cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025" : 37 Documents clear
PEMANFAATAN PEKTIN PISANG (Musa Paradisiaca Linn) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN PENAMBAHAN GLISERIN imelda, yesi; Nurlaila, Rizka; Faisal, Faisal; Kamar, Iqbal; Ishak, Ishak; Fibarzi, Wiza Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.17397

Abstract

Pisang yang secara ilmiah dikenal dengan nama Musa Paradisiaca merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara yaitu Indonesia. Pisang terkenal dengan nilai gizinya yang tinggi. Tanaman pisang mengandung berbagai zat termasuk air, gula pereduksi, sukrosa, pati, protein kasar, pektin, lemak kasar, serat kasar, dan abu. Edible film yang dapat dimakan adalah lapisan tipis yang dapat terurai secara hayati yang dapat digunakan untuk menjaga dan memperpanjang umur simpan makanan saat diaplikasikan. Pektin merupakan komponen dasar dalam pembuatan edible film yang dapat dimakan karena karakteristik gelnya yang baik, sehingga cocok untuk membuat kemasan yang dapat dimakan. Pada penelitian ini akan mengkaji pengaruh penambahan gliserin (1%, 2%, 3%, 4%) terhadap bahan baku Edible Film yaitu pektin pisang (2 gr, 3 gr, 4 gr, 5 gr) dan mengetahui kualitas Edible Film sesuai dengan standar Standar Industri Jepang (JIS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliserin terhadap sifat-sifat Edible film makanan pektin pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliserin (1%, 2%, 3%, 4%) terhadap produksi bahan baku Edible film menggunakan pektin pisang. Selain itu, pihaknya berupaya untuk menilai kualitas Edible film yang dapat dimakan yang dihasilkan berdasarkan kepatuhan terhadap Standar Industri Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edible film yang dapat dimakan mencapai tingkat mendekati standar JIS ketika diformulasikan dengan konsentrasi gliserin 1% dan 3%. Data pengujian yang diperoleh sebagai berikut: ketebalan 0,15, laju transmisi uap air 4,041 gm 2 .hari 1 , kuat tarik 3,344, perpanjangan 113,1, dan modulus Young 0,32.
Pembuatan Tepung Asap Cair (Liquid Smoke Powder) Dari Limbah Padat Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Menggunakan Enkapsulasi Kitosan Nuraini Hutagaol, Intan; Ginting, Zainuddin; Hakim, Lukman; Suryati, Suryati; Masrullita, Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.17483

Abstract

Limbah padat merupakan limbah yang tidak terpakai dan jumlahnya sangat banyak. Ketersediaan limbah nilam padat mempunyai potensi yang besar untuk diolah menjadi bubuk cair, karena mengandung komponen organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi kitosan dan suhu pengeringan terhadap kadar udara, rendemen , densitas curah dan keasaman (pH) tepung asap cair yang diperoleh. Metode penelitian menggunakan proses pengeringan yang dilakukan pada variasi suhu pengeringan 130, 135, 140, dan 145ËšC dan konsentrasi kitosan 10%, 20% dan 30%. Dari penelitian diperoleh nilai kadar air terendah pada kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 3,73%. Hasil tertinggi pada konsentrasi kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 25%. Kepadatan massal tertinggi pada konsentrasi kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 0,8 gr/ml. Keasaman (pH) terendah pada konsentrasi kitosan 30% yaitu sebesar 4,27.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KENTANG MERAH (Solanum Tuberosom L) DENGAN CARA FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI (saccharomyces cerevisiae) Fajar, Aidil; Muhammad, Muhammad; Meriatna, Meriatna; Hakim, Lukman; Nasrul ZA, Nasrul ZA; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20020

Abstract

Kentang merah (Solanum Tuberosum L.) berfungsi sebagai sumber penghasil bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar terbarukan, dipilih sebagai bahan baku karena kandungan karbohidratnya yang signifikan. Kentang merah ini mengandung gula, selulosa, dan pati. Dibandingkan bahan bakar fosil lainnya, pemanfaatan bioetanol lebih bermanfaat bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penggunaan kentang merah sebagai sumber energi alternatif untuk produksi bioetanol dan menganalisis bagaimana variasi waktu dan jumlah ragi berdampak pada kuantitas bioetanol yang dihasilkan. Pada percobaan ini kentang merah diolah dengan ukuran 80 mesh, menggunakan ragi sebanyak 4 gram, 6 gram, 8 gram, dan 10 gram. Lama fermentasi yang diteliti adalah 2, 4, 6, dan 8 hari. Teknik yang digunakan meliputi hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Penelitian ini mengukur hasil, kepadatan, dan konsentrasi bioetanol. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen dan kepadatan optimal terjadi pada lama fermentasi 8 hari dengan 10 gram ragi, menghasilkan masing-masing 6,962 dan 0,8182, sedangkan konsentrasi bioetanol tertinggi juga tercatat pada 8 hari fermentasi dengan massa ragi sebesar 10 gram. Tingkat konsentrasi dipengaruhi oleh durasi fermentasi dan jumlah ragi yang digunakan.
Pengaruh Tinggi Dan Kecepatan Aliran Chimney Di Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Partikulat Dengan Menggunakan Computational Fluid Dynamics Hukaimah, Hashifah; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chimney pada pabrik kelapa sawit merupakan tahap terakhir yang dilalui emisi hasil pembakaran bahan bakar boiler. Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) dilakukan untuk menganalisa konsentrasi partikulat dengan variasi tinggi dan kecepatan aliran chimney. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Metode CFD yang dilakukan menggunakan software Ansys Workbench (fluent) 2024 R1 dengan variasi tinggi chimney yang digunakan yaitu 20, 24, 28, 32, 36 m dan kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, 16 m/s. Diameter partikulat yang diamati 10 µm dengan laju emisi 0,0024 kg/s. Hasil penelitian didapatkan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 20 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 875, 152, 88,8, 70,6, dan 59,7 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 24 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 578, 152, 86,2, 69,9, dan 52,1 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 28 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 351, 114, 83,6, 68,7, dan 51,3 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 32 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 285, 100, 83,3, 62,8, dan 51,3 mg/m3. Dan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 36 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 171, 98,2, 76,2, 60,6, dan 50,5 mg/m3 Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan tinggi dan kecepatan aliran pada chimney menghasilkan konsentrasi partikulat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya ruang partikulat untuk berdistribusi dan waktu partikulat berakumulasi yang lebih singkat.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot Utilissima) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL DAN SORBITOL Ramadani, Intan; Masrullita, Masrullita Masrullita; Meriatna, Meriatna Meriatna; Sulhatun, Sulhatun Sulhatun; Bahri, Syamsul syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20461

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah argoindustri yang jarang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Berdasarkan kandungannya, kulit singkong memiliki kandungan pati 44 - 59 % pati. Kadar pati pada kulit singkong yang cukup tinggi ini menjadi peluang untuk pati kulit singkong dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi yang dapat berfungsi sebagai pelapis dan pengemas produk makanan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan plasticizer gliserol dan sorbitol pada pembuatan edible film dari patio kulit singkong. Metode penelitian ini terdiri dari tiga proses, yaitu pembuatan pati dari kulit singkong, pembuatan edible film dengan variasi berat pati kulit singkong yaitu: 3 gram, 4 gram; 5 gram; dan 6 gram, dan pembuatan edible film dengan variasi penambahan gliserol yaitu: 3 ml, 4 ml, 5 ml, dan 6 ml. Analisis hasil meliputi uji kadar pati, uji kadar air pada pati, uji kuat tarik, uji ketahanan air (swelling), dan uji biodegradabilitas. Hasil uji kadar air pada pati yaitu 6,81 %. Hasil uji dengan variasi penambahan pati kulit singkong dan gliserol  diperoleh edible film dengan nilai kuat tarik terbesar yaitu 1,16 MPa, nilai persen kemuluran terbesar yaitu 16,42 %, dan nilai ketahanan air terbaik yaitu 15,09 %. Pada uji biodegradable tertinggi pada nilai 60,8 %.
PEMBUATAN BIOKOMPOSIT KITOSAN DAN PATI KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) SEBAGAI APLIKASI PEMBALUT LUKA DENGAN PENAMBAHAN ASAM TANAT DAN ASAM SITRAT Wulandari, Melianda Putri; -, Suryati -; Ginting, Zainuddin; -, Sulhatun -; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20544

Abstract

Wound dressing adalah lapisan pelindung luka untuk menjaga kelembapan dan mendukung proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Produk ini harus memiliki sifat biokompatibel, rendah toksisitas, antibakteri, serta stabilitas kimia yang baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biokomposit wound dressing berbahan dasar kitosan dan pati kacang kedelai dengan penambahan crosslinker berupa asam tanat dan asam sitrat. Metode penelitian meliputi tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan biokomposit, dan pengujian sifat-sifatnya. Pada analisa swelling hasil dari biokomposit dengan bahan aditif Asam Tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 466,66 % dan asam sitrat pada konsentrasi 10% sebesar 650,00 %. Pada analisa absorbsi hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada  konsentrasi 10% sebesar 666,66 % dan asam sitrat pada konsentrasi 10%  sebesar 1.078,57 %. Pada analisa ketebalan hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 0,156 mm dan asam sitrat pada konsentrasi 10% sebesar 0,154 mm. Pada analisa kuat tarik dan elongasi menunjukkan hasil terbaik pada biokomposit dengan asam tanat 2% sebesar 13,44 MPa dan 2,08 mm dan asam sitrat 6% sebesar 13,48 Mpa dan 1,28 mm. Pada analisa Analisis FTIR mengidentifikasi gugus fungsi O-H dan C-H, yang mengindikasikan sifat hidrofilik, mudah terdegradasi, dan ramah lingkungan. Pada analisa antibakteri, biokomposit dengan asam tanat 6% mampu mengurangi jumlah bakteri menjadi 20 count, sedangkan asam sitrat 6% menghasilkan 12 count.
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR NaOH DAN WAKTU AKTIVASI TERHADAP DAYA SERAP KARBON AKTIF DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis) DENGAN PROSES KARBONISASI Sandi, Nazlia Armita; muarif, agam; ibrahim, ishak; za, nasrul; sylvia, novi; Ahmad Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20548

Abstract

Penelitian sebelumnya yaitu jenis aktivator, konsentrasi aktivator dan waktu aktivasi, yaitu menggunakan aktivator H3PO4 dengan konsentrasi 8%, 10%, 12%, dan 14% dengan waktu aktivasi 24 jam. Variasi ini memungkinkan pengujian karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit menentukan perbandingan yang optimal antara activator dan waktu aktivasi serta variasi konsentrasi dapat mempengaruhi kualitas karbon aktif. Ada empat proses diantaranya: tahap persiapan bahan baku, tahap karbonisasi, tahap aktivasi dan tahap analisa karateristik karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit. Variabel pada penelitian dalam proses adalah konsentrasi aktivator NaOH (0,5, 1,0, 1,5, 2, dan 2,5 N), dan waktu aktivasi (18, 20, 22, dan 24 jam). Pengujian terhadap sampel meliputi moisture, ash, volatile matter, daya serap iodin, fixed karbon dan uji SEM. Hasil pengujian diperoleh kadar air berkisar antara 0,432-0,874 %, kadar abu berkisar antara 0,713-0,998 %, kadar zat terbang berkisar antara 0,420-0,948% , fixed karbon berkisar antara 97,387-97,907 % daya serap iod berkisar antara 510,17-837,60 mg/g. Citra Permukaan SEM karbon aktif menggunakan NaOH menghasil permukaan objek yang gelap. Gelapnya objek pada hasil uji SEM menunjukan kedalaman . Semakin gelap permukaan maka semakin dalam sehingga mudah dalam menyerap limbah.Kata kunci: Aktivasi, aktivator, karbonasi, karbon aktif, uji SEM
SIMULASI PEMURNIAN HIDROGEN SULFIDA (H2S) DARI BIOGAS BERBASIS PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) DENGAN PENYERAP AIR PADA PEMODELAN ASPEN HYSYS MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Siri, Danu; Nurlaila, Rizka; ZA, Nasrul; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20554

Abstract

Industri kelapa sawit menghasilkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang dapat diolah menjadi biogas melalui fermentasi anaerobik. Kandungan hidrogen sulfida (H‚‚S) dalam biogas mencapai >2000 ppm, yang bersifat korosif, menurunkan kualitas biogas, dan berbahaya bagi kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas biogas, diperlukan proses pemurnian H‚‚S yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laju alir air, suhu, dan tekanan terhadap kemurnian metana dan komposisi H‚‚S pada biogas, mengembangkan model matematis hubungan antar variabel menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM), serta menentukan kondisi operasi optimal untuk mencapai kemurnian metana yang tinggi. Simulasi pemurnian H‚‚S dilakukan menggunakan software Aspen Hysys V.11 dengan penyerap air. Analisis Response Surface Methodology (RSM) dengan metode Central Composite Design (CCD), dengan variabel bebas berupa laju alir air (40-80 m³/h), suhu (25-75°C), dan tekanan (7-9 bar). Hasil simulasi menunjukkan kemurnian metana tertinggi sebesar 97,14% dan konsentrasi H‚‚S terendah 0,1448 ppm pada kondisi optimal pada laju alir air 80 m³/h, suhu 25°C, dan tekanan 9 bar. Peningkatan laju alir air dan tekanan terbukti meningkatkan kemurnian metana secara signifikan, sementara suhu yang lebih rendah memberikan efisiensi optimal dalam mengurangi konsentrasi H‚‚S.. Model matematis quadratic dengan desirability 0,984 menggambarkan hubungan antarvariabel. Metode pemurnian menggunakan air sebagai penyerap efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Simulasi dengan Aspen Hysys dan optimasi menggunakan RSM memberikan panduan untuk mengidentifikasi kondisi operasi optimal dalam proses pemurnian H‚‚S, mendukung pengelolaan limbah industri kelapa sawit yang berkelanjutan.
EFEKTIFITAS KULIT BUAH AREN (Arenga Pinnata) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM BERAT (Pb2+) DALAM LIMBAH ARTIFISIAL ritonga, putri hairani; -, Fikri Hasfita; -, Ishak -; -, Syamsul Bahri; -, Novi Sylvia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20587

Abstract

Logam berat, seperti Pb²º, merupakan unsur kimia dengan massa jenis >5 g/cm³ yang bersifat racun bagi manusia. Limbah Pb²º yang dihasilkan industri berpotensi mencemari perairan. Salah satu metode untuk mengurangi kandungan logam berat hingga batas aman adalah biosorpsi, yang efektif, murah, dan cocok untuk konsentrasi kecil. Kulit buah aren (Arenga pinnata) digunakan sebagai biosorben karena mengandung gugus fungsi karboksil, amida, dan hidroksil, serta komponen kimia seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang mampu menyerap ion logam berat. Yaitu tahap persiapan serta perlakuan biosorben dan uji aktifitas terhadap logam Pb²º. Proses berlangsung menggunakan biosrben non-aktivasi dan biosorben teraktivasi NaOH 0,04 M. Analisa meliputi uji karakteristik fisik dan kimia biosorben serta analisis pengaruh jumlah biosorben dan konsentrasi limbah terhadap efisiensi dan kapasitas penyerapan. Biosorpsi logam Pb2+ dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas penyerapan terendah (0,1907 mg/g) dicatat pada biosorben non-aktivasi dengan konsentrasi 20 ppm dan massa 10 gram, sedangkan efisiensi tertinggi (97,36%) dicapai pada konsentrasi 60 ppm. Untuk biosorben teraktivasi, efisiensi mencapai 98,58% pada konsentrasi 20 ppm. Hasil uji karakteristik menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan kandungan mineral CaO sebesar 79,2% setelah aktivasi. Uji Proksimate diperoleh kadar air 3,34%, kadar abu 6,265%, kadar volatile matter 13,905%, dan fixed carbon 76,49% kondisi ini menunjukkan biosorben limbah kulit buah aren memenuhi standar SNI sebagai media penyerap.
PEMANFAATAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TIMBAL (Pb2+) DALAM AIR MENGGUNAKAN AKTIVATOR ASAM NITRAT (HNO3) Syebrina, Annisa; Azhari, Azhari; Meriatna, Meriatna; Kurniawan, Eddy; Ishak, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20621

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu biomaterial yang dapat dibuat menjadi karbon aktif karena memiliki kandungan zat tanin sekitar 17,4%. Zat tanin dapat menyerap ion logam berat terutama  logam Pb2+ menggunakan metode adsorpsi. Adsorpsi adalah teknik yang digunakan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorpsi secara kuat sehingga menempel pada permukaaan bahan pengadsorpsi. Tujuan penelitian ini untuk melihat variasi lama waktu kontak dan kecepatan magnetic strirrer dari karbon aktif daun jambu biji (Psidium guajava L.) untuk penyisihan logam Pb2+. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan pada suhu 200„ƒ selama 1 jam, lalu di aktivasi menggunakan HNO3 10% selama 24 jam dengan waktu adsorbsi yaitu 20, 40, 60, 80, dan 10 menit serta kecepatan magnetic strirrer pada 120, 150, 180, 210 dan 240 rpm. Uji adsorbsi karbon aktif dilakukan pada logam Pb2+, karakterisasi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), kapasitas penyerapan persen penyerapan dan isoterm. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas penyerapan tertinggi kecepatan magnetic strirrer 240 rpm dengan lama waktu kontak 100 menit sebesar 0,2160 mg/g, efisiensi penyerapan adsorbsi tertinggi pada kecepatan magnetic strirrer 240 rpm dengan lama waktu kontak 100 menit sebesar 97,2165%, analisis isoterm Pb2+ menunjukkan model isotem mengarah pada isoterm langmuir dengan persamaan y = 5,316x - 0,4546 dengan nilai R2 = 0,9993

Page 1 of 4 | Total Record : 37


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 More Issue