cover
Contact Name
La Basri
Contact Email
basrila90@gmail.com
Phone
+6282238704345
Journal Mail Official
basrila90@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 27 Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 24772477     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.33506/jf
Core Subject : Social,
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics and security, media, information and literacy, politics, governance and democracy, radicalism and terrorism. JF is published two times a year. Before submitting, please ensure that the manuscript is in accordance with JFs focus and scope, written in Indonesian, and follows our author guidelines and manuscript template.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2019): Maret" : 5 Documents clear
Eksistensi Noken Dalam Modernisasi Pada Masyarakat Di Kota Sorong Nurul Istiqomah; Dg Pabalik; Nur Hidaya
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.902 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui eksistensi noken dalam modernisasi pada masyarakat di Kota Sorong; Untuk mengetahui upaya masyarakat guna mempertahankan keeksistensian noken dalam modernisasi di Kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa Observasi; Wawancara; dan Dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2018 sampai bulan Desember 2018. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Sorong. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah sebagian masyarakat Kota Sorong yang dianggap dapat mewakili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh modernisasi tidak meredupkan eksistensi noken sebagai salah satu kearifan lokal Papua, baik itu dari kalangan masyarakat lokal maupun pendatang. Noken tetap punya tempat dihati peminatnya. Hal ini ditandai dengan bertambahnya penggemar noken dari waktu ke waktu; dan upaya yang dilakukan pemerintah adalah membuat peraturan wajib pakai noken pada ASN setiap hari kamis. Sedangkan upaya masyarakat adalah memakai noken dan mengenalkannya dengan memanfaatkan modernisasi sebagai medianya. Adapun upaya yang dilakukan oleh komunitas-komunitas pecinta noken adalah membantu memasarkan produk dari para pengrajin noken juga mendorong ekonomi kreatif  dengan mengadakan festival atau pekan raya noken. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa eksistensi noken dalam modernisasi pada masyarakat di Kota Sorong dapat diakui dan bertahan; dan upaya dalam mempertahankan eksistensi noken dalam modernisasi merupakan tanggung jawab bersama. 
Dampak Penggunaan Lem Aibon pada Kalangan Anak dibawah Umur Nur Hidaya; Uswatul Mardliyah
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.896 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Lem Aibon pada kalangan anak di bawah umur di kota sorong dan untuk untuk mengathui faktor penyebab anak di bawah umur menghisap lem Aibon di Kota Sorong Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitianini dilakukan di Kota Sorong selama tiga bulan. Populasi penelitian ini yaitu anak-anak di bawah umur yang berada di lingkungan Klademek Kota Sorong. Sampel penelitian yakni sebagaian anak –anak yang memakai Lem Aibon dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dengan mengacu kepada teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pemakaian Lem Aibon antara lain pengguna melakukan kebut-kebutan saat mengendarai sepeda motor, bolos sekolah, menggunakan kata-kata kasar terhadap orang yang lebuh tua, dan membuat keributan di lingkungan.  Adapun faktor penyebab anak-anak memakai lem Aibon antara lain ketidak tahuan mereka mengenai bahaya lem Aibon, teman bergaul, keingina mencoba hal baru, faktor lingkungan bergaul dan kemudahan membeli lem Aibon. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa anaka-anak pengguna lem Aibon di Kota Sorong menjadi salah satu penyebab terjadinya beberapa situasi yang kurang kondusif di Kota Sorong.
Dampak Program Pencegahan Penularan Hiv Dan Aids Bagi Komunitas Waria Di Kota Sorong Putri Nofiyanti; Dg Pabalik; Nanik Purwanti
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.224 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program pencegahan penularan HIV dan AIDS terhadap komunitas waria di Kota Sorong; Untuk mengetahui tanggapan dari komunitas waria terhadap program pencegahan penularan HIV dan AIDS. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah observasi; wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu bulan agustus sampai oktober 2017. Populasi dalam penelitian ini ialah komunitas waria yang ada di Kota Sorong. Sedangkan sampel pada penelitian ini ialah komunitas waria yayasan papua lestari Kota Sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak Program HIV dan AIDS ini dapat dilihat dari segi pengetahuan, agar menjaga kesehatan diri agar terhindar dari infeksi menular seksual serta HIV dan AIDS. Dari segi Sikap, menganggap penting untuk berhubungan seks menggunakan kondom, menghadiri kegiatan-kegiatan diskusi yang membahas tentang kesehatan, Selalu mengunjungi layanan untuk memeriksakan diri secara rutin; bahwa komunitas waria sudah mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan mengenai informasi-informasi seputaran HIV dan AIDS, dan cara pencegahannya. Yayasan papua lestari berperan sangat penting terhadap program dimaksud yaitu dengan cara penjangkauan, pemberian informasi dan merujuk teman-teman ke layanan kesehatan. Dengan adanya program ini komunitas waria yang dulunya belum mengenal informasi seputaran kesehatan sekarang ini mereka sudah mengenal informasi-informasi ini. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dampak program pencegahan penularan HIV Dan AIDS yang di lakukan oleh Yayasan Papua Lestari mempunyai dampak yang besar bagi Komunitas Waria dalam penjangkauan, pemberian informasi kesehatan dari segi pengetahuan serta tanggapan dari Komunitas Waria Dalam upaya pencegahan penularan HIV dan AIDS memerlukan dukungan dari semua pihak.
Transparansi Dan Efesiensi Dalam Restrukturisasi Birokrasi Pemerintahan Kabupaten Sorong Salmon Semuel Duwith; Dg Pabalik; Saiful Ichwan
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.812 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses restrukturisasi birokrasi pemerintah daerah, untuk mengetahui transparansi dan efektifitas dalam restrukturisasi birokrasi, dan untuk mengetahui hambatan-hambatan transparansi dan efektifitas dalam restrukturisasi birokrasi tersebut. Jenis Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah yang representative yaitu 10 orang. Dari hasil analisis yang dilakukan bahwa proses restrukturisasi birokrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong dilakukan dengan cara tertutup atau proses restrukturisasi birokrasi yang dilaksanakan pembahasan terbatas hanya dilakukan oleh struktur formal, yaitu Birokrasi Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tanpa melibatkan elemen lain khususnya masyarakat sebagai salah satu elemen penyokong Good Governance, dan didasarkan oleh pertimbangan kepentingan subjektif birokrat dari pada pertimbangan objektif; Restrukturisasi birokrasi tidak dapat mewujudkan peningkatan kompetensi administrasi, yaitu bahwa peningkatan kompetensi lembaga belum dapat diwujudkan karena masih ditemuinya realitas overlap/duplikasi  tugas pokok dan fungsi antar Lembaga. Restrukturisasi birokrasi belum/tidak dapat mewujudkan peningkatan transparansi, karena secara formal dalam tugas pokok dan fungsi dari lembaga yang dibentuk hal tersebut tidak diakomodasi. Restrukturisasi birokrasi tidak dapat mewujudkan peningkatan efisiensi, karena hasil restrukturisasi ternyata efisiensi penggunaan dana publik (APBD) untuk keperluan birokrasi tidak menjadi lebih efisien namun justru kuantitas dan persentasenya cenderung meningkat.
Analisis Sistem Perkawinan Suku Moi Di Kabupaten Sorong Dolfince Mugu; Muhammad Ali; Nanik Purwanti
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.922 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui Sistem Perkawinan adat Suku Moi dan kendala-kendala dalam proses perkawinan adat Suku Moi. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. dari hasil analisis dalam penelitian ini bahwa sistem perkawinan Suku Moi diawali dengan berbagai proses- proses atau beberapa tahapan yaitu diawali dengan proses peminangan, Selanjutnya membahas tentang mas kawin, ditentukan atau disepakati bersama antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Adapun kendala-kendala  dalam proses pelaksanaa sistem perkawinan pada Masyarakat suku Moi adalah Sebagian besar  masyarakat Suku Moi khususnya pemuda dan pemudi tidak terlalu banyak memahami nilai-nilai budaya, sistem perkawinan atau norma, sistem hukum dan aturan-aturan khusus yang hidup ditengah masyarakat adat suku Moi sampai pada saat sekarang ini. Telah berkurangnya para tokoh-tokoh Adat sebagai pelaku sistem adat itu sendiri. Dengan berkurangnya tokoh Adat maka dengan otomatis pendidikan kebudayaan akan semakin menipis hal ini diketahui berdasarkan hasil penelitian bahwa masyarak Suku Moi sudah jarang mendengar petuah tentang eksistensi budaya. Dan Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya, serta kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat suku Moi dalam mengsosialisasikan akan penting mempertahan nilai dan kearifal loka khususnya sistim perkawinan adat suku Moi di Kabupaten Sorong.

Page 1 of 1 | Total Record : 5