cover
Contact Name
Ridi Arif
Contact Email
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622093
Journal Mail Official
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), Gedung Andi Hakim Nasoetion Lantai 5, Kampus IPB Darmaga-Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2721897X     DOI : -
Core Subject : Social,
Artikel yang dimuat pada Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (JPIM) berhubungan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi deskripsi inovasi, praktik, dan perubahan kondisi masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa karya ilmiah yang berisi penerapan hasil penelitian dan atau pengembangan IPTEKS (inovasi). Klasifikasi hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna, berupa: 1) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memberdayakan masyarakat; 2) Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat; 3)Model penyelesaian masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah; atau 4) Hak kekayaan intelektual (HKI) yang berorientasi pada pengembangan komunitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023" : 12 Documents clear
Demonstrasi Pengolahan Bubuk Jahe Merah sebagai Ide Wirausaha Minuman Instan Berkhasiat di Desa Batu Busuk Genta Asvarhoza; Muhammad Halim; Sarmila Sarmila; Adriansyah Nanda Putra; Alifia Mutiara Annisa; Novia Winarti; Wanda Hamidah; Okta Vino; Trah Yudha; Azzara Putri Elvaza; Laksmi Ambarsari
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.68-76

Abstract

Generally, ginger is used by people in Batu Busuk Village for various purposes, for example as a mixture of food and drink ingredients. Red ginger has many benefits that are useful for health. During this pandemic period, the public's need for ginger has increased so there is a need for innovation in processed ginger products, one of which is instant red ginger powder. The processing of red ginger is combined with sugar and other spices can be added as a complement so that it becomes red ginger powder called ginger next level (JNL). Processed red ginger can later be used as a nutritious drink for health. Processing red ginger into red ginger powder increases the value of the quality of the food product in addition to its very useful properties. Red ginger powder can be an alternative food product for people who want to consume ginger drinks with an easy presentation that is brewed with warm water. In addition, the processing of red ginger powder can also be a profitable entrepreneurial field for the people in Batu Busuk Village. Through a demonstration of processing red ginger powder, it is hoped that it can provide an idea for an entrepreneurial product for nutritious drinks for the community in Batu Busuk Village.
Inovasi Lubang Resapan Biopori Menggunakan Pipa Paralon sebagai Upaya Mengurangi Penumpukan Sampah Organik di Desa Margasari Muhammad Iqbal Fathurrohman; Fannia Dwi Erinasari; U'un Maliun Hawa; Dian Tiara Farisa
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.61-67

Abstract

Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal merupakan sebuah daerah dengan penggunaan lahan yang ditujukan untuk bangunan, lahan pekarangan, tegalan, persawahan, serta perkebunan. Kesadaran masyarakat Desa Margasari yang rendah terkait resapan air hujan dan pengelolaan sampah organik mengakibatkan permasalahan lingkungan seperti penumpukan sampah, genangan air hingga muncul masalah kesehatan. Oleh karena itu, tim KKN-T IPB melakukan kegiatan sosialisasi pembuatan dan pemasangan lubang resapan biopori (LRB) di beberapa lahan pekarangan warga. Selain itu, tim KKN-T juga memberikan penyuluhan mengenai manfaat pemasangan LRB ini kepada warga setempat. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan pengelolaan sampah organik rumah tangga secara mandiri di lahan rumah masing-masing sehingga bisa memberikan dampak yang baik untuk mengatasi masalah banjir dan cadangan air tanah. Pengelolaan sampah organik juga dapat mengurangi penumpukan sampah dan mempermudah daur ulang serta pengolahannya. Selain itu, dengan pengelolaan sampah organik di dalam LRB ini akan dimanfaatkan sebagai pupuk kompos setelah sampah terdekomposisi. Program penyuluhan biopori di Desa Margasari, Tegal dimulai dengan tahapan sosialisasi, pembuatan, dan pemasangan LRB di beberapa rumah warga. Program ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat terkait pelestarian lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan.
Pencegahan Banjir dan Penumpukan Sampah Melalui Penerapan Lubang Biopori di Desa Jayabakti, Sukabumi Azhar Kamal Mustopa; Ilham Agus Dwi Rianto; Radha Larasati Dewi; Salsabila Syakira Aziz; Nolla Agnesia; Tedi Irfan Jelata; Muhammad Rizal Martua Silalahi; Mia Widya Rahmi; Putri Andini; Arinana Arinana
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.34-42

Abstract

Jayabakti Village, Cidahu District, Sukabumi Regency often experiences waterlogging and even floods when the rain intensity is high. One of the reasons is the reduced water catchment area due to the accumulation of garbage. In general, the knowledge of the people of Jayabakti Village regarding waste management is still minimal. Therefore, this service activity was carried out to provide knowledge, skills, and awareness for the community regarding the application of biopore infiltration holes. The purpose of the program for making biopore holes include increasing water absorption into the soil to reduce flooding, improving the quality of the soil around where biopores are installed, and utilizing organic waste as compost. The water channel repair activities along with the making of biopore holes at several points of puddles have been carried out well and have achieved the expected goals, such as increasing the water absorption into the soil and soil quality to prevent flooding. However, in carrying out subsequent biopore activities, it is necessary to pay attention to the location of the appropriate placement of the holes so that the benefits can be more optimal. In addition, the role of the community is needed in increasing the production and maintenance of biopore so that its use can be sustainable.
Edukasi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dan Pembuatan Lubang Biopori Gatot Yulianto; Aliati Iswantari; Dwi Yuni Yulandari
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.1-9

Abstract

Pencemaran sungai perlu diupayakan solusinya mengingat dampaknya terhadap kehidupan biota perairan dan sosial ekonomi masyarakat. Salah satu sumber pencemaran sungai berasal dari sampah organik rumah tangga yang banyak dibuang ke lingkungan perairan. Sampah tersebut dapat meningkatkan kandungan bahan organik di perairan. Tujuan kegiatan ini adalah menyajikan dan menganalisis pelaksanaan edukasi pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk cair dan kompos agar sampah tidak dibuang lagi ke sungai. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Arban Bawah, Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada bulan Mei sampai Juni 2022. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, memberikan materi pelatihan, praktik langsung, dan melakukan pemantauan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Edukasi dan aksi dilakukan melalui kegiatan pelatihan, pembuatan pupuk cair dan kompos dari sampah, pembuatan lubang biopori serta pemberian bantuan bak sampah dan pelubang biopori. Hasil pre-test menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengetahui tentang mikroorganisme dalam sampah organik dan masyarakat belum mengetahui tentang pengelolaan sampah yang baik. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, diperoleh hasil bahwa masyarakat mengetahui tentang mikroorganisme dalam sampah organik, lubang biopori, dapat mengelola sampah, dan mau melakukan pengelolaan sampah menjadi pupuk cair dan kompos.
Aplikasi Irigasi Cerdas di P4S Buana Lestari, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Prastowo Prastowo; Satyanto Krido Saptomo; Bonjok Istiaji
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.22-33

Abstract

This activity aims to conduct trials and make pilots of one form of smart irrigation application in melon cultivation with a hydroponic system, as well as to increase farmers' knowledge in managing irrigation schedules. The expected outcome is increased irrigation efficiency, productivity of irrigation water, and farm income. The technology used in this activity is an IoT-based smart irrigation system. The smart irrigation system used consists of a soil moisture sensor that will detect the wetness of the soil, planted at a depth according to the irrigation technical needs. Information from the sensors will be entered into a programmable controller that has an Internet of Things (IoT) function with a wireless connection to a cloud server. The measurement results of the EU value on the installed drip irrigation network are classified as high, which ranges from 81.55% – 83.24%. This means that wherever the position of the sensor is installed, it will relatively represent (actual) the condition of the water content of the planting medium in the field. The application of smart irrigation can increase the efficiency of drip irrigation in melon cultivation with a hydroponic system, namely saving nutrient water by 6,500 mL per plant, or 7.64% or the equivalent of Rp183,00/melon plant. With smart irrigation applications, the productivity of irrigation water and nutrition is 20 grams of melon per 1 L of irrigation water. The trial of this smart irrigation application needs to be continued with an "on-demand" irrigation scheduling system, to obtain the highest irrigation efficiency and water productivity.
Penerapan Biodigester Untuk Pengolahan Air Limbah Industri Tapioka Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan di Rumah Produksi Pangan Selopamioro, Yogyakarta Prieskarinda Lestari; Lilik Sutiarso; Joko Nugroho Wahyu Karyadi; Rudiati Evi Masithoh; Ngadisih Ngadisih; Radi Radi; Andri Prima Nugroho; Makbul Hajad; Aryanis Mutia Zahra
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.43-60

Abstract

Cassava is one of the superior commodities in Selopamioro Village, Imogiri District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. Cassava’s high productivity in the Selopamioro Village is up to 2,75 tons/ha with total land area of 415 ha. However, this potential condition still faces various challenges in the sectors of farmers, production, quality, low selling prices, limited market accessibility. Processing cassava into modified cassava flour (Mocaf) is implemented innovation at Selopamioro Food Production House (FHP) for increasing cassava added value and its diversification products. The Selopamioro is also jointly managed by the farmer groups. However, mocaf production could produce wastewater which cause odor problems in the community and environmental pollution due to improper treatment. The mocaf wastewater is acidic and contains high organic matter. The community empowerment aimed to solve odor problems in the community, implement biodigester as sustainable wastewater treatment technology, create the Selopamioro FHP as a transferring knowledge center regarding food processing with environmentally sound, implement sustainable community empowerment model. The activity was carried out in July - September 2022 with periodic monitoring. Biodigester implementation has treated the mocaf waste water with removal percentages of BOD, COD, TDS, cyanide, total ammonia were 97,47; 96,53; 1,.94; 93,75; 97,17%, respectively and increased DO up to 614,29%. The community empowerment has successfully solved odor and environmental problems since biodigester implementation, in which no more complaints from the public. Sustainable community empowerment model and local food processing center with environmentally sound also have been implemented in the Selopamioro Village.
Edukasi Penyakit Mulut dan Kuku serta Pengolahan Daging pada Masyarakat Desa Pangkal Jaya (Kabupaten Bogor) untuk Mencegah Penularan Penyakit pada Hewan Berkuku Belah Novericko Ginger Budiono; Niama Vinka Nur Afni; Dea Khalissa Anidya; Syaikhah Najibah; Manisyah Manisyah; Agum Hideo Sudrajat; Raihandika Gusthama; Roro Intan Sasmaya Akbar; Fauzan Luqmannnurhakim Mahdiansyah; Nur Rahmah Sarita; Fadhilah Ummah
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.10-21

Abstract

Penyakit mulut dan kuku (PMK) merupakan suatu penyakit akibat infeksi virus Genus Aphthovirus (Famili Picornaviridae) yang menginfeksi hewan berkuku belah. Penyakit ini memiliki dampak pada sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Indonesia telah bebas PMK sejak deklarasi tahun 1986 dan diverifikasi Badan Kesehatan Hewan Dunia pada 1990. Kemunculan kembali PMK sebagai suatu penyakit re-emerging disease pada hewan di Indonesia pada 25 Juni 2022, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Republik Indonesia No. 500.1/KPTS/PK/300/M/06/2022. Meskipun Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor belum menjadi daerah wabah menurut Kepmentan tersebut, edukasi terhadap warga juga diperlukan terkait penyakit ini untuk mencegah penularan yang lebih luas. Edukasi juga diberikan untuk menekankan bahwa PMK tidak ditularkan dari hewan ke manusia. Edukasi terkait PMK dan tata cara pengolahan daging dari hewan yang terinfeksi PMK dilakukan melalui pemaparan materi dengan power point, pembagian pamflet, dan pemasangan poster. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dengan jumlah peserta yang melebihi ekspektasi, selain itu juga terdapat respons positif yang diberikan peserta terhadap kegiatan. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan diwakili tiga peserta yang menjawab benar masing-masing pertanyaan yang diberikan saat sesi kuis interaktif di akhir kegiatan. Setelah dilakukan sosialisasi, warga dapat mengetahui mengenai tata cara penanganan daging asal hewan yang menderita PMK dengan benar agar aman untuk dikonsumsi manusia, serta sebagai upaya pencegahan penularan pada hewan lain yang peka.
Identifikasi Penyebab Kematian Domba Melalui Bedah Bangkai di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Sharon Aurellia; Armando Balses Ishimora; Dwi Rofifah Putri Jania; Putri Ramadhanty; Aisyah Aisyah; Alfina Zalfa Suryono; Rafida Nisa Maghfiroh; Siti Magfiroh; Antonius Anre Sianturi; Ranady Perwira Nuruzzaman; Akhmad Endang Zainal Hasan; Vetnizah Juniantito
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.116-127

Abstract

Sheep breeders generally raise their sheep by releasing and allowing their livestock to graze wildly. This causes the sheep to receive feed intake with unbalanced nutrition. One of the student programs in the KKN-T IPB University in Pantai Mekar Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, were checking physical conditions, socializing management of sheep maintenance and distribution of vitamin B complex which to improve the health of the sheep. It was reported that four sheep were found dead after B complex vitamin administration to in four days. The sheep cadavers were brought to the School of Veterinary and Biomedical Sciences, IPB to undergo carcass surgery or necropsy to reveal the cause of death. The results of necropsy found Haemonchus contortus worm infestation in the abomasum of sheep, accompanied by accumulation of fluid under the skin, chest cavity, stomach, and lungs. The cause of death of the four sheep based on necropsy was caused by severe infestation of the Haemonchus contortus type of worm and malnutrition, which lead to hypoalbuminemia and progressed to edema in the lungs, which resulted in shortness of breath (dyspnea). In this case the necropsy results showed that the administration of vitamin B complex was not the cause of the death of the sheep.
Pemanfaatan Potensi Lokal Desa Simo Melalui Pengembangan Pariwisata Desa Iswatun Annas; Deden Saprudin
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.77-88

Abstract

Desa Simo merupakan salah satu desa di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi lokal yaitu pertanian, peternakan, kehutanan, industri mebel, UMKM dan pariwisata. Potensi pariwisata di Desa Simo dapat dikembangkan karena memiliki potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Kegiatan pengembangan pariwisata bertujuan untuk menumbuhkan usaha pariwisata berbasis potensi lokal di Desa Simo, menumbuhkan kreativitas masyarakat, dan meningkatkan sumber perekonomian masyarakat. Pengembangan pariwisata dilaksanakan melalui dua program yaitu pemanfaatan Pulau Pongol di tengah Waduk Simo yang awalnya terbengkalai menjadi objek wisata Pongol Island dan pembangunan Pasar Kuliner Digdaya dengan memanfaatkan hutan jati dan limbah kayu. Pelaksanaan program melibatkan peran aktif Pemerintah Desa Simo, badan usaha milik desa (BUMDES), kelompok sadar wisata (pokdarwis), pemuda dan ibu rumah tangga pelaku UMKM di Desa Simo. Pengembangan Objek Wisata Pongol Island telah mampu menarik wisatawan untuk berkunjung hingga Desa Simo berhasil ditetapkan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Grobogan. Pembangunan Pasar Kuliner Digdaya menjadi wadah berkreasi bagi pelaku UMKM kuliner dan seni budaya tradisional sehingga mampu menambah sumber perekonomian masyarakat Desa Simo. Namun perlu adanya upaya keberlanjutan melalui peningkatan sarana prasarana wisata, peningkatan SDM pengelola wisata dan peningkatan publikasi, promosi dan branding wisata sehingga Desa Simo terus berkembang sebagai desa wisata di Kabupaten Grobogan.
Edukasi PHBS dan Budaya 5R Pada Santri Putra di Pondok Pesantren Thoyyibah Al Islami Bogor Fany Apriliani; Henny Endah Anggraeni; Ika Resmeiliana; Yudith Vega Paramitadevi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.89-101

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang mendidik para santri berdasarkan ilmu keagamaan dan pendidikan umum. Para santri tinggal bersama di asrama (pondok) dibawah bimbingan para guru dan kyai. Permasalahan yang sering dihadapi di pondok pesantren meliputi permasalahan kesehatan, lingkungan, dan perilaku/kebiasaan para santri. Kondisi lingkungan pondok yang kurang bersih dan terawat, serta kasus penularan penyakit antar santri merupakan permasalahan yang perlu segera ditanggulangi secara tepat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan edukasi kepada para santri agar membiasakan diri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta budaya 5R (ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin). Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi PHBS dan budaya 5R di Pondok Pesantren Putra Thoyyibah Al Islami Bogor dan mengetahui sejauh mana penerapan PHBS dan budaya 5R di kalangan santri putra. Metode pelaksanaan adalah pelatihan PHBS dan budaya 5R, menggunakan kuesioner, evaluasi, serta membuat media pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukan seluruh santri mengetahui teori tentang PHBS. Pengetahuan santri terhadap budaya 5R meningkat 59,1%. Sebanyak 80% santri pernah menderita scabies. Pembiasaan 5R yang perlu ditingkatkan adalah memisahkan barang yang masih dibutuhkan dan tidak dibutuhkan lagi, meletakan barang sesuai tempatnya dan memberi identitas kepemilikan barang, dan menjaga kebersihan lingkungan. Praktik PHBS yang perlu ditingkatkan terutama pada penyediaan air bersih dan makanan bernutrisi seimbang, pengelolaan sampah, tata cara mencuci tangan yang tepat, dan upaya memberantas jentik nyamuk. Kegiatan untuk menjamin keberlangsungan budaya 5R dan PHBS antara lain pelatihan secara berkala serta pendampingan untuk mengevaluasi budaya 5R dan PHBS menggunakan instrumen audit 5R dan indikator penilaian PHBS.

Page 1 of 2 | Total Record : 12