cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 1 (2019): Maret" : 7 Documents clear
Peran Strategis Perpustakaan Khusus dalam Implementasi Reformasi Birokrasi Lembaga Induk: Kasus PDII LIPI Rochani Nani Rahayu; Sobari Sobari
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.153 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.174

Abstract

Reformasi Birokrasi merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh Kementerian maupun Lembaga Pemerintah non Kementerian di Indonesia, tidak terkecuali LIPI. Di dalam Road Map (Peta Jalan) Reformasi Birokrasi LIPI 2015-2019 disebutkan sasaran ke tiga Reformasi Birokrasi adalah terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Oleh karena itu perlu diidentifikasi berbagai peran strategis yang telah dilakukan oleh satuan kerja dalam hal ini perpustakaan khusus (PDII) dalam memberikan layanan publik. Makalah ini menguraikan peran strategis yang dilakukan oleh PDII LIPI dalam rangka implementasi Reformasi Birokrasi (RB) di LIPI. Kajian dilakukan menggunakan metode content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran strategis PDII LIPI untuk mengimplementasikan Reformasi Birokrasi di lingkungan LIPI adalah: 1) Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Sertifikasi Profesi dan Uji Kompetensi; 2) Meningkatkan Kualitas Layanan PDII LIPI melalui ISO 9001:2008 yang diperbaharui menjadi ISO 9001:2015; 3) Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pelayanan; 4) Meningkatkan Kerjasama Layanan antar Stakeholder; 5) Menanamkan nilai-nilai yang dianut di PDII (IDAMAN). Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa PDII LIPI telah melakukan sebanyak lima peran strategis dalam Implementasi Reformasi Birokrasi Lembaga Induknya yaitu LIPI.                                            AbstractBureaucratic reform is a mandatory thing for all Ministries and Non-Ministry Government Institutions in Indonesia, including LIPI. In the 2015-2019 LIPI Road Map (Roadmap) for Bureaucratic Reform, it is stated that the third target of Bureaucratic Reform is the realization of improving the quality of public services to the public. Therefore it is necessary to identify various strategic roles that have been carried out by the work unit in this particular library (PDII) in providing public services. This paper outlines the strategic role carried out by PDII LIPI in the framework of implementing Bureaucratic Reform (RB) at LIPI. The study was conducted using the content analysis method. The results of the study show that the strategic role of PDII LIPI to implement Bureaucratic Reform in the LIPI environment are: 1) Improving the Quality of Human Resources Through Professional Certification and Competency Tests; 2) Improving the Quality of PDII LIPI Services through updated ISO 9001:2008 to ISO 9001:2015; 3) Improve Service Facilities and Infrastructure; 4) Improve Service Cooperation between Stake Holders; 5) Instill the values adopted in PDII (IDAMAN). Based on the results and discussion it was concluded that PDII LIPI had carried out five strategic roles in the Implementation of its Parent Institution’s Bureaucratic Reform, LIPI.
Analisis Kepuasan Civitas Akademika terhadap Kualitas Pelayanan di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sukirno Sukirno; Ani Purwandari
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.881 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.175

Abstract

Abstrak Academic Health System (AHS) menjadi fokus utama untuk kinerja dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. AHS adalah konsep yang mengintegrasikan universitas dengan berbagai penyedia layanan kesehatan yang berfokus pada penelitian, layanan klinis, pendidikan, dan pelatihan yang didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Salah satu infrastrukturnya adalah menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai dengan kualitas layanan yang baik. Untuk mendukung AHS, Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan di Universitas Gadjah Mada selalu melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada civitas akademika. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan 99 responden dari total 6708 populasi dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian terhadap nilai indeks penyajian menggunakan metode analisis servqual, diperoleh bahwa kesenjangan kualitas layanan terbesar (-) ada pada layanan penitipan barang dilakukan dengan cepat yaitu -0,17. Nilai tersebut menggambarkan bahwa kualitas dari pelayanan tidak memuaskan pemustaka. Sedangkan terhadap layanan terkecil tidak ada celah (+) pada kesesuaian penempatan buku dengan label yang ada di rak yaitu 0,28. Nilai tersebut menggambarkan bahwa layanan tersebut memuaskan bagi pemustaka.Rekomendasi dalam penelitian ini adalah Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan untuk menjaga kualitas layanan untuk memuaskan pemustaka dan perlu meningkatkan kualitas layanan agar dapat memuaskan bagi pemustaka. Abstract Academic Health System (AHS) becomes the main focus of the performance of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing at University Gadjah Mada. AHS is a concept that integrates universities with various health service providers that focus on research, clinical services, education, and trainings that are supported by adequate facilities and infrastructures. One of infrastructures is to provide adequate facilities and learning resources with good service quality. To support AHS, the Library of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing at University Gadjah Mada always makes efforts to improve the quality of service to the academic civities.The method in the study is quantitative, with 99 respondents of the total 6708 population of lecturers and students. The results of the research toward index value of serving using servqual analysis method, obtained that the greatest service quality gap (-) is in the fast done locker service that is -0.17. The values that illustrate that the quality of service does not satisfy the users. Meanwhile toward the smallest service there is no gap (+) in the suitability of the shelving with the label on the shelf that is 0.28. That value illustrates that the service quality satisfies the user. The recommendations in this study are the Library of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing to maintain the quality of service items to satisfy the user and need to improve the quality of service that is satisfying to the user.
Etika Informasi Sulistyo Basuki
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.671 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.171

Abstract

                                         AbstrakPerkembangan teknologi informasi dan komputer sebagai sarana informasi memberikan banyak keuntungan. Salah satu manfaatnya adalah bahwa informasi dapat segera diperoleh dengan saling berkirim informasi baik pengirim dan penerima. Namun di sisi lain terdapat pula informasi yang dapat disebar ke publik dan ada pula informasi yang bersifat privat atau pribadi. Oleh karena itu informasi membutuhkan etika supaya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dengan tidak merugikan pihak lainnya. Etika berbeda dengan moral. Etika merupakan sebuah ilmu sedangkan moral merupakan ajaran. Istilah etika informasi mulai digunakan pada tahun 1980-an. Disiplin yang terlibat pada awalnya ilmu perpustakaan dan informasi serta kajian bisnis dan manajemen kemudian diikuti oleh kajian teknologi informasi. Walaupun etika informasi mencakup berbagai topik seperti privasi, hak kekayaan intelektual, representasi yang adil (fair representation), nonkejahatan jabatan/nonmaleficence, namun makalah ini hanya membahas privasi saja sebagai contoh salah satu isu EI                                         AbstractThe development of information and computer technology as an information tool gives many benefits. One of them is that information can be promptly obtained by sending it to the recipient. There is information that can be shared freely to public, and on the contrary, there is information that should be kept private, or personal. Therefore, information needs ethics so it can be used as it should be, without causing any disadvantages to others. Ethics differs from Morals. Ethics is a discipline, whereas moral is a teaching. The term Information Ethics began to be used in the 1980s. In the beginning, the involving disciplines were information and library science, management and business study, followed by information technology study. Eventhough Information Ethics covers various topics such as privacy, rights of intellectual property, fair representations, and non-maleficence, this article only focuses on privacy, as one of the Information ethics issues. 
Kecemasan Pemustaka: Salah Satu Penyebab Rendahnya Tingkat Fisik Kunjungan ke Perpustakaan Endang Fatmawati
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.022 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.177

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang kecemasan pemustaka untuk berkunjung secara fisik ke perpustakaan. Kecemasan pemustaka merupakan kekhawatiran yang tidak jelas dan berkaitan dengan perasaan tidak pasti terhadap perpustakaan. Kecemasan menjadi pengalaman subjektif pemustaka yang bersifat tidak menyenangkan yang terkait dengan komponen perpustakaan. Kecemasan pemustaka dapat menimbulkan perasaan takut, khawatir, dan tidak nyaman terhadap perpustakaan. Kecemasan ketika sudah berkunjung fisik ke perpustakaan dapat terjadi saat menelusur sumber informasi, menggunakan fasilitas perpustakaan, dan ketika berinteraksi dengan pustakawan. Abstract This article discusses about library anxiety who visit physically to the library. Library anxiety is an unclear concern and is associated with uncertainty about the library. Library anxiety is a subjective experience of an unpleasant user associated with the library component. Library anxiety can cause feelings of fear, worry, and discomfort with the library. Library anxiety when visiting a physical library can occur when searching for information sources, using library facilities, and when interacting with librarians.
Pemanfaatan Early Warning System (EWS) Untuk Meningkatkan Disiplin Pemustaka dalam Meminjam Koleksi Perpustakaan (Studi Kasus: UPT Perpustakaan Universitas Andalas) Andi Saputra
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.176

Abstract

Abstrak Sebagian besar perpustakaan perguruan tinggi masih mempertahankan sistem denda sampai dengan saat ini. Rendahnya disiplin pemustaka merupakan salah satu alasannya. UPT Perpustakaan Universitas Andalas sejak tahun 2017 yang lalu telah menerapkan Early Warning System (EWS), sistem peringatan dini terhadap keterlambatan pinjaman buku yang diterapkan dalam bentuk tayangan video, guna meningkatkan disiplin pemustaka dan mengantisipasi meningkatnya tagihan denda. Setelah dilakukan evaluasi dengan mengukur tingkat keterlambatan pengembalian pinjaman buku, dan tagihan denda dalam jumlah besar, ternyata terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan EWS. Terjadi penurunan keterlambatan pengembalian pinjaman, dari rata-rata 40% menjadi 29,15% setelah EWS diterapkan. Sedangkan penerimaan denda dengan jumlah tagihan besar juga meningkat sampai 400%. EWS, yang mengkombinasikan mekanisme reward and punishment, ternyata mampu meningkatkan disiplin pemustaka. Peringatan dini yang diberikan kepada calon peminjam buku terbukti meningkatkan motivasi mereka untuk mengembalikan buku tepat waktu. Abstract Today, most of college libraries still maintain a fines system for user discipline. The UPT of the Andalas University Library since 2017 has implemented an Early Warning System (EWS) for delays in book lending that is implemented in the form of video shows, in order to improve the discipline of users and anticipate increasing fines. After evaluating by measuring the level of delay in returning book loans, it turned out that there was a significant difference between before and after the implementation of the EWS. There has been a decrease in the delay of book returning after the EWS was applied, from average of 40% to 29.15%. While receipt of fines with large bills also increased to 400%. EWS, which combines reward and punishment mechanism, be able to improve the user discipline. Early warnings proven the increase of user motivation to return books on time.
Analisis Perkembangan Artikel pada Majalah Jaringan Informasi dan Kerjasama Perpustakaan (Visi Pustaka) dari Tahun 1999-2018 Dian Utami; R Dewi Sundari
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.172

Abstract

                                           AbstrakVisi Pustaka merupakan salah satu terbitan berkala yang memuat artikel hasil penelitian, kajian, survei, tinjauan, dan evaluasi tentang teknologi informasi serta kerja sama antar perpustakaan guna mewadahi penulis/pustakawan untuk mengetahui keterbaruan konsep manajemen perpustakaan dan teknologi informasi. Kajian ini bertujuan untuk menge­ tahui topik artikel yang paling banyak dimuat, perkembangan artikel dari tahun 1999–2018, serta produktivitas pengarang serta karakteristik pengarang. Hasil menunjukkan bahwa topik artikel yang paling banyak dimuat yaitu mengenai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan sekitar 186 artikel (56,36%), artikel paling banyak dihasilkan oleh pengarang tunggal dengan jumlah 283 artikel (86,54%). Jika ditinjau dari karakteristik pengarang berdasarkan jenis perpustakaannya, diketahui pengarang yang berasal dari Perguruan Tinggi menempati urutan paling atas sebanyak 103 orang (55,98%).                                           AbstrakVisi pustaka is one of serial publication that contains articles from research, studies, surveys and evaluation of Information Technology and Library cooperation. The purpose of Visi Pustaka is to accommodate writers/librarian to find out the latest concept of library management and information technology. This study aims to find out the topic of the most published articles, the development of articles from 1999-2018, productivity and characteristics of the author. The result showed that the most published of the article was about library management information system, 186 articles (56,36%), the most articles were produced by single authors is 283 articles (86,54%). From the characteristic (type of library) of the Authors, it is known the autors from higher education rank at the top as many as 103 people (55.98%).
Pemanfaatan Infografik oleh Perpustakaan di Indonesia Tutik Sriyati
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.173

Abstract

                                              AbstrakPeredaran informasi yang cepat di era media sosial saat ini tak pelak memicu perubahan masyarakat dalam menyerap informasi. Jumlah informasi yang banyak dan beragam membuat masyarakat lebih memilih informasi yang ditampilkan secara visual daripada informasi berupa teks yang panjang. Informasi yang ditampilkan secara visual atau biasa disebut infografik lebih mudah, cepat dibaca dan diserap oleh khayalak. Perpustakaan sebagai pusat informasi pun berbenah mengikuti perkembangan dengan menampilkan informasi berbasis visual atau infografik. Perpustakaan mana sajakah yang sudah memanfaatkan infografik sebagai salah satu layanan informasinya. Bagaimana informasi berupa infografik ditampilkan di masyarakat dan aplikasi atau tools apa saja yang digunakan untuk membuat infografik yang bisa digunakan di perpustakaan.                                          AbstractThe rapid circulation of information in the current era of social media inevitably triggers a change in society in absorbing information. The large and varied amount of information makes people prefer information displayed visually rather than long text information. Information displayed visually or commonly called infographics is easier, faster to read and absorbed by the public. The library as an information center is also improving to follow developments by displaying visual or infographic-based information. Which library has used the infographic as one of its information services. How information in the form of infographics is displayed in the community and what applications or tools are used to create infographics that can be used in the library.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue