cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013): September 2013" : 17 Documents clear
SIMULASI PERILAKU PELAT BETON SEBAGAI PERKERASAN KAKU DI ATAS TANAH LUNAK DENGAN ANALISIS WESTERGAARD SOLUTION Nugraha, Wanda; Setiawan, Bambang; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37534

Abstract

Konstruksi perkerasan jalan diatas tanah lunak membutuhkan ketepatan dalam memilih tebal perkerasan dan mutu bahan yang digunakan, utamanya dianalisis terhadap nilai tegangan dan lendutannya. Rumusan Westergaard Solution memberikan nilai tegangan dan lendutan pada pembebanan tengah, ujung, dan tepi pelat. Model pelat berukuran 6x3 m dengan ketebalan 15, 25, dan 35 cm. Mutu beton yang digunakan adalah f'c 20, 25 dan 30 MPa, kemudian sampel lempung lunak berasal dari Saradan, Caruban, dan Soko. Penurunan nilai lendutan dan tegangan akibat perubahan nilai kv berturut-turut antara 61%-65%, dan 41%-43%, penambahan mutu pelat terhadap penurunan nilai lendutan berkisar 1,5%-3% dan peningkatan nilai tegangan yaitu berkisar 5%-7%. Penambahan ketebalan pelat menyebabkan penurunan nilai lendutan berkisar 36% - 64% untuk pembebanan penuh pada tepi, 49% - 69% untuk pembebanan sebagian pada tepi dan 50%-70% untuk pembebanan pusat, serta 7%-70% untuk pembebanan ujung, sedangkan untuk nilai tegangan yang terjadi yaitu sebesar 40%-68% untuk pembebanan penuh pada tepi, 42%-64% pada pembebanan sebagian pada tepi, dan untuk pembebanan pusat 48% - 74%, untuk pembebanan ujung peningkatan sebesar 50%-150%.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH DAN ZAT ADITIF PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KINERJA HUBUNGAN BALOK KOLOM (HBK) DENGAN PEMBEBANAN STATIK Dianawanti Dianawanti; Edy Purwanto; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37529

Abstract

Gempa yang terjadi di Indonesia mengakibatkan kerusakan struktur bangunan. Pemasangan tulangan pada HBK yang kurang baik menjadi pemicu kerusakan tersebut. Banyak penelitian mengenai modifikasi sengkang pada join untuk memperbaiki kinerjanya tetapi dalam praktiknya sulit dilaksanakan. Cara lain untuk memperbaiki kinerja daerah join yaitu dengan meningkatkan mutu beton yang digunakan, pada penelitian ini ditambahkan fly ash, namun kuat tekan awal akan menurun karena proses hidrasi semen yang lama. SikaCim®Concrete Additiveditambahkan untuk meningkatkan kuat tekannya. Penambahan fly ash sebanyak 25% dari berat semen dan SikaCimsebanyak 250ml/sak semen. Penelitian ini menggunakan 3 HBK dan 6 silinder. Ukuran balok 15cmx15cmx1m dan kolom 15cmx20cmx2m. Pengujian menggunakan beban statik. Beban maksimum yang dapat ditahan HBK adalah 12,65 kN. Prosentase kenaikannya yaitu 16,73% dan 44,90% jika dibandingkan dengan HBK normal dan fly ash pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Imam Sholehan. Faktor daktilitas sebesar 2,46, turun 3,15% dan 12,14%. Nilai kekakuan leleh yaitu 0,40 dan kekakuan ultimitnya 0,17. Keretakan terjadi pada pembebanan 4 kN. HBK fly ash+aditif memiliki lebar retak terkecil. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan ditambahkan fly ash dan zat aditif pada campuran beton dapat meningkatkan kapasitas beban yang ditahan oleh benda uji sehingga lebar retaknya lebih kecil jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
PREDIKSI KEKERINGAN BERDASARKAN STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KEDUANG DI KABUPATEN WONOGIRI Dwi Utami; Rr. Rintis Hadiani; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37524

Abstract

Sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh manusia adalah air. Keberadaan air di bumi ini relative tetap karena air melakukan perputaran atau biasa disebut siklus hidrologi.Perubahan iklim mempunyai pengaruh besar terhadap perubahan siklus hidrologi, salah satunya adalah terjadinya kekeringan dibeberapa daerah seperti Daerah Aliran Sungai Keduang yang berada di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui indeks kekeringan dengan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di DAS Keduang, (2) Mengetahui indeks ketajaman kekeringan berdasarkan metode SPI, (3) Mengetahui prediksi data hujan dan kekeringan pada tahun 2012 - 2015.Metode penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dari sumber atau instansi terkait sehingga pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder.Tahapan penelitian yang dilaksanakan dengan mempersiapkan data curah hujan pada tahun 2000 - 2011 dan peta topografi.Hasil hujan wilayah menggunakan metode polygon Thiessen.Untuk hujan simulasi menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST) Backpropagation dengan bantuan software Matlab. Indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI). Hasil analisis dan pembahasan dengan menggunakan metode SPI menunjukan bahwa pada tahun 2012 dan tahun 2013 tidak mengalami kondisi Sangat Kering dikarenakan selama 12 bulan dari bulan Januari sampai Desember selama 2 tahun tersebut, hanya pada bulan Juni, Juli, dan Agustus saja yang mengalami kondisi Kering dengan indeks kekeringan rata-rata diantara -1.2944 sampai -1.4879 Selebihnya bulan-bulan lainnya mengalami kondisi Basah dan Normal. Pada prediksi kekeringan DAS Keduang untuk tahun 2014 sampai tahun 2015 mengalami kondisi Sangat Kering di bulan Juli dengan indeks kekeringan rata-rata diantara -1.5039 sampai -1.5031, sementara kondisi Kering terjadi pada bulan Juni dan Agustus dengan indeks kekeringan -1.3032 sampai -1.3729. Untuk bulan Januari dan Februari mengalami kondisi Basah, dan di bulan Maret - Mei serta September - Desember mengalami kondisi Normal. Untuk prediksi kekeringan pada tahun 2012 - 2015 mengalami kondisi kering dengan nilai indeks kekeringan SPI antara -1,0 sampai -1,49.
PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN PADA HULU BENDUNG DAN PENGGUNAAN KOLAM OLAK TIPE SLOTTED ROLLER BUCKET MODIFICATION TERHADAP LONCATAN AIR DAN GERUSAN SETEMPAT Ibnu Setiawan; Suyanto Suyanto; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37521

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh debit dan variasi kemiringan pada hulu bendung serta penggunaan kolam olak slotted roller bucket modification terhadap energi spesifik saat loncatan hidrolis dan terjadinya gerusan lokal dihilir bangunan. Penelitian dilakukan di laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS menggunakan open flume yang menjadi model saluran terbuka berukuran 8 x 25 x 500 cm dan variasi tipe pelimpah ogee hulu miring 3:1, 3:2, 3:3 serta kolam olak slotted roller bucket modification. Sedimen yang digunakan adalah pasir berdiameter seragam 1,18 mm atau lolos ayakan no. 16 dan untuk pemodelan bentuk gerusan lokal yang terjadi di hilir setelah kolam olak menggunakan program surfer 8.0. Penelitian ini menunjukkan empat hasil. Pertama, semakin besar kedalaman air saat loncatan hidrolis di hilir pelimpah Ogee, semakin kecil energi spesifik yang terjadi. Titik balik terjadi saat kondisi kritis. Kemudian dengan kedalaman air yang bertambah, semakin besar energi spesifiknya. Kedua, Variasi kemiringan hulu pelimpah Ogee tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bentuk gerusan yang terjadi di hilir. Ketiga, Semakin besar debit yang dialirkan pada saluran maka kedalaman maksimal gerusan lokal di hilir setelah kolam olak juga semakin dalam. Keempat, Semakin panjang gerusan yang terjadi maka kedalaman maksimal gerusan juga semakin besar.
PERBANDINGAN HASIL PREDIKSI LAJU EROSI DENGAN METODE USLE,MUSLE,RUSLE DI DAS KEDUANG Aprillya Nugraheni; Sobriyah Sobriyah; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37537

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo merupakan salah satu DAS superprioritas di Indonesia yang segera memerlukan penanganan (Joko Sutrisno,2011). Kategori superprioritas diberikan dengan pertimbangan bahwa kondisi daerah aliran sungainya sudah memprihatinkan, terutama besarnya laju erosi yang cukup tinggi serta produktivitas lahan yang dinilai semakin menurun.Kondisi demikian terjadi baik di wilayah hulu maupun di hilir. DAS Keduang yang berlokasi di muara Sungai Keduang berada di dekat tempat pengambilan air (intake) Waduk Gajah Mungkur, dinilai menyumbang sedimentasi terbesar yang akan sangat mengganggu operasional waduk. Selain menyebabkan sedimentasi, erosi juga akan menyebabkan berkurangnya ketebalan tanah (solum) dan berkurangnya tingkat kesuburan tanah di wilayah hulu.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai laju erosi lahan berdasarkan peta tata guna lahan, mengetahui bagaimana perbandingan hasil dalam perhitungan hasil erosi di DAS Keduang dengan menggunakan metode USLE, MUSLE, RUSLE dan perbandingan hasil prediksi dengan penelitian sebelumnya.Hasil dari analisis kehilangan tanah dengan menggunakan metode USLE adalah 3.227.963,73 ton/th, metode MUSLE 4.391.623,44 ton/th dan RUSLE 6.909.830,72 ton/th. Laju erosi menggunakan metode USLE sebesar 76,68 ton/ha/th, metode MUSLE sebesar 104,32 ton/ha/th dan metode RUSLE sebesar 164,14 ton/ha/th dengan rasio perbandingan laju erosi ketiga metode sebesar 1 : 1,36 : 2,14 dan rasio perbandingan dengan penelitian sebelumya sebesar 1 : 0,94 : 0,96.
MODEL OPTIMASI PEMOTONGAN BESI TULANGAN PELAT LANTAI DENGAN PROGRAM LINEAR SLES Sabry; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37532

Abstract

"Model Optimasi Pemotongan Besi Tulangan Pelat Lantai Dengan Program Linear" Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sekarang pertumbuhan proyek konstruksi di Indonesia semakin berkembang di berbagai kota. Dalam sebuah proyek, material besi tulangan merupakan komponen yang penting dalam menentukan besarnya biaya suatu proyek. Penggunaan material besi tulangan di lapangan seringkali menimbulkan sisa yang cukup besar sehingga usaha meminimalkan sisa material besi akan membantu meningkatkan keuntungan kontraktor. Sehingga perlu untuk membuat model pemotongan tulangan pada pelat lantai untuk menghasilkan waste yang sekecil mungkin. Untuk menyelesaikan masalah ini digunakan metode program linear. Model program linear yang diterapkan adalah metode Simplex dengan bantuan Add In Solver pada Ms Excel. Untuk menghasilkan langsung di lapangan digunakan data sekunder berupa data-data pemotongan yang di lakukan kontraktor pada proyek gedung Sekretariat Daerah Kota Surakarta. Hasil optimasi yang dilakukan menunjukkan pengurangan waste atau terdapat penghematan sebesar 12,516% pada pemotongan tulangan pelat lantai. Penghematan ini disebabkan karena penggunaan program linear untuk perencanaan pemotongan tulangan, Sedangkan di lapangan pemotongan hanya diserahkan pada tukang besi.
ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA PABRIK DI KELURAHAN PURWOSUMAN, SIDOHARJO, SRAGEN, JAWA TENGAH Ria Miftakhul Jannah; Syafi'i Syafi'i; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37538

Abstract

Pabrik merupakan salah satu jenis tata guna lahan yang mempunyai daya tarik cukup besar bagi masyarakat di Kota Sragen. Penelitian ini dilakukan untuk membuat model yang dapat digunakan untuk memperkirakan besar tarikan pergerakan ke pabrik serta untuk mengetahui tingkat validitas dari model tersebut berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2). Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah pergerakan kendaraan yang memasuki area pabrik tersebut. Analisis model dilakukan dengan analisis model regresi linear berganda metode stepwise dan enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi adalah jumlah karyawan. Hasil perhitungan tarikan pergerakan didapat persamaan Y = 26.698 + 0.051 X1 dengan Y adalah total jumlah tarikan ke pabrik (smp/jam) dan X1 adalah jumlah karyawan. Tingkat validitas pada model berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,905; sehingga persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi nilai variabel terikat.

Page 2 of 2 | Total Record : 17