cover
Contact Name
Dita Archinirmala
Contact Email
dorotea.ditaarchinirmala@kalbe.co.id
Phone
+6281806175669
Journal Mail Official
cdkjurnal@gmail.com
Editorial Address
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran
Published by PT. Kalbe Farma Tbk.
ISSN : 0125913X     EISSN : 25032720     DOI : 10.55175
Core Subject : Health,
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 49, No 3 (2022): Saraf" : 11 Documents clear
Collodion Baby A. A. Made Berastia Anis Savitri,; Ida Ayu Sri Kusuma Dewi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1771

Abstract

Collodion baby (CB) is a rare dermatological condition worldwide of 1: 300.000 birth. A Collodion baby is a newborn whose entire body is covered with an adherent, supple, parchment-like membrane. Collodion baby in a manifestation of various hereditary conditions, including Harlequin orchestras’ (HI), lamelar orchestras’ (LI), non-bullous congenital ichtyosiform erythroderma (NBCIE), trichothiodystrophy metabolic disease, and endocrine disease. We report two collodion babies cases with peeling skin, passive movement, and poor feeding. Both cases were hospitalized in the humidity-controlled incubator. Water and topical treatment were used for daily bathing to prevent infection.
Kastrasi Kimia dalam Manajemen Kejahatan Seksual terhadap Anak: Tinjauan Medis William .
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1776

Abstract

Kejahatan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran hukum serius dan kasusnya terus bertambah. Kadar testosteron yang tinggi diduga berkontribusi pada kasus kejahatan seksual; sehingga selain harus dipidana sesuai ketentuan yang berlaku, pelaku juga perlu ditatalaksana dari sisi medis. Salah satu alternatif terapi medis yang dapat dipertimbangkan adalah kastrasi kimia, yaitu supresi libido pelaku menggunakan agen kimia. Studi menunjukkan bahwa kastrasi kimia 80-90% efektif mencegah pelaku menjadi residivis. Meskipun penerapannya masih dilematis, kastrasi kimia dapat menjadi pilihan yang efektif apabila sesuai indikasi.
Manifestasi Neurooftalmologi pada Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya Nia Anestya; Gilang Nispu Saputra; Aryatika Alam; Prettyla Yollamanda
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1767

Abstract

Gangguan gerak merupakan kondisi kelainan neurologis yang memengaruhi kecepatan, kelancaran, kualitas, dan kemudahan bergerak. Gejala okular umumnya ditemukan pada pasien gangguan gerak, termasuk gangguan gerak bola mata dan persepsi visual. Variasi gangguan gerak bola mata dapat bersifat karakteristik dan membantu diagnosis pasien dengan gangguan gerak.
Syzygium aromaticum (Ekstrak Cengkeh) sebagai Terapi Tambahan Kasus Cutaneous Larva Migrans Leoni Agnes
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1772

Abstract

Cutaneous larva migrans (CLM) atau creeping eruption adalah lesi kulit disebabkan invasi larva filariformis spesies Ancylostoma braziliensis atau Ancylostoma caninum dari kucing atau anjing. Dilaporkan satu kasus CLM pada perempuan usia 46 tahun. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan papul eritema multipel serpiginosa pada bokong kanan yang gatal, nyeri, dan panas. Diberikan terapi albendazole tablet 1 x 400 mg/hari selama 3 hari, cetirizine tablet 1 x 10 mg/hari, dan minyak Syzygium aromaticum (ekstrak cengkeh) yang dioleskan pada daerah lesi 1 kali sehari selama 6 hari. Pada terapi hari keenam, pasien mengalami perbaikan klinis.
Gambaran Sistiserkosis dan Taeniasis Ihda Zuyina Ratna Sari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1768

Abstract

Sistiserkosis dan taeniasis termasuk neglected diseases yang masih menjadi masalah kesehatan terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi sistiserkosis dan taeniasis di Indonesia berkisar 2-48%, tertinggi (hiperendemis sistiserkosis) di Papua. Sistiserkosis disebabkan infeksi larva cacing pita Taenia solium, taeniasis dapat disebabkan oleh cacing dewasa dari spesies T. solium, T. saginata, dan T. asiatica. Sistiserkosis dan taeniasis umumnya terjadi pada masyarakat yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi daging babi mentah atau setengah matang dan memiliki personal hygiene serta sanitasi lingkungan yang kurang baik. Sistiserkosis dan taeniasis mungkin asimtomatik. Diagnosis umumnya dengan anamnesis, pemeriksaan feses, dan diagnosis penunjang lainnya. Pengobatan dengan obat antihelmintik atau pembedahan untuk sistiserkosis. Pencegahan dengan menghilangkan sumber infeksi, meningkatkan personal hygiene dan sanitasi lingkungan, vaksinasi, dan pemberian obat cacing pada ternak, khususnya babi dan sapi, pengawasan dan memeriksa daging yang dikonsumsi, dan tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang.
Efikasi Suplementasi Asam Folat terhadap Kejadian Stroke pada Pasien Hiperhomosisteinemia dengan Riwayat Penyakit Jantung Koroner – Telaah Kasus Berbasis Bukti Erlina Santoso; Didi Haryadi; Melva Louisa
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1773

Abstract

Beberapa studi uji klinis yang meneliti efikasi asam folat untuk mencegah kejadian stroke pada pasien hiperhomosisteinemia dengan penyakit kardiovaskular memberikan simpulan yang inkonklusif. Tujuan laporan kasus berbasis bukti ini untuk menilai apakah suplementasi asam folat dapat menurunkan risiko stroke pada pasien dengan riwayat jantung koroner dengan hiperhomosisteinemia. Pencarian komprehensif melalui beberapa basis data online. Telaah kritis menggunakan alat penilaian dari Centre of Evidence Based Medicine (CEBM). Diperoleh dua studi kajian sistematik yang sesuai kriteria seleksi. Hasil telaah kritis mendapatkan bahwa kedua studi tersebut memiliki validitas baik. Analisis menunjukkan bahwa suplementasi asam folat dapat menurunkan kejadian stroke pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular.
Terapi Berbasis Sel: Perkembangan Terkini Cipta Mahendra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1769

Abstract

Terapi berbasis sel mulai mendapat perhatian ketika James P. Allison dan Tasuku Honjo mendapat hadiah Nobel bidang fisiologi/kedokteran pada tahun 2018 atas penemuan mekanisme inhibisi regulasi sel T dalam sistem imun, yang sangat berguna untuk memajukan modalitas imunoterapi. Terapi berbasis sel sejauh ini menggunakan dua jenis sel, yaitu sel imun dan sel punca. Terapi berbasis sel potensial sebagai terapi medis di masa depan, meskipun kini masih dalam tahap penelitian. Artikel ini bertujuan memberikan pengantar seputar terapi berbasis sel dan perkembangan terkininya.
Pengaruh Asam Lemak Omega-3 terhadap Penyakit Kardiovaskular Gerry Setiawan; Maya Christiany Halim
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1774

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh utama di seluruh dunia, dua penyakit tersering adalah penyakit jantung koroner dan stroke. Data menunjukkan bahwa asupan makanan yang mengandung tinggi asam lemak omega-3 dapat mengurangi kejadian penyakit kardiovaskular. Asam lemak omega-3 diteliti memiliki efek proteksi terhadap sistem kardiovaskular, memberikan pengaruh baik terhadap tekanan darah, trigliserida, inflamasi, trombosis, dan antiaritmia
Fibroid Uterus dan Infertilitas Arif Tantri Hartoyo; Nuring Pangastuti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1770

Abstract

Fibroid uterus (mioma atau leiomioma) adalah tumor monoklonal jinak sel otot polos rahim manusia. Fibroid merupakan tumor uterus yang paling umum dijumpai pada kelompok usia reproduksi. Keberadaannya dapat tanpa gejala, bergejala ringan hingga berat. Faktor risiko fibroid termasuk usia, ras, faktor hormon endogen ataupun eksogen, obesitas, infeksi rahim, serta gaya hidup (diet, konsumsi kafein dan alkohol, aktivitas fisik, stres, merokok). Klasifikasi fibroid mengikuti panduan FIGO untuk leiomioma. Diagnosis berdasarkan tanda dan gejala, pemeriksaan fisik dan penunjang. Fibroid dapat merupakan faktor terjadinya infertilitas antara lain melalui jalur perubahan fisik dan kontraksi uterus, perubahan faktor implantasi, ataupun zona junctional endometrium.
Pilihan Pengobatan Sistemik pada Psoriasis Nugroho Nitiyoso
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 3 (2022): Saraf
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i3.1775

Abstract

Psoriasis adalah salah salah satu penyakit autoimun dengan prevalensi tinggi. Gejala dan tanda psoriasis sangat bervariasi mulai dari ruam kulit kecil sampai luas, nyeri sendi, bahkan komorbiditas sistemik. Pengobatan psoriasis perlu disesuaikan, serta mempertimbangkan efikasi, keamanan, dan kenyamanan pasien. Apabila pengobatan topikal tidak berhasil, dapat dipertimbangkan pengobatan sistemik. Artikel ini akan membahas kelebihan dan keterbatasan pilihan-pilihan pengobatan sistemik untuk psoriasis.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 50 No 11 (2023): Pediatri Vol 50 No 10 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 9 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 8 (2023): Dermatiologi Vol 50 No 7 (2023): Kardiovaskular Vol 50 No 6 (2023): Edisi CME Vol 50 No 5 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 4 (2023): Anak Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi Vol 49, No 4 (2022): Infeksi - COVID-19 Vol 49 No 12 (2022): Dermatologi Vol. 49 No. 11 (2022): Neurologi Vol 49 No 10 (2022): Oftalmologi Vol. 49 No. 9 (2022): Neurologi Vol. 49 No. 8 (2022): Dermatologi Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D Vol 49 No 6 (2022): Nutrisi Vol 49, No 6 (2022): Nutrisi Vol 49, No 5 (2022): Jantung dan Saraf Vol 49 No 5 (2022): Neuro-Kardiovaskular Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam Vol 49 No 3 (2022): Neurologi Vol 49, No 3 (2022): Saraf Vol 49, No 2 (2022): Infeksi Vol 49 No 2 (2022): Infeksi Vol 49 (2022): CDK Suplemen-2 Vol 49 (2022): CDK Suplemen-1 Vol 49, No 1 (2022): Bedah Vol 49 No 1 (2022): Bedah Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19 Vol 48, No 7 (2021): Infeksi - [Covid - 19] Vol 48 No 1 (2021): Infeksi COVID-19 Vol. 48 No. 10 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 4 Vol 48 No 8 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 3 Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2 Vol. 48 No. 2 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 1 Vol 48, No 12 (2021): General Medicine Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular Vol 48, No 10 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48, No 9 (2021): Nyeri Neuropatik Vol 48 No 9 (2021): Neurologi Vol 48, No 8 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 7 (2021): Infeksi Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi Vol. 48 No. 3 (2021): Obstetri - Ginekologi Vol 48, No 2 (2021): Farmakologi - Vitamin D Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi Vol 47, No 11 (2020): Infeksi Vol 47, No 10 (2020): Optalmologi Vol. 47 No. 10 (2020): Dermatologi Vol 47 No 9 (2020): Infeksi Vol 47, No 9 (2020): Neurologi Vol. 47 No. 8 (2020): Oftalmologi Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi Vol. 47 No. 7 (2020): Neurologi Vol 47, No 7 (2020): Bedah Vol 47 No 6 (2020): Kardiologi & Pediatri Vol. 47 No. 5 (2020): Bedah Vol 47, No 5 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol. 47 No. 4 (2020): Interna Vol 47, No 4 (2020): Arthritis Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi Vol 47 No 2 (2020): Infeksi Vol 47, No 1 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol 47, No 1 (2020): Bedah Vol 47 No 1 (2020): Bedah Vol. 46 No. 7 (2019): Continuing Medical Education - 2 Vol 46 No 12 (2019): Kardiovakular Vol 46, No 12 (2019): Kardiovaskular Vol. 46 No. 11 (2019): Pediatri Vol 46, No 11 (2019): Kesehatan Anak Vol 46, No 10 (2019): Farmasi Vol. 46 No. 10 (2019): Farmakologi - Continuing Professional Development Vol 46 No 9 (2019): Neurologi Vol 46, No 9 (2019): Neuropati Vol 46, No 8 (2019): Kesehatan Anak Vol. 46 No. 8 (2019): Pediatri Vol 46, No 7 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus Vol 46 No 6 (2019): Endokrinologi Vol. 46 No. 5 (2019): Pediatri Vol 46, No 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi Vol. 46 No. 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 2 (2019): Penyakit Dalam Vol. 46 No. 2 (2019): Interna Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi Vol 46, No 1 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi Vol 45 No 12 (2018): Interna Vol 45, No 11 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45 No 9 (2018): Infeksi Vol 45, No 9 (2018): Infeksi Vol. 45 No. 8 (2018): Dermatologi Vol 45, No 8 (2018): Alopesia Vol 45, No 7 (2018): Onkologi Vol 45 No 7 (2018): Onkologi Vol. 45 No. 6 (2018): Interna Vol 45, No 6 (2018): Penyakit Dalam Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi Vol 45, No 4 (2018): Cedera Kepala Vol 45 No 4 (2018): Neurologi Vol 45, No 4 (2018): Cidera Kepala Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi Vol 45, No 2 (2018): Urologi Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi Vol 45, No 1 (2018): Suplemen Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi Vol 44, No 12 (2017): Neurologi Vol 44, No 11 (2017): Kardiovaskuler Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik Vol 44, No 9 (2017): Kardiologi Vol 44, No 8 (2017): Obstetri-Ginekologi Vol 44, No 7 (2017): THT Vol 44, No 6 (2017): Dermatologi Vol 44, No 5 (2017): Gastrointestinal Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi Vol 44, No 3 (2017): Infeksi Vol 44, No 2 (2017): Neurologi Vol 44, No 1 (2017): Nutrisi Vol 43, No 12 (2016): Kardiovaskular Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak Vol 43, No 10 (2016): Anti-aging Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler Vol 43, No 8 (2016): Infeksi Vol 43, No 7 (2016): Kulit Vol 43, No 6 (2016): Metabolik Vol 43, No 5 (2016): Infeksi Vol 43, No 4 (2016): Adiksi Vol 43, No 3 (2016): Kardiologi Vol 43, No 2 (2016): Diabetes Mellitus Vol 43, No 1 (2016): Neurologi Vol 42, No 12 (2015): Dermatologi Vol 42, No 11 (2015): Kanker Vol 42, No 10 (2015): Neurologi Vol 42, No 9 (2015): Pediatri Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell Vol 42, No 6 (2015): Malaria Vol 42, No 5 (2015): Kardiologi Vol 42, No 4 (2015): Alergi Vol 42, No 3 (2015): Nyeri Vol 42, No 2 (2015): Bedah Vol 42, No 1 (2015): Neurologi Vol 41, No 12 (2014): Endokrin Vol 41, No 11 (2014): Infeksi Vol 41, No 10 (2014): Hematologi Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus Vol 41, No 8 (2014): Pediatrik Vol 41, No 7 (2014): Kardiologi Vol 41, No 6 (2014): Bedah Vol 41, No 5 (2014): Muskuloskeletal Vol 41, No 4 (2014): Dermatologi Vol 41, No 3 (2014): Farmakologi Vol 41, No 2 (2014): Neurologi Vol 41, No 1 (2014): Neurologi More Issue