cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2020)" : 24 Documents clear
APLIKASI POLIANILIN SEBAGAI BAHAN AKTIF PENDETEKSI ALKOHOL Emilia Dwi Roida; Nugrahani Primary Putri
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.344 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n2.p152-162

Abstract

AbstrakArtikel ini berisi tentang review aplikasi polianilin (PANi) sebagai bahan aktif pendeteksi alkohol yang terdiri dari etanol, metanol, dan propanol. Analit-analit tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan pewarna sintetik, bahan produksi makanan dan minuman, serta sebagai bahan pelarut obat-obatan. Dalam perkembangan industri, alkohol juga dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti fosil. Terkait hal tersebut, pembentukan polianilin dengan kompositnya menjadi pelet, lapisan tipis, dan membran telah menarik perhatian sebagai bahan aktif pendeteksi alkohol. Pada review sensitivitas sensor dapat diketahui melalui perubahan resistansi dan frekuensi akibat penambahan analit serta konsentrasi minimal dari ketiga analit yang mampu dideteksi polianilin adalah 1 ppm.Kata Kunci: Polianilin, Etanol, Metanol, Propanol, Sensitivitas. AbstractThis article contains review of the application of polyaniline (PANi) as an active ingredient in alcohol detection consisting of ethanol, methanol and propanol. These analytes have been widely used as synthetic dyes, food and beverage production materials, and as a drug solvent. In industrial development, alcohol can also be used as a substitute for fossil fuels. Related to this, the formation of polyaniline with its composites into pellets, thin layers, and membranes has attracted attention as an active ingredient in alcohol detection. The review of sensor sensitivity can be seen through changes in resistance and frequency due to addition of analytes and the minimum concentration of the three analytes that can be detect polyaniline is 1 ppm.Keywords: Polyaniline, Ethanol, Methanol, Propanol, Sensitivity.
ANALISIS PELURUHAN GEMPA BUMI SUSULAN DI AMBON TAHUN 2019 DENGAN PENDEKATAN STATISTIK MENGGUNAKAN SOFTWARE PELURUHAN V2.0 Vivi Nur Islamiati; Supardiyono Supardiono; Yusuf Hadi Perdana; Akbar Rian Setyahagi
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.521 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n2.p163-172

Abstract

Telah dilakukan penelitian peluruhan gempa bumi susulan di Ambon,25 September 2019 (Mw 6,6) dengan pendekatan metode statistik menggunakan software Peluruhan v2.0. Kasus ini memiliki produktivitas gempa susulan yang cukup tinggi dibandingkan dengan gempa bumi Banten dan Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik peluruhan gempa susulan menggunakan metode Mogi I, Mogi II, Omori, dan Utsu serta menentukan metode statistik yang lebih mendekati data real dari BMKG untuk mengetahui waktu peluruhan gempa susulan. Analisis peluruhan gempa susulan tersebut digunakan sebagai upaya mitigasi bencana kepada masyarakat berupa informasi prakiraan gempa susulan akan berakhir. Prosedur yang dilakukan yaitu dengan mengambil data pada laman Repogempa kemudian menganalisisnya dengan pendekatan metode statistik menggunakan software Peluruhan v2.0. Data yang diperoleh dari software kemudian dibandingkan dengan rekaman data real time berakhirnya gempa susulan milik BMKG sehingga diperoleh hasil prakiraan peluruhan gempa susulan paling reliable. Hasil yang didapatkan adalah keempat metode statistik menunjukkan hasil peluruhan gempa bumi susulan yang berbeda akibat perbedaan rentang waktu pada masing-masing persamaan metode statistik. Metode yang menghasilkan analisis waktu peluruhan gempa susulan paling mendekati rekaman data real time berakhirnya gempa susulan BMKG adalah metode Mogi II yang menunjukkan bahwa peluruhan gempa susulan berakhir Tanggal 20 April 2020 pada hari ke 208 pasca gempa bumi utama dengan koefisien korelasi sebesar -0,81. Tanda negatif menunjukkan bahwa korelasi antara variabel x (waktu terjadinya gempa) dan y (frekuensi gempa susulan yang terjadi) yang telah dilinierisasi adalah berbanding terbalik. Perbandingan nilai koefisien korelasi antar metode statistik tidak berpengaruh dalam penentuan kesesuaian hasil analisis waktu peluruhan gempa bumi susulan.
ANALISIS CMT GEMPA BUMI 06 FEBRUARI 2013 DAN 03 MARET 2015 YANG TERJADI DI SUMATERA SELATAN Dina Aljufri Estria; Supardiyono .
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.441 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n2.p173-177

Abstract

Penelitian analisis Centroid Moment Tensor (CMT) di Sumatera Selatan ini bertujuan untuk menganalisis focal mechanism gempa bumi dan pola bidang patahan pada event gempa bumi Tanggal 06 Februari 2013 dan 03 Maret 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode inversi waveform tiga komponen dengan menggunakan software MTINV. Data yang digunakan merupakan data waveform yang direkam oleh stasiun seismik PBSI, PPSI, SISI, SLSI, MKBI, dan SDSI yang diperoleh melalui webdc3 BMKG. Pada event gempa bumi 06 Februari 2013 data waveform difilter pada frekuensi 0,020-,045Hz dengan kedalaman centroid antara 1- 10 km, sedangkan pada event gempa 03 maret 2015 data waveform difilter pada frekuensi yang sama dengan kedalaman antara 4-40km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gempa bumi 06 Februari 2013 dengan latitude -1.5 , longitude 100.20 memiliki varian reduksi 49,1% yang berkorelasi dengan Double Couple (DC) sebesar 95,2% dan pola bidang sesar gempa bumi berbentuk strike-slip, sedangkan gempa bumi pada 03 Maret 2015 dengan latitude -0.72, longitude 98.74 diperoleh varian reduksi 63,3% yang memiliki korelasi dengan Double Couple sebesar 99,1% dan pola bidang sesar gempa bumi berbentuk reverse. Kedua event gempa bumi tersebut menunjukkan bahwa nilai DC lebih besar dari pada 50%. Nilai DC ini menunjukkan bahwa gempa bumi disebabkan oleh aktivitas tektonik
ANALISIS CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI DI SELAT SUNDA PADA 22 DESEMBER 2018 SEBELUM TSUNAMI BANTEN Adinda Nur Syafitri; Supardiyono .
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.855 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n2.p178-183

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis penyebab gempa di wilayah Selat Sunda dan menganalisis hasil estimasi Centroid Moment tensor (CMT) dengan menggunakan metode inversi waveform tiga komponen yang di implementasikan kedalam software MTINV. Wilayah penelitian yang digunakan adalah wilayah Selat Sunda, hal ini karena wilayah Selat Sunda memiliki tingkat seismik yang tinggi. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dua data sekunder pada tanggal 22 Desember 2018 dan pada tanggal 13 Februari 2019 yang memiliki magnitudo sama yaitu 5.1 SR, data penelitian diunduh pada laman WEBDC3 at BMKG. Estimasi CMT menghasilkan momen seismik (Mo), magnitudo momen (Mw), lattitude, longitude, kedalaman centroid, dan orientasi bidang sesar yang meliputi strike, dip, dan rake. Estimasi CMT juga memberikan informasi mengenai penyebab terjadinya gempa dengan mengetahui persentase DC, CLVD, dan ISO. Hasil dari kedua data tersebut masing-masing memiliki nilai DC yang lebih dominan daripada nilai CLVD, hal ini menunjukkan bahwa event gempa bumi diwilayah Selat Sunda tersebut dikarenakan oleh aktivitas tektonik. Kata Kunci : Centroid Moment Tensor, inversi waveform tiga komponen, software MTINV ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the causes of earthquakes in the Sunda Strait region and analyze the results of the Centroid Moment Tensor (CMT) estimation by using the three component waveform inversion method which was implemented into MTINV software. The study area used is the Sunda Strait region, because the Sunda Strait region has a high seismic level. The data used in this study are two secondary data on 22 Desember 2018 and 13 Februari 2019 which have the same magnitude of 5.1 SR, the research data is downloaded on the WEBDC3 at BMKG website. CMT estimation produces seismic moments (Mo), moment magnitude (Mw),lattitude, longitude, centroid depth, and fault plane orientation which includes strike, dip, rake. CMT estimates also provide information about the causes of earthquakes by knowing the percentage of DC, CLVD, and ISO. The result of the two data each have a DC value that is more dominan than the CLVD value, this shows that the earthquake event in the Sunda Strait region is caused by tectonic activity. Keywords: Centroid Moment Tensor, three component waveform inversion, software MTINV

Page 3 of 3 | Total Record : 24