cover
Contact Name
Zamrud Whidas Pratama
Contact Email
jurnalmebang@gmail.com
Phone
+6282221778818
Journal Mail Official
jurnalmebang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Mebang
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 27763919     EISSN : 27762513     DOI : https://doi.org/10.30872/mebang
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik is academic, open access, peer-reviewed journal founded and first published in 2021 by the Department of Ethnomusicology, Faculty of Cultural Studies, Mulawarman University. Issues are published two times a year in April and October. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik contains the results of music research, such as ethnomusicology; music performance art; music creation and research; and music education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 5 Documents clear
Hubungan Kemampuan Musikal dengan Kepekaan Sosial pada Masa Dewasa Awal Rosa Virginia Cindy Pramudia; Dewi Indrileani; Tarisya Maretaura Lesmana; Felix Hansel Raditya Wibowo; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.47 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.28

Abstract

This study aims to determine whether or not there is a relationship between musical ability and social sensitivity in the early adulthood of students at Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegretto School of Music Yogyakarta, which totaled 107 students. This research uses a quantitative approach with a type of correlation. The population of this study was all students at Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegretto School of Music Yogyakarta, with a total of 107 people. The samples in this study were taken by purposive random sampling, with criteria of 20-25 years, so a sample of 30 people was obtained. Data collection was carried out with questionnaire techniques to measure social sensitivity and tests to measure musical ability. Instruments are tested by content validation through expert judgment and construct validation with product moment techniques. With musical talent as the independent variable and social sensitivity as the dependent variable, Pearson's product-moment correlation was applied to analyze the data. According to the determined r value of -0.423 and sig of 0.02, there was a moderately unfavorable and statistically significant link between musical talent and social sensitivity in early adulthood. It means that the higher the musical ability, the lower the social sensitivity, on the contrary, the lower the musical ability, the higher the social sensitivity will be. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kemampuan musikal dan kepekaan sosial pada masa dewasa awal murid di Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegreto School of Music Yogyakarta yang berjumlah 107 murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid di Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegreto School of Music Yogyakarta dengan jumlah 107 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive random sampling, dengan kriteria 20-25 tahun sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket untuk mengukur kepekaan sosial dan tes untuk mengukur kemampuan musikal. Instrumen diuji dengan validasi isi melalui expert judgement dan validasi konstruk dengan teknik product moment. Dengan bakat musik sebagai variabel independen dan kepekaan sosial sebagai variabel dependen, korelasi product moment pearson digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan nilai r yang ditentukan sebesar -0,423 dan sig 0,02, terdapat hubungan yang cukup tidak menguntungkan dan signifikan secara statistik antara bakat musik dan kepekaan sosial pada masa dewasa awal. Ini berarti semakin tinggi kemampuan musikal maka akan semakin rendah kepekaan sosialnya, sebaliknya semakin rendah kemampuan musikal maka akan semakin tinggi pula kepekaan sosialnya.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Eksplorasi Bunyi Pola Ritmis Perkusi di Sekolah Seni Alam Yogyakarta Aushof Zufar Kaloka; Agustina Ratri Probosini; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.98 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.29

Abstract

This study aims to describe the value of character education in the learning process of exploring rhythmic percussion sound patterns at Sekolah Seni Alam (SULam) Yogyakarta. This study uses a qualitative descriptive method, data obtained from observations, interviews, bibliographic studies, and documentation, then validated using the triangulation of techniques and sources. Data analysis used descriptive qualitative analysis presented with narrative text. The results showed that there were two levels in the percussion class. At the basic level, there are stages of initiation to percussion instruments, research, and maturation. Then at the advanced level, there are stages of initiation, analysis, production of works, and preparation for teaching. In learning, character education values can be found, including the value of creative character education, curiosity, responsibility, independence, communication, respect for achievement, and care for the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter pada proses pembelajaran eksplorasi bunyi pola ritmis perkusi di Sekolah Seni Alam (SULam) Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data didapatkan dari observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi lalu divalidasi menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang disajikan dengan teks bersifat naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tingkatan di kelas perkusi. tingkat dasar terdapat tahap pengenalan instrumen perkusi, pencarian, dan pematangan kemudian tingkat lanjutan terdapat tahap pengenalan, analisis, membuat karya, dan siap mengajar. Dalam pembelajaran dapat ditemukan nilai-nilai pendidikan karakter meliputi nilai pendidikan karakter, kreatif, ingin tahu, tanggung jawab, mandiri, komunikatif, menghargai prestasi, dan peduli lingkungan.
Kontemplasi Musik Tradisi di IKN Kalimantan Timur dalam Kontinuitas dan Perubahan Asril Gunawan; Yofi Irvan Vivian; Agus Kastama Putra
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3934.598 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.30

Abstract

East Kalimantan is a province rich in natural resources and the diversity of its traditional arts. The diversity of traditional art forms, particularly traditional music, can be observed in the Outback, Coastal, and Palace Music (Kedaton Kutai)—which is still being maintained—of course, cannot be separated from the continuity and changes that accompany it. This study aims to form a collective awareness of the community through a space of contemplation on the sustainable preservation of traditional music with the importance of involving practitioners, artists, communities, cultural observers, academics, and the government as a strengthening of the sustainable literacy movement. Strengthening literacy in traditional music includes documentation, archiving, and recording of WBTB, cultural dissemination, and regeneration processes. This research uses a qualitative approach through case studies. The study results indicate that literacy strengthening in IKN East Kalimantan related to development policies and culture must go hand in hand so that the continuity and change of arts and culture are more dynamic. Kalimantan Timur merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam maupun keragaman seni tradisinya. Keragaman bentuk kesenian tradisi, khususnya musik tradisi, dapat diamati pada musik Pedalaman, Pesisir, dan musik Istana (Kedaton Kutai)—yang hingga kini masih terus dipertahankan—tentu tidak terlepas dengan adanya kontinuitas dan perubahan yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan membentuk kesadaran kolektif masyarakat melalui ruang kontemplasi terhadap pelestarian musik tradisi yang berkelanjutan dengan pentingnya melibatkan praktisi, seniman, masyarakat, budayawan, akademisi dan pemerintah, sebagai penguatan gerakan literasi berkelanjutan. Penguatan literasi pada musik tradisi di antaranya: pendokumentasian, pengarsipan, dan pencatatan WBTB, diseminasi budaya dan proses regenerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi di IKN Kalimantan Timur terkait kebijakan pembangunan dan kebudayaan harus berjalan seiring, agar kontinuitas dan perubahan seni dan budaya di IKN lebih dinamis.
Organologi dan Bunyi Kendang Jawa Sigit Setiawan; Aris Setyoko
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7853.73 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.31

Abstract

This research is research on organology and an effort to explain the drum/kendang instrument from the point of view of how to sound the Javanese Karawitan. The approach used in this research is descriptive and qualitative oriented to the data in the field. The theory used is Hood's organology, which explains that the work of organology is not only limited to the history and description of music but also includes several aspects, including playing techniques of the instrument. The results of this study are mapping and explanation of the technique of sounding Javanese drums-kendang, which results can be used as a reference in the learning process of Javanese drums-kendang and, in general, learning Javanese gamelan/karawitan. Penelitian ini merupakan penelitian tentang organologi dan upaya eksplanasi instrumen kendang dari sudut pandang cara membunyikan pada permainan Karawitan Jawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berorientasi pada data-data di lapangan. Teori yang digunakan adalah teori tentang organologi Hood yang menjelaskan bahwa kerja organologi adalah tidak hanya sebatas sejarah dan deskripsi musik tetapi juga mencakup beberapa aspek yang meliputi: teknik permainan dari instrumen. Hasil yang dari penelitian ini adalah pemetaan dan eksplanasi teknik membunyikan kendang Jawa yang mana hasil tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembelajaran kendang Jawa dan secara umum belajar gamelan/karawitan Jawa.
Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik Sebagai Media Terapi pada Anak Autis di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta Zul Adha Maryani Koto; Dilla Octavianingrum; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.555 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.32

Abstract

Music extracurricular contains therapy as a solution to improve developmental disorders in children with autism. Extracurricular teachers and assistants play an important role in the continuity of therapy. This research aims to know the learning process and the benefits of extracurricular music at the Special School for Autism (SKA) Bina Anggita Yogyakarta. This research is descriptive qualitative research. The research subjects are extracurricular teachers and assistants, while the research object is autistic students and the extracurricular learning process at the Special School for Autism Bina Anggita Yogyakarta. Data was collected using observation, interviews, and documentation. The validation technique uses source triangulation validation and method triangulation. Data analysis was carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the demonstration, imitation, and drill methods used in music extracurriculars for autistic children at SKA Bina Anggita Yogyakarta made the learning process very fun and smooth. The benefits of music extracurricular learning in some children occur in the development of concentration, emotional, communication skills, self-confidence, and motor skills. Ekstrakurikuler musik di dalamnya terdapat terapi sebagai salah satu solusi memperbaiki gangguan perkembangan anak autis. Guru ekstrakurikuler dan pendamping menjadi orang yang berperan penting terhadap keberlangsungan terapi. Tujuan penelitian ini mengetahui proses pembelajaran dan manfaat ekstrakurikuler musik di Sekolah Khusus Autis (SKA) Bina Anggita Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru ekstrakurikuler dan pendamping, sedangkan objek penelitian adalah peserta didik autis dan proses pembelajaran ekstrakurikuler di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan validasi triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi, metode imitasi, dan metode drill yang digunakan dalam ekstrakurikuler musik pada anak autis di SKA Bina Anggita Yogyakarta menjadikan proses pembelajaran sangat menyenangkan dan lancar. Manfaat dari pembelajaran ekstrakurikuler musik pada beberapa anak terjadi perkembangan terhadap konsentrasi, emosional, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, dan motorik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5