cover
Contact Name
M. Iman Wahyudi
Contact Email
iman.wahyudi@uinbanten.ac.id
Phone
+6285939501925
Journal Mail Official
jsga@uinbanten.ac.id
Editorial Address
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jl. Jendral Sudirman Ciceri Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 26852926     EISSN : 23554037     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/jsga
Core Subject : Humanities, Social,
JSGA: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025" : 6 Documents clear
PENERAPAN TEORI RESEPSI STUART HALL DALAM PENGKAJIAN LIVING HADIS: RESEPSI HADIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI MADRASAH MU’ALLIMAAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Alifah Nurul Fitria Adini
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.11669

Abstract

ABSTRAK Penerapan teori resepsi Stuart Hall dalam pengkajian living hadis, dengan fokus pada resepsi hadis tentang kepemimpinan perempuan di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Perdebatan mengenai kepemimpinan perempuan dalam Islam masih menjadi isu sentral yang relevan di masyarakat, terutama dalam konteks pendidikan berbasis agama. Dengan menggunakan pendekatan living hadis, penelitian ini mengkaji bagaimana hadis diterima, dimaknai, dan diterapkan oleh para siswi di lingkungan madrasah. Studi ini menemukan bahwa resepsi terhadap hadis kepemimpinan perempuan didominasi oleh resepsi negosiasi, di mana para siswi menerima sebagian kandungan hadis secara tekstual tetapi juga menafsirkannya secara kontekstual sesuai perkembangan zaman. Temuan ini menunjukkan pentingnya living hadis sebagai pendekatan dinamis yang mampu menjembatani teks agama dengan realitas sosial. Kata Kunci: Living hadis, teori resepsi, kepemimpinan perempuan, Stuart Hall
KONTRUKSI MAHASISWI GEN Z SURABAYA TERHADAP REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM KONTEN FEMININE ENERGY DI TIKTOK intan, Intan Fadiyah
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12198

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan mahasiswi Gen Z di Surabaya terhadap representasi perempuan melalui konten “feminine energy” di TikTok. Feminine energy adalah konsep yang menonjolkan sisi feminin seseorang, seperti kelembutan, keanggunan, dan kecerdasan emosional, yang dianggap sebagai kekuatan dalam menciptakan kehidupan yang seimbang dan harmonis. Di TikTok, konsep ini menjadi tren populer karena menghadirkan panduan mengenai pengembangan sifat-sifat feminin, mulai dari perawatan diri hingga pengelolaan emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi pemahaman dan makna yang diberikan mahasiswi terhadap konsep tersebut. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter Berger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten “feminine energy” di TikTok menjadi sumber motivasi bagi mahasiswi dalam memahami dan mengembangkan karakter feminin mereka. Konten ini tidak hanya memberikan panduan praktis, seperti tips merawat diri dan berpakaian, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, kesadaran diri, serta keseimbangan emosional. Namun, sebagian mahasiswi menyadari adanya risiko dari standar feminin yang terlalu kaku, yang berpotensi membatasi kebebasan berekspresi. Konsep feminine energy ini memiliki peluang besar untuk menjadi alat pemberdayaan perempuan jika diterapkan secara kritis dan fleksibel, tanpa mengabaikan keunikan dan identitas masing-masing individu. TikTok, sebagai media sosial yang sangat berpengaruh, memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman baru tentang feminitas di era digital.
Women's Contribution in Society: An Islamic Perspective Adzima, Fauzan
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12287

Abstract

The concept of gender equality in Islam is often misunderstood, either by those who believe that Islam restricts women's roles or by those who demand absolute equality without considering inherent differences. This article explores the active roles of men and women in Islam using a thematic exegesis approach to QS. An-Nisa (4): 32 and QS. At-Taubah (9): 71, based on Fathul Karim Mukhtashar Tafsir. The analysis reveals that Islam emphasizes equality between men and women in faith and rewards for deeds while guiding them to fulfill roles in accordance with Islamic teachings. Women are provided with opportunities to contribute to various aspects of life, including social and da'wah activities, without violating religious principles. This study also identifies challenges in implementing this concept due to the strong influence of patriarchal culture. Therefore, a comprehensive understanding based on authoritative exegesis, along with supportive policies, is necessary to ensure the just implementation of Islamic values.
PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA nofia putri ramadhani
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12305

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah masalah serius di Indonesia yang tidak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga kerusakan psikologis dan sosial yang mendalam. Selama ini, penanganan KDRT cenderung lebih fokus pada hukuman bagi pelaku, tanpa banyak perhatian pada upaya membantu mereka berubah atau memperbaiki hubungan dengan korban dan masyarakat. Dalam konteks ini, keadilan restoratif muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dengan menekankan dialog dan membangun kembali hubungan antara pihak-pihak yang terlibat. Alih-alih hanya menghukum, keadilan restoratif bertujuan membantu pelaku menyadari dampak tindakannya serta mendukung rehabilitasi mereka dengan melibatkan keluarga, komunitas, dan para ahli. Artikel ini mengulas berbagai penelitian tentang penerapan keadilan restoratif dalam kasus KDRT di Indonesia menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keadilan restoratif dapat membawa perubahan positif pada pelaku, terutama jika didukung dengan program pendampingan yang terstruktur seperti konseling psikologis dan pelatihan pengelolaan emosi. Namun, terdapat tantangan seperti minimnya fasilitator terlatih dan budaya patriarki yang kuat yang menghambat pelaksanaannya. Selain itu, stigma sosial terhadap korban dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang keadilan restoratif juga menjadi kendala. Untuk benar-benar membuat perubahan, dibutuhkan sistem rehabilitasi berbasis komunitas yang jelas. Kerja sama antara pemerintah, LSM, dan komunitas lokal sangat penting untuk membangun sistem ini. Dengan usaha bersama, keadilan restoratif berpotensi membawa penyembuhan, mengurangi kekerasan berulang, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.
Konstruksi dan Ekspresi Identitas Gender Kontemporer di TikTok M Supriyadi; Muhammad Iqbal; Diana Dewi Sartika; Ghina Reftantia; Erlisa Saraswati
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12314

Abstract

This study examines how TikTok, as a social media platform, influences the construction and expression of users’ gender identities. Employing a descriptive qualitative approach and discourse analysis, this research explores how symbols, language, and narratives within TikTok content reflect and challenge traditional gender roles. TikTok has emerged as an expressive and inclusive space for nonbinary and LGBTQ+ individuals to explore identity, foster interaction, and build social solidarity. The platform's algorithmic features allow for the rapid dissemination of alternative gender narratives and the formation of digital communities. While TikTok presents significant opportunities for empowerment, the study also reveals challenges such as queerbaiting, algorithmic bias, and normative body and gender expectations that may negatively impact users’ mental health. TikTok is thus not merely an entertainment platform but also a site of social contestation in redefining gender expression in the digital age. The findings conclude that TikTok plays a critical role in contemporary gender identity construction, despite ongoing structural and cultural obstacles.
REKONSTRUKSI MASKULINITAS MELALUI GERAKAN CANTIK: KAJIAN NEW SOCIAL MOVEMENT THEORY DALAM ISU GENDER DI INDONESIA putro haza muthi
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i02.12315

Abstract

Kesetaraan gender bukan semata-mata menjadi tanggung jawab perempuan, melainkan merupakan perjuangan kolektif demi terciptanya keadilan sosial yang menyeluruh. Di Indonesia, ketidaksetaraan gender masih mengakar kuat, diperparah oleh dominasi budaya patriarki yang telah berlangsung lama. Meskipun selama ini gerakan berbasis gender cenderung didominasi oleh perempuan, dalam dua dekade terakhir mulai terlihat peran laki-laki yang mendukung nilai-nilai feminisme dan turut menantang konstruksi maskulinitas yang merugikan. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang menggunakan kerangka teori Gerakan Sosial Baru dari Alberto Melucci untuk memahami bagaimana kelompok seperti Aliansi Laki-Laki Baru berkontribusi dalam membentuk relasi gender yang lebih adil. Dengan mengkaji data kekerasan terhadap perempuan serta jejaring organisasi yang melibatkan kolaborasi antara laki-laki dan gerakan perempuan, artikel ini menekankan bahwa keterlibatan laki-laki dalam perjuangan kesetaraan merupakan langkah strategis menuju perubahan budaya yang lebih egaliter dan berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6