cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4" : 9 Documents clear
MUTU HEDONIK DAN TINGKAT KESUKAAN KOMBINASI AIR REBUSAN DAUN SIRIH DAN KAYU SIWAK SEBAGAI KANDIDAT OBAT KUMUR Yustin Nur Khoiriyah; Sri Wahyuni
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.462 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2141

Abstract

ABSTRAKKombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak memiliki konsentrasi daya hambat terkecil yaitu 30% terhadap bakteri penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans [8]. Kemampuan tersebut menjadi dasar pengembangan formula obat kumur alami, dimana dalam pemanfaatannya perlu dilakukan uji kelayakan terhadap pengguna. Maka penelitian ini dilakukan penilaian mutu hedonik dan tingkat kesukaan dari kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak sebagai kandidat obat kumur. Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan post test only. Jumlah sampel uji mutu hedonik dan tingkat kesukaan, berturut-turut yaitu 25 dan 100 orang dengan usia 16-17 tahun. Hasil penilaian mutu hedonik yaitu nilai mutu baik dengan rentang nilai rerata tanggapan yaitu 3,6 – 4,18 (skala 0-6). Tingkat kesukaan masih rendah, dimana nilai rerata tanggapan berada pada rentang 2,3 – 3,55 (skala 0-6). Keenam parameter yang telah dinilai, tiga diantaranya diberi tanggapan pada rentang agak baik dan baik serta agak disukai yaitu aroma, rasa dan sensasi di mulut. Parameter kejernihan dan warna, tekstur dan kekentalan serta penampilan umum diberi tanggapan baik dan disukai. Peningkatan mutu aroma, rasa dan sensasi di mulut perlu dilakukan dengan memberikan bahan tambahan seperti aroma dan perasa buah-buahan serta daun mint untuk sensasi segar di mulut.Kata kunci : Kombinasi, rebusan, sirih, kayu siwak, mutu hedonik, tingkat kesukaan, obat kumur
STABILITAS TABLET ASAM MEFENAMAT YANG BEREDAR DI BEBERAPA PUSKESMAS DAERAH LAMPUNG TENGAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV Agustina Retnaningsih; Ade Maria Ulfa; Titim Nurjannah R
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.237 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2146

Abstract

ABSTRAKAsam mefenamat merupakan senyawa obat yang rentan baik terhadap cahaya maupun udara atau kelembapan, sehingga penyimpanannya tidak lebih dari 30o C dan terlindung dari cahaya. Ketidakstabilan tablet asam mefenamat dapat dilihat dari sifat fisika dan kimianya yaitu : Perubahan warna, bentuk, ukuran, kekerasan, waktu hancur, lama penyimpanan dan penurunan kadar tablet dapat mempengaruhi khasiat obat dan toksisitas yang membahayakan pasien.Penelitian ini dilakukan dengan metode spektrofotometri uv dan dengan tujuan untuk mendapatkan data stabilitas tablet asam mefenamat yang disimpan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lampung tengah sebagai bahan pertimbangan dalam penyimpanan obat yang baik di Puskesmas serta untuk mengetahui apakah mutu dari tablet asam mefenamat sesuai dengan standar mutu Farmakope Indonesia edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0 % dan tidak lebih dari 110,0 %. Dari hasil Penelitian dilakukan dengan cara menentukan 3 Puskesmas berdasarkan sampling acak dari 30 Puskesmas di Lampung Tengah. Mutu tablet asam mefenamat di teliti dengan menggunakan metode eksperimental sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi IV. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi penyimpanan di 3 Puskesmas belum optimal, suhu ruangan berkisaran 27-35 oC sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kadar yaitu pada sampel A adalah 102,36 %, sampel B 85,325 % dan sampel C adalah 98,52 %.Kata kunci : Tablet asam mefenamat, kualitas tablet, Spektrofotometri UV
PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK KELAPA, MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK ZAITUN KEMASAN SECARA ALKALIMETRI Ade Maria Ulfa; Agustina Retnaningsih; Rizkina Aufa
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.607 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2142

Abstract

ABSTRAKMinyak atau lemak merupakan sumber energi yang efektif dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Selain itu minyak juga digunakan sebagai media penghantar panas dan memberikan rasa gurih pada makanan. Tujuan penelitian ini adalah berapakah kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak zaitun apakah memenuhi persyaratan mutu minyak. Minyak yang sering digunakan masyarakat adalah minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun. Dalam minyak terkandung asam lemak bebas, asam lemak bebas yang tinggi dapat menyebabkan mutu minyak yang rendah. Populasi pada sampel ini adalah minyak dalam bentuk kemasan bermerk yaitu minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun yang beredar di supermarket Bandar Lampung berdasarkan kode produksinya. Titrasi asidi-alkalimetri adalah titrasi volumetri dengan menggunakan NaOH sebagai larutan baku sekunder dan kalium hidrogen ftalat sebagai larutan baku primer serta ditambahkan indikator pp. Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna larutan menjadi warna merah muda. Hasil penelitian diperoleh kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kemasan. Minyak kelapa adalah sebesar 0,1243%, minyak kelapa sawit 0,4305%, dan minyak zaitun 0,2077%. Hasil tersebut menunjukan bahwa minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak zaitun memenuhi persyaratan SNI yaitu minyak kelapa 0,2%, minyak kelapa sawit 0,5%, dan minyak zaitun 1,8%. Sehingga penelitian ini merekomendasikan masyarakat untuk lebih memilih minyak goreng dalam bentuk kemasan bermerk.Kata kunci : Minyak, Asam Lemak Bebas, Titrasi Alkalimetri.
UJI DAYA HAMBAT BEBERAPA DEODORAN TERHADAP BAKTERI PENYEBAB BAU KETIAK Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Yudhi Candra
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.917 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2147

Abstract

ABSTRAKDeodoran diindikasi memiliki aktivitas antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas antibakteri deodoran yang dipasarkan di salah satu mini market yang berada di Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP), Kemiling, Bandar Lampung. Sampel yang digunakan yaitu delapan deodoran diuji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Pada bakteri tersebut dilakukan uji pewarnaan gram, didapati hasil untuk Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri gram positif dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri gram negatif. Hasil Uji antibakteri dari delapan deodoran yang diuji delapan memiliki aktifvitas menghambat bakteri. Didapati zona hambat terhadap bakteri Pseudomonas aeuginosa pada sampel A yaitu 7,4 mm, B yaitu 19,2 mm, C yaitu 10,0 mm, D yaitu 12,1 mm, E yaitu 18,6 mm, F yaitu 10,8 mm, G yaitu 12,6 mm, H yaitu 18,95 mm dan daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada sampel A yaitu 12,65 mm, B yaitu 10,75 mm, C yaitu 14,31 mm, D yaitu 21,4 mm, E yaitu 23,55 mm, F yaitu 7,7 mm, G yaitu 19,6 mm, H yaitu 15,1 mm. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa deodoran yang diuji memiliki aktivitas antibakteri.Kata kunci: Difusi cakram, deodoran, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, Antibakteri
PENETAPAN KADAR KALSIUM PADA BROKOLI (Brassica oleracea, L.) SEGAR, KUKUS, DAN REBUS SECARASPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Gusti Ayu Rai Saputri; Ayu Putri Afrila
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.803 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2143

Abstract

ABSTRAKBrokoli (Brassica oleracea L) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli mengandung beragam mineral seperti kalsium, kalium, besi dan selenium. Brokoli merupakan sayuran asli Italia yang dapat dikonsumsi atau dimakan segar, dikukus, atau direbus. Ditinjau dari cara konsumsi brokoli baik secara segar, dikukus atau direbus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kalsium pada brokoli yang segar, dikukus dan direbus. Sampel didapatkan di GIANT Kemiling Bandar Lampung.Sampel brokoli terlebih dahulu dipreparasi agar dapat dianalisis melalui destruksi kering. Kemudian penetapan kadar kalsium dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom SHIMADZU AA-7000 dengan nyala udara asetilen pada panjang gelombang 422,51 nm. Diperoleh persamaan garis regresi linear yaitu y = -0,0028 + 0,0345x, dengan koefisien korelasi (r) adalah 0,0994. Hasil penelitian menunjukkan kadar kalsium pada brokoli segar sebesar (8,0617 ± 0,1518) mg/100g, kadar kalsium pada brokoli kukus sebesar (5,3013 ± 0,0581) mg/100g dan kadar kalsium pada brokoli rebus sebesar (5,1246 ± 0,0713) mg/100g. Dari masing-masing sampel brokoli segar merupakan sampel yang mengandung kalsium lebih tinggi dibandingkan brokoli kukus dan brokoli rebus.Kata kunci : Brokoli, Kalsium, Spektrofotometri Serapan Atom.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Siti Khamidaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.524 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2139

Abstract

ABSTRAKMerkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgCl2. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam IImerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCl P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri.Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna
PENETAPAN KADAR LEMAK MARGARIN MERK X DENGAN KEMASAN DAN TANPA KEMASAN DENGAN METODE SOKLETASI Ade Maria Ulfa; Diah Astika Winahyu; Mia Jasuma
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.592 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2144

Abstract

ABSTRAKMargarin adalah emulsi air dalam minyak dengan persyaratan mengandung tidak kurang dari 80% lemak. Lemak yang digunakan berasal dari lemak nabati seperti minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, dan minyak biji kapas. Komposisi margarin pada umumnya terdiri dari komponen-komponen yaitu lemak 80-81%, skim milk 14-16%, garam 3%, emulsifier 0,5%, dan vitamin 2,5%. Kebutuhan lemak tidak dinyatakan secara mutlak, World Health Organization (WHO) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 20-30% kebutuhan energi total dianggap baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi berapa banyak perbedaan kadar lemak yang ada pada margarin tanpa kemasan dan margarin kemasan yang fungsinya untuk mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Penetapan kadar lemak dilakukan dengan menggunakan metode sokletasi dengan menggunakan pelarut petroleum eter. Hasil penelitian menunjukkan kadar lemak dalam margarin tanpa kemasan yaitu 82,74 % sedangkan kadar lemak dalam margarin kemasan yaitu 80,88 %, pada rata-rata kadar lemak margarin merk x dengan kemasan dan tanpa kemasan sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu minimal 80% untuk kadar lemaknya.Kata kunci : Margarin Kemasan, Margarin Tanpa Kemasan, Lemak, Sokletasi.
IDENTIFIKASI VITAMIN B1 PADA JAMU PENGUAT TUBUH YANG BEREDAR DI BANDAR JAYA SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Nofita Nofita; Niken Feladita
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.347 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2140

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan upaya yang diselenggarakan dengan cara tradisional untuk meningkatkan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitative). Pengobatan tradisional yang masih banyak diminati masyarakat adalah dengan meminum jamu. Salah satunya, jamu penguat tubuh. Jamu penguat tubuh biasanya diindikasikan untuk memelihara stamina kesehatan, atau daya tahan tubuh, serta menyegarkan badan. Agar produk yang dihasilkan dapat laku dengan keras dalam persaingan, perdagangan suatu industri obat tradisional mungkin menambahkan bahan kimia obat vitamin B1 dalam jamu penguat tubuh, karena akan memberikan efek yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya vitamin B1 yang terdapat dalam jamu yang beredar di daerah Bandar Jaya. Penelitian dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) karena metode ini memberikan fleksiblitas yang lebih besar dalam pemilihan fase gerak,memerlukan waktu yang relatif singkat, mudah dilakukan dan biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah. KLT merupakan proses pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan kepolarannya, penelitiaan ini menggunakan fase gerak berupa campuran air : piridina : ammonia : methanol : asam asetat glassial (6:6:5:1:1) dan fase diamnya silica gel GF 254nm. Diperoleh hasil denga selisih harga Rf ≤ 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua sampel jamu penguat tubuh positif mengandung BKO Vitamin B1,dan tidak memenuhi syarat peraturan Menteri Kesehatan nomor 006 Tahun 2012, pada pasal 37 .Kata Kunci : Jamu Penguat, Vitamin B1, KLT
PENETAPAN KADAR TIMBAL (Pb) PADA KEMPLANG PANGGANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Niken Feladita; Nofita Nofita; Yuliana Yuliana
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2145

Abstract

ABSTRAKTimbal (Pb) adalah logam berat yang dapat meracuni lingkungan. Timbal (Pb) dapat masuk kedalam tubuh melalui saluran pernafasan, makanan dan minuman serta absorbsi melalui kulit. Kontaminasi timbal (Pb) didalam kemplang dapat berasal dari udara yang tercemar oleh asap kendaraan bermotor pada saat proses pembuatan (tahap penjemuran). Selain itu cemaran timbal juga dapat berasal dari bahan baku ikan yang digunakan pada saat produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kadar logam timbal (Pb) yang terkandung pada kemplang panggang yang dijual di pusat oleh-oleh khas Lampung di Jl. Pagar Alam Segala Mider, Bandar Lampung memenuhi persyaratan atau tidak dari batas standar makanan yang telah di tentukan oleh Badan Standar Nasional (2009) yang menganjurkan batas cemaran logam berat timbal (Pb) dalam kerupuk kemplang yang dikonsumsi oleh manusia sebesar 0,3 mg/kg. Analisis kadar logam timbal (Pb) dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) AA-7000 Series pada panjang gelombang 283,35 nm dapat disimpulkan bahwa dari kelima sampel kemplang yang dianalisis memiliki kadar logam timbal (Pb) yang melebihi batas kadar yang telah ditentukan oleh Badan Standar Nasional (2009) yang menganjurkan batas cemaran logam berat timbal (Pb) dalam kerupuk kemplang yang dikonsumsi oleh manusia sebesar 0,3 mg/kg.Kata kunci : Kemplang, Timbal (Pb), Spektrofotometri Serapan Atom

Page 1 of 1 | Total Record : 9