cover
Contact Name
Ahmad Fauzan
Contact Email
elizdiwaj@radenintan.ac.id
Phone
+628996444357
Journal Mail Official
elizdiwaj@radenintan.ac.id
Editorial Address
Jln. Lektol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung Rumah Jurnal Fakultas Syari'ah UIN Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law
ISSN : -     EISSN : 27460126     DOI : 10.24042/el-izdiwaj.v2i2.
Core Subject : Religion,
El Izdiwaj Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law jurnal yang membahas artikel dalam bidang hukum keluarga Islam dan hukum perdata dengan berbagai pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021" : 7 Documents clear
PEREMPUAN SEBAGAI SUBJEK HUKUM DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM Salamah, Umi
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.9003

Abstract

ABSTRAK: Membicarakan perempuan selalu menarik,perdebatan tentang posisi perempuan selalu muncul dalam lini kehidupan. Sebagian pendapat memposiiskan perempuan subjek hukum yang utuh, punya hak-hak tertentu dan pada sisi lain tidak punya hak sama sekali. Karenanya kajian tentang perempuan sebagi subjek hukum dalam hukum Islam ini perlu dikaji untuk pengetahui posisi perempuan dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan usul fikih yang fokus pada posisi perempuan dalam hukum Islam khususnya hukum keluarga.  Kata Kunci: Perempun, Subjek hukum, Hukum Islam.
PENERAPAN KONSEP MAQASHID ASY SYARIAH DI PERUSAHAAN PENAMBANGAN BATU BARA DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT rusmayasari, ika
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.9946

Abstract

Dampak yang ditimbulkan dari eksploitasi perusahaan penambangan batubara terhadap masyarakat adalah munculnya konflik kepentingan pada pengurus desa terkait proses ganti rugi lahan, dimana aparat menjadi perantara ganti rugi kepada perusahaan, masyarakat dengan mudah menggantirugikan tanahnya kepada perusahaan tanpa memikirkan nasib ladang berpindah dan sumber ekonomi kehutanan lainnya, masyarakat tidak ingin melakukan aktivitas seperti gotong royong karena mengukur pekerjaan dengan kompensasi uang, perputaran uang di desa sangat besar yang bersumber dari ganti rugi lahan, namun hanya bertahan dalam waktu singkat, karena habis untuk kebutuhan konsumsi, sama sekali tidak meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat jangka panjang. Selain itu perusahaan dalam mencapai kepentingannya sering memberikan bantuan sosial, mengatasnamakan program tanggungjawab sosial perusahaan, baik dalam bentuk uang maupun barang.
Implikasi Nusyuz Suami Istri dalam Hukum Islam dan Gender udin, badar
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.9949

Abstract

Dalam masalah nusyȗz, posisi istri dinilai lemah ketika menghadapi nusyȗz suami, sedangkan ketika istri nusyȗz, suami berhak meninggalkan istri di tempat tidur, bahkan diperbolehkan memukul istri. Kondisi tersebut memunculkan pandangan adanya bias dan ketidakadilan gender dalam masalah nusyȗz, yang menuntut adanya keadilan dari adanya perbedaan implikasi antara nusyȗz suami dan nusyȗz istri. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan nusyȗz yang dilakukan oleh suami kepada istrinya mengarah kepada tindakan yang merusak muasyarah bil ma’ruf (hubungan yang baik) sebagai dasar terbentuknya keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Konsep Adil Dalam Praktek Poligami Menurut Imam Syafe'i dan Imam Malik Maya Noviana Sari, Maya Riri
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.9962

Abstract

Pembahasan tentang Poligami telah dijelaskan dalam Al Quran surat An-nisa ayat 3 yaitu pembatasan berpoligami sampai 4 orang saja tetapi harus berlaku adil, apabila tidak dapat bersikap adil maka disarankan untuk menikah seorang saja. Dalam surat Annisa ayat 129 juga dijelaskan bahwa seorang suami yang berpoligami wajib berbuat adil terhadap istri- istrinya. Hukum poligami dalam syariat Islam adalah ja’iz atau dengan kata lain ‘boleh’, dengan catatan suami mampu berlaku adil di antara  sesama isterinya, ayatnya jelas jika suami tidak mampu berlaku adil maka cukup satu isteri saja.                                         Para ulama berbeda pendapat tentang hukum poligami. Menurut Sayyid Qutub, poligami merupakan suatu perbuatan rukshah. Karena merupakan rukshah, maka bisa dilakukan hanya dalam keadaan darurat, yang benar-benar mendesak. Kebolehan ini disyaratkan bisa berbuat adil terhadap istri-istri. Sedangkan menurut Masjfuk Zuhdi menjelaskan bahwa Islam memandang poligami lebih banyak membawa resiko daripada manfaatnya. Karena manusia menurut fitrahnya mempunyai watak cemburu, iri hati dan suka mengeluh. Watak-watak tersebut mudah timbul dengan kadar tinggi, jika hidup dalam kehidupan keluarga yang poligami.
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KELUARGA Yusnita, Erni Yusnita; Octafiona, Era
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.10283

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama, peran orang tua senantiasa menjaga dirinya sendiri dan keluarganya agar terhindar dari api neraka. Secara realita penulis perhatikan sebagian besar dari orang tua banyak yang lalai akan tanggung jawabnya di dalam mendidik anak. Untuk itu perlu mengkaji dan menggali kembali peran orang tua terhadap pendidikan anak khususnya yang ada dalam surat at-tahrim Ayat 6. Dalam Quran Surat At-Tahrim ayat 6 memerintahkan kita agar menjaga diri sendiri dan keluarga dari kesesatan dan keburukan agar terhindar dari api neraka. Peran orang tua terutama ayah dalam pendidikan keluarga memiliki peranan penting terhadap isteri dan anak-anaknya dengan menanamkan nilai-nilai pendidikan keislaman baik dari pendidikan akidah, akhlak dan ibadah.
PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah) S, Kartika; Danti, Rahma
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.11254

Abstract

Perkawinan merupakan bersatunya dua insan antara seorang lelaki dan perempuan dengan suatu ikatan perkawinan yang sah berdasarkan ketentuan dari hukum Islam .Namun terkadang dalam suatu perkawinan terdapat masalah yang menyebabkan terjadinya suatu perceraian yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang melatarbelakangi adanya tindakan untuk bercerai banyak macamnya, namun perceraian tersebut harus sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi adanya peningkatan perceraian pada masa pandemi di Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah, serta untuk mengetahui tinjauan dari hukum Islamnya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan di Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah. Hasil penelitian ini antara lain adalah meningkatnya angka perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah disebabkan 3 faktor utama teratas pada peningkatan indeks perceraianyang terjadi disebabkan (a) faktor ekonomi keluarga yang sulit, (b) perselisihan yang terjadi secara terus menerus dan (c) faktor salah satu pihak meninggalkan pihak dia tanpa izin. Sedangkan dari tinjauan dari hukum Islam terkait meningkatnya angka perceraian, maka Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah memberikan hak kepada suami atau istri untuk mengajukan perceraian sesuai aturan yang berlaku. 
KETERANGAN SAKSI DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PERCERAIAN Burhanuddin, Ahmad -
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.11317

Abstract

ABSTRAK: Perceraian merupakan perkara yang paling banyak diajukan di pengadilan. Pada proses pembuktian keterangan saksi dalam perkara perceraian sangat penting bagi hakim dalam mempertimbangkan putusan yang akan dijatuhkan. Akan tetapi kebanyakan saksi dalam perkara perceraian hanya mengetahui Penggugat dan Tergugat sudah pisah tempat tinggal dan pernah mendamaikan Penggugat dan Tergugat saja. Rumusan Masalah dalam penerilian ini adalah Apakah keterangan saksi yang hanya menerangkan akibat hukum dalam perkara perceraian memiliki kekuatan sebagai dalil pembuktian? Dan Apakah landasan yuridis sehingga keterangan saksi yang hanya menerangkan akibat hukum dalam perkara perceraian memiliki kekuatan sebagai dalil pembuktian?. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui keterangan saksi yang hanya menerangkan akibat hukum dalam perkara perceraian memiliki kekuatan sebagai dalil pembuktian dan untuk mengetahui landasan yuridis sehingga keterangan saksi yang hanya menerangkan akibat hukum dalam perkara perceraian memiliki kekuatan sebagai dalil pembuktian.Saksi adalah orang yang memberikan keterangan di muka sidang pengadilan yang ia lihat, ia dengar dan alami sendiri tentang suatu peristiwa. Ketika memberikan keterangan dimuka persidangan, saksi harus dapat memberikan keterangan yang meyakinkan dan membuktikan peristiwa hukum memang benar-benar terjadi agar kesaksiannya dapat diterima. Namun pada kenyataannya dalam perkara hukum keluarga seperti perceraian terkadang peristiwa hukum tentang perselisihan dan pertengkaran suami isteri tidak banyak diketahui orang lain termasuk keluarga bahkan saksi hanya menngetahui antara suami dan isteri berpisah tempat btinggal dan tidak hidup bersama. Keterangan saksi yang demikian dimana saksi hanya mengetahui akibat dari perselisihan dan pertengkaran suami dan isteri mempunyuai kekutan hukum sebagai suatu dalil pembuktian sebagaimana yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor:299K/AG/2003 tanggal 08 juni 2005;Kata Kunci: Saksi, Pembuktian, Perceraian

Page 1 of 1 | Total Record : 7