cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015" : 38 Documents clear
KINERJA STRUKTUR GEDUNG TINGGI MENGGUNAKAN STUDI PEMODELAN FRAME WALL ( STUDI KASUS : GEDUNG MATARAM CITY ) Putri Sukma Aulia; Edy Purwanto; Agus Setiya Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.109 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37314

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi gempa bumi karena berada diantara tiga lempengan tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, Filipina, dan Indo-Australia.Gempa bumi mengakibatkan rusaknya struktur bangunan, bahkan memakan korban jiwa.Karena itu, bangunan yang aman dan handal menjadi suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan struktur tersebut adalah dengan menggunakan dinding geser baik dinding penuh maupun sebagian (Schodek, 1999). Frame wall adalah salah satu jenis Shearwall. Penempatan frame wall harus diperhatikan agar dapat berfungsi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui letak frame wall yang paling efektif berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan menggunakan software ETABS. Hasil analisis diperoleh displacement maksimum gedung arah X adalah 0.1827m dan arah Y adalah 0.13134m, sehingga apabila ditinjau dari kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit gedung dinyatakan memenuhi syarat (aman)sesuai SNI 3-1726-2002. SW 2 adalah perletakan shearwall yang paling efektif berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit.Maksimum total drift arah X adalah 0.00279 dan arah Y adalah 0.00201. Maksimum total inelastik drift arah X adalah 0.00277 dan arah Y adalah 0.00200, sehingga jika ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy.
SIMULASI PERILAKU PONDASI GABUNGAN FOOT PLAT DAN SUMURAN PADA VARIASI DIMENSI FOOT PLAT DAN DIAMETER SUMURAN Budhi Sulistyanto; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.659 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37330

Abstract

Saat ini, beberapa proyek mulai menggunakan gabungan pondasi foot plat dan pondasi. Namun belum diketahui bagaimana perilaku pondasi gabungan tersebut dalam menahan beban. Penelitian ini meninjau besarnya penurunan akibat dari penambahan beban aksial vertikal pada tengah pondasi. Nilai penurunan digunakan untuk mendapatkan daya dukung pada berbagai variasi pondasi gabungan. Asumsi daya dukung awal yang diberikan adalah penjumlahan daya dukung foot plat dan sumuran. Parameter tanah dasar yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari di Laboratorium Mekanika Tanah UNS berupa tanah lempung. Pondasi dimodelkan dalam bentuk monolit dan mutu beton yang digunakan adalah f'c 25 MPa. Selanjutnya, data parameter dianalisis dengan software Plaxis 3D Foundation v.1.6. Penggabungan pondasi foot plat dengan pondasi sumuran menambah daya dukung namun terdapat selisish 11% dari penjumlahan daya dukung foot plat dan daya dukung sumuran. Pengurangan dimensi foot plat memberikan efek penurunan daya dukung pondasi yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan pengurangan diameter sumuran.
SAMBUNGAN BATANG TEKAN DAN MOMEN LENTUR LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) DENGAN ALAT PENGENCANG BAUT Pamungkas, Bagus Adi; Basuki, Achmad; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.27 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37309

Abstract

Laminated Veneer Lumber (LVL) kayu sengon merupakan kayu yang diproduksi dari kayu yang masa tumbuhnya singkat sehingga terjamin ketersediaannya dan tidak mengganggu hutan alam.Karena keterbatasan panjang kayu, konstruksi kayu diperlukan sambungan dalam pengerjaannya yang bertujuan untuk memperpanjang batang kayu sesuai yang diinginkan.Pada perencanaan struktur kayu tersebut, baut seringkali digunakan sebagai alat sambungnya.Penelitian ini dilakukan untuk menghitung kapasitas sambungan batang tekan dan momen lentur sambungan Laminated Veneer Lumber (LVL) kayu sengon dengan alat sambung baut.Penelitian ini menggunakan diameter baut yang seragam, yaitu 8 mm. Jumlah keseluruhan benda uji yang digunakan 18 benda uji.Pada pengujian sambungan tekan digunakan variasi penggunaan jumlah baut, yaitu 2; 3; dan 4 baut. Alat yang digunakan untuk pengujian ini ialah UTM (Universal Testing Machine). Hasil pengujian sambungan tekan diperoleh kapasitas sambungan untuk jumlah baut 2, 3, dan 4 yaitu berturut-turut sebesar 6136,667 N; 8790,00N; dan 11623,333 N. Hasil pengujian sambungan momen lentur diperoleh kapasitas sambungan sebesar 261510,667 Nmm. Kata Kunci :Laminated Veneer Lumber, Baut, Sambungan
PENGARUH PENGISIAN RONGGA PADA PERKERASAN BETON BERPORI TERHADAP PERMEABILITAS, KECEPATAN RESAPAN DAN KUAT TEKAN Rochim, Rochim; Setyawan, Ary; Sarwono, Djoko
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.947 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37325

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air menyebabkan berkurangnya lahan hijau yang berdampak pada berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan beton berpori diharapkan dapat meresapkan air ke dalam tanah. Namun di lapangan aplikasi beton berpori seringkali terjadi penyumbatan oleh tanah maupun pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengisian rongga dengan pasir dan tanah terhadap permeabilitas, kecepatan resapan dan kuat tekan, serta untuk mengetahui perbandingan HSP beton berpori dengan HSP beton normal K225. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix desain beton normal. Agregat batu pecah yang dipakai yaitu ukuran seragam 1-2 cm. Proporsi Agregat halus yang dipakai 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Setelah itu dilakukan pengisian rongga dengan pasir merapi, pasir sungai dan tanah. Kemudian diuji permeabilitas dan kecepatan resapan dengan metode falling head water permeabilitytest dan uji kuat tekan. Hasil pengujian beton berpori dengan variasi pengisi rongga yaitu pasir merapi, pasir sungai dan tanah didapat nilai permeabilitas vertikal tertinggi terjadi pada pengisi rongga dengan pasir sungai yaitu sebesar 0,38 cm/dt. Permeabilitas horisontal dicapai pada pengisi rongga dengan tanah sebesar 0,364 cm/dt. Sementara untuk kecepatan resapan di lapangan didapat nilai tertinggi sebesar 0,337 pada pengisi rongga dengan pasir sungai. Nilai kuat tekan tertinggi yaitu pada pengisi rongga dengan pasir merapi sebesar 5,71 MPa. Penghematan harga satuan pekerjaan beton berpori sebesar 6% bila dibandingkan dengan HSP beton normal K225. Beton berpori dalam penelitian ini sangat disarankan untuk digunakan pada perkerasan jalan dengan lalu lintas rendah seperti bahu jalan, taman, lahan parkir dan jalur pedestrian.
ANALISIS RISIKO GEMPA DI KOTA SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN METODE GUMBEL Unwanus Sa'adah; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.378 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37304

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa karena terletak di antara tiga lempeng tektonik dunia. Beberapa gempa besar kerap terjadi di Indonesia yang menimbulkan banyak kerusakan, baik berupa kerusakan tanah maupun kerusakan struktur yang mengakibatkan kerugian besar. Untuk meminimkan kerusakan struktur, dapat diupayakan dengan perencanaan bangunan yang memperhitungkan gempa rencana. Dalam perhitungan gempa rencana, salah satu parameter yang biasanya dipakai adalah percepatan tanah puncak. Percepatan tanah puncak dapat dicari dengan menggunakan analisis Fungsi Atenuasi pada daerah yang akan ditinjau. Dalam penelitian ini digunakan Fungsi Atenuasi Boore et al. (1997) dan Youngs et al. (1997) dengan mempertimbangkan nilai cepat rambat gelombang geser pada lokasi yang ditinjau. Analisis Fungsi Atenuasi juga dapat disertai dengan analisis probabilitas untuk mendapatkan percepatan tanah puncak dengan kala ulang tertentu. Analisis probabilitas dalam penelitian ini menggunakan Metode Gumbel. Hasil penelitian menunjukkan percepatan tanah puncak di Kota Surakarta sebesar 0,0985 gal untuk kala ulang 500 tahun dan 0,1217 gal untuk kala ulang 2500 tahun.
KAJIAN KUAT LENTUR DAN KUAT LEKAT BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG POLOS Dian Kurniawan; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.81 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37320

Abstract

Beton dengan tulangan baja adalah perpaduan yang kuat karena beton yang kuat terhadap tekan tetapi lemah terhadap tarik dan tulangan baja yang kuat terhadap tarik tetapi lemah terhadap tekan. Akan tetapi baja tulangan merupakan bahan hasil tambang sehingga semakin lama akan semakin habis. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebagai alternative dicoba pemakaian tulangan bambu yang murah dan berkekuatan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 3 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Tiga buah menggunakan tulangan baja dan tiga buah menggunakan tulangan bambu Wulung polos. Mutu beton yang direncanakan adalah f'c = 17,5 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode third point loading. Enam benda uji silinder ditanam tulangan bambu wulung nodia dan tanpa nodia sedalam 15 cm dengan ukuran 60 cm x 2 cm x 0,52 cm. Tiga silinder ditanam tulangan baja ΓΈ 8 mm sebagai pembanding. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur, FT UNS, pada umur beton 28 hari dengan memberikan dua titik beban terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan, untuk uji lekat menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ). Kuat tarik leleh bambu wulung diambil sebesar 322,529 N/mm2 atau kuat tarik pada nodia, karena kuat tarik pada nodia berkisar setengah dari kuat tarik internodia. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu Wulung polos terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur. Nilai Mmax atau momen kritis pada benda uji balok beton bertulangan bambu wulung polos didapat sebesar 0,328 Tonm. Momen nominal berdasarkan analisis pada benda uji balok beton bertulangan bambu wulung pada kuat tarik Nodia didapat sebesar 0,328 Tonm, bambu wulung Internodia sebesar 0,809 Tonm. Untuk kapasitas lentur balok bertulangan bambu wulung sebesar 7,460 MPa. Hasil penelitian uji lekat tulangan pada sesar 0,25 mm didapatkan nilai bambu wulung nodia sebesar 0,1600 MPa, bambu wulung internodia sebesar 0,1783 Mpa.
ANALISIS KEBUTUHAN ARMADA DAN JADWAL OPERASIONAL BIS KAMPUS DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM GREEN CAMPUS UNS Ryan Apriyudha; Dewi Handayani; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.939 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37336

Abstract

Program green campus UNS dimulai 2013 dengan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor pribadi di lingkungan kampus UNS mulai dari mahasiswa sebagai bagian terbesar dari civitas academica di UNS. Untuk menjamin kelancaran aktifitas mahasiswa di dalam kampus, perlu moda transportasi alternatif, salah satunya adalah penyediaan bis kampus. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan jumlah kebutuhan armada dan jadwal operasional bis kampus. Metode perhitungan jumlah kebutuhan armada menggunakan nilai headway yang terjadi karena kebutuhan pergerakan saat ini. Pendekatan pemilihan moda dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dari 328 responden mahasiswa dengan pilihan moda transportasi berjalan kaki, menggunakan sepeda angin atau naik bis kampus. Hasil penelitian menyatakan waktu pelayanan bis kampus mulai pukul 06.30 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB setiap hari kerja Senin sampai dengan Jumat. Terbagi atas rute barat dan rute timur. Rute barat sepanjang 1,578 km, membutuhkan jumlah armada maksimal sebanyak 15 unit, waktu sirkulasi yang dibutuhkan 24,37 menit dengan headway pada hari kerja selain hari Jumat berkisar antara 1,8 menit sampai dengan 3,23 menit dan headway pada hari Jumat berkisar antara 1,8 menit sampai dengan 5,17 menit. Rute timur sepanjang 0,995 km, membutuhkan jumlah armada maksimal sebanyak 15 unit, waktu sirkulasi yang dibutuhkan 18,27 menit dengan headway pada hari kerja selain hari Jumat berkisar antara 1,8 menit sampai dengan 3,11 menit dan headway pada hari Jumat berkisar antara 1,75 menit sampai dengan 5,00 menit.
ANALISIS KONSTRUKSI SUMUR YANG MEMPENGARUHI MUNCULNYA BAKTERI COLI PADA KECAMATAN PASAR KLIWON KOTA SURAKARTA Yuniyarti Dwi Mahanani; Koosdaryani Koosdaryani; Sulastoro Sulastoro
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.414 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37312

Abstract

Air bersih adalah air yang digunakan sehari-hari yang kualitasnya harus memenuhi syarat kesehatan.Kota sebagai tempat pemusatan penduduk dengan berbagai sarana pelayanan, sangat memerlukan penyediaan air bersih.Pertumbuhan penduduk harus diikuti dengan ketersediaan air bersih yang sehat dan cukup.Sementara itu ketersediaan air bersih sangat terbatas, baik dalam jumlah maupun kualitasnya. Denganperkembangansebuahkota, makakebutuhanakan air bersihjugaakanmeningkat. Kota Surakarta khususnya di KecamatanPasarKliwon yang terdiridari 11 Kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2011 sebesar 89.054 jiwa. Penduduk di Kecamatan Pasar Kliwon masih banyak yang menggunakan air sumur. Letak sumur yang berdekatan dengan saluran pembuangan atau septictank sangat mudah tercemar oleh bakteri coli, sehingga akan mempengaruhi kualitas air sumur dan akan berdampak bagi kesehatan masyarakat. Metode ini adalah eksperimental dengan menggunakan 99 sampel air sumur dan kuesioner serta dilakukan pengamatan terhadap konstruksi sumur yang diambil secara acak di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Pengujian sampel air sumur dilakukan di Laboratorium DINKES Kota Surakarta. Variabel - variabel yang digunakan dalam kuesioner ini meliputi tingkat pendidikan, profesi, penghasilan, kondisi lingkungan, dan kualitas air sumur. Variabel - variabel tersebut di uji dengan SPSS crosstabs uji Chi-square. Dari hasil penelitian terdapat 34 sampel yang di uji mengandung coliform yang melebihi batas. Rata - rata jarak sumur penduduk kurang dari 10 meter, karena itu banyak sumur yang terkontaminasi bakteri coli. Keadaan penduduk Kecamatan Pasar Kliwon banyak yang menderita sakit yang berhubungan dengan air. Maka ada hubungan antara jumlah bakteri dengan jarak sumur dan septictank dengan keadaan penduduk Di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta.
SIMULASI PERILAKU PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN DENGAN VARIASI KEDALAMAN TELAPAK DAN PANJANG SUMURAN Rensia Erlyana Majid; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.168 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37328

Abstract

Penggunaan model pondasi gabungan telapak dan sumuran perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu. Model pondasi gabungan belum dapat diketahui apakah memberikan sumbangan daya dukung atau justru malah mengurangi. Data tanah di dapatkan dari Laboratorium Mekanika Tanah UNS. Pemodelan dengan program Plaxis 3D Foundation v1.5 dilakukan untuk mendapatkan nilai penurunan. Penurunan diolah menjadi grafik penurunan terhadap beban kemudian di estimasi nilai daya dukung ultimit dengan Metode De Beer (1967), Metode Fuller and Hoy (1970), dan Metode Butler and Hoy (1977). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pondasi gabungan telapak dan sumuran dapat mengurangi penurunan dibandingkan dengan model pondasi tunggaldan menaikkan daya dukung ultimit neto. Semakin besar kedalaman telapak dan panjang sumuran maka semakin kecil nilai penurunan dan daya dukung ultimit meningkat. Kedalaman telapak memberikan perubahan yang lebih signifikan baik dari segi penurunan maupun daya dukung.
KAJIAN SAMBUNGAN BATANG TEKAN DAN MOMEN LENTUR LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA) DENGAN ALAT PENGENCANG PAKU Debianto, Ikhsan; Basuki, Achmad; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.566 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37307

Abstract

Eksploitasi kayu yang terus menerus untuk memenuhi kebutuhan material akan kegiatan konstruksi mengakibatkan berkurangnya ketersediaan kayu yang berkekuatan tinggi. Kayu Laminated Veneer Lumber (LVL) merupakan inovasi sebagai alternatif material pengganti kayu konvensional karena kayu LVL diproduksi dari kayu yang masa tumbuhnya cepat. Sambungan meneruskan beban dalam struktur dari satu sambungan ke sambungan yang lainnya sampai berakhir pada pondasi. Sambungan harus dirancang untuk menahan setidaknya aksi dari bagian-bagian dan unsur-unsur yang diikat, sehingga perlu adanya penelitian mengenai sambungan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian tekan terhadap sambungan yang menggunakan 2 paku, 3 paku dan 4 paku. Pengujian Sambungan tahanan momen dilakukan dengan memberikan beban terhadap sambungan momen yang menggunakan 8 paku dan 16 paku. Pengujian ini dilakukan dengan membebani benda uji secara perlahan-lahan sampai benda uji tidak bisa menahan beban yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sambungan paku memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 3,03 kN untuk sambungan yang menggunakan 2 paku ; 4,06 kN untuk sambungan yang menggunakan 3 paku dan 5,06 kN untuk sambungan yang menggunakan 4 paku. Hasil penelitian untuk tahanan momen yang menggunakan 8 paku memiliki beban lentur rata-rata sebesar 0,55 kN dan untuk benda uji tahanan momen yang menggunakan 16 paku memiliki beban lentur sebesar 1,2 kN. Kata Kunci : Laminated Veneer Lumber, kuat tekan, tahanan momen, paku, sambungan

Page 1 of 4 | Total Record : 38