cover
Contact Name
Hadija
Contact Email
eboni@umma.ac.id
Phone
+628124247663
Journal Mail Official
eboni@umma.ac.id
Editorial Address
Jl.Dr.Ratulangi No.62 Maros
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal EBONI
ISSN : -     EISSN : 27156451     DOI : -
Jurnal EBONI Merupakan media publikasi karya ilmiah yang berisi tentang hasil-hasil penelitian tentang kehutanan dan lingkungan dalam ruang lingkup lokal dan nasional yang diterbitkan oleh program studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan, Universitas Muslim Maros.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI" : 5 Documents clear
TANTANGAN TEKNOLOGI DAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PEMETAAN PARTISIPATIF: Studi Kasus PLUP+ di Labbo, Indonesia : Technological and Stakeholder Challenges in Participatory Mapping: A Case Study of PLUP+ in Labbo, Indonesia. Naufal, Naufal; A. Samsu, Andi Khairil
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2651

Abstract

Participatory mapping faces the dual challenge of generating data that is both valid for formal institutions and accessible to local communities, particularly those living adjacent to forest areas. This study aims to develop a participatory mapping model that integrates geospatial technology with diverse stakeholder needs, identify factors influencing community participation, and evaluate implementation impacts on data validity. Through a qualitative approach and methodological engagement within a participatory action research framework in Labbo Village, South Sulawesi, Indonesia, we developed an Integrated Participatory Land Use Planning (PLUP+) model that combines Web-GIS with microclimate sensors. Data collection methods included in-depth interviews with key actors, focus group discussions, participatory observation, public consultations, and GPS measurements. Results indicate that appropriate technological integration significantly enhances data accuracy and community participation, particularly when aligned with immediate interests such as access to agricultural assistance programs and clarification of land/village boundaries. The model facilitates effective collaboration among stakeholders through a shared platform.Key supporting factors include adequate technological infrastructure and local political support, while unstable political dynamics and digital divides present significant barriers. PLUP+ successfully integrates local knowledge with geospatial technology,empowering communities in sustainable land use planning and natural resource management. This research contributes to bridging the gap between technological innovation and participatory approaches in resource governance, offering a scalable model for similar contexts globally.
ANALISIS TATA KELOLA KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN PERHUTANAN SOSIAL DI KABUPATEN TORAJA UTARA: Analysis Of Institutional Governance In Social Forestry Management In North Toraja Regency BIMANTARA, TEGUH; Andi Khairil A. Samsu
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2708

Abstract

Social Forestry (PS) is a forest management program that grants management rights to local communities to access and manage forest areas legally and sustainably. This program not only aims to preserve the forest, but also to improve the welfare of the community, including in the aspect of food security and self-sufficiency.This study aims to evaluate the management of Community Forest (HKm) in North Toraja Regency with a focus on institutional and business aspects. Data collection was conducted through observation, structured interviews, and examination of institutional documents in three Forest Farmer Groups (KTH), namely Tambuntana, Tombang Riri, and Sipaelle. The sampling technique used purposive sampling and quota sampling methods. The results showed that the planning and institutional aspects were in the good category, with average scores of 110 and 109.57 respectively. However, other obligations such as the preparation of annual reports were classified as poor with a score of 39.13, indicating a lack of attention to documentation of activities. Community empowerment scored moderately well (46.09), which was influenced by the suboptimal role of Forest Management Unit extension workers in training and marketing Non-Timber Forest Products. The business governance aspect was also categorized as quite good (87.61), supported by the existence of a group business structure, but constrained by a lack of training and market access. Supporting factors for HKm management include the existence of planning documents, the desire to preserve the forest, and assistance from the government. Meanwhile, inhibiting factors include the lack of member involvement, limited human resources, and not optimal government support in marketing Non-Timber Forest Products. Overall, the performance of community forest management in the three forest farmer groups is in the good category, but needs improvement in the aspects of administrative obligations and community empowerment.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI POHON DI JALUR HIJAU JALAN KOTA AMBON selanno, frenly; Samelino Tita, Frank; Dominggus Komul, Yulianus; Santoso, Probo; Rusadi, Nusrah; Florianus Sera Gare, Kletus; Oktaviani, Eva Oktaviani; Andesti Lamanda, Sukriati; Djafar, Muliana
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2808

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perkotaan memiliki beragam fungsi ekologis yang krusial, termasuk sebagai penyerap karbon dioksida (CO2), penyedia oksigen, dan pengelolaan air hujan. Salah satu komponen utama RTH yang memberikan dampak langsung terhadap lingkungan perkotaan yaitu jalur hijau. Pohon-pohon yang terdapat di sepanjang jalur hijau jalan tidak hanya memberikan perlindungan dari paparan langsung sinar UV tetapi juga berperan dalam menciptakan mikroklimat yang lebih sejuk dan nyaman terutama di kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai struktur dan komposisi pohon di jalur hijau Kota Ambon, khususnya pada jalur hijau jalan, agar dapat bermanfaat dalam mendukung proses perencanaan kota yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di sepanjang jalur hijau di Kota Ambon pada 4 kecamatan. Setiap jalur hijau dibuat transek garis dengan ukuran bervariasi, disesuaikan dengan distribusi, struktur, jumlah pohon, dan diukur diameter dan tinggi pohon pada setiap jalur. Kemudian data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan rumus Simpson dan Shannon-Winner. Hasil penelitian didapatkan di Kota Ambon, jalur hijau jalan didominasi oleh pohon-pohon muda dengan diameter berkisar antara 10-20 cm. Adapun jenis pohon yang dominan di sepanjang jalur hijau jalan Kota Ambon yakni jenis Samanea saman. Jenis ini memiliki jumlah individu terbanyak serta berkontribusi signifikan terhadap kerapatan relatif, frekuensi relatif, dominasi relatif, dan nilai INP. Dominasi jenis Samanea saman di sepanjang jalur hijau Kota Ambon sangat dipengaruhi oleh kemampuan adaptasinya yang luar biasa terhadap lingkungan perkotaan sehingga jenis ini sebagai pilihan utama dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Ambon.
Menggali Potensi Gula Aren dalam Peningkatan Pendapatan Berbasis Agribisnis (Studi Kasus KTH Liku Pancing Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pratiwi, Herini; M.Zain, Majdah; Ibrahim, Helda; Sumange, La
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi komoditas gula aren dalam meningkatkan pendapatan petani melalui pendekatan agribisnis di Kelompok Tani Hutan (KTH) Liku Pancing, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik sensus terhadap 25 orang petani sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan pohon aren masih rendah (20,53%), namun memiliki potensi produksi yang tinggi, yaitu rata-rata 23,2 kg/pohon/bulan. Pendapatan petani saat ini berkisar Rp 4.470.000 per bulan, dan dapat meningkat hingga Rp 21.808.000 per bulan jika seluruh pohon disadap secara optimal. Strategi pengembangan berbasis agribisnis yang meliputi pelatihan teknis, penguatan kelembagaan, diversifikasi produk, dan akses pemasaran digital sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pendapatan petani gula aren dapat dicapai secara signifikan melalui optimalisasi produksi dan penerapan strategi agribisnis secara terpadu.
KEGIATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN KOPI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN GOWA(Study Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam pengembangan usaha kopi berbasis agribisnis yang terintegrasi, meliputi subsistem hulu, pengolahan, hilir, dan penunjang. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data primer, yaitu data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ada di Buluttana, Data sekunder yaitu data yang penulis peroleh melalui hasil bacaan dan literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini serta menunggunakan teknik purposif sampling. Metode Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan penggunaan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan Hasil menunjukkan bahwa pada subsistem hulu, kelompok telah melaksanakan budidaya berbasis kesesuaian lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya terpadu, dan konservasi melalui agroforestri. Subsistem pengolahan mencakup penerapan pengolahan kopi basah dan kopi kering, sortasi ketat terhadap biji kopi, serta penyimpanan dan pengemasan sesuai standar mutu. Di subsistem hilir, kelompok mengembangkan strategi pemasaran berbasis segmentasi, branding lokal, dan distribusi. Subsistem penunjang ditopang oleh pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, kemitraan strategis, pemanfaatan sarana pengolahan, serta awal adopsi teknologi digital. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, kelembagaan kelompok memainkan peran sentral dalam membangun agribisnis kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan dan pembiayaan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi model agribisnis kopi berbasis kelompok tani hutan

Page 1 of 1 | Total Record : 5