cover
Contact Name
Joseph Christ Santo
Contact Email
jx.santo@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalmiktab@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Solo - Purwodadi km 6, Sugihwaras, Wonorejo, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27982084     DOI : -
Core Subject : Religion,
Miktab adalah jurnal ilmiah teologi dengan warna Pentakosta, merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pelayanan Kristiani, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina. Focus dan Scope penelitian Miktab adalah: Teologi Biblikal; Teologi Sistematika; Isu-isu Teologi; Pelayanan Kristiani Miktab menerima artikel dari mahasiswa, dosen, dan peneliti teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel dari kepenulisan bersama mahasiswa dan dosen menjadi prioritas untuk diproses sepanjang sesuai focus & scope. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya dalam proses peer-review sebelum diterbitkan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022" : 6 Documents clear
Keteladanan Rasul Paulus bagi Para Gembala dalam Menyikapi Pemberian Jemaat Christian Daniel Raharjo
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena jemaat yang senang memberi kepada gembalanya adalah hal yang lazim terjadi dan dialami oleh gembala yang sudah melakukan tugas pelayanan penggembalaan dengan baik. Pemberian ini umumnya sebagai bentuk ungkapan terima kasih, wujud apresiasi jemaat atas kinerja baik yang telah dilakukan gembala. Namun, benarkah pemberian dari jemaat ini tidak memiliki potensi dampak buruk bagi pelayanan dan juga pribadi gembala? Dalam penelitian ini penulis mencoba menganalisa pemberian yang diperbolehkan dan yang tidak dengan melihat cara rasul Paulus dalam menyikapi pemberian dari jemaat. Dengan memahami cara rasul Paulus menyikapi pemberian dari jemaat ini para gembala dapat mengambil sikap dalam menerima pemberian-pemberian dari jemaat, agar pelayanan penggembalaan tetap sehat dan berlangsung dengan sebagaimana mestinya. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif-deskriptif guna menganalisa ayat-ayat dan literatur-literatur yang berkaitan dengan subyek penelitian ini. Melalui analisa yang dilakukan untuk menyikapi fenomena ini, penulis mendapati gembala harus menyikapi pemberian jemaat dengan prinsip-prinsip berikut : mengungkapkan terima kasih yang tulus kepada jemaat, bersukacita melihat perhatian jemaat, senantiasa belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan, bergantung sepenuhnya hanya kepada Allah, dan berkeyakinan bahwa Allah menerima dan membalas pemberian dari jemaat.Kata-kata kunci: Pelayanan Pastoral; Rasul Paulus; Pemberian Jemaat; Gratifikasi
Kewaspadaan Terhadap Guru-Guru Palsu Berdasarkan 2 Petrus 2 Sebagai Antisipasi Terhadap Penyesatan Pada Masa Kini Prananto Prananto; Joseph Christ Santo
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran sesat atau palsu sudah ada sejak berdirinya gereja mula-mula dan upaya penyesatan mereka terjadi di luar maupun di dalam gereja. Pengajaran yang menyimpang dan tidak sesuai dengan firman Tuhan merupakan bentuk perlawanan Iblis kepada Allah yang bertujuan agar manusia hidup jauh dari Tuhan dan orang-orang percaya dipengaruhi untuk hidup tidak taat kepada Tuhan. Peringatan akan kewaspadaan terhadap guru-guru palsu yang disampaikan oleh rasul Petrus, juga telah disampaikan oleh Yesus sebagai peringatan kepada murid-murid-Nya. Seperti serigala berbulu domba, demikianlah  gambaran yang Yesus berikan kepada guru-guru palsu itu.Hal ini menjadi tantangan serius bagi gereja masa kini, bagaimana gereja harus bersikap dan langkah antisipasi apa yang harus diambil gereja maupun orang percaya dalam menghadapi merebaknya ajaran sesat yang berpotensi melemahkan kerohanian jemaat Tuhan? Melalui artikel ini, penulis mencoba memberikan jawaban atas tantangan tersebut diatas. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisa teks dalam 2 Petrus 2, diperoleh hasil, gereja harus sadar bahwa keberadaan guru-guru palsu di tengah-tengah jemaat Tuhan merupakan sebuah fakta dan penyesatannya semakin intensif menjelang akhir zaman, Meskipun Tuhan akan menjaga dan menyelamatkan orang-orang benar dari penyesatan, namun gereja perlu mengantipasinya dengan memberikan pengajaran yang benar berdasarkan Alkitab dan mendorong jemaat untuk tekun beribadah menjalin persekutuan dengan saudara seiman. Dan setiap orang percaya harus bertumbuh dan berakar kuat di dalam kebenaran firman Tuhan serta hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
Praktik Bahasa Roh Membangun Diri Sendiri Menurut I Korintus 14:4 Sebagai Upaya Mengendalikan Emosi Ira Suwitomo Putri; Joseph Christ Santo; Joko Sembodo
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hidup bermasyarakat yang sangat beragam, kita dituntut untuk dapat mengendalikan emosi secara benar.  Namun pada praktiknya, banyak yang mengalami kesulitan mengendalikan emosinya. Sebenarnya Allah memberi kemampuan kepada manusia untuk mereka dapat mengendalikan emosi, karena Allah juga yang menciptakan emosi tersebut untuk kepentingan manusia. Dalam I Korintus 14:4 Rasul Paulus membahas tentang bahasa roh di mana fungsi bahasa roh adalah untuk membangun diri, termasuk di dalamnya menjadi orang yang dapat mengendalikan emosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui praktik bahasa roh membangun diri sebagai upaya mengendalikan emosi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana penulis mewawancarai 10 partisipan yang adalah aktivis GBIS Kepunton, Surakarta, dengan batas usia 25 sampai 75 tahun. Hasil dari penelitian yang didapat cukup bervariatif dan menunjukkan adanya praktik bahasa roh membangun diri dalam konteks I Korintus 14:4 yang dapat difungsikan sebagai pengendalian emosi untuk jemaat Tuhan. 
Peran Media Sosial Dalam Penyampaian Kabar Baik Menurut Lukas 4 :18-19 Nasri Nugroho; Yotam Teddy Kusnandar; Joko Sembodo
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberitaan kabar baik merupakan upaya untuk menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia, bahkan yang berkembang di era teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu upaya untuk merealisasikannya adalah melalui media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyampaian kabar baik menurut Lukas 4:18-19, untuk menjelaskan yang dimaksud media sosial, dan untuk menjelaskan peran media sosial dalam penyampaian kabar baik menurut Lukas 4:18-19. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka. Peneliti melakukan kajian dari berbagaisumberliteraturberupajurnalteologimaupunbuku-bukuyangsesuai dengantema,sehinggamenghasilkanbeberapapenjelasan yangdibahassecara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan diperlukannya kemampuan dalam mengakses dan memproses transmisi data dan informasi dalam berbagai macam platform media, sehingga penggunaan teknologi informasi bukan hanya sekadar dimanfaatkan untuk mengikuti tren zaman, tetapi media dapat berperan dalam melaksanakan misi Allah dalam menyampaikan kabar baik.
Peran Gembala Sidang Dalam Pelayanan Pastoral Terhadap Era Society 5.0 Yulius Subari Putra
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan yang terjadi di era baru ini dikenal dengan Society 5.0. Melalui pemanfaatan berbagai perubahan teknologi informasi dan komunikasi yang diikuti adanya kemajuan era seperti Internet, Kecerdasan buatan, dan Bank Data. Dimana suatu keadaan yang tidak dapat dihindari. Setiap orang perlu dipersiapkan dalam menghadapi perubahan Era Society 5.0. Demikian juga Gereja, perlu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan Era Society 5.0 dan tentunya menjadi tugas gembala sidang dalam mempersiapkan gereja untuk menghadapi perubahan Era Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelayanan pastoral semakin kontekstual dalam dunia digital saat ini yang turut mempengaruhi perubahan tatanan dan gaya hidup sehingga menuntut pendekatan pelayanan pastoral yang adaptif tanpa perlu kehilangan esensi pelayanan pastoral itu sendiri. Penulis melakukan analisis dengan menggunakan metode pendekatan analisis deskriptif berdasarkan literature sehingga menarik kesimpulan bahwa gembala sidang dalam pelayanan pastoral harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan berbagai teknologi. Adapun keterbaharuan penelitian dibandingkan dengan penelitian sejenis sebelumnya terletak pada bagaimana Era Society 5.0 membawa paradigma baru pentingnya segi humanistis menjadi prioritas dan dasar dari sisi pentingnya terus menjaga esensi pelayanan pastoral tersebut juga berpangkal dari penelitian sebelumnya, seperti yang dikemukakan oleh Sonny Eli Zaluchu dalam pastoral ministry 5.0. Dimana gereja harus siap dalam menghadapi perubahan era Society 5.0. Seorang gembala perlu memberikan pengajaran yang menekankan pada penguatan keyakinan iman jemaat, sehingga keyakinan tersebut dapat di demonstrasikan dalam kehidupan sehari – hari dan dapat memberikan pengajaran yang mengarah pada komunikasi injil di tengah perubahan. 
Hidup Yang Bermakna: Suatu Refleksi Teologi Etis Kesetiaan Terhadap Kemartiran Para Rasul Irmaya Langi Mentodo
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup yang bermakna adalah sebuah kehidupan yang menjadikan Kristus dan ajarannya sebagai fondasi dalam berperilaku dan bertindak. Perilaku tersebut merupakan sikap yang meneladani sebagai bagian dari keikutsertaan dalam karya Kristus. Panggilan pengikut Kristus adalah memberitakan kerajaan Allah, menjadi saksi-saksi Kristus. Ciri-ciri dari hamba Yesus Kristus adalah memberi dirinya untuk mengabdi kepada-Nya bukan supaya ia diselamatkan melainkan karena Kristus terlebih dahulu telah menyelamatkannya. Pengikut Kristus adalah orang-orang yang rela mempersembahkan segalanya bagi Kristus yang dilandasi oleh sikap setia sebagai bagian dari etika hamba Kristus. Nilai-nilai ini merupakan nilai yang bersifat kekal, dan mengatasi segala nilai yang ada didunia. Bercermin dari pengalaman hidup para rasul-rasul yang dengan setia menjadi saksi Kristus sampai pada kematiannya yang mengerikan, memberi banyak pengaruh untuk melihat kemuliaan Allah. Penulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan bukti kesetiaan rasul-rasul martir dalam panggilannya sebagai pengikut Kristus, yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi pekerjaan Kristus. Kehidupan para rasul-rasul ini merupakan suatu perjalanan hidup yang bermakna sebagai hamba Kristus.

Page 1 of 1 | Total Record : 6