cover
Contact Name
Arif Dwi Hartanto
Contact Email
arif.hartanto@unmer.ac.id
Phone
+6281331350416
Journal Mail Official
jrei@unmer.ac.id
Editorial Address
Terusan Dieng Street 62-64, Sukun, Malang City, East Java, 65146, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Regional Economics Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27235769     DOI : 10.26905/jrei
Core Subject : Economy,
The Journal of Regional Economics Indonesia welcomes studies on the themes of development economics, especially those concerning four main issues, namely: (i) regional finance; (ii) banking; (iii) human resources; and (iv) regional / spatial economics. These four issues are obtained through empirical writing and ideas (literature review). The main objective is to provide a sharp analytical related to efforts to develop development economics. The objectives of the journal are expected to be able to contribute to the literature as well as practically.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021" : 7 Documents clear
Analisis Pengaruh Belanja Modal dan Belanja Operasional Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang Tahun 2004-2018 Heru Andrey Styawan; Harsono Harsono
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.582 KB) | DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7216

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh belanja modal dan belanja operasional terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Malang tahun 2004-2018. Pertumbuhan ekonomi yang diukur menggunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang didefinisikan sebagai jumlah atas nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu. PDRB sebagai salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam periode tertentu. Setiap belanja daerah harus dapat dipertanggungjawabkan dan dilaporkan kepada publik atau transparan. Prioritas utama dari belanja daerah adalah pembangunan bagi masyarakat. Untuk menjawab tujuan penelitian, maka analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan statistik inferensial melalui uji asumsi klasik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belanja modal dan belanja operasional berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,558. Hasil ini menguatkan argumentasi bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diperlukan efisiensi dan efektivitas terhadap belanja daerah.
Strategi Diversifikasi Usaha BUMD bagi Penguatan Daya Saing Daerah (Studi pada BUMD PT. GSM Pengelola Migas di Kabupaten Sampang) Lucas Magalhaes
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.255 KB) | DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7217

Abstract

Dalam kebijakan pembangunan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mempunyai peranan yang strategis, karena: (i) sebagai perusahaan yang mampu melakukan pelayanan publik; dan (ii) sebagai perusahaan bisnis (enterprises) yang mampu menghasilkan profit. Namun, peran ganda BUMD seringkali sulit dilakukan akibat keterbatasan pengelolaan, khususnya dalam mengoptimalkan daya saing usaha. Permasalahan BUMD menjadi sumber perdebatan tentang peran dan fungsinya yang seringkali sulit diwujudkan dalam meningkatkan kualitas pembangunan di daerah. Berdasarkan permasalahn tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi meningkatkan daya saing usaha BUMD yang salah satunya dapat dilakukan melalui diversifikasi usaha. Upaya diversifikasi usaha merupakan strategi yang diharapkan mampu mengoptimalkan peran ganda BUMD dalam meningkatkan kualitas pembangunan. Penelitian ini mengangkat kasus pada salah satu BUMD di Kabupaten Sampang (PT. GSM) yang berusaha melakukan diversifikasi usaha berbasis Migas. Berdasarkan studi primer, penelitian ini menemukan bahwa upaya diversifikasi usaha tidaklah mudah karena harus mengkalkulasi benefit dan cost yang presisi. Kunci dari diversifikasi usaha BUMD terletak pada: (i) revitalisasi SDM; dan (ii) penguatan jiwa kewirausahaan; dan (iii) corporate culture. Ketiga kunci tersebut sangat dipengaruhi oleh penguatan Good Corporate Governance (GCG). Penguatan GCG dapat diadopsi untuk memperkuat peran dan fungsi BUMD bagi peningkatan daya saing daerah.
Penguatan Daya Saing UMKM Melalui Model Pemberdayaan Berbasis Sistem Pengendalian Internal Mersiana Varia Juita
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.889 KB) | DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7218

Abstract

Salah satu problem mendasar bagi penguatan daya saing UMKM terletak pada masih relatif tingginya biaya aksesibilitas. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan efisiensi sistem pembelian (aksesibilitas) bahan baku pada pelaku UMKM. Tujuan tersebut sangat penting untuk mengevaluasi apakah sistem pengendalian internal pada aksesibilitas bahan baku UMKM telah berjalan dengan optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menitikberatkan pada pemahaman, pemikiran, atau konsep berpikir dari peneliti untuk mengetahui makna dari suatu peristiwa atau kejadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal dari sistem aksesibilitas pembelian bahan baku pada UMKM masih belum komprehensif. Hal ini dikarenakan adanya disfungsi pengelolaan sistem keuangan perusahaan, oleh sebab itu, diperlukan beberapa perbaikan. Pertama, melalui penguatan tata kelola keuangan dengan memperhatikan struktur biaya perusahaan. Kedua, pentingnya mengoptimalkan fungsi distribusi kewenangan pada masing-masing bagian perusahaan. Perbaikan ini diharapkan dapat mengoptimalkan sistem aksesibilitas bahan baku UMKM yang selama ini mempunyai peranan penting, namun seringkali dilupakan dalam setiap program pemberdayaan UMKM. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan sistem pengendalian internal sebagai bagian integral bagi program pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan daya saing UMKM.
Analisis Shift Share bagi Penguatan Daya Saing Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur Sishidiyati Sishidiyati; Mohammad Wahed; Khukuh Aris; Putra Perdana
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.753 KB) | DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7219

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kinerja sektoral di Jawa Timur mengalami perubahan pada masing-masing daerah kabupaten/kota. Kinerja sektoral mempunyai peranan penting dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat, sehingga dibutuhkan optimalisasi untuk menciptakan transformasi sektoral. Untuk melihat kinerja sektoral pada kabupaten/kota di Jawa Timur, penelitian ini menggunakan pendekatan Shift Share agar mampu melihat apa yang terjadi di sektor ekonomi Jawa Timur dan sektor ekonomi kabupaten/kota pada periode tahun 2011- 2019. Fokus analisis ditujukan pada daerah aglomerasi, yaitu di Gerbangkertosusilo, Pulau Madura dan wilayah Tapal Kuda (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Kabupaten Banyuwangi). Hasil analisis menunjukkan bahwa di tingkat provinsi, tidak ada bukti bahwa sektor ekonomi di Jawa Timur telah berubah, tetapi di tingkat wilayah, penelitian ini menemukan bahwa sektor ekonomi di setiap wilayah dapat bervariasi. Salah satu temuan menarik bahwa wilayah atau kabupaten yang memiliki budaya pertanian tradisional mulai bertransformasi ke kawasan industri baru yang sedang berkembang dalam waktu 9 tahun terakhir. Fenomena tersebut dapat menjadi sinyal bagi upaya penguatan daya saing daerah berbasis transformasi sektoral.
Analisis Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Tulungagung Periode 2014-2018 Adiyatma Admaja; Debi Anggraini; Margaretha Larasati; Novita Dwi Cahyanti; Mohammad Wasil
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7339

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung ditinjau dari aspek keuangan daerah tahun anggaran 2014-2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yang dipergunakan untuk mengukur kinerja keuangan dengan menggunakan rasio keuangan. Sedangkan data penelitian merupakan data keuangan realisasi anggaran Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tahum 2014 pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menjalankan proses desentralisasi daerah sebesar 13,2% dengan sisa 86,8% yang menunjukkan pemerintah masih belum maksimal dalam menjalankan proses desentralisasi daerah, begitu pula dengan tahun lainnya. Tingkat ketergantungan keuangan daerah pemerintah cenderung menurun dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan pemerintah provinsi masih sangat mendominasi dalam pendanaan. Tingkat kemandirian pemerintah daerah menunjukkan bahwa pemerintah pusat memiliki peranan dominan dibanding kemandirian pemerintah daerah, sehingga dapat diartikan masih dibutuhkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan otonomi daerah. Diharapkan pemerintah daerah dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai akses dalam mengevaluasi kinerja keuangan daerah.
Pengaruh Belanja Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Formal di Indonesia Tasmilah Tasmilah
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7220

Abstract

Tenaga Kerja di Indonesia didominasi oleh tenaga kerja informal, padahal untuk meningkatkan kesejahteraan diperlukan mobilitas dari tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja formal di Indonesia. Data 33 provinsi tahun 2016-2020 diolah dengan menggunakan analisis persamaan simultan 2SLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi adalah belanja pemerintah (menurut fungsi ekonomi, infrastruktur/perumahan dan fasilitas umum, dan perlindugan sosial), PMA, dan jumlah tenaga kerja formal. Variabel yang berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja formal di Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi, belanja pemerintah fungsi pariwisata dan PMDN. Sedangkan belanja pemerintah fungsi ekonomi, fungsi infrastruktur, PMA, dan IPM berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja formal di Indonesia
Dampak Aksesibilitas Kredit Usaha Skala Mikro bagi Peningkatan Pendapatan Peternak (Studi pada Peternak Ayam Ras Petelur di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember) Galih Rivaldi; Noeke Chrispur Mardiasih
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jrei.v2i2.7214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kredit terhadap pendapatan peternak ayam ras petelur yang tidak menerima kredit dan yang menerima kredit di Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersumber dari data primer dan sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh peternak ayam ras petelur anggota paguyuban Awan Poultry Shop, di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Analisis dan perhitungan data pada penelitian ini menggunakan analisis uji beda rata-rata. Hasilnya menunjukkan tidak adanya perbedaan pendapatan antara peternak ayam ras petelur yang tidak menerima kredit dan yang menerima kredit. Hasil dari perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (1,17057 2,04841). Dengan demikian maka t hitung berada di daerah penerimaan Ho atau dengan kata lain Ho diterima sehingga tidak terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara peternak ayam ras peterlur yang tidak menerima kredit dengan peternak ayam ras petelur yang menerima kredit. Hal ini diduga dipengaruhi oleh model pengelolaan kredit yang relatif kurang optimal, sehingga penting bagi program penyediaan aksesibilitas kredit harus dilakukan dengan fasilitas pembinaan pasca kredit diberikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7