cover
Contact Name
Ridi Arif
Contact Email
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622093
Journal Mail Official
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), Gedung Andi Hakim Nasoetion Lantai 5, Kampus IPB Darmaga-Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2721897X     DOI : -
Core Subject : Social,
Artikel yang dimuat pada Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (JPIM) berhubungan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi deskripsi inovasi, praktik, dan perubahan kondisi masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa karya ilmiah yang berisi penerapan hasil penelitian dan atau pengembangan IPTEKS (inovasi). Klasifikasi hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna, berupa: 1) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memberdayakan masyarakat; 2) Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat; 3)Model penyelesaian masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah; atau 4) Hak kekayaan intelektual (HKI) yang berorientasi pada pengembangan komunitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022" : 13 Documents clear
PAPI: Panduan Pintar sebagai Media Edukasi Pencegahan Covid-19 bagi Masyarakat Kota Bekasi Divary Raihan Pratama; Nadia Fauzana; Ryan Arif Basardi; Laily Dwi Arsyianti
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240.077 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.62-69

Abstract

Pemberian edukasi kepada sekelompok masyarakat merupakan suatu upaya dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Panduan Pintar (PAPI) sebagai media edukasi Covid-19 di RW 08 Kelurahan Pengasinan Kota Bekasi merupakan salah satu program yang didasari oleh imbauan pemerintah Indonesia yang dinamai Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan ini juga merupakan salah satu program kami selaku peserta KKN-T IPB 2020 di Desa Pengasinan. Program ini bertujuan untuk menggerakkan tokoh masyarakat RW 08 untuk berperan aktif dalam memastikan warganya untuk menjalankan prosedur yang disarankan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga RW 08 mengenai Covid-19 dan langkah-langkah pencegahannya. Program ini terdiri dari empat kegiatan yaitu kegiatan penyuluhan 1 (perilaku hidup bersih), Kegiatan Penyuluhan 2 (New Normal), dan kegiatan penyuluhan 3 (peran keluarga dimasa pandemi). Warga RW 08, Kelurahan Pengasinan telah mendapatkan booklet PAPI (Panduan Pintar Covid-19) sehingga diharapkan warga RW 08 dapat melanjutkan kegiatan produktif selama masa pandemi Covid-19.
Teknik Budi Daya dan Karakteristik Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Abiyyu Arzak Novaldi; Citra Miranda; Ati Dwi Nurhayati
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4236.144 KB) | DOI: 10.29244/pim.v4i1.38142

Abstract

Ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani di Bogor. Tanaman ini merupakan tanaman palawija dengan luas panen terbesar di Kecamatan Leuwisadeng. Secara umum olahan tanaman ini dikenal dalam bentuk bahan jadi berupa makanan, bahan mentah atau bahan baku berupa tepung. Penulisan ini bertujuan untuk membandingkan teknik budi daya ubi kayu khususnya petani di RW 08 Desa Leuwisadeng dengan literatur serta sumber-sumber terkait yang relevan. Data diambil dari hasil wawancara beberapa petani ubi kayu dan observasi lapang. Kegiatan budi daya ubi kayu di Desa Leuwisadeng diawali dengan pengolahan lahan, sanitasi lahan, pembuatan guludan, persiapan bahan tanam, penanaman, perawatan, hingga panen. Kegiatan budi daya ubi kayu oleh petani Desa Leuwisadeng secara umum masih banyak yang belum sesuai dengan standar pada literatur. Ketidaksesuaian tersebut terlihat dari kegiatan pemeliharaan yang kurang intensif seperti pada pengolahan lahan, pemupukan, pembumbunan, hingga penyiangan gulma. Para petani masih perlu diberikan pendampingan terkait proses dan teknik budi daya yang intensif.
Teknologi Pompa Air Listrik untuk Menanggulangi Krisis Air di Desa Ciaruteun Ilir Binaan Komunitas Pendidik Nusa Bogor Arfan Damari
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4245.923 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.42-49

Abstract

Desa Ciaruteun Ilir merupakan desa di wilayah Kabupaten Bogor yang memiliki permasalahan berupa kurangnya air sumur pada musim kemarau. Masyarakat menanggulangi kendala ini dengan mengambil air di mata air dengan berjalan kaki melewati ladang pertanian. Kendala jarak, waktu dan tenaga yang menjadikan penduduk perlu usaha lebih banyak untuk mengambil air. Komunitas Pendidik Nusa bersama Yayasan Shaf Indonesia mengubah cara mengambil air konvensional dengan memasukkan teknologi pompa air listrik. Hasil pengabdian ini membuat masyarakat bisa menikmati air bersih langsung di rumah masing-masing. Sebanyak 15 kepala keluarga atau setara 60 jiwa merasakan efek dari kegiatan ini. Sebanyak 10 kepala keluarga kesulitan mengakses air yang sudah terinstalasi pompa listrik karena kendala pendapatan.
Pembuatan Hand-Sanitizer Alami sebagai Upaya Peningkatan Pola Hidup Sehat Masyarakat Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo Achmad Yopi Suyitno Pribawanto; Rafi Hanif Mudzaky; Nani Tri Utami; Hasna Farah Salsabella; Nur Faizi; Muhammad Syarif Hidayatullah; Yudi Chadirin
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4239.98 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.17-25

Abstract

Perkembangan pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Tingginya pengetahuan masyarakat tidak selalu disertai dengan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kewaspadaan masyarakat desa dalam menghadapi pandemi juga berpotensi mengalami penurunan akibat efek jenuh pada masyarakat. Sosialisasi dan pembinaan bersama masyarakat dalam upaya menghadapi pandemi dapat dilakukan dengan pelatihan pembuatan hand-sanitizer alami. Pelatihan ini dilakukan di Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo pada tanggal 6 Agustus 2021 dihadiri oleh 16 warga. Pelatihan ini diawali dengan sosialisasi bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat hand-sanitizer dilanjutkan dengan praktik pembuatannya. Kegiatan ini menghasilkan tingginya antusias masyarakat dalam mengikuti program dan pemahaman yang baik mengenai pembuatan hand-sanitizer alami dari total 16 responden peserta. Berdasarkan tes pemahaman yang dilakukan setelah kegiatan, 93,75% peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar atau 15 peserta dari 16 peserta menjawab dengan benar dan hanya satu peserta yang tidak tepat dalam menjawab. Pada pertanyaan terkait komposisi bahan yang digunakan 86,77% peserta menjawab dengan benar atau 14 dari 16 peserta menjawab dengan benar. Hasil ini menunjukkan masyarakat telah memahami dengan baik materi pelatihan. Keberlanjutan program dilaksanakan melalui pembagian produk hasil kegiatan dan resep pembuatan hand-sanitizer melalui grup percakapan sehingga dapat diproduksi ulang oleh masyarakat.
Potensi Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Talas Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Situgede Kota Bogor Reza Aunur Rizka; Faisal Hendro Nugroho; Felix Mora Josua Tambunan; Surya Hasondangan Marpaung; Nada Nadila Syasita; Annisa Rahma Putri; Christine Vironika Tangkilisan; Laila Fitri Ramadianti; Hafiz Nur Malik; Nida Nafila Syasita; Tursina Andita Putri
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.116-127

Abstract

Talas merupakan komoditas unggulan di Kelurahan Situgede Kota Bogor. Selain sebagai komoditas unggulan, talas juga dikenal sebagai icon Kota Bogor. Sebagai ikon, tentunya pengembangan agribisnis talas perlu dilakukan. KTD Saluyu yang merupakan salah satu kelompok tani yang berperan aktif mengembangkan agribisnis talas di Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Anggota kelompok tani perlu bersinergi dengan stakeholder untuk menciptakan inovasi baru terutama dalam hal pengolahan produk talas. Selain itu, KTD Saluyu juga perlu beradaptasi dengan teknologi digital untuk mendukung aktivitas pemasaran produk hasil pertanian maupun hasil olahannya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan KTD Saluyu untuk proses pengolahan talas menjadi produk jadi yaitu keripik talas, pembuatan brand dan desain packaging produk, serta memasarkan produk yang dihasilkan secara online melalui media sosial dan marketplace. Inovasi produk yang dihasilkan adalah Kripik Talas dan Stik Talas (Rasa Original, Coklat, Keju, dan Balado) yang dapat menghasilkan nilai tambah sebesar 44,29 persen. Inovasi produk ini diberi merek “Caritalas” dipasarkan melalui instagram (caritalas_) dan Shopee (caritalas.id).
Analisis Sebaran Komoditas Pertanian Desa Sukadamai Menggunakan Metode Penginderaan Jauh Heriansyah Putra; Mohammad Hamdun; Dimas Kharizmi Albar; Wigo Ardhana; Fadla Salma Fitriyah; Filipus Gianus Sutanto; Mochammad Zhafran Ichsan Maharama; Riska Aulia Putri; Risky Sherly Putri; Syifa Aulia; Yasminna Dhiya Ulhaq
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4244.194 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.93-101

Abstract

Pemetaan lahan pertanian merupakan kegiatan survei untuk menentukan posisi satu atau beberapa titik terhadap titik lainnya sehingga tercipta lahan pertanian atau tempat kegiatan budidaya tanaman yang baik dan rapi. Perubahan kondisi suatu wilayah yang cepat mengakibatkan perlunya kecepatan dan ketepatan dalam proses pemetaan suatu wilayah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perbaikan serta proses pengembangan suatu wilayah. Pemetaan lahan dilakukan dengan metode remote sensing dan pengamatan langsung di lapangan. Pemetaan lahan pertanian dilakukan di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat menggunakan Global Stationing System (GPS), aplikasi GPS Data, Google Earth, ArcGIS, dan juga didukung oleh data hasil pemetaan sebelumnya. Pemetaan ini bertujuan mengetahui potensi komoditas tanaman di Desa Sukadamai beserta luas lahannya, serta membandingkannya dengan data tahun 2017. Pemetaan ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan pemetaan langsung di lapangan. Hasil pemetaan lahan yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan singnifikan komoditas yang dikembangkan di lokasi, seperti berkurangnya komoditas ubi jalar dari 91,15 ha menjadi 26,64 ha.
Pengembangan UMKM Melalui Optimalisasi Branding dan Penggunaan Media Digital di Desa Sindangbarang, Kabupaten Cilacap Intan Qori Lutfiyani; Andre Yasip Hastadi; Fetri Wahyuningsih; Ane Tika Wahyuni; Ghizela Fineartha Fauzi; Ani Nurfaizah; Mustofa Mustofa; Titi Rohimah; Rahmat Yanuar
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240.127 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.70-84

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020 telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan di masyarakat, termasuk aspek ekonomi. UMKM menjadi salah satu sektor yang paling berdampak akibat adanya pandemi Covid-19 ini. Dengan adanya pandemi dan pemberlakuan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat, menyebabkan produktivitas UMKM juga menurun sehingga berdampak pada penurunan pendapatan. Desa Sindangbarang merupakan sebuah desa inovatif dan potensial untuk pengembangan UMKM yang berada di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Terdapat tiga UMKM potensial di Desa Sindangbarang diantaranya HI Binamitra Perkasa produsen minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil), UMKM Keripik Pisang, dan UMKM Pisang Asap. Namun, potensi yang dimiliki belum dioptimalkan dengan baik dan masih terdapat berbagai permasalahan yang terjadi pada UMKM antara lain: 1) Kurangnya akses pasar; 2) Pemasaran masih secara konvensional; 3) Kemasan yang sederhana; 4) Belum memiliki brand; 5) tidak memiliki catatan keuangan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya brand sebuah produk dan penggunaan media digital dalam pengembangan usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dapat disusun tujuan yaitu: 1) Melakukan analisis potensi dan kendala UMKM dilihat dari lingkungan bisnis internal dan eksternalnya; dan 2) Optimalisasi branding dan pencatatan keuangan UMKM dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2021. Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan berupa analisis SWOT terhadap UMKM mitra, kegiatan mentoring, kegiatan pendampingan branding produk, pembuatan poster dan promosi online, serta pelatihan pencatatan keuangan digital. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dalam pengembangan UMKM terbukti bermanfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM mitra.
Pengembangan Ekonomi Masyarakat melalui Program Pengolahan Keripik Bayam serta Branding dan Marketing Pada KWT Flamboyan, Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara Hardiana Widyastuti; I Gede Yogendra; Husnadiva Naurah Kamal; Ridha Rizkiana; Dzaki Amali Muhamdani; Imam Buchori Zarkasie; Nimas Dwi Hapsari; Walfa Aidyna Aulia; Hairunisa Dzulhira; Maulida Fajriani; Gayatri Kusumastuti
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4284.007 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.50-61

Abstract

Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia. Menyikapi hal tersebut maka diperlukan pengambilan langkah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat terutama pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Bogor. Program ini terdiri dari pengolahan keripik bayam serta sosialisasi branding dan marketing yang dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan meskipun sebagian besar kegiatan dilakukan secara daring akibat kebijakan PPKM. Kegiatan pengolahan keripik bayam dilakukan dengan dua tahap, yaitu sosialisasi dan praktik langsung pengolahan. Sosialisasi branding dan marketing dilakukan dua tahap, materi edukasi pada tahap pertama dan materi yang berkelanjutanpada tahap kedua. Hasil dari program ini adalah anggota KWT Flamboyan dapat mengetahui langkah-langkah pengolahan keripik bayam serta cara-cara meningkatkan penjualan melalui implementasi branding dan marketing.
Optimalisasi Lahan Pekarangan Melalui Budidaya LELEKUNG (Lele dan Kangkung) dengan Menggunakan Kolam Bioflok Adhitya Rahmana; Handika Dwi Prasetyo; Bryan Felix Simanjuntak; Ayu Afrida Haloho; Sonia Meyheskel Hutasoit; Elsass Riela Tambunan; Juni Artha Siagian; Imelda Hellen Aprilia; Pradinata Yopindo Pasaribu; Elma Dwi Putri Sinaga; Cyndi Saraswaty Napitupulu
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4240.042 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.85-92

Abstract

Pengembangan masyarakat diharapkan dapat meningkatakan taraf kesejahteraan ekonomi dan sosial, khususnya masyarakat yang berada di desa. Pandemi menjadi salah satu penyebab keterpurukan ekonomi di desa. Wirausaha adalah salah satu yang dapat dilakukan untuk memperoleh pendapatan di desa. Berkaca pada kondisi saat ini, masyarakat perlu adopsi teknologi dan peningkatan kemampuan potensi sumberdaya yang ada untuk menjaga ekonomi dalam skala rumah tangga. Aquaponik merupakan salah satu teknik budidaya ikan yang dikombinasikan dengan tanaman khususnya sayuran. Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya melalui budidaya lelekung (lele dan kangkung) dengan menggunakan ember dan kolam bioflok perlu diuji coba melalui sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, sehingga dapat diketahui kelayakan terhadap teknologi untuk masyarakat desa Nagori Pematang Panombeian. Tingkat kelayakan dapat terlihat dari keberhasilan memperoleh keuntungan dari proses budidaya kedua teknologi ini. Integrasi budidaya lele dan kangkung melalui bioflok menunjukan keberhasilan berdasarkan keuntungan yang diperoleh dari masyarakat desa yang menggunakan bioflok.
Demonstrasi Pengolahan Keripik Terong dan Boncabai sebagai Alternatif Ide Wirausaha Masa Pandemi di Kampung. Ciheulang, Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta Nur Aulia Setiani; Yuvicko Gerhaen Purwansya; Anisya Elsa Shafira; Ahmad Fauzan; Liyantono Liyantono
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4246.015 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.102-115

Abstract

Desa Margaluyu merupakan salah satu desa yang dominansi perekonomiannya berasal dari pertanian. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lahan pertanian yang menghasilkan padi, cabai rawit, cabai merah, terong, dan kacang panjang. Hasil pertanian di Desa Margaluyu biasanya dijual langsung ke pasar atau untuk dikonsumsi pribadi. Permasalahan umumnya adalah pendapatan yang relatif rendah sehingga perlu upaya dalam meningkatkan pendapatan di desa, terutama saat harga komoditas sedang turun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sosialisasi pengolahan keripik terong dan boncabai sebagai alternatif ide wirausaha saat masa pandemi di Kampung Ciheulang, Desa Margaluyu, Kabupaten Purwakarta. Metode pelaksanaan dalam proses berbagi ilmu dan teknologi pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan olahan dilakukan dengan metode pendampingan, yaitu melakukan praktik pembuatan produk olahan keripik terong dan bon cabai secara langsung di lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Demonstrasi pengolahan terong dan cabai menjadi produk olahan keripik terong dan bon cabai berlangsung dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari ibu-ibu warga RT 002 Kampung Ciheulang. Hal tersebut dapat dilihat saat proses demonstrasi berlangsung ibu-ibu warga RT 002 sangat antusias untuk memperhatikan, membantu dan ikut serta dalam proses pembuatan produk olahan tersebut. Selain itu, pengolahan keripik terong dan bon cabai yang dilakukan dapat menjadi ide wirausaha. Keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 46.521 dengan rasio R/C diperoleh 1,87 sedangkan keuntungan yang dapat diperoleh dari satu kali produksi keripik terong sebesar Rp 35.163 dengan rasio R/C nya 1,90.

Page 1 of 2 | Total Record : 13