cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 4 (2017): Desember" : 8 Documents clear
Penguatan Layanan Referensi Virtual di Indonesia dalam Rangka Memperluas Akses Masyarakat ke Perpustakaan: Implementasi Undang-Undang Perpustakaan Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.122 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.521

Abstract

Abstrak Layanan referensi virtual menjadi trend dalam pelaksanaan layanan referensi di perpustakaan. Sifatnya yang virtual atau online menjadi cara memperluas akses kepada masyarakat digital yang terbiasa berkomunikasi dan meminta bantuan melalui media virtual. Profil atas pelaksanaan layanan referensi virtual di perpustakaan Indonesia perlu diketahui untuk mendapatkan pengalaman praktek terbaik. Penemuan profil layanan referensi virtual didapatkan melalui penelusuran dokumen penelitian. Keterbatasan waktu menjadikan pembahasan dilakukan pada delapan penelitian yang terpublikasi mulai dari tahun 2010 sampai dengan saat ini. Ditemukan belum ada pedoman yang mengumpulkan seluruh pengalaman praktek terbaik. Pedoman layanan referensi virtual akan sangat membantu baik bagi perpustakaan yang baru akan memulai maupun bagi perpustakaan yang sudah menyelenggarakan layanan referensi virtual.
Promosi Perpustakaan melalui Media Sosial di Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro Luckty Giyan Sukarno
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.755 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.526

Abstract

Abstrak Promosi perpustakaan melalui media sosial merupakan salah satu yang paling tepat dan cepat. Setidaknya ada tiga keunggulan jika perpustakaan melakukan promosi dengan memanfaatkan media sosial. Pertama, media sosial mudah dilakukan karena hanya dalam hitungan menit akun yang sudah dibuat bisa langsung digunakan untuk promosi. Kedua, media sosial tak perlu modal besar. Untuk membuat sebuah akun di media sosial yang kita perlukan hanyalah kuota internet setiap bulannya. Ketiga, media sosial lebih cepat dikenal. Perpustakaan harus menyuguhkan dengan konten yang menarik melalui gambar maupun tulisan. Simpulan yang dapat disampaikan sebagai berikut: (1) Mengenalkan perpustakaan melalui media sosial merupakan salah satu langkah promosi yang efektif dan efisien. (2) Hasil/dampak yang diperoleh dari promosi perpustakaan melalui media sosial sebagai berikut; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan kepada pemustaka/siswa melalui media sosial meningkatkan jumlah kunjungan; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan kepada pemustaka/siswa melalui media sosial meningkatkan jumlah peminjaman buku; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan kepada pihak luar melalui media sosial menarik penulis maupun penerbit untuk bekerjasama dengan perpustakaan; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan melalui media sosial mengoptimalkan promosi tanpa membutuhkan biaya yang besar tapi memberikan dampak yang besar bagi perpustakaan
Peluang dan Tantangan dalam Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Perpustakaan Muhammad Irsyad Alfatih
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.753 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.522

Abstract

Abstrak Kalimat “mengembangkan sistem layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi” dan yang senada dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 diulang di beberapa pasal yang berbeda pada semua jenis perpustakaan dan tentang kerjasama perpustakaan. Seperti apa perpustakaan di masa depan sudah mulai dibahas sejak masa ini. Banyak prediksi yang beredar namun sebagian besar mengerucut kepada perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, yang harus dipikirkan kemudian adalah bagaimana memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi di perpustakaan dengan konten yang tepat. Pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa terlepas dari konsep perpustakaan konvensional yang telah ada jauh sebelum zaman ini. Perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi hadir di masa sekarang ini untuk memberi cara pandang baru terhadap perpustakaan baik bagi pemustaka sebagai pihak yang akan memanfaatkan maupun bagi pustakawan sebagai pihak yang akan mengelola. Cara pandang baru ini hadir karena perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dibanding perpustakaan konvensional karena mengenalkan cara pemanfaatan yang berbeda dari yang sebelumnya.
Intensifikasi Sertifikasi untuk Mewujudkan Pustakawan Kompeten Hendra Setiawan
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.801 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.523

Abstract

Abstrak Pustakawan sebagai suatu profesi harus memiliki sertifikat kompetensi untuk meningkatkan karir, pengakuan kompetensi, dan pemenuhan terhadap regulasi Pemerintah. Sertifikat kompetensi pustakawan diperoleh melalui proses sertifikasi yaitu proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Perpustakaan. Aturan pelaksanaan tertuang dalam skema sertifikasi yang menjadi acuan untuk melaksanakan sertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang indepen. Proses inti dalam melaksanakan sertifikasi melalui uji kompetensi untuk mengukur kompetensi seseorang dengan berbagai dimensi dan tata cara metode yang disepakati dengan menerapkan rambu-rambu dan prinsip uji kompetensi harus diterapkan. Penerapan proses sertifikasi harus dipatuhi agar menghasilkan output yang memuaskan.Animo masyarakat (pustakawan) terhadap sertifikasi pustakawan menjadikan tantangan besar untuk lebih mengintensifkan pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan secara masif dan merata. Tujuan penulisan ini untuk membahas proses sertifikasi dan aturan teknis lainnya agar pelaksanaan sertifikasi dapat berjalan dengan baik sehingga animo masyarakat terhadap sertifikasi semakin meningkat.
Saling Silang Pustakawan: Sebuah usulan program Khosyi Alfin Maulana
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.405 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.520

Abstract

Abstrak Indonesia sebagai negara yang terdiri dari daratan dan lautan yang begitu luas, memiliki 41 kabupaten/kota yang berada di daerah terluar atau berbatasan langsung dengan negara lain. Salah satu poin dalam nawacita Presiden Jokowi adalah membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah terluar dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Pustakawan khususnya Pejabat Fungsional Pustakawan harus melihat ini sebagai tantangan untuk dapat berperan dalam mensukseskan poin tersebut. Di sisi lain, hanya ada 2 (dua) orang pustakawan yang berada pada salah satu dari 41 kabupaten/kota tersebut. Persebaran pustakawan yang tidak merata sedikit banyak mempengaruhi pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca. Salah satu kelemahan ini perlu dijawab dan diatasi dalam bentuk sebuah program atau kebijakan.
Pengembangan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Nasional sebagai Destinasi Pariwisata di Indonesia Nasrullah Nasrullah
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.519

Abstract

Abstrak Salah satu upaya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam mengembangkan fungsi perpustakaan sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi adalah dengan merenovasi dan mengembangkan sarana prasana Perpusnas Marsela sebagai pusat informasi ilmiah dan destinasi pariwisata di Indonesia dalam mewujudkan Indonesia cerdas melalui gemar membaca dengan memberdayakan Perpustakaan. Identifikasi perkembangan pariwisata di Perpusnas Marsela, baik dari potensi penawaran dan permintaan, adalah tujuan dari penelitian yang menjadi basis bagi makalah ini. Simpulan penelitian mencakup, dari sisi analisis penawaran dan permintaan, masih terdapat beberapa tantangan pengembangan Perpusnas Marsela sebagai destinasi pariwisata di Indonesia, seperti sarana promosi dan informasi harus lebih diberdayakan dan ditingkatkan frekuensinya, kemudahan akses ke lokasi dengan mengoptimalkan layanan transportasi massal yang nyaman dan cepat sehingga dapat menambah kepuasan dan pelestarian kesan bagi pemustaka yang datang, kemudian peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pemustaka dengan memberi kelonggaran bagi pemustaka dalam mengakses semua area bangunan yang terdapat di Perpusnas Marsela dengan tetap menjunjung tinggi peraturan dan prosedur yang berlaku di Perpustakaan Nasional.
Senarai Penelitian Kegeologian 2011-2016: Perspektif Bibliometrik Indonesian Journal on Geoscience Himawanto Himawanto
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.524

Abstract

Abstrak Informasi kegeologian berperan besar bagi masyarakat maupun sektor energi dan sumber daya mineral, sehingga perlu disebarluaskan secara cepat dalam media prestise. Indonesian Journal on Geoscience (IJOG) adalah jurnal digital terakreditasi LIPI bertema kegeologian dan atraktif untuk diungkap. Sehingga evaluasi ini bertujuan menganalisis artikel IJOG selama 2011-2016. Untuk mengetahui karakteristik capaian riset, derajat kolaborasi peneliti, lembaga, dan negara, serta kinerja institusi dipakai perspektif bibliometrik. Hasil menunjukan diperoleh 100 karya riset dengan karakter 18.6 sitasi, 11.8 halaman, 4.8 kata kunci, 9.9 gambar, dan 1.6 tabel. Menandakan upaya untuk menaikkan mutu riset dan produksinya. Termasuk memberi ide beragam yang mempermudah temu kembali, namun terfokus di kegeologian. Skema pengerjaan berpola hingga delapan peneliti dan diperlukan koalisi dengan lembaga lain yang memiliki visi sejenis. Imbasnya jurnal nasional akan semakin diminati sebagai wadah hasil riset, utamanya yang dikolaborasikan secara internasional. Lembaga riset nasional nampak dominan dan Pusat Survei Geologi, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, maupun Universitas Gadjah Mada paling aktif berpartisipasi serta berstatus produsen utama. Untuk peningkatan produk riset kegeologian bertaraf universal, peneliti sebaiknya mengubah ideologi dengan membatasi porsi di jurnal nasional. Hasil evaluasi ini membantu otoritas publikasi untuk mengenali indikator produk riset yang telah disebarluaskan.
Dinamika dan Tantangan Pustakawan di Era Globalisasi Muhammad Tawwaf
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.525

Abstract

Abstract In the various of librarian forums are still intense and interesting to discuss about the competence and professionalism of librarians, its because of the profession of librarians in this era of globalization is a very strategic profession and received a very wide attention among libraries, especially in the library of universities in terms of Information management. Competence and professionalism for those who hold this profession are a challenge and discussed in the various of librarian forums in the global era. Librarian readiness to face the digital era in meeting the needs of users who are very diverse information by the user cannot be considered normal, As information managers, librarians in the era of information flooding in cyberspace today requires competence and professionalism as the librarian definitions contained in Law no. 43 of 2007 on libraries, that librarian is someone who has competence obtained through education and/or training librarianship and has the duty and responsibility to implement library management and services. Librarians are currently dealing with users who are called “native engine” users who are not separated daily with information technology tools that all want fast, easy and efficient in terms of information accessibility. Information packs that will slowly shift from paper to soft sources into librarian bets to understand and be able to manage and distribute various of information in the data base. The third millennium is an information age that forces librarians to begin switching paradigms and repositioning their roles over the years. The independence and productivity of librarians to change and become agents of change for themselves and society, and being able to position themselves as information managers for the community is imperative. The competence of librarians in terms of online research skills should also be held to anticipate the needs of users, especially researchers who are in dire need of various sources that have been packaged in digital form, as the researcher consumption must be obtained from E’Journal and publication also through open journal system or scopus is a challenge for librarians as information manager. One of the aims of this paper is to publicize and reveal what librarians need to anticipate in the era of information flooding in the face of technological developments and the current changing phenomenon, so librarians must be able to uncover what is changing and what should to do. The Demands of the needs of library users increasingly diverse in this information technology era, the library needs to prepare a professional librarian and competent in their fields which, according to some librarian research results have not been encouraging.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue