cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025)" : 32 Documents clear
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI POSYANDU HARAPAN KITA CAGUNGAN BANTUL Kumalasari, Vita; Sari, Vina Puspita
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.6796

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers that affects children's physical growth and cognitive development. Based on the 2024 Indonesia Nutrition Status Survey (SSGI), 19.8% of toddlers in Indonesia experience stunting. In Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, the prevalence of stunting among toddlers decreased from 20.05% in 2023 to 16.50% in 2024. In the working area of Srandakan Health Center, Bantul, the highest number of stunted toddlers is found in Cagunan Hamlet, with a total of 11 cases. This study aims to determine the relationship between mothers’ knowledge and attitudes toward the incidence of stunting among toddlers at Posyandu Harapan Kita, Cagunan Hamlet, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. This research used a quantitative method with a cross-sectional study design. The sample consisted of 31 respondents, who were mothers of toddlers at Posyandu Harapan Kita Cagunan, selected using non-random purposive sampling. The research instrument was a closed-ended questionnaire. The results showed that 19 respondents (61.3%) had good knowledge, 29 respondents (93.6%) had good attitudes, and 4 respondents (13%) had stunted toddlers. The Chi-Square test results indicated a significant relationship between mothers’ knowledge and the incidence of stunting among toddlers (p-value = 0.007 ? ? = 0.05), but no significant relationship between mothers’ attitudes and the incidence of stunting (p-value = 0.106 > ? = 0.05). It can be concluded that there is a significant correlation between mothers’ knowledge and the incidence of stunting among toddlers, but no significant correlation between mothers’ attitudes and the incidence of stunting at Posyandu Harapan Kita Cagunan. ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, terdapat 19,8% balita yang mengalami stunting di Indonesia. Sedangkan di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta balita yang stunting mengalami penurunan dari 20,05% di tahun 2023 menjadi 16,50% di tahun 2024. Di wilayah kerja Puskesmas Srandakan Bantul, jumlah balita stunting tertinggi berada di Dusun Cagunan dengan total 11 balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap kejadian stunting di Posyandu Harapan Kita, Dusun Cagunan, Srandakan Bantul DIY. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampelnya sebanyak 31 responden yang merupakan ibu balita di Posyandu Harapan Kita Cagunan, dengan teknik pengambilan sampel non-random sampling dengan metode purposive sampling. Instrument penelitiannya menggunakan kuesioner tertutup. Hasil penelitian ini menunjukkan 19 responden (61,3%) memiliki pengetahuan baik, 29 responden (93,6%) memiliki sikap baik dan sebanyak 4 responden (13%) balitanya mengalami stunting. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai (p-sign = 0,007 ? ? = 0,05), namun tidak ada hubungan antara sikap ibu dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai (p-sign = 0,106 > ? = 0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita, namun tidak terdapat korelasi yang signifikan antara sikap ibu dengan kejadian stunting pada balita di Posyandu Harapan Kita Cagunan.
LAPAROSKOPI ATAU APENDEKTOMI TERBUKA? SEBUAH SYSTEMATIC REVIEW TERHADAP HASIL KLINIS PADA PASIEN DENGAN DUGAAN APENDISITIS Nafiq, Nasrul An; Amaliya, Shafitri Firda; Lemuel, Agung Budi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.6866

Abstract

ABSTRACT Acute appendicitis is a common cause of emergency surgery, with treatment options including open appendectomy (OA) and laparoscopic appendectomy (LA), yet the debate over which method provides better clinical outcomes persists. This study aims to compare the postoperative clinical outcomes of LA and OA in patients suspected of appendicitis through a systematic review. Conducted following PRISMA guidelines, the review involved literature searches on PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar from 2018 to 2025. Out of 5,999 identified articles, 11 studies met the inclusion criteria and were analysed using narrative synthesis and comparative tables. Most studies showed that LA offered benefits such as shorter hospital stays, quicker recovery, and lower wound infection rates compared to OA. However, OA demonstrated advantages in cost-effectiveness and shorter operation times. While laparoscopic appendectomy provided superior clinical outcomes overall, open appendectomy remains relevant in settings with limited resources or when rapid surgery is necessary. Therefore, the choice of surgical method should consider both the patient’s clinical condition and the available healthcare resources. ABSTRAK Apendisitis akut merupakan salah satu penyebab tersering tindakan bedah darurat, dengan pilihan utama berupa apendektomi terbuka (OA) maupun apendektomi laparoskopi (LA), namun perdebatan mengenai metode yang lebih unggul dalam hasil klinis masih berlangsung. Kajian ini bertujuan membandingkan hasil klinis pascaoperasi antara LA dan OA pada pasien dengan dugaan apendisitis melalui systematic review. Penelitian disusun mengikuti pedoman PRISMA dengan penelusuran literatur pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2018–2025. Dari total 5.999 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 11 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan narrative synthesis serta tabel komparatif. Mayoritas studi menunjukkan bahwa LA memberikan keuntungan berupa rawat inap lebih singkat, pemulihan lebih cepat, serta tingkat infeksi luka lebih rendah dibandingkan OA. Sebaliknya, OA relatif unggul dari sisi efisiensi biaya dan durasi operasi yang lebih singkat. Apendektomi laparoskopi dinilai lebih unggul dalam aspek luaran klinis, namun apendektomi terbuka tetap relevan pada kondisi dengan keterbatasan fasilitas atau kebutuhan operasi cepat. Oleh karena itu, pemilihan metode sebaiknya mempertimbangkan kondisi klinis pasien dan sumber daya yang tersedia.

Page 4 of 4 | Total Record : 32