cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 3 (2013): September" : 6 Documents clear
Peningkatan Kompentensi Pustakawan dengan Penelitian Sukirno Sukirno
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.706 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.944

Abstract

Profesi pustakawan direduksi hanya menjadi kegiatan teknis menerima, menyimpan, dan menjaga buku. Akibatnya apresiasi dan kiprah pustakawan belum mendapatkan pengakuan. Profesi pustakawan di Indonesia sudah berjalan cukup lama dan telah diakui oleh pemerintah sebagai tenaga fungsional. Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Kompetensi pustakawan mencakup dua aspek, (1) kompetensi personal, (2) kompetensi profesional. Kompetensi profesional, terkait dengan pengetahuan pustakawan di bidang sumber informasi, teknologi, manajemen, penelitian, dan kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut sebagai dasar untuk menyediakan layanan perpustakaan dan informasi. Kompetensi penelitian bagi pustakawan merupakan sesuatu yang penting agar profesionalisme pustakawan tidak direduksi hanya menjadi kegiatan teknis. Manfaat yang diperoleh pustakawan sebagai peneliti antara lain; (1) pengembangan keilmuan di bidang perpustakaan, (2) melatih dasar pengambilan keputusan, (3) membangun cara berfikir kritis pustakawan. Untuk itu, agar pustakawan dapat melakukan penelitian kebijakan di bidang dana merupakan dukunganan penting bagi pustakawan dalam melakukan penelitian. Pustakawan sebaiknya membentuk komunitas atau kelompok peneliti pustakawan sebagai sarana untuk diskusi atau berbagi pengalaman dalam rangka meningkatkan kualitas penelitian.
PERILAKU PUSTAKAWAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS FUNGSIONAL Studi kasus di Perpustakaan Nasional RI Wartini Santoso
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.357 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.940

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pustakawan dalam pelaksanaan tugasnya di Perpustakaan Nasional RI. Adapun yang menjadi populasi dalam kajian ini adalah seluruh pustakawan Perpustakaan Nasional RI yang berjumlah 172 orang, baik pustakawan aktif maupun yang sedang dibebaskan sementara karena menduduki jabatan struktural. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan jawaban dalam kuesioner yang kembali, dapat disimpulkan semakin tinggi jabatan fungsional pustakawan semakin banyak butir kegitan di luar jenjang jabatan yang dilakukan. Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku pustakawan yang tidak profesional, merupakan perilaku ekspresif pustakawan dalam merespon stimulus eksternal, yaitu kurangnya lahan yang sesuai untuk mendapatkan angka kedit dan keinginan naik jabatan tepat waktu supaya tidak melewati batas paling lambat 5 tahun. Dilihat dari pelaksanaan tugas fungsionalnya, pustakawan lebih banyak melaksanakan kegiatan di bawah jenjang jabatannya sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam mendapatkan angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan jabatannya. Kondisi ini memicu pustakawan untuk berperilaku menyimpang, melakukan berbagai kecurangan termasuk plagiarism karena dorongan kebutuhan akan angka kredit.
Kajian Pengukuran Tingkat Kepuasan Pemustaka Terhadap Layanan Perpustakaan dan Informasi di Bidang Layanan Koleksi Umum Perpustakaan Nasional RI Fathmi Fathmi
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.41 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.945

Abstract

Peningkatan kualitas layanan melalui pengembangan layanan  dilaksanakan oleh Bidang Layanan Koleksi Umum dalam rangka mencapai layanan prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka, melalui pemanfaatan sumber daya perpustakaan.   Untuk mengetahui tingkat kepuasan pemustaka terhadap layanan perpustakaan dan informasi di Bidang Layanan Koleksi Umum dilaksanakan kajian pemustaka.  Penelitian terdiri atas 4 (empat) dimensi layanan, yaitu koleksi perpustakaan, layanan perpustakaan, pustakawan, serta sarana dan prasarana perpustakaan. Keempat unsur tersebut diurai menjadi 17 indikator yang terdiri atas 40 pertanyaan. Analisis data menggunakan metode  deskriptif kuantitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi, berikutnya dilakukan  analisis deskriptif dengan menghitung presentase dari masing-masing frekuensi dan selanjutnya diinterpretasikan secara logis. Untuk mendapatkan kesimpulan dari masingmasing indikator dilakukan analisis dengan metode rating scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemustaka puas terhadap: 1) dimensi koleksi di Bidang Layanan Umum   (70,54%); 2)  dimensi layanan di Bidang Layanan Umum (74,75%);  3) dimensi Pustakawan di Bidang Layanan Umum (76,88%). Terhadap sarana dan prasarana di Bidang Layanan Umum, responden puas (64,22%.) namun tingkat kepuasannya belum signifikan.
INDIKATOR KINERJA PERPUSTAKAAN MENURUT ISO 11620: 2008 (Information and Documentation – Library Performance Indicators) Bagian Kedua dari Dua Tulisan Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.414 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.941

Abstract

Mengukur kinerja sebuah perpustakaan merupakan upaya untuk mengetahui pencapaian perpustakaan tersebut terhadap visi, misi, dan tujuan perpustakaan. Sejak tahun 1998 ISO telah menerbitkan standar cara mengukur indikator kinerja perpustakaan yaitu dengan menerbitkan ISO 11620:1998. Sesuai dengan perkembangan layanan yang ada di perpustakaan standar ISO tersebut sudah tidak dapat mengakomodir indikator-indikator kinerja baru, khususnya kinerja yang berkaitan dengan layanan elektronik dan digital. Oleh karena itu ISO merevisi standar yang diterbitkannya tahun 1998 tersebut menjadi standar ISO 11620: 2008. ISO 11620: 2008 mengukur indikator sebanyak 45 indikator. Makalah ini adalah bagian dua dari dua tulisan yang akan membahas bagaimana cara mengukur ke 45 indikator kinerja tersebut.
Pemanfaatan E-Resource di Perpustakaan Sekolah Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Ulfah Andayani
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.942

Abstract

Kehadiran teknologi komunikasi dan komputer (ICT) telah membawa pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengelolaan perpustakaan secara menyeluruh. Penetrasi teknologi ini telah membawa perubahan yang revolusioner dalam sistem pengelolaan Perpustakaan, yaitu dari dari sistem tradisional, terotomasi sampai kepada sistem digital. Objek dan benda pembawa informasi yang dikelola turut mengalami pergeseran. Limpahan sumber-sumber informasipun berkembang dalam keragaman format, kemasan maupun bentuknya. Sejalan dengan hal tersebut, seluruh Perpustakaan tak terkecuali Perpustakaan sekolah harus mampu beradaptasi dan menyeimbangkan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi akibat tuntutan teknologi. Perpustakaan sekolah dengan demikian harus mampu menyeimbangkan diri dengan perubahan pendidikan dan kurikulum, perpustakaan sekolah harus dapat menggunakan ketersediaan teknologi bukan sekedar melaksanakan tugas-tugas rutin, tetapi perpustakaan sekolah harus mampu menjadikan teknologi sebagai fasilitas yang dapat memperkuat keberhasilan dalam pendidikan. Terhadap tuntutan ini, seharusnyalah, perpustakaan sekola menyediakan kekinian informasi dalam beragam format yang dapat mendorong kepada keberhasilan belajar yang maksimal. Penyediaan sumber-sumber elektronik (e-resources) adalah suatu bentuk memutakhirkan informasi sekaligus suatu sikap responsif yang mengakomodir berbagai tingkat kebutuhan belajar siswa. Penyediaan sumber-sumber elektronik di Perpustakaan sekolah ini juga diyakini dapat memfasilitasi berbagai metode dan strategi belajar siswa dalam rangka mencapai keberhasilan dan prestasi belajar yang maksimal. Kata
Strategi Promosi Gemar Membaca dan Gemar ke Perpustakaan melalui Kekuatan Media Tulus Wulan Juni
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.943

Abstract

Rendahnya minat baca akan berimbas pada rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Salah satu usaha yang selama ini belum dimaksimalkan oleh perpustakaan adalah kurangnya peran media di berbagai kegiatan perpustakaan. Padahal media mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dan cepat membentuk opini masyarakat. Sudah banyak gerakan moral dicanangkan oleh pemimpin bangsa ini namun gerakan tersebut kurang disosialisasikan di media. Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar melalui program Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) terus mensosialisasikan perpustakaan, kegemaran membaca diberbagai media cetak dan elektronik.Strategi Promosi ini bertujuan bagaimana usaha menembus media dengan berbagai pendekatan, semakin banyak media yang digunakan untuk berpromosi maka semakin besar peluang meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap perpustakaan dan kegemaran membaca. Selain itu dicontohkan beberapa kegiatan minat baca dan pengembangan perpustakaan yang telah dilaksanakan oleh Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar beserta media yang dilibatkan didalamnya.Dampak hasil yang diperoleh setelah memanfaatkan peran media menunjukkan bahwa jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan meningkat dan daya beli buku di beberapa toko buku juga naik, seperti di Toko Buku Graha Media Makassar setiap tahunnya mengalami kenaikan hingga 30%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue