cover
Contact Name
Wilmar Maarisit
Contact Email
wmaarisit@yahoo.com
Phone
+6285242613749
Journal Mail Official
ukitwenasfmipa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jln. Manado-Tomohon Kelurahan Talete II (Kuranga). Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sulawesi Utara Indonesia
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023" : 6 Documents clear
Analisis Manajemen Logistik Obat Di Instalasi Farmasi RSUP Prof. DR. R.D. Kandou Manado Feby L. Bala; Randy Tampa'I; Christel N. Sambou; Sony D. Untu; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v6i1.410

Abstract

Kegagalan manajemen logistik akan menurunkan kualitas pelayanan rumah sakit dan memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit baik secara medis yaitu pengobatan yang tidak optimal, maupun secara ekonomis yaitu Rumah Sakit akan merugi dan hilangnya pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof.Dr. R.D. Kandou Manado, apakah sudah memenuhi standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit atau sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental bersifat deskriptif dengan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof.Dr. R.D. Kandou Manado. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tahapan manajemen logistik obat di RSUP Prof Dr. R.D Kandou yaitu perencanaan, pengadaan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan serta pencatatan dan pelaporan sudah berjalan sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit atau sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 tahun 2016 sedangkan untuk tahapan penyimpanan belum sesuai standar karena masih di temukan penumpukan obat di gudang medis hal ini di sebabkan ruang penyimpanan di gudang medis farmasi belum memadai untuk dapat menampung jumlah obat yang ada selain itu mempersulit ruang gerak petugas gudang.
Gambaran Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Hipertensi Geriatri Di Puskesmas Kolongan Minahasa Utara Marzilano M. R. Rumagit; Jeane Mongi; Randy Tampa'I; Reky R. Palandi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v6i1.411

Abstract

Permasalahan terkait obat atau Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kondisi dalam penatalaksanaan terapi pasien yang menyebabkan, atau berpotensi menyebabkan tidak tercapainya hasil terapi yang optimal. Drug-related problems (DRPs) dapat juga dikatakan sebagai suatukejadian yang tidak menyenangkan yang dialami oleh pasien yang melibatkan atau diduga berkaitan dengan terapi obat. Dalam penelitian ini agar mendapat gambaran tentang Drug Related Problems(DRPs) pada pasien hipertensi geriatri di Puskesmas Kolongan Minahasa Utara. Dari penelitian Analisis Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Hipertensi Geriatri di Puskesmas Kolongan Minahasa Utara diperoleh kesimpulan bahwa Kasus dosis kurang sebesar 1,63%, dosis lebih 1,86%, penggunaan obat tanpa indikasi 3,49%, Indikasi yang tidak diobati 0,93. Kejadian DRPs paling banyak terjadi pada bulan Oktober 2021 sebesar 2% dan terendah pada bulan Agustus sebesar 0,70%
Evaluasi Ketersediaan Obat Untuk Pasien Gangguan Jiwa Rawat Jalan Di RSJ Prof DR. V. L Ratumbuysang Tabita R. S. Rongkonusa; Jeane Mongi; Douglas N. Pareta; Jabes W. Kanter; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v6i1.412

Abstract

Pelayanan Kesehatan yang optimal dan bermutu merupakan salah satu kebutuhan penting dalam hidup masyarakat di era globalisasi saat ini. Untuk menjamin pelayanan kesehatan yang baik, maka Rumah Sakit harus berupaya keras melakukan pelayanan yang sebaik–baiknya, salah satunya menjamin ketersediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Ketersediaan obat di Rumah Sakit sangat menentukan tercapainya suatu pelayanan kesehatan yang optimal sehingga dapat memberikan kepuasan bagi setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketersediaan obat yang diresepkan pada pasien gangguan jiwa BPJS rawat jalan pada Januari sampai bulan Juni Tahun 2019 di RSJ. Prof.V.L Ratumbuysang. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yaitu sebuah metode penelitian yang mendeskripsikan atau menggambarkan peristiwaperistiwa atau fenomena atau variabel penelitian yang berkaitan dalam bidang kesehatan dengan akurat melalui fakta yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L Ratumbuysang mengenai ketersediaan obat yang diukur dengan membandingkan antara jumlah obat yang diresepkan dengan obat yang diserahkan maka diperoleh hasil tingkat ketersediaan obat rata – rata di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L Ratumbuysang pada bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2019 adalah sebesar 98,28 % dengan kategori baik.
Analisis Drug Related Problems (DRPS) Pada Pasien Hipertensi Geriatri Di Puskesmas Rurukan Tomohon Irsaline Womsiwor; Randy Tampa'I; Jabes W. Kanter; Nerni O. Potalangi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v6i1.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien hipertensi geriatri di Puskesmas Rurukan Tomohon. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif untuk menganalisis potensi terjadinya Drug-Related Problems (DRPs) kategori dosis kurang, dosis lebih, indikasi yang tidak di obati dan penggunaan obat tanpa indikasi pada pasien Hipertensi Geriatri di Puskesmas Rurukan Tomohon. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Drug Related Problems yang terjadi adalah dosis kurang sebesar 14,29%, dosis lebih 4,76%, penggunaan obat tanpa indikasi 71,43%, dan indikasi yang tidak di obati 9,52%.
Evaluasi Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan Hellen Matindas; Jeane Mongi; Reky R. Palandi; Douglas N. Pareta
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v6i1.415

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas bertujuan untuk mendapatkan mutu pelayanan yang baik dan bertanggung jawab dalam masalah obat.Untuk mendapatkan pelayanan yang baik,maka puskesmas harus memenuhi standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan Permenkes no 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan kefarmasian di Puskesmas1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pelayanan kefarmasian di puskesmas Tumpaan sudah sesuai standar pelayanan kefarmasian yang berlaku. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang datanya diambil dengan cara wawancara. Sampel penelitian terdiri dari kepala Puskesmas Tumpaan, KTU, dan petugas instalasi farmasi puskesmas Tumpaan. Data dianalisis secara deskriptif dan di jabarkan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian mengenai kegiatan manajerial yaitu pengelolaan onat dan bahan medis habis pakai. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan manajerial sudah berjalan sesuai standar hanya ada kendala pada sumber daya manusia yaitu belum ada Apoteker,jadi pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tumpaan belum sesuai standar Permenkes no 74 tahun 2016 karena belum ada Apoteker sebagai penanggung jawab1.
Health Related Quality Of Lifeamlodipine-Bisoprolol Dan Amlodipine Candesartan Pasien Hipertensi Menggunakan Instrumen SF-36 Di RS Bhayangkara TK.III Manado Mitra Wynne Timburas; Muh. Rino Komalig; Ni Nyoman Miyasih
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v6i1.416

Abstract

Penyakit hipertensi dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang terhadap kondisi fisik psikologis, sosial, dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas hidup pasien hipertensi yang menggunakan kombinasi Amlodipine-Bisoprolol dan Amlodipine-Candesartan pasien program rujuk balik BPJS menggunakan instrumen SF-36 di RS Bhayangkara TK.III Manado. Penelitian ini bersifat observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan secara prospektif dengan mewawancarai pasien hipertensi yang menggunakan kombinasi Amlodipine-Bisoprolol dan Amlodipine-Candesartan menggunakan instrument SF-36. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas hidup penderita hipertensi di RS Bhayangkara TK.III Manado yang terlihat dari 50 responden yaitu 25 orang yang menggunakan kombinasi Amlodipine-Bisoprolol dan 25 orang yang menggunakan kombinasi Amlodipine-Candesartan terdapat perbedaan dimana kualitas hidup pasien yang menggunakan kombinasi Amlodipine-Candesartan lebih baik dibandingkan dengan pasien yang menggunakan Amlodipine-Bisoprolol.

Page 1 of 1 | Total Record : 6