cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025" : 10 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN JAMBU BOL (Syzigium Malaccense) TERHADAP LAJU KOROSI PADA BAJA SS400 DALAM MEDIA H2SO4 Hijiriani, Awi Anugrah; Ibrahim, Ishak; Kurniawan, Eddy; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.16493

Abstract

Peristiwa erosi dilandasi oleh bentuk-bentuk elektrokimia, yaitu (perubahan/reaksi kimia) yang meliputi kedekatan energi. Bagian tertentu dari baja bertindak sebagai poros negatif (anoda oksidasi negatif), sedangkan bagian lainnya bertindak sebagai poros positif (katoda pengurangan positif).. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa positif tanin dalam daun jambu bol, menganalisa kehilangan berat, menganalisa laju korosi, menganalisa efisiensi inhibisi ekstrak daun jambu bol serta menganalisa Scanning Electron Microscopy pada baja ss400 adanya dan tanpa inhibitor. Penelitian ini dilakukan di Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, dengan metode ekperimental laboratorium. Pada penelitian sebelumnya melakukan variasi konsentrasi inhibitor dan waktu perendaman baja, dipenelitian ini melakukan variasi perbedaan konsentrasi media korosif serta variasi konsentrasi inhibitor. Diperoleh hasil analisa kehilangan berat  tertinggi pada baja konsentrasi inhibitor 0 gr/L dalam konsentrasi asam sulfat 4 M sebesar 4,958 gram dan nilai terendah pada baja dengan konsentrasi inhibitor 125 gr/L dalam media korosif 2 M sebesar 3,711 gram. Diperoleh  nilai laju korosi terendah terdapat pada baja konsentrasi inhibitor 125 gr/L pada media korosif 2M dengan nilai laju korosi sebesar 494,1696 mpy dan nilai laju korosi tertinggi terdapat pada baja konsentrasi inhibitor 0 gr/L pada media korosif 6M dengan nilai laju korosi sebesar511,2145 mpy. Diperoleh efisiensi inhibisi tertinggi terdapat pada baja dengan konsentrasi inhibitor 125 gr/L didalam media korosif  3M dengan nilai efisiensi inhibitor sebesar 29,56%. Semakin pekat konsentrasi inhibitor maka semakin menurun nilai kehilangan berat dan nilai laju korosi.Kata Kunci : Efisiensi Inhibisi, Inhibitor, Kehilangan Berat, Konsentrasi, Korosi, dan Laju Korosi
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU PADA PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA (Cocos Nucifera) DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr) panjaitan, Ira wardani; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Faisal, Faisal; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.17274

Abstract

Terus bertambahnya kebutuhan energi dan terbatasnya ketersediaan bahan bakar memunculkan keharusan untuk menemukan alternatif sumber bahan bakar lainnya. Sehingga, perlu adanya penelitian terkait guna menemukan bahan bakar alternatif yang bisa diperbarui seperti limbah batok kelapa dan kulit durian. Limbah batok kelapa dan kulit durian termasuk  biomassa yang keberadaannya jarang dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel serta komposisi bahan baku pada kualitas briket yang dihasilkan. Briket batok kelapa dan kulit durian dibuat dengan perekat tepung tapioka. Variasi komposisi bahan baku antara batok kelapa serta kulit durian yakni 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Ukuran partikel yang digunakan adalah 50 mesh, 80 mesh dan 100 mesh. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan variasi perekat dan hanya menggunakan bahan baku batok kelapa, maka dari itu penelitian kali ini menambahkan variasi bahan baku yaitu kulit durian dan memvariasikan komposisi bahan bakunya. Pengujian karakteristik briket batok kelapa serta kulit durian meliputi proporsi karbon, proporsi air, proporsi zat mudah menguap, proporsi abu, dan nilai kalor. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kalor terbaik adalah 6250,49 kal/gr, proporsi airnya sebesar 1,154%, proporsi abu 6,501%, proporsi zat mudah menguapnya sebesar 7,091% serta proporsi karbonnya sebesar 85,254% yang didapat dari ukuran partikel 50 mesh dengan komposisi bahan baku 50%:50%.
OPTIMASI KONDISI PROSES TRANSESTERFIKASI IN-SITU DARI BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Pradesti, Salsa; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka; Bahri, Syamsul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19143

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharuhi biasanya terbuat dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Minyak tumbuhan mahoni mengandung 52,5%, yang merupakan minyak non pangan yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan untuk membuat biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah inovasi dalam produksi biodiesel yang menyederhanakan proses konvensional dengan mengombinasikan proses ekstraksi dan tranesterifikasi menjadi satu tahap. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah pengolahan biodiesel dari biji buah mahoni dengan menggunakan metode response surface methodology (RSM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat biodiesel yang dibuat dari biji mahoni melalui proses transesterifikasi in-situ. Dengan menggunakan RSM (Response Surface Methodology), kami dapat menentukan waktu reaksi dan volume metanol yang ideal untuk transesterifikasi in-situ biodiesel dari biji mahoni. Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi volume pelarut (800,900,1000 ml) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (60,120,180 menit) dan diamati hasil optimasinya terhadap yield, densitas, bilangan asam dan viskositas. Yield paling optimal didapat pada variasi volume pelarut dan waktu reaksi 1000 ml dan 180 menit yaitu 28,492%. Hasil GC-MS biodiesel minyak biji mahoni yaitu asam linoleat sebesar 26,76% dan 19,96%, asam oleat 19,31% dan asam stearat sebesar 15,86%.
PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citifolia L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin coconut oil) Ilhami, Gita Ayu; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19216

Abstract

Sabun adalah kebutuhan sekunder yang banyak digunakan setiap untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dibuat oleh reaksi saponifikasi antara trigliserida dari asam lemak minyak dan basa alkali (Natrium Hidroksida). Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan proses panas, di mana pemanasan dilakukan. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah berbeda karena menggunakan konsentrasi NaOH 25% dengan variasi 15 ml, 20 ml, 25 ml, dan 30 ml untuk membandingkan hasil sabun transparan yang terbaik. Penelitian ini juga mengeksplorasi ekstra buah mengkudu (Morinda citifolia L.) Digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sabun  minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) yang transfaran dengan variasi larutan NaOH yang sama. Hasil penelitian menunjukkan kadar air antara 13,44% hingga 16,62%, pH antara 9,32% hingga 10,05%, asam lemak bebas antara 1,23% hingga 3,35%, alkali bebas antara 2,1% hingga 2,0%, dan uji antibakteri antara 14,0% hingga 7%. Peningkatan variasi NaOH yang digunakan berdampak pada peningkatan pH, kadar air, dan asam lemak bebas, serta penurunan kadar anti bakteri dan alkali bebas.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica (L). Urb) dan Decyl Glucoside terhadap Karakteristik dan Aktivitas Bakteri Staphylococcus Aureus pada Sabun Pembersih Wajah Allawiyah, Annisa Zaen; Suryati, Suryati; Nurlaila, Rizka; Masrullita, Masrullita; Sulhatun, Sulhatun; Julinawati, Julinawati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19568

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk analisa karakteristik sabun pembersih wajah anti bakteri Staphyloccocus Aureus dari ekstrak pegagan dan decyl glucoside. Metode ekstraksi pegagan akan menggunakan teknik ekstraksi maserasi. Ekstrak pegagan divariasikan 10%, 15%, 20%, 25%, dan decyl glucoside 10%, 15%, 20% dan 25%. Karakteristik produk akan dievaluasi densitas, viskositas, stabilitas busa dan aktivitas bakteri Staphyloccocus Aureus pada sabun.. Hasil penelitian ini memiliki 16 sampel yang telah diuji dan menghasilkan sabun cair wajah yang memenuhi standart SNI menurut densitas, viskositas dan stabilitas busa. Sabun wajah diuji aktivitas hambat bakterinya terhadap 4 sampel terbaik terhadap bakteri Staphyloccocus aureus yaitu  pada konsentrasi 10% menghasilkan nilai hambat sebesar 12,5 mm, pada 15% yaitu 14 mm, pada konsentrasi 20% yaitu 15mm dan pada konsentrasi 25% yaitu 24 mm. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri perawatan kulit yang semakin mendukung tren penggunaan produk alami dan berkelanjutan.
PEMBUATAN BRIKET DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI JENIS PEREKAT ORGANIK (BONGGOL PISANG, UBI KAYU DAN BIJI NANGKA) Bahri, Syamsul; Muhammad, Muhammad; Furqan, Muhammad Alif; Mulyawan, Rizka; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19656

Abstract

Sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik antara lain biomassa atau tanaman yang berserat tinggi dan berpotensi diubah menjadi sumber bahan bakar alternatif. Briket merupakan salah satu jenis sumber energi alternatif. Penelitian ini menghasilkan briket yang dibuat dari bahan tempurung kelapa yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Sebelum dibuat briket, bahan tempurung kelapa tersebut dikarbonisasi. Arang dibuat dengan cara karbonisasi pada suhu 500 °C, kemudian arang tersebut diayak dengan ukuran 80 mesh sehingga diperoleh serbuk arang tempurung kelapa yang diinginkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah jenis perekat dengan bonggol pisang, ubi kayu, dan biji nangka dalam penelitian briket. Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan perekat organik, khususnya bonggol pisang, singkong, dan biji nangka, dengan kadar perekat 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat total arang tempurung kelapa untuk membantu mengikat partikel serbuk arang. Briket arang yang dihasilkan dikeringkan dan dilakukan berbagai uji mutu, meliputi penilaian kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, karbon tetap, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor optimal biobriket adalah 6324,657 Kal/gr dengan perekat batang pisang 10%, dan briket menunjukkan kadar air rendah sebesar 3,98% pada konsentrasi perekat batang pisang 5%. Kadar abu terendah, 3,04%, tercatat menggunakan perekat biji nangka 20%.
ANALISIS KINERJA INHIBITOR KOROSI DARI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI PADA PLAT BAJA SS400 DALAM AIR LAUT DENGAN VARIASI KONSENTRASI DAN WAKTU PERENDAMAN Lirinzha, Rizkha; Maulinda, Leni; Nurlaila, Rizka; Ibrahim, Ishak; ZA, Nasrul; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.20551

Abstract

Korosi terjadi dari proses degradasi material dengan lingkungannya yang disebabkan oleh reaksi kimia. Air laut mengandung mikrobakteri yang hidup di laut dan ion klorida (Cl-) yang cukup banyak sehingga dapat menjadi penyebab terjadinya korosi. Karena hal tersebut, air laut disebut juga sebagai media korosif. Dalam mencegah korosi, cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan inhibitor korosi karena proses yang mudah dan hemat biaya. Salah satu zat yang berfungsi sebagai anti korosi yaitu tanin yang diperoleh dari proses ekstraksi daun jambu biji. Tanin dapat bereaksi menjadi senyawa kompleks kelat besi logam dari hasil reaksi antara gugus hidroksil (-OH) yang melekat pada cincin aromatisnya. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisa efesiensi ekstraksi dari jaun jambu biji sebagai sumber zat pemghambat laju korosi pada plat baja ss400 serta pengaruh variasi waktu perendaman media korosif dan variasi konsentrasi ekstrak daun jambu biji pada media korosif berupa air laut terhadap kecepatan korosi. Penelitian ini memvariasikan waktu perendaman dalam media korosif yaitu 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 hari serta memvariasikan konsentrasi inhibitor yaitu 0, 200, 250, dan 300 ppm. Kemudian dianalisa uji fitokimia tanin, menghitung nilai laju korosi dan inhibisi korosi. Hasil penelitian menunjukkan perolehan nilai efesiensi yang paling tinggi terjadi pada konsentrasi inhibitor 300 ppm selama 12 hari senilai 0.5421%.
INTEGRASI PEMANFAATAN PANAS REAKTOR DALAM OPTIMASI PROSES UNTUK MENINGKATKAN KEMURNIAN PRODUKSI DIMETIL KARBONAT MENGGUNAKAN ASPEN HYSYS DENGAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Wicaksono, Lambang; Fibarzi, Wiza Ulfa; ZA, Nasrul; Muhammad, Muhammad; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.20724

Abstract

Dimetil karbonat (DMC) adalah produk kimia ramah lingkungan yang penting, banyak digunakan dalam baterai, pelapis, obat-obatan, dan berbagai industri. Salah satu proses yang menjanjikan untuk produksi DMC adalah transesterifikasi etilen karbonat dengan metanol, yang dapat dilakukan pada kondisi suhu rendah dan dengan efisiensi energi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan panas reaktor dan pemisahan produk DMC dalam proses transesterifikasi etilen karbonat guna meningkatkan efisiensi energi dan kemurnian produk serta mengurangi konsumsi heat flow condenser dan reboiler.  Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Aspen Hysys, sedangkan optimasi kondisi operasi seperti suhu, tekanan, dan inlet stage dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM) menggunakan desain Central Composite Design (CCD). Hasil simulasi menunjukkan bahwa parameter operasi optimal adalah suhu 146°C, tekanan 18 bar, dan inlet stage 9 yang menghasilkan energy saving 53,56%, konsumsi energi 1,589 x 107 kJ/jam, kemurnian produksi 99,691% kg/jam, heat flow condenser 2,2463 x 107 kJ/jam, dan heat flow reboiler 4,4012 x 107 sedangkan untuk nilai desirability adalah 0,968. Penelitian ini Validasi model statistik menunjukkan bahwa optimasi yang dilakukan mampu meningkatkan kemurnian produk, mengurangi aliran panas dan meningkatkan performa keseluruhan proses. Model yang dihasilkan adalah model Two-Factor Interaction (2FI) dan linear yang menunjukkan hubungan signifikan antara variabel-variabel proses utama. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teknologi produksi DMC yang lebih efisien, berkelanjutan, dan aplikatif untuk diterapkan dalam skala industri petrokimia.
PERBANDINGAN BIOAKTIVATOR PADA FERMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR DARI KULIT KOPI DAN AIR TAHU Mulya, Maulana Heru; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ibrahim, Ishak; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.20953

Abstract

Pupuk adalah material yang diberikan kepada tumbuhan sebagai sumber nutrisi tambahan. Pembuatan pupuk dapat menggunakan limbah yang berasal dari tumbuhan seperti limbah kulit kopi dan limbah buangan industri berupa air tahu. Dalam pembuatan pupuk organik cair dibutuhkan bioaktivator untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk menjadi lebih baik. Jenis bioaktivator yang digunakan dapat mempengaruhi kualitas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan bioaktivator yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas kandungan pada pupuk organik cair sesuai dengan Menteri Pertanian No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019 menggunakan bioaktivator M21 Dekomposer dan EM4 dengan volume masing-masing 75 ml dan waktu fermentasi selama 14 hari. Parameter yang di analisa adalah kandungan Nitrogen, Posfor, kalium, C-Organik, dan Rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bioaktivator M21 Dekomposer dalam pengolahan pupuk organik cair menghasilkan hasil terbaik dengan Kadar Nitrogen 0,84%, Posfor 0,52%, kalium 0,45%, C-organik 12,21, dan rasio C/N 14,54%. Sedangkan EM4 dengan kadar Nitrogen 0,77%, Posfor 0,47%, kalium 0,33%, C-organik 8,80%, dan rasio C/N 11,43%. Bioaktivator M21 Dekomposer lebih unggul dibandingkan EM4 disebabkan jumlah mikroorganisme yang terkandung di dalamnya lebih tinggi. Jumlah mikroorganisme akan terus berkembang sehingga akan meningkatkan kandungan bahan organik pada pupuk. Namun demikian hasil penelitian belum memenuhi baku mutu berdasarkan menteri pertanian No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019 meskipun C-organik dan C/N sudah  memenuhi persyaratan.
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon CablinBenth) Yanti, Eva; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Bahri, Syamsul; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.21159

Abstract

Asap cair merupakan material yang dihasilkan dari asap yang melintasi tabung dari ruang pembakaran yang berisi limbah nilam pilihan ke kondensor. Di kondensor, uap mendingin dan mengembun menjadi cairan, yang difasilitasi oleh masuknya air. Pirolisis merupakan metode konversi termal yang terkenal yang digunakan untuk menghasilkan bio-oil, arang, dan gas. Pirolisis limbah nilam sering kali melibatkan serangkaian proses kimia yang kompleks. Penelitian ini mencakup pirolisis limbah nilam pada suhu 250°C, 300°C, dan 350°C dalam reaktor unggun tetap yang dilengkapi dengan pemanas, keseimbangan, siklon, dan kondensor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh temperature dan waktu pirolisis pada pembuatan asap cair, hasil penelitian pembuatan asap cair dari limbah padat nilam didapat kondisi terbaik pada temperature 350oC dan waktu 150 menit, densitas terendah pada temperature 350oC sebesar 0,9916 dan pH tertinggi pada temperature 350oC sebesar 3,34

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 More Issue