenis pekerjaan adalah wirausaha sebesar 31,25%. Atribut preferensi diataranya warna daging buah kuning terang dengan 87,50% warna kulit buah hijau kekuningan sebesar 59,38% ukuran buah yang paling diminati adalah buah yang berukuran sedang (10-13cm) dengan persentase sebesar 68,76%. Jenis packing buah yaitu kulit tidak dikupas sebesar 84,38% aroma yang dimiliki buah adalah aroma harum manis 62,50%. Pengambilan keputusan pembelian adalah karena rasa manis 40,63% motivasi membeli nanas madu untuk dijadikan sebagai oleh-oleh 34,38%. mencari informasi sendiri dalam persentase sebesar 53,12%. Pada tahap evaluasi alternatif 81,25% konsumen membeli buah nanas madu karena kualitas, 71,88% konsumen membeli buah nanas madu karena kebiasaan yang telah dilakuikan. Sebanyak 78,12% Pembelian terencana ada sebesar 84,38 % keadaan buah segar atau baru Evaluasi pasca pembelian konsumen 100% puas dan jika harga naik sebesar 71,88% konsumen tetap membeli, dan jika buah tidak tersedia di kios 84,38% pembeli akan mencari buah nanas madu di tempat lain.Hasil dari penelitian ini digunakan oleh penjual untuk memperbaiki strategi pemasaran dan meningkatkan pemahaman terkait tentang preferensi konsumen serta faktor yang dapat Menentukan pengambilan keputusan pembelian.
Analisis Manajemen Rantai Pasok Industri Kopi Liberika Lahan Gambut di Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti (Studi Kasus: CV. Zaroha) Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Khairunnas, Khairunnas; Oktari, Riska Dian; Napitupulu, Tia Sofiani; Hayatullah, M. Bayu Fathar
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.149

Abstract

Lahan gambut mempunyai potensi dalam pengembangan tanaman kopi khususnya kopi liberika. CV. Zaroha merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kopi liberika dalam klasifikasi industri ekstraktif. CV. Zaroha memulai bisnis pengolahan kopi liberika sejak tahun 2013 dengan produk kopi green bean, kopi sangrai, dan kopi bubuk. Meningkatkan kapasitas produksi CV. Zaroha ingin mengelola industri kopi secara berkelanjutan. Rantai pasok pada industri kopi bertujuan untuk kelangsungan bisnis dan memberikan nilai maksimal kepada pelanggan utama dengan biaya minimal. Tujuan penelitian adalah: (1) Menganalisis rantai pasok industri kopi CV. Zaroha; dan (2) Menganalisis hambatan/kendala industri kopi CV. Zaroha. Metode penelitian menggunakan metode survei dan teknik pengambilan responden dilakukan dengan cara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan: 1) Rantai pasok di hulu berjalan sangat baik, pasokan kayu gelondongan kopi mentah dihasilkan dari 70% kebun masyarakat dan 30% CV. Zaroha, harga bahan baku kopi (ceri kopi) berkisar Rp 3.000-3.500/kg. CV. Zaroha membutuhkan bahan baku berupa buah kopi sebanyak satu ton/hari; 2) Permasalahan yang dihadapi oleh CV. Zaroha dalam rantai pasoknya adalah harga jual yang tinggi mengakibatkan minimnya permintaan konsumen dalam negeri dan tanaman kopi milik CV. Zaroha yang tidak produktif (20 tahun).
Mekanisme Pengumpulan Data Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu Rosalia, Ayang Armelita; Anzhani, Luthfi; Minsaris, La Ode Alam; Tirtana, Denta; Lukman, Lukman; Malik, Abdul; Rahardjo, Cakra
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.135

Abstract

Pendataan hasil tangkapan merupakan salah satu aktivitas untuk mengetahui jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan dari suatu kapal perikanan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang  realistik terkait hasil tangkapan yang didaratkan sehingga data yang  didapatkan dapat digunakan oleh Pelabuhan Perikanan sebagai  pembanding logbook yang diserahkan oleh pihak kapal, sehingga didapatkan data produktivitas yang akurat. Optimalisasi kinerja petugas pendataan akan meningkatkan  efektivitas, struktur dan tugas organisasi pelaksana pendataan. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan menganalisis bagaimana kinerja sistem pendataan hasil tangkapan ikan yang didaratkan di PPN Karangantu dan merekomendasikan saran tindakan perbaikan sistem pendataan hasil tangkapan ikan di PPN Karangantu. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pada tahap analisis sudah dilakukan wawancara dengan nelayan, enumerator dan syahbandar PPN Karangantu. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digunakan di PPN Karangantu adalah sudah sesuai dengan SOP yang berlaku secara nasional yaitu Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Direktorat Pelabuhan Perikanan, dengan pengadopsian dan modifikasi SOP sehingga terjadi penyesuaian SOP yang diberlakukan di PPN Karangantu. Ditemukan beberapa kekurangan pada sistem pendataan yang sudah diterapkan di PPN Karangantu beberapa di antaranya yaitu terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendata ke lokasi-lokasi pendataan hasil tangkapan yang didaratkan di luar Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Potensi atau saran untuk efisiensi pendataan hasil tangkap di PPN Karangantu adalah adanya aplikasi yang dapat mengidentifikasi jenis ikan untuk entry pendataan yang diikuti hasil penimbangan berkaitan dengan efisiensi waktu sehingga dapat mengurangi delay.

Page 4 of 4 | Total Record : 40