cover
Contact Name
Zulkipli Lessy
Contact Email
jkiipasca@gmail.com
Phone
+6288227810471
Journal Mail Official
jkiipasca@gmail.com
Editorial Address
Published by Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta Website: http://ejournal.uin-suka.ac.id/pasca/jkii Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner
ISSN : 25794930     EISSN : 27758281     DOI : https://doi.org/10.14421/jkii.v6i2.1195
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner welcomes original research for manuscripts with various theoretical perspectives and methodological approaches. It invites researchers and scholars of all backgrounds related to Islamic studies to contribute their research covering all aspects of Islam and the Islamic world in the areas of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, environmental and development issues etc. related to scientific research. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner offers an open platform for exchanging knowledge and ideas (with various perspectives) to facilitate methodological reform in Islamic studies and promote critical academic methodologies that respond to the current issues in Islam and the Islamic world.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2021)" : 5 Documents clear
Program Kontra-Radikalisasi melalui Pena Tasamuh: Penguatan Kader Fatayat NU di Yogyakarta dalam Bidang Literasi Online dan Media Sosial Umi Masruroh
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i2.1187

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah penelitian partisipatoris yang dilakukan oleh penulis sebagai salah satu peserta pelatihan penulisan media sosial moderat bagi kader Fatayat NU DIY melalui program Pena Tasamuh kerja sama PW Fatayat NU DI Yogyakarta dengan AFSC. Media sosial dan media literasi online sebagai salah satu alat strategis dalam penyebaran paham radikalisme juga harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencegah penyebaran paham ini dengan mengcounter penggunakan konten moderat yang berisi narasi perdamaian dan penghormatan terhadap perbedaan. Di sisi lain, kader perempuan organisasi Islam moderat seperti Fatayat NU selama ini belum memaksimalkan media sosial dan literasi online untuk melawan gerakan kelompok radikal tersebut. Mengingat pentingnya gerakan Islam Moderat melalui media sosial dan literasi online ini, Fatayat NU DIY merancang program Pena Tasamuh yang fokus terhadap peningkatan kapasitas kader perempuannya dalam bidang literasi terutama untuk mengkampanyekan Islam yang ramah sebagai upaya pencegahan penyebaran paham radikal dalam masyarakat. Program Pena Tasamuh memberikan pelatihan bagi kader Fatayat NU di 5 Kabupaten Kota (Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta) untuk membuat konten media sosial dan literasi online yang bertujuan untuk mengimbangi maraknya konten media sosial dan literasi online Islam yang didominasi oleh kelompok radikal. Perempuan muda menjadi aktor penting dalam program ini karena peran perempuan dalam sebuah keluarga maupun Vol. 6 Nomor 2, Juli-Desember 2021 164 komunitas sangat besar termasuk dalam konteks penyebaran konten Islam Moderat. Tulisan ini berupaya memaparkan keberhasilan upaya pencegahan radikalisme melalui program Pena Tasamuh berdasarkan pada pengalaman pribadi penulis sebagai peserta dalam program.[This article is a participatory research conducted by the author as one of the participants in training on moderate social media writing for Fatayat NU DIY cadres through the Pena Tasamuh program in collaboration with PW Fatayat NU DI Yogyakarta and AFSC. Social media and online literacy media as one of the strategic tools in the spread of radicalism must also be utilized as well as possible to prevent the spread of this understanding by countering the use of moderate content containing narratives of peace and respect for differences. On the other hand, female cadres of moderate Islamic organizations such as Fatayat NU have so far not maximized social media and online literacy to fight the movement of these radical groups. Given the importance of the Moderate Islamic movement through social media and online literacy, Fatayat NU DIY designed the Pena Tasamuh program that focuses on increasing the capacity of itsfemale cadresin the literacy field, especially to campaign for friendly Islam as an effort to prevent the spread of radicalism in society. The Pena Tasamuh program providestraining for Fatayat NU cadres in 5 City Districts (Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sleman, and Yogyakarta City) to create social media content and online literacy that aims to balance the rise of social media content and Islamic online literacy which is dominated by by radical groups. Young women are important actors in this program because the role of women in a family or community is very large, including in the context of spreading moderate Islamic content. This paper seeks to describe the success of effortsto prevent radicalism through the Pena Tasamuh program based on the author’s personal experience as a participant in the program.]
Penguatan Pendidikan Karakter melalui Program Konseling Pondok Pesantren Mahir Arriyadl di Keling Kepung Kediri Khoirul Anwar
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i2.1149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tentang penguatan pendidikan karakter melalui Program Konseling Pondok Pesantren Mahir Arriyadl di Keling Kepung Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mendapatkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini berupa: (1) Penerapan Penguatan Pendidikan karakter melalui program konseling di Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Keling Kepung Kediri dilatarbelakangi oleh rasa tanggung jawab pondok dalam melaksanakan secara langsung kepada para santri tentang materi-materi yang sudah diajarkan terutama adap tingkah laku melalui program konseling, serta penerapan tata tertib pondok pesantren menjadikan para santri menjadi terbiasa dengan peraturan yang ada di pondok (2) Aktualisasi penguatan pendidikan karakter dilakukan dengan pendekatan berbasis individu, keluarga, pondok, dan masyarakat dalam satu kesatuanyang utuh dan saling terkait (3) Upaya strategis pondok pesantren dalam meningkatkan program penguatan pendidikan karakter melalui program konseling yaitu menjadikan pendidikan karakter bagian dari kurikulum, pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai, menyatukan visi sumber daya manusia.[This study aims to analyze the strengthening of character education through the Mahir Arriyadl Islamic Boarding School Counseling Program in Keling Kepung Kediri. This study uses a qualitative approach. Researchers get data using interviews, observation, and documentation. The research stages include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of this study are: (1) The application of strengthening character education through a counseling program at the Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Keling Kepung Kediri is motivated by the sense of responsibility of the cottage in implementing directly to the students about the materials that have been taught, especially behavior through the counseling program. , as well as the application of boarding school rules and regulations to make students familiar with the existing regulations in the boarding school (2) Actualization of strengthening character education is carried out with an individual, family, cottage, and community-based approach in a unified and interrelated unit (3) Strategic efforts Islamic boarding schools in improving character education strengthening programs through counseling programs, namely making character education part of the curriculum, fulfilling adequate facilities and infrastructure, unifying the vision of human resources.]
Perilaku Masyarakat dan Peran Pekerja Sosial dalam Membantu Korban Terdampak Pandemi Corona Virus Diseases (COVID-19) Fadlilah Purdananto
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i2.1195

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) memiliki dampak yang signifikan ke perubahan perilaku masyarakat. Dampak tersebut memunculkan permasalahan berupa ketidakmampuan masyarakat dalam mengelola rasa curiga, takut, sikap over-protektif. Bila hal itu tidak diselesaikan dengan baik, maka dapat merusak hubungan sosial antar individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis, dengan menggunakan teori psikodinamika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial berperan dalam mengubah perilaku masyarakat, sehingga mereka mampu menyelesaikan permasalahan sosial akibat dampak pandemi Covid-19. Peranan pekerja sosial, yakni: pertama, berperan dalam meningkatkan fungsi sosial individu-individu. Hal itu dilakukan pekerja sosial dengan memberikan pertolongan agar individu mampu memahami konflik (kepanikan/keresahan) pikiran-pikiran dan perasaannya. Kedua, pendampingan sosial kepada masyarakat. Hal itu dilakukan pekerja sosial dengan mengedukasi dan membantu mensosialisasikan kegiatan yang bertujuan untuk melakukan pencegahan atau penurunan penyebaran Covid-19.[The Corona Virus Disease (Covid-19) pandemic has a significant impact on changing people's behavior. This impact raises problems in the form of the community's inability to manage suspicion, fear, over-protection. If it is not resolved properly, it can damage social relations between individuals. This research uses descriptive-analytical method, using psychodynamic theory. The results of the study show that social workers play a role in changing people's behavior, so that they are able to solve social problems due to the impact of the Covid-19 pandemic. The role of social workers, namely: first, plays a role in improving the social function of individuals. This is done by social workers by providing assistance so that individuals are able to understand the conflict (panic/anxiety) of their thoughts and feelings. Second, social assistance to the community. This is done by social workers by educating and helping to disseminate activities aimed at preventing or reducing the spread of Covid-19.]
Kegiatan Kepramukaan dan Penanaman Ajaran Islam: Studi di Karacana Raden Mas Said-nyi Ageng Yuliana Asmi
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i2.1199

Abstract

Penelitian ingin menganalisa penanaman nilai-nilai yang ada pada ajaran Islam pada kegiatan kepramukaan. Dalam dharma pramuka terdapat nilai-nilai keIslaman terutama pada sembilan poinnya. Penulis menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yakni pendekatan sosiologi. Objek penelitian yang menjadi focus dalam penelitian ini, ialah pembina pramuka, pemangku adat dan anggota pramuka Racana Raden Mas Said-Nyi Ageng Serang IAIN Surakarta. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anggota pramuka Racana Raden Mas Said-Nyi Ageng Serang IAIN Surakarta, melalui tiga fase (fase pengenalan, penerimaan dan fase pengintegrasian). Dari tiap-tiap fase tersebut terdapat sembilan nilai pendidikan agama Islam, yang terdapat dalam dasa dharma pramuka. Kontribusi dari internalisasi nilai tersebut memunculkan values consciousness, well being, agency, Connectedness dan transformation. Dari kelima poin tersebut dideskripsikan tentang proses internalisasi nilai pendidikan agama Islam pada diri anggota. Hasil dari proses internalisasi tersebut menghasilkan perubahan yang cukup signifikan, dalam artian ke arah yang lebih baik (memiliki rasa empati, tanggung jawab, berani mengemukakan pendapat karena setiap anggota memiliki hak untuk menentukan plihan, dapat membangun hubungan yang positif antara satu dengan yang lainnya), sehingga tercipta sebuah kerukunan, serta bertransformasi dari yang semula tidak peduli dengan lingkungan sekitar menjadi lebih peduli dan bersifat humanis terhadap sesama rekan organisasi.[The research wants to analyze the inculcation of values that exist in Islamic teachings in scouting activities. In the dharma of scouting there are Islamic values, especially on the nine points. The author uses qualitative methods in this study. The approach used in this research is a sociological approach. The object of research that is the focus of this research, is the scout coach, traditional stakeholders and members of the Racana Racana Mas Said-Nyi Ageng Serang IAIN Surakarta scouts. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the process of internalizing the values of Islamic religious education in Racana Raden Mas Said-Nyi Ageng Serang scout members at IAIN Surakarta, went through three phases (introduction, acceptance and integration phases). From each of these phases there are nine values of Islamic religious education, which are contained in the Dasa Dharma of Scouts. The contribution of the internalization of these values gives rise to values consciousness, well being, agency, Connectedness and transformation. From the five points, a description of the process of internalizing the value of Islamic religious education is described in members. The results of the internalization process resulted in significant changes, in the sense of a better direction (having a sense of empathy, responsibility, daring to express opinions because each member has the right to make choices, can build positive relationships with one another), so as to create a harmony, and transform from being initially indifferent to the surrounding environment to being more caring and humanist towards fellow organizational partners.]
Marketing Politik Kampanye Religius Pemilu di Indonesia Amar Muhyi Diinis Sipa
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i2.1196

Abstract

[Politik dan agama seperti tidak terpisah belakangan ini, kesalehan dan kereligiusan politisi ataupun partai politik seperti menjadi keharusan, Agama kuatsebagai doktrin dan legitimasi, dan politik membutuhkan agama sebagai alat legitimasi untuk mencapai eksistensi, kekuasaan, dan menjaring suara serta simpati masa. Akhirnya spiritualitas dan simbol keagamaan menjadi produk politik dan domain khas atau khusus yang menjadi identitas politisi dan partai politik lalu kemudian dikenalkan kepada khalayak yang disebut sebagai political marketing. Artikel ini bertujuan untuk memahami lebih jauh wacana politik dengan kemasan simbolik keagamaan pada poster caleg PKS yang dijadikan sebagai alat kampanya untuk mempengaruhi pilihan publik. pendekatan didalam artikel ini menggunakan analisis semiotika untuk membedah simbol-simbol yang berada dalam poster-poster kampanye politik caleg di media sosial. Sehingga Semiotika mencoba untuk membongkar tanda yang memiliki makna di dalam kehidupan sosial maupun kehidupan politik. Adapun, metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis, dengan metode pengumpulan data menganalisis poster-poster kampanye di media sosial Instagram pada akun @pkstangerang. Kesimpulan penelitian, yakni: politik keagamaan eksis karena peranan agama yang mampu menyentuh sisi emosional dari manusia, dalam akun @pkstangerang kebanyakan postingannya tidak terlepas dari unsur spiritualitas agama dan doktrin agama, saat melakukan kampanye dalam pemilihan legislatif juga tidak terlepas dari simbol dan narasi agama atau simbol kesalehan. Contohnya caleg yang mengenakan kopiah, baju koko, dan memegang kitab Marketing Politik Kampanye Religius Pemilu di Indonesia Vol. 6 Nomor 2, Juli-Desember 2021 151 fiqih. Untuk itu istilah politik keagamaan dalam dunia politik atau pemilu legislatif sebagai istilah kampanye religius yang menggambarkan religiusitas dalam politik sebagai cara political marketing.Politics and religion have become inseparable in recent times, piety and religiosity of politicians or political parties have become imperative, religion isstrong as doctrine and legitimacy, and politics requires religion as a legitimacy tool to achieve existence, power, and gain votes and sympathy from the masses. Finally, spirituality and religious symbols become political products and distinctive or special domainsthat become the identities of politicians and political parties and are then introduced to the public which is known as political marketing. This article aims to further understand political discourse with religious symbolic packaging on PKS candidate posters which are used as a campaign tool to influence public choice. The approach in this article uses semiotic analysis to dissect the symbols in the political campaign posters of candidates on social media. So Semiotics tries to dismantle signsthat have meaning in social life and political life. Meanwhile, the method used in this article is a qualitative descriptive-analytical method, with the data collection method analyzing campaign posters on Instagram social media on the @pkstangerang account. The conclusion of the study, namely: religious politics exists because of the role of religion that can touch the emotional side of humans, in the @pkstangerang account most of the posts can not be separated from elements of religious spirituality and religious doctrine, while campaigning in legislative elections are also inseparable from religious symbols and narratives or symbol of piety. For example, candidates who wear a skullcap, Koko shirt, and hold a book of fiqh. For this reason, the term religious politics in politics orlegislative elections is a religious campaign term that describes religiosity in politics as a way of political marketing.]

Page 1 of 1 | Total Record : 5