cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2015)" : 26 Documents clear
Pengukuran volume paru-paru dengan memanfaatkan sensor tekanan AHMAD ZAINUDIN
Inovasi Fisika Indonesia Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.634 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Spirometer merupakan instrumentasi pengukur volume paru-paru, namun spirometer di pasaran harganya relatif mahal sehingga diperlukan alat serupa dengan harga yang lebih ekonomis sehingga dapat digunakan oleh khalayak luas. Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang alat ukur volume paru-paru (spirometer) dengan memanfaatkan sensor tekanan MPX5100DP. Prinsip kerja alat ini yaitu peniupan yang dilakukan oleh pengguna pada pipa venturimeter yang sudah dihubungkan sensor tekanan MPX5100DP dengan keluaran nilai tegangan yang kemudian data diterima oleh mikrokontroler Arduino. Pada arduino data yang diterima diolah oleh ADC mikrokontroler menjadi nilai digital dan dikonversikan menjadi nilai debit. Dari nilai debit yang didapatkan akan digunakan untuk mendapatkan nilai volume paru-paru menggunakan metode numerik. Hasil yang didapatkan dari pengukuran volume paru-paru yang telah dilakukan menggunakan alat rancang dengan lima kali percobaan pada orang yang berbeda berturut-turut adalah 2.29, 3.64, 1.92, 2.00, 1.63 dalam satuan liter. Sedangkan pengukuran volume paru-paru menggunakan alat spirometer tipe T.K.K. 11510 Vital di Laboratorium SSFC Unesa didapatkan hasil berturut-turut adalah 2.30, 3.40, 1.88, 1.96, 1.51 dalam satuan liter. Dengan membandingkan hasil dari kedua alat dari data pertama sampai data kelima didapatkan selisih berturut-turut sebesar 0.01, 0.24, 0.04, 0.04, 0.12 dalam satuan liter. Sehingga selisih terbesar yang didapatkan sebesar 0.24 liter. Selisih dari hasil pengukuran tersebut dikarenakan pernafasan setiap orang tidak dapat dikontrol secara pasti, antara pernafasan pertama dan kedua pada orang yang sama pasti mengalami perbedaan. Kata kunci : volume paru, sensor MPX5100DP, spirometer. Abstract Spyrometer is an instrument for measuring lungs volume, this instrument is already available in market with expensive cost. Therefore, this research aimed to design a low cost spyrometer with pressure sensor MPX5100DP. Work principles from this device are the blowing done by user of on the venturimeter pipe already connected with pressure sensor MPX5100DP with the voltage outputs, and than data was received by arduino microcontroller. On the arduino, data that already received then processed by ADC microcontroller become digital values and converted to debits. From the debits which got will be used to get lungs volume values using numeric method. Result that got from lungs volume measurement which done using design tool with fifths times experiment on the five different people continuously are 2.29 , 3.64 , 1.92 , 2.00 , 1.63 in litre. Furthermore, the lungs volume measurement by spyrometer device T.K.K 11510 vital type on the SSFC Laboratory Unesa, go that the result continuously are 0.01 , 0.24 , 0.04 , 0.04 , 0.12 in litre. So that the biggest gap are 0.24 litre. The different from the measurement because of each people respiration can not be controlled surely. First respiration and the second on the same people sure has different. Keywords: lungs volume, MPX5100DP sensor, spyrometer.
STUDI SIFAT ANTI-KOROSI MATERIAL COATING CAT-PANi/SiO2 DENGAN METODE POLARISASI LINIER HAYATUL UMMAH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.396 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi laju korosi yaitu dengan material komposit PANi/SiO2. PANi disintesis dari APS (Ammonium peroksidisulfat) dan anilin dengan metode oksidasi kimia. Silika disintesis dari pasir bancar dengan metode kopresipitasi, sedangkan pembuatan komposit PANi/SiO2 disintesis dengan metode mechanical mixing. Hal ini dilakukan agar memperoleh metode baru yang dapat mengendalikan proses korosi. Komposit PANi/SiO2 yang dibuat yaitu dengan komposisi persen berat SiO2 sebesar 2,5%, 10% , dan 15%. Serbuk PANi, Silika, komposit PANi/SiO2 dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR untuk mengetahui gugus-gugus PANi dan Silika di dalam komposit PANi/SiO2. Sedangkan untuk mengetahui nilai laju korosinya material PANi/SiO2 di coating pada baja SS304 dan dikarakterisasi menggunakan polarisasi linier. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai laju korosi lebih kecil sesudah expose dibandingkan dengan sebelum expose. Pada komposit cat-PANi sebelum expose diperoleh nilai laju korosi sebesar 0,26756 mm/tahun sedangkan sesudah expose sebesar 0,006489 mm/tahun. Komposit cat-PANi/SiO2-2,5% sebelum expose sebesar 0,01081 mm/tahun sedangkan sesudah expose sebesar 0,0009658 mm/tahun. komposit cat-PANi/SiO2-10% (optimum) sebelum expose sebesar 0,00896 mm/tahun, sedangkan sesudah expose sebesar 0,00024408 mm/tahun. Komposit cat-PANi/SiO2-15% sebelum expose diperoleh nilai laju korosi sebesar 0,050956 mm/tahun dan sesudah sebesar 0,0027052 mm/tahun Kata kunci : Korosi, Komposit PANi/SiO2, Mechanical mixing, Polarisasi linier. . Abstract The purpose of this research is to decrease the speed of corrosion i.e. by PANi/SiO2 composite material. PANi is synthesized from APS (Amonium peroksidisulfat) and aniline by chemistry oxidation method. Silica is synthesized from bancar sand by coprecipitation method, while manufacture of PANi/SiO2 composite is synthesized by mechanical mixing method. It is done for getting new method which can handle corrosion process. PANi/SiO2 composite which is made i.e. by weight percentage composition SiO2 amount 2.5 %, 10%, and 15%. Dust of PANi, silica and composite of PANi/SiO2 are characterized by using FTIR spectroscopy for knowing bond of PANi/SiO2 in the PANi/SiO2 composite. While for knowing the value of material corrosion of PANi/SiO2 is coating in steel of SS304 and characterized by using linear polarization. The result of test is showing that the value after exposing of corrosion speed is smaller than the value before exposing of corrosion speed i.e. at the composite of cat-PANi/SiO2 before exposing is getting the value of corrosion speed amount 0.26756 mm/year while after exposing i.e. 0.006489 mm/year. Composite of cat-PANi/SiO2 before exposing i.e. 0.01081 mm/year while after exposing i.e. amount 0.0009658 mm/year. Composite of cat-PANi/SiO2-10% (optimum) before exposing i.e. amount 0.00896 mm/year, while after exposing i.e. amount 0.00024408 mm/year. Composite of cat-PANi/SiO2-15 before exposing is getting the value of corrosion speed amount 0.050956 mm/year and after exposing i.e. amount 0.0027052 mm/year. Keyword : Corrosion, composite of PANi/SiO2, Mechanical mixing, linear polarzation.
studi HUBUNGAN POSISI jarak bumi TERHADAP bulan DENGAN kejadian gempa bumi dan pola sebaran episenternya Di wilayah sumatera utara MAHARANI SOFIANA PUSPA
Inovasi Fisika Indonesia Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.424 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki tingkat aktifitas rawan bencana alam yang sangat tinggi. Secara geografis kepulauan Indonesia yang berada di daerah pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Dimana sebagian besar wilayah Indonesia berada di dalamnya. Pergerakan lempeng Indo-Australia yang relatif ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat. Sehingga Indonesia rawan terhadap kejadian gempa bumi. Salah satu wilayah di Indonesia yang sering terjadi gempa bumi yaitu daerah Sumatera Utara, karena wilayah ini memiliki zona sesar Semangko yang dapat menyebabkan timbulnya gempa bumi. Hal ini bisa terjadi dengan adanya salah satu faktor pemicu posisi jarak bulan saat perigee dan apogee yang memiliki pengaruh terhadap bumi dalam bentuk gangguan terhadap gravitasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola sebaran episenter kejadian gempa bumi dari hubungan posisi jarak bumi terhadap bulan pada saat perigee dan apogee di wilayah Sumatera Utara dan mendeskripsikan hubungan antara aktivitas gempa bumi dengan posisi jarak bumi terhadap bulan di wilayah Sumatera Utara. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari data historis gempa bumi USGS (United States Geological Survey) sekitar periode 1973 sampai 2014, data posisi jarak bulan saat perigee dan apogee diunduh dari website Time and Date pada periode yang sama, dan pengeplotan pola sebaran episenter gempa menggunakan software ArcGIS 10. Metode yang digunakan adalah mencari korelasi antara frekuensi gempa dan posisi jarak bulan saat perigee dan apogee menggunakan software Ms.Excel, sehingga dapat diketahui frekuensi relatif gempa. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa frekuensi gempa bumi 19% pada posisi jarak bulan saat perigee. Ketika posisi jarak bulan saat apogee frekuensi gempa adalah 31%. Hal ini ditemukan adanya keterkaitan hubungan frekuensi gempa bumi pada posisi jarak bulan. Kata Kunci: Pola sebaran episenter, Perigee, Apogee, Kejadian gempa bumi Abstract Indonesia is one of archipelago country that has very high vulnerable natural disaster. Geographically, Indonesia is located in junction area of three main tectonic plates. The most areas of Indonesia are inside of it. The movement of Indo-Australia plate relatively to the north and penetrate to the inside of Eurasia plate, while Pacific plate relatively move to the west. Therefore Indonesia is vulnerable toward the occurrence of earthquake. One territory of Indonesia in which is often experiencing earthquake is North Sumatera, because this area has Semangko cesarean zone which may induces earthquake. Earthquake can be occurred by the one trigger existence that is moon distance position at perigee and apogee which has influence toward the earth in form of gravitation disturbance. This research aimed to describe the epicenter distribution pattern of earthquake occurrence from the correlation of earth distance to the moon at perigee and apogee at North Sumatera territory. In this research, data used are secondary data obtained from earthquake historical data of USGS (United Stated Geological Survey) along period 1973 to 2014, data of moon position at perigee and apogee downloaded from Time and Date website at same period, and pattern plotting of earthquake epicenter distribution using ArcGIS 10 software. Method used is seeking correlation between earthquake frequency and distance position of the moon at perigee and apogee by using Ms. Excel software, then known earthquake relative frequency. Result of this research obtained that earthquake frequency 19% when the moon distance position is at perigee. When the moon distance position is at apogee, the earthquake frequency is 31%. By this, found that there are correlation of earthquake frequency and moon distance position. Keywords: Epicenter distribution pattern, Perigee, Apogee, Earthquake occurrence
PERBANDINGAN  HASIL PEMETAAN SAMBARAN PETIR MENGGUNAKAN LD2000 DENGAN METODE KRIGING DAN IDW KOTA SURABAYA TAHUN 2013 AMELIA RAMADHANI NURUL AIN
Inovasi Fisika Indonesia Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.355 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Kota Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur yang terletak pada ketinggian 3–6 meter di atas permukaan air laut dan berbatasan langsung dengan laut pada bagian Utara dan Timur dengan tingkat kelembaman udara 50% - 92% dan curah hujan rata-rata 165,3mm. Dengan kondisi alam tersebut, memungkinkan Kota Surabaya memiliki potensi besar terhadap munculnya awan-awan yang menghasilkan petir. Tujuan penelitian skripsi ini adalah membuat kontur sambaran petir, menganalisa perbedaan hasil sambaran petir menggunakan metode Kriging dan Inverse Distance Weighted (IDW). Penelitian ini menggunakan beberapa software untuk mengolah data, diantaranya yaitu: Lightning Detector 2000, PETIR, Microsoft Excel, dan ArcGIS yang lengkap dengan metode Kriging dan Inverse Distance Weighted (IDW). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kriging dan IDW. Metode Kriging menghitung semua nilai di sekitar nilai pusat merupakan nilai yang digunakan sedangkan metode IDW menghitung nilai yang ada disekitar menjadi nilai terpusat pada satu titik. Data yang digunakan adalah sambaran petir positif (+CG). Hasil penelitian ini adalah peta kontur sambaran petir di Kota Surabaya dengan 2 metode yang berbeda yaitu Kriging dan IDW dengan jumlah sebanyak 26.762 kali sambaran petir selama tahun 2013. Perbedaan kedua metode yaitu tingkat kedetailan dari kontur yang terbentuk pada peta sambarannya. Kata kunci: petir, kontur, Kriging, Inverse Distance Weighted Abstract Surabaya is the capital city of East Java Province located at 3-6 meters above sea level and boundaries directly to the sea in the north and east with humidity 50%-92% and average rainfall 165.3mm. With those natural conditions, Surabaya has high potential to arise clouds which produce the lightning. The aims of this research are to make the contour of lightning strike, analyze different result of lightning strike using Kriging method and Inverse Distance Weighted (IDW), and analyze the shifting area of lightning strike at Surabaya in 2013. This research using some software to process the data, including: Lightning Detector 2000, PETIR, Microsoft Excel, and ArcGIS which completed with Kriging method and Inverse Distance Weighted (IDW). Kriging method calculates entire values around the center value which is used, while IDW method calculates around values to be value centered in one point. Data used are positive lightning strike (+CG) from BMKG Clas II Tretes. Results of this research are that contour map of lightning strike in Surabaya with 2 different methods both Kriging and IDW are 26,762 strikes of lightning along 2013. The difference of two methods is detail level of contour configured on strike map. Keywords: lightning, contour, Kriging, Inverse Distance Weighted
Rancang bangun alat ukur kecepatan dan arah angin berbasis arduino uno atmega 328p DEWI WIJAYANTI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.341 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Angin merupakan pergerakan udara secara horisontal yang diakibatkan adanya perbedaan tekanan udara di suatu kawasan.Informasi kecepatan dan arah angin digunakan untuk memprediksi cuaca dan iklim di suatu tempat.Kecepatan dan arah angin dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur yang akurat.Penelitian ini bertujuan merancang sistemmonitoring kecepatan dan arah angin. Sistem pengukuran kecepatan terdiri dari satu sensor optocoupler sedangkan penentu arah angin terdiri dari empat sensor optocoupler, kedua alat tersebut terhubung dengan ArduinoUno Atmega 328p sebagai pemrosesan sinyal.Pengujian dilakukan dengan membandingkan alat ukur kecepatan angin di Laboratorium menggunakan Anemometer Constant AN15.Alat ukur yang telah dikalibrasi dengan anemometer menunjukkanerror rata – rata sebesar 1,85%. Selain di Laboratorium, alat ukurkecepatan dan arah angin juga digunakan di pantai Kenjeran dekat Jembatan Suramadu dan kawasan BMKG Juanda. Pengukuran kecepatan angin di pantai Kenjeran dekat Jembatan Suramadu dilakukan pada siang hari, diperoleh hasil kecepatan angin tertinggi 17,75 km/jam dan terendah 1,30 km/jam. Pengukuran kecepatan angin di kawasan BMKG Juanda diperoleh hasil maksimum5,4 km/jam dan minimum0 km/jam. Hasil dari pengujian penentu arah angin di Laboratorium dengan menggunakan alat pembanding kompas terdeteksi 16 arah angin yang sesuai dengan wind rose. Kata Kunci :Anemometer, kecepatan dan arah angin, Arduino Uno Atmega 328p, Sensor Optocoupler Abstract Wind is horizontal air movement which has physical magnitude of velocity and direction caused by differences of air pressure in regions. The information of wind is the most important thing to determine velocity and wind direction so it can be predicted of weather and climate in somewhere. Wind velocity and direction can be known by measurement instrument which can record wind movement accurately. The purpose of this researchis designing measurement system which can monitor velocity and direction of wind. Velocity measurement is consist of one optocoupler sensor while wind direction indicator is consist of four optocoupler sensors, both of them connect to ArduinoUno as signal processing. Testing is done by comparing the wind speed measuring devices in the laboratory using Constant Anemometer AN15. Measuring instrument that has been calibrated anemometer shows the average error - average of 1.85%. In addition to the laboratory, tool measuring wind speed and direction are also used on the coast near the bridge Kenjeran longest and Juanda BMKG region. Measurement of wind speed at beach Kenjeran near Suramadu done during the day, the highest wind speed results obtained 17.75 km / h and the lowest was 1.30 km/h. Measurement of wind speed in the region Juanda BMKG obtained maximum yield of 5.4 km/h and minimum 0 km/h. Results of testing performed determinant of the direction of wind in the laboratory by comparing the measuring instrument with a compass showed that the instrument can detect 16 wind direction in accordance with the wind rose. Keywords: Anemometer, Wind Velocity, Wind Direction, Arduino Atmega 328p, Optocoupler
ANALISIS PEMETAAN DAERAH RAWAN PETIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE KRIGING DI WILAYAH KOTA/KABUPATEN PASURUAN RIFATUL KHASANAH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.645 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Wilayah Indonesia secara geografis beriklim tropis dengan tingkat pemanasan, kelembaban tinggi dan banyak mengalami hujan serta sambaran petir tinggi. Pasuruan merupakan daerah yang dikategorikan sebagai daerah yang rawan sambaran petir yang memungkinkan timbulnya awan-awan konvektif di sekitar lereng pegunungan. Sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis daerah rawan sambaran petir di wilayah kota/kabupaten Pasuruan berdasarkan data rekaman sensor Lightning Detection tahun 2013 serta menganalisis bentuk pemetaan kontur intensitas sambaran petir. Untuk mencapai tujuan tersebut maka data yang akan digunakan untuk dianalisis hanya data petir bertipe Cloud to Ground yang bermuatan positif saja karena petir tersebut yang sangat berbahaya. Data real-time sambaran petir yaitu dari rekaman sensor Lightning Detector yang kemudian diolah dengan menggunakan beberapa software Lightning Detector 2000, Lightning Data Processing, dan ArcGIS 10 kemudian dipetakan dengan menggunakan metode Kriging. Metode Kriging merupakan teknik perhitungan untuk mengestimasi dari suatu variabel teregional sehingga niali yang dihasilkan berupa kerapatan petir dalam setiap daerah yang diteliti. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa peta daerah rawan sambaran petir dan kontur intensitasnya yang terjadi di Wilayah Pasuruan. Berdasarkan pemetaan tersebut diperoleh total sambaran sebanyak 29.866 sambaran petir serta daerah yang paling sering terjadi sambaran petir dan sambaran yang paling kuat terletak di daerah Kecamatan Prigen, Gempol, dan Beji. Wilayah wilayah Pasuruan merupakan kategori daerah yang memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi akibat sambaran petir dengan 58,08%. Hal ini karena Wilayah Pasuruan yang terletak diantara pegunungan dan lautan sehingga mudah terbentuk awan Cumulonimbus(Cb). Kata kunci : Daerah rawan sambaran petir, Lightning Detector 2000, Kriging, IKL, Pasuruan. Abstract Indonesian region geographically tropical climate with heating rate, high humidity, high lightning and strikes. Pasuruan is an area categorized as areas prone to lightning strikes that may lead to convective clouds around the mountain slopes. So the research conducted with the aim to analyze the areas prone to lightning strikes in the area of ​city / country Pasuruan based Lightning Detection sensors recording the data in 2013 and analyzes the shape of the contour mapping intensity of lightning strikes. To achieve these objectives, the data will be used to analyze only the data type of the Cloud to Ground Lightning positively charged because lightning is very dangerous. Real-time data lightning strikes based on Lightning Detector sensors are then processed using several software Lightning Detector 2000, Lightning Data Processing, and ArcGIS 10 then mapped using Kriging method. Kriging method is a calculation technique for estimation of a variable teregional that can produce lightning density values ​​in each area studied. Results obtained from this research is a map of areas prone to lightning strikes and intensity contour that occurred in Pasuruan region. Based on the mapping obtained a total of 29.866 lightning strikes and the areas most frequent lightning strikes of the most powerful Prigen, Gempol and Beji area’s. The areas city / of Pasuruan can be categorized as very high level of vulnerability to lightning strikes with 58.08%. This happened because Pasuruan region located between mountains and sea so it is easy to form Cumulonimbus clouds (Cb). Keyword : Areas lightning prone strikes, Lightning Detector 2000, Kriging, IKL, Pasuruan.

Page 3 of 3 | Total Record : 26