cover
Contact Name
Rifky Serva Tuju
Contact Email
servatuyu00@gmail.com
Phone
+6282216985878
Journal Mail Official
sttetmpb@gmail.com
Editorial Address
STT Erikson-Tritt Jalan Trikora Sowi 3 Manokwari, Papua Barat
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 27453766     DOI : https://doi.org/10.53827/lz
LOGON ZOES merupakan wadah publikasi hasil penelitian di bidang teologi, sosial dan budaya bagi pengembangan kekristenan di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Erikson Trit, Manokwari dan institusi lain yang ingin berkontribusi dengan bidang kajian yang serupa. LOGON ZOES diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tirtt Manokwari dengan Focus dan Scope pada bidang: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktikal, Teologi dan Sosial, Budaya dan Kearifan Lokal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022" : 5 Documents clear
Pengudusan Bait Allah Menurut 2 Tawarikh 29:3 – 31:1 Luhut P Lumban Gaol
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.289 KB) | DOI: 10.53827/lz.v5i2.95

Abstract

The temple of God is a very strong foundation for the people of Israel because the temple of God talks about the presence of God and also about God's holiness in the life of the Israelites. In the journey of the Israelites from Egypt to the Promised Land, the concept of the Temple of God became very important, therefore the Israelites continued to build the Temple of God, and then dismantled and moved it where they then built the tent. This study discusses the reforms carried out by King Hezekiah when he wanted to remodel the existence of the temple. This was done because there was so much depravity in the faith of the Israelites from the time before Hezekiah's leadership. The purpose of this discussion is to obtain the principles of the reformation carried out and also as a reference in renewal for the congregation at this time. The method used is hermeneutic by investigating relevant library sources. The result was that Hezekiah reformed God's people in the worship of that Lord without compromise. His actions made God's people blessed. Today's servants of God need to convey true teachings and not compromise on idolatry.Bait Allah merupakan dasar yang sangat kental dengan umat Israel, sebab bait Allah berbicara tentang kehadiran Allah dan juga tentang kekudusan Allah dalam kehidupan bangsa Israel. Di dalam perjalanan bangsa Israel dari Mesir sampai ke tanah Perjanjian, konsep Bait Allah menjadi hal yang sangat penting, oleh sebab itu umat Israel tetap membangun Bait Allah tersebut, dan kemudian membongkar dan memindahkan dimana mereka kemudian membangun tenda. Penelitian ini membahas reformasi yang dilakukan oleh raja Hizkia, ketika dia ingin merombak keberadaan Bait Allah tersebut. Hal ini dilakukan kerena begitu banyaknya kebobrokan iman bangsa Israel dari masa sebelum kepemimpinan Hizkia. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip reformasi yang dilakukan dan juga sebagai rujukan dalam pembaharuan bagi jemaat pada masa sekarang ini. Metode yang digunakan adalah hermeneutik dengan menyelidiki sumber-sumber pustaka yang relevan. Hasilnya adalah Hizkia mereformasi umat Allah dalam penyembahan kepada Tuhan itu dengan tanpa kompromi. Tindakannya membuat umat Allah diberkati. Hamba Tuhan masa kini perlu menyampaikan pengajaran yang benar dan tidak kompromi terhadap penyembahan berhala.
Sumbangan Martin Luther Terhadap Pendidikan Agama Kristen Adolf Edwin Ratag
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.389 KB) | DOI: 10.53827/lz.v5i2.96

Abstract

This article discusses the importance of a person in church history. Specifically, the figure appointed was Martin Luther, the Reformer. Not only his actions but also his thoughts have a very significant influence on the development of the world of Christian Religious Education, on world civilization, intellectual efforts, and especially on respect and fear of God, the source of all wisdom. His spiritual journey which is so long and dynamic, to find and experience God's grace is a journey full of meaning; not only shapes his personality and spirituality but is also contained his works. His actions and especially his works that were produced due to the historical struggles of his time have really contributed in no small part to the development of Christian Religious Education. The method used in this research is a literature study. The results of the research found that Luther's contribution to Christian Religious Education included: First, elevating the authority of the Bible to the foremost position and underlies all forms of teaching. Second, efforts to approach the government to get involved in the world of education. Third, pay attention to the development of formal curriculum according to age level. Fourth, encourage parents to develop a home or family-based Christian Religious Education.Artikel ini membahas pentingnya seorang tokoh dalam sejarah gereja. Secara spesifik tokoh yang diangkat ialah Martin Luther, sang Reformator. Bukan hanya sepak terjangnya, tetapi juga pemikirannya benar-benar memberi pengaruh yang sangat signifikan pada perkembangan dunia Pendidikan Agama Kristen, pada peradaban dunia, upaya-upaya pencerdasan dan utamanya pada sikap hormat dan takut pada Tuhan, sang sumber segala hikmat. Perjalanan spiritualnya yang begitu panjang dan dinamis, sampai menemukan dan mengalami anugerah Allah adalah sebuah perjalanan yang sarat dengan makna; bukan hanya membentuk kepribadian dan spiritualitasnya, tetapi juga tertuang dalam karya-karyanya. Sepak terjang dan terlebih karya-karyanya yang dihasilkan oleh karena pergumulan sejarah zamannya benar-benar telah memberikan sumbangan yang tidak sedikit berhubungan dengan perkembangan Pendidikan Agama Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Adapun hasil penelitian ditemukan sumbangan Luther terhadap Pendidikan Agama Kristen meliputi: Pertama, mengangkat otoritas Alkitab pada posisi yang terutama dan melandasi segala bentuk pengajaran. Kedua, upaya pendekatan pada pemerintah untuk terlibat dunia Pendidikan. Ketiga, memberi perhatian pada pengembangan kurikulum formal sesuai dengan  tingkat umur. Keempat, mendorong orang tua untuk mengembangkan Pendidikan Agama Kristen yang berbasis rumah atau keluarga.
Pentingnya Pendidikan Agama Kristen Dalam Gereja Di Era Disrupsi Paulus Suyatno
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.429 KB) | DOI: 10.53827/lz.v5i2.99

Abstract

The importance of Christian religious education in the church in the era of disruption is a primary need for God's church. Because the era of disruption challenges the church to innovate massively and fundamentally towards a new system. The era of disruption is an era of massive change, thus changing various systems and arrangements in new ways. The church must be ready to face the accelerated pace of technology in the era of disruption. This writing method is qualitative descriptive with literature studies and interviews. The purpose of this writing is for Pastors, administrators, church councils to apply Christian Religious Education in the church in the era of disruption in a progressive, intensive and collaborative manner without helping the growth of faith and loyalty of God's congregation. On the other hand, in the era of disruption, believers' faith grows stronger, tougher, stronger and more mature. The results of the writing are: the need for Christian religious education to be properly introduced to the church in the era of disruption and it is necessary to understand correctly the meaning of the importance of Christian religious education in the church in the era of disruption, both online and offline.Pentingnya Pendidikan Agama Kristen dalam Gereja di era disrupsi adalah sebagai kebutuhan primer bagi gereja Tuhan. Karena diera disrupsi menantang gereja untuk berinovasi secara besar-besaran dan mendasar kearah sistem yang baru. Era disrupsi merupakan era perubahan yang secara masif, sehingga mengubah berbagai sistem dan tatanan ke cara baru. Gereja harus siap menghadapi percepatan lajunya teknologi di era disrupsi. Metode penulisan ini kualitatif diskriptif dengan studi pustaka dan wawancara. Tujuan dari penulisan ini adalah supaya Gembala Sidang, pengurus, majelis gereja menerapkan Pendidikan Agama Kristen dalam gereja di era disrupsi secara progresif, intensif dan berkolaborasi tanpa membantutkan pertumbuhan iman dan kesetiaan jemaat Tuhan. Sebaliknya diera disrupsi tertumbuhan iman orang percaya semakin kokoh, tangguh, kuat dan dewasa. Hasil dari penulisan adalah perlunya Pendidikan agama Kristen   diperkenalkan secara benar kepada gereja di era disrupsi dan perlu dipahami, mengerti dengan benar arti pentingnya Pendidikan agama Kristen dalam gereja diera disrupsi dengan cara daring maupun luring.
Makna Sesamaku Manusia Berdasarkan Lukas 10:25-37 Daniel Siswanto; Janes Sinaga; Micle Edwin Tumundo; Juita Lusiana Sinambela
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.304 KB) | DOI: 10.53827/lz.v5i2.87

Abstract

"Who is my neighbor?" The scribe's question was motivated by his understanding of "neighborhood" which was only limited to Jews. The Jews in a series of ceremonies made themselves most holy. They do not think about foreigners or other nations other than their own people. This kind of understanding will tend to limit behavior to love others outside of a certain relationship. The purpose of this study is to provide a true and in-depth understanding according to biblical standards regarding the understanding of who is my neighbor. Delivering straightforwardly and clearly the intent and purpose of the Lord Jesus in giving parables according to Luke 10:25-37 as well as the correct view and understanding of who my neighbor is. This study uses a qualitative method by collecting and analyzing from various literature sources such as the Bible, books and journals so as to get a correct understanding of fellow human beings in Luke 10:25-37. In the story of the good Samaritan, Christ wanted to show that true religion does not depend on rules, beliefs, or religious ceremonies, but in performing acts of love and true goodness. The lesson on the parable of the Good Samaritan in the context of “Who is My Neighbor”, gives an understanding to every reader that a fellow human being is not just someone who believes in us.“Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan seorang ahli Taurat ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahamannya tentang “sesamanya manusia” yang hanya terbatas pada orang Yahudi saja. Orang Yahudi dalam suatu rentetan upacara menjadikan diri mereka sendiri paling kudus. Mereka tidak memikirkan orang asing atau bangsa lain selain kaum mereka sendiri. Pemahaman seperti ini akan cenderung membatasi perilaku untuk mengasihi orang lain di luar satu ikatan hubungan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang benar dan mendalam sesuai dengan standard Alkitabiah sehubungan dengan pengertian siapakah sesamaku manusia. Menyampaikan dengan lugas dan jelas akan maksud dan tujuan dari Tuhan Yesus dalam memberikan perumpamaan sesuai Lukas 10:25-37 serta pandangan dan pemahaman yang benar tentang siapakah sesamaku manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisa dari berbagai sumber Pustaka seperti Alkitab, buku dan jurnal sehingga mendapatkan pemahaman yang benar mengenai sesama manusia dalam Lukas 10:25-37. Dalam kisah orang samaria yang baik hati, Kristus ingin menunjukkan bahwa agama yang benar itu bukanlah bergantung pada peraturan, kepercayaan, atau upacara agama, melainkan dalam melakukan perbuatan kasih, dan kebaikkan sejati. Pelajaran perumpaan Orang Samaria Yang Baik Hati dalam konteks “Siapakah Sesamaku Manusia”, memberikan pemahaman kepada setiap pembacanya bahwa sesama manusia bukan hanya seorang yang seiman dengan kita.
Spiritualitas Kristen dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Penderita Ansietas Livia Djikoren; Yanto Paulus Hermanto
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.936 KB) | DOI: 10.53827/lz.v5i2.88

Abstract

Anxiety is a mental illness as well as a physical illness, which if not handled properly, will greatly interfere with daily activities and can even threaten a person's life. Therefore, how do Christians respond to anxiety sufferers who have anxiety disorders? Second, what are the methods of increasing Christian spirituality to reduce anxiety levels? Be the formulation of this research problem. The research method used to answer the formulation of this problem is through a qualitative approach with the library research method. The results and discussion of this research show that there are two understandings that must be possessed by Christians, namely talk therapy or psychological counseling; or taking anti-anxiety drugs and by increasing the level of spirituality or spiritual life.Ansietas adalah suatu penyakit mental yang sama halnya dengan penyakit fisik, yang jika tidak ditangani dengan baik, maka akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan dapat mengancam kehidupan seseorang. Oleh sebab itu bagaimana respon orang Kristen terhadap penderita ansietas yang mengalami gangguan kecemasan? Kedua, bagaimana metode meningkatkan spiritualitas Kristen untuk menurunkan tingkat kecemasan? Menjadi rumusan masalah peneletian ini. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan metode library research. Hasil dan pembahasan penelitian ini diperoleh bahwa ada dua pemahaman yang harus dimiliki oleh orang Kristen yakni terapi bicara atau konseling psikologis; atau dengan mengonsumsi obat antikecemasan dan dengan meningkatkan tingkat spiritualitas atau kehidupan kerohanian.  Kata kunci: spiritualitas Kristen, kecemasan, konseling psikologi, hidup spiritualitas

Page 1 of 1 | Total Record : 5