cover
Contact Name
Ahmad Andi
Contact Email
agrifarm@uwgm.ac.id
Phone
+6285751504649
Journal Mail Official
agrifarm@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 28 RT.007 Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifarm
ISSN : 23019700     EISSN : 25408992     DOI : https://doi.org/10.24903
Core Subject : Agriculture,
AGRIFARM is Agricultural Science Journal, Faculty of Agriculture Agrotechnology Study Program, Widya Gama Mahakam University with pISSN 2301-9700 and eISSN 2540-8992 publish twice a year in July and December, which publishes scientific work on research, development, thought studies or theoretical studies related to agricultural technology and development. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Agronomy, Geology, Agribusiness, Pests and Diseases, Agricultural Technology, Agricultural Counseling
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015): July" : 5 Documents clear
Plant Growth Response Rubber (Hevea brasiliensis Muell Arg) Provision Against Different Hormone Concentration and Interval Fertilizer Plant Excellence.: Respon Pertumbuhan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul Khamim; Hamidah; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.958 KB)

Abstract

Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul. Tujuan penelitan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul dan interval pemberian yang terbaik serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman karet dipersemaian. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus - November 2014 lokasi penelitian dilaksanakan di lahan praktek UPTB BAPELTAN Provinsi Kalimantan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 4 x 4 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul (H) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : h0 (kontrol), h1 (2,5 ml/liter air), h2 (5,0 ml/liter air) dan h3 (7,5 ml/liter air). Sedangkan faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari 4 taraf yaitu : i1(5 hari sekali), i2 (10 hari sekali), i3 (15 hari sekali) dan i4 (20 hari sekali). Perlakuan berbagai konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun umur 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan h2 (5,0 ml/liter air) yaitu 15,63 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan h0 (kontrol) yaitu 11,04 cm. Perlakuan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan i2 (10 hari sekali) yaitu 15,78 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan i1 (5 hari sekali) yaitu 10,32 cm. Interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh nyata terhadap rata-rata panjang akar dan jumlah akar. Kata kunci : karet, konsentrasi dan interval pupuk hormon tanaman unggul
Different Types of Organic Fertilizer Application and Dosage on Growth Seeds Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc).: Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Muhammad Anas Sholikhin; Rustam Baraq Noor; Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.917 KB)

Abstract

Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pupuk organik yang tepat, untuk mengetahui pemberian dosis pupuk yang tepat dan mengetahui interaksi penggunaan pupuk organik dan dosis pupuk yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman Lai Mahakam. Lokasi penelitian ini dilaksanakan diLahan Pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda Kalimantan Timur. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan September sampai dengan November 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 6 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan pupuk organik (P) yang terdiri dari 6 taraf yaitu : p0 (kontrol), p1 (pupuk organik kotoran kambing), p2 (pupuk organik kotoran ayam petelur), p3 (pupuk organik kotoran ayam potong), p4 (pupuk organik kotoran sapi) dan p5 (pupuk organik kotoran burung walet). Faktor kedua adalah pemberian dosis (D) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : d0 (kontrol), d1 (5 g/polybag) dan d2 (10 g/polybag).Perlakuan penggunaan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan.. Interaksi antara aplikasi perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan dosis tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci : Pupuk organikdan bibit lai
Test The Use Of Fertilizer On The Growth Three Goats Coop Variety Durian ( Durio Zibethinus . Murr ) Yet Making: Uji Pemanfaatan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Tiga Varietas Durian (Durio Zibethinus. Murr) Belum Menghasilkan Akhmad Sopian; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.26 KB) | DOI: 10.24903/ajip.v4i1.1290

Abstract

Di daerah Kalimantan Timur, penanaman durian relatif banyak menghadapi masalah, terutama bila kondisi tanah kurang subur, sehingga proses pemupukan harus dilakukan beberapa kali. Upaya untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah yaitu dengan penambahan bahan organik kedalam tanah. Bahan organik juga dapat berasal dari kotoran kambing yang diklaim berdampak negatif terhadap lingkungan. Kotoran kambing berfungsi selain menambah hara ke dalam tanah, juga meningkatkan kandungan bahan organik tanah yang diperlukan bagi perbaikan sifat fisik tanah.Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman tiga varietas tanaman durian belum menghasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanian dengan kondisi berbukit di kelurahan air putih Kecamatan Samarinda Ulu, pelaksanaan penelitian selama 4 bulan mulai Agustus sampai dengan Nopember 2014. Penelitian ini dalam bentuk percobaan lapangan yang di susun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan Faktorial 3 x 3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu Varietas durian yang terdiri atas : V1 : Montong, V2 = Salisun, V3 = Matahari. Sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang kambing yang terdiri atas ; K0 = kontrol ; K10 = 10 kg/pkk, K15 = 15 kg/pkk. Hasil penelitian menunjukkan 1) Perlakuan pupuk kandang kambing tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah cabang pada usia 30 dan 60 hari setelah perlakuan, 2) Varietas durian Salisun memiliki respon yang nyata dibanding varietas durian Monthong maupun varietas Matahari, 3) Kombinasi perlakuan pupuk kandang kambing dan jenis varietas durian tidak menunjukkan interaksi yang nyata. Kata kunci : Montong, Salisun, Matahari, Pupuk Kandang Kambing
Intercropping system and NPK Fertilizer on Growth Phonska Rutai Banana (Musa sp): Sistem Tumpang Sari dan Pupuk NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan Pisang Rutai (Musa sp) Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.651 KB)

Abstract

Tanaman pisang rutai merupakan tanaman lokal yang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun keberadaan tanaman ini sudah mulai langka di kebun petani. Buah pisang rutai berukuran kecil dan sangat disukai banyak orang karena aromanya yang khas dan memiliki rasa yang manis dengan kandungan vitamin yang tinggi. Bentuk buahnya yang kecil sangat cocok menjadi hidangan pembuka pada restauran atau warung makan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah menjadikan pisang Rutai sebagai hidangan pembuka yang wajib di Kutai Kartanegara. Dari hasil penelitian pemupukan pisang rutai pada lahan petani menunjukkan produktivitas yang sangat tinggi sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan tanaman pisang rutai yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan. Hal ini mengingat tanaman pisang rutai menggunakan jarak tanam 3 m x 3 m, sehingga di antara tanaman pisang masih terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui sistem tumpang sari pisang rutai dan tanaman pangan yang efisien pada budidaya tanaman pisang rutai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan tumpang sari terdiri dari 4 taraf yaitu : s0 = tanpa tumpang sari, tanpa pemupukan, s1 = tanpa tumpang sari dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon, s2 = tumpang sari tanaman cabai dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon, s3 = tumpang sari tanaman jagung dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon. Data yang diperoleh dari pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan BNT pada taraf 5%. Kegiatan penelitian meliputi (1) penyiapan lahan (2) penanaman bibit pisang rutai dan bibit jahe (3) perlakuan pupuk NPK Phonska (4) perlakuan pupuk Biokultur (5) perlakuan pupuk POC Nasa (6) pemeliharaan (7) pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman pisang rutai pada sistem tumpang sari memiliki pertumbuhan yang terbaik dibandingkan dengan tanpa tumpang sari. Perlakuan tumpang sari pisang rutai dengan tanaman jagung dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon menunjukkan produktivitas tanaman tertinggi. Kata Kunci: Tumpang sari, Pupuk NPK Phonska, Pisang Rutai
Effect of Liquid Organic Fertilizer NPK Mutiara NASA and Seed on Growth Orange Citron (Citrus medica): Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair NASA dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Sitrun (Citrus medica) Fiana Asrofah; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.18 KB)

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair NASA dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Sitrun (Citrus medica). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) NASA dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman jeruk JC. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Nopember 2014. Tempat penelitian dilaksanakan di Balai Benih Induk Hortikultura Kalimantan Timur. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4 dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu perlakuan konsentrasi POC NASA (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : k0 (Kontrol), k1 (Konsentrasi aplikasi 1 ml POC NASA / L air / bibit), k2 (Konsentrasi aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit), k3 (Konsentrasi aplikasi 3 ml POC NASA / L air / bibit). Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk NPK Mutiara (B) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : b0 (Kontrol), b1 (Konsentrasi aplikasi 3 g NPK Mutiara / L air / bibit), b2 (Konsentrasi aplikasi 5 g NPK Mutiara / L air / bibit), b3 (Konsentrasi aplikasi 7 g NPK Mutiara / L air / bibit). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi aplikasi POC NASA sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Perlakuan terbaik pada k2 (Konsentrasi Aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit). Perlakuan konsentrasi aplikasi pupuk NPK Mutiara sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Perlakuan terbaik pada b2 (Konsentrasi Aplikasi 5 g pupuk NPK Mutiara / L air / bibit). Kombinasi perlakuan konsentrasi aplikasi POC NASA dan pupuk NPK Mutiara sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Kombinasi perlakuan terbaik pada k2b2 {(Konsentrasi Aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit) ; (Konsentrasi Aplikasi 5 g pupuk NPK Mutiara / L air / bibit)}. Kata kunci : Pupuk organik cair NASA, NPK Mutiara dan bibit jeruk sitrun

Page 1 of 1 | Total Record : 5