cover
Contact Name
Yahya Handayani
Contact Email
yahyahandayani76@gmail.com
Phone
+6282394244414
Journal Mail Official
yahyahandayani76@gmail.com
Editorial Address
Jalan Poros Tallunglipu - Rantepao, Kab. Toraja Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Location
Kab. toraja utara,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif
ISSN : 25487140     EISSN : 29625580     DOI : https://doi.org/10.56437/2548-7140
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif adalah media publikasi ilmiah hasil penelitian yang relevan dengan peningkatan ilmu dan teknologi pendidikan kesehatan, yang diterbitkan oleh STIKES Tana Toraja.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025" : 23 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN PREOPERASI DI RSUD WONOSARI Arbaani Sholikhah, Deby; Handayani , Nia; Setyowati, Anita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme koping sebagai respon seseorang terhadap situasi stres atau tekanan menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dalam mengolah dan memanfaatkan informasi secara efektif. Sebaliknya, seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung menggunakan mekanisme koping maladaptif seperti penghindaran. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur medis yang akan dijalani dan memungkinkan mereka untuk menggunakan mekanisme koping yang lebih adaptif dalam mengelola rasa cemas. Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan mekanisme koping pasien preoperasi di RSUD Wonosari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 76 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dengan mekanisme koping pasien preoperasi memiliki hubungan dibuktikan dengan uji spearman rank didapatkan hasil p value = 0,00 (p< 0,05). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan mekanisme koping pasien preoperasi di RSUD Wonosari. Peneliti selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan pelaksanaan penelitian di ruang bedah, mengingat waktu yang relatif lebih panjang sehingga memungkinkan pengumpulan data yang lebih.
HUBUNGAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DENGAN KETEPATAN MENENTUKAN BALITA STUNTING Sri Sumardilah , Dewi; Indriyani , Reni; Mulyani , Roza
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 mencatat bahwa prevalensi balita stunting di Kabupaten Pesawaran adalah yang tertinggi dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Propinsi Lampung. Hasil SSGI tahun 2022 mencatat prevalensi balita stunting sebesar 25,1%. Berbeda dengan data SSGI, ternyata data hasil e-PPBGM tahun 2023 hanya mencatat sebesar 4,0%, padahal data D/S mencapai 90%. Rendahnya data prevalensi balita stunting hasil e-PPBGM mengindikasikan bahwa kader posyandu sebagai tenaga pengumpul data antropometri di posyandu tidak cukup terampil dalam menentukan umur balita, melakukan pengukuran tinggi badan balita, dan menemukan balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keterampilan kader dalam menentukan umur dan mengukur tinggi badan anak dengan ketepatan kader dalam menentukan balita stunting. Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 47 orang kader yang diambil secara accidental dari seluruh kader posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas kedondong. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan cara observasi menggunakan daftar tilik. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kader yang terampil dalam menentukan umur balita hanya 36,2%, yang terampil mengukur tinggi badan hanya 23,4%. Sedangkan kader yang dapat menentukan balita stunting dengan tepat hanya 38,3% . Kesimpulam dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang bermakna antara keterampilan kader dalam menentukan umur balita dengan ketepatan menentukan balita stunting (p = 0,044; OR = 2,464; CI 95% = 1,626 – 14,357). Kemudian diketahui pula bahwa ada hubungan yang bermakna antara keterampilan kader dalam mengukur tinggi badan balita dengan ketepatan menentukan balita stunting (p = 0,016; OR = 4,018; CI 95% = 4,992 – 18,330) . Rekomendasi yang bisa diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlu ada refresing kader, perlu ada pendampingan oleh tenaga kesehatan setiap kegiatan kader di posyandu, dan menyediakan standar operasional prosedur (SOP) untuk kegiatan pengukuran antropometri.
HUBUNGAN PENGGUNAAN APD DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN BIDANG PRODUKSI TEPUNGTAPIOKA PT. GUNUNG SUGIH LAMPUNG TENGAH Indarwati , Suami; Muslim , Zainal
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan Kerja merupakan suatu kejadian yang tidak terencana dan tidak terkendali akibat dari suatu tindakan atau reaksi suatu objek, bahan, orang, atau radiasi yang mengakibatkan cidera atau kemungkinan akibat lainnya. Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dalam lingkungan kerja yang dapat terjadi karena kondisi lingkungan kerja yang tidak aman ataupun karena human error. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian kecelakaan kerja terhadap karyawan bidang produksi tepung tapioka PT. Gunung Sugih Lampung Tengah. Jenis Uji statistik yang digunakan untuk membantu analisis adalah uji Chi Square, dengan tabulasi silang 2x2 untuk mengetahui distribusi frekuensi antar variabel yang diteliti, meliputi hubungan masing-masing variabel independen faktor (umur, jenis kelamin, masa kerja, penggunaan APD, tingkat pendidikan, pelatihan K3, peraturan K3, kondisi mesin) dan dependen (kecelakaan kerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian kecelakaan kerja. Komponen manusia yang memiliki hubungan kejadian kecelakaan kerja adalah umur (p value : .054), masa kerja (p value : .000), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (p value : .000), peraturan K3 (p value : .000) Diperlukan meningkatkan pengetahuan perkerja mengenai risiko kecelakaan kerja, dan penggunaan APD.
PENGARUH KEMAMPUAN KERJA, PERILAKU DAN LAMA KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT NATAR MEDIKA LAMPUNG SELATAN Muslim, Zainal; Indarwati, Suami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan salah satu tim pelayanan kesehatan terbesar yang dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh kemampuan,perilaku dan lama kerja terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Natar Medika Lampung Selatan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Responden adalah seluruh perawat di instalasi rawat inap yang berjumlah 48 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis stastistik menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan, perilaku dan lama kerja signifikan terhadap kinerja perawat. Ada pengaruh antara kemampuan, perilaku dan lama kerja secara simultan terhadap kinerja perawat (p = 0.000). Koefisien determinasi pengaruh variabel kemampuan , perilaku dan lama kerja secara bersama-sama terhadap kinerja perawat sebesar 44.1%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adalah penting untuk menjaga kemampuan , perilaku dan lama kerja untuk meningkatkan kinerja perawat.
HUBUNGAN PENGETAHUN PERAWAT TENTANG PEMBERIAN OBAT DENGAN PENERAPAN PRINSIP 7 (TUJUH) BENAR PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN DI RUANG PERAWATAN INTERNA RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO Handayani Mangapi, Yahya; Bannepadang, Catherina; Patiung Tappa, Nardy
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian obat pada pasien adalah salah satu prosedur keperawatan yang paling sering dilakukan, oleh sebab itu ketelitian sangatlah penting dalam memberikan obat untuk mendapatkan efek pengaruh obat yang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan antara pengetahuan perawat tentang pemberian obat dengan penerapan prinsip 7 (tujuh) benar pemberian obat di ruang perawatan interna Rumah Sakit Elim Rantepao. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang bersifat retrospectif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang perawatan interna (antorium dan lavender) RS Elim Rantepao dengan jumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25 dengan analisa uji Man-Whitney Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan perawat yaitu pengetahuan baik sebanyak 27 responden (96.9%) dan pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (3.1%). Rata-rata penerapan prinsip 7 benar pemberian obat adalah 27,94 (SD = ±0,246). Skor nilai tertinggi 28 dan skor nilai rendah 27. Berdasarkan analisa Man-Whitney didapatkan tidak ada Hubungan Pengetahuan Perawat tentang pemberian obat dengan penerapan prinsip 7 benar pemberian obat pada pasien di ruang perawatan interna (antorium dan lavender) di Rumah Sakit Elim Rantepao dengan nilai p= 0.536 (p>0,05). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lanjut tentang pengetahuan mahasiswa mengenai pemberian obat pada pasien sebelum turun ke lahan dan diharapkan peneliti selanjutnya meneliti tentang penetapan standar 10 benar pemberian obat pada pasien.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN GADGET DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VII DAN VIII DI SMPN 2 BALUSU TAHUN 2024 Marna, Agustina; Lolo, Sarni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget dapat menimbulkan suatu perilaku perubahan malas bergaul, kesulitan berkonsentrasi, kekerasan seksual, tindakan kriminal, penurunan berat badan bahkan sampai menyakiti diri sendiri terutama pada siswa yang masih sedang mencari identitas diri. Tujuan:Tujuan: Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan keterampilan sosial pada siswa di SMPN 2 Balusu Tahun 2024. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan diuji secara statistic chi square dengan bantuan program computer SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: Dari hasil penelitian ini diperoleh 45 responden di SMPN 2 Balusu Tahun 2024 dimana mayoritas responden dengan penggunaan gadget sedang yaitu 27 orang (60%), mayoritas responden dengan keterampilan sosial kurang yaitu 30 orang (66,7%). Hasil uji statistik chi square diperoleh nilai p= 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara penggunaan gadget dengan keterampilan sosial pada siswa di SMPN 2 Balusu Tahun 2024. Oleh karena itu, disarankan agar siswa lebih bijak lagi dalam mempergunakan gadget dengan baik untuk mengembangkan kreatifitas, selain itu sebaiknya tenaga pendidik di SMPN 2 Balusu lebih meningkatkan lagi dalam mendidik para siswa untuk menggunakan gadget yang lebih tepat dan efektif sehingga keterampilan sosial siswa dapat lebih baik.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE (ANC) DI RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO TAHUN 2024 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Tarnoto, Tenny; Destalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk memantau kondisi Kesehatan fisik dan mental ibu hamil, mempersiapkan ibu menghadapi persalinan, masa nifas, pemberian ASI eksklusif, serta pemulihan fungsi reproduksi secara alami dan bertahap. Pemeriksaan ANC direkomendasikan dilakukan sebanyak enam kali selama kehamilan, yaitu satu kali pada trimester I, dua kali pada trimester II dan tiga kali pada trimester III. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang Antenatal Care di Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 (tiga puluh) orang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Rumah Sakit Elim Rantepao. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan dan sikap terhadap layanan ANC. Hasil: Dari 30 responden, sebanyak 14 orang (47%) memiliki pengetahuan yang baik, 12 orang (40%) memiliki pengetahuan cukup dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Sementara itu, terkait sikap terhadap ANC, sebanyak 16 responden (53%) menunjukkan sikap negatif dan 14 responden (47%) menunjukkan sikap positif. Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil di Rumah Sakit Elim Rantepao memiliki pengetahuan yang baik dan cukup mengenai ANC, dengan total proporsi mencapai 87%. Namun, lebih dari separuh responden menunjukkan sikap negative terhadap pelaksanaan ANC. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan edukasi dan pendekatan komunikasi yang lebih efektif dan personal oleh tenaga Kesehatan untuk membentuk sikap positif terhadap pentingnya pelayanan antenatal. Kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI LEMBANG TONDON KECAMATAN TONDON KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2024 Almar, Junelty; Bannepadang, Catherina; Sumule, Aldayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka sistolik atau bagian atas dan angka diastolik atau bagian bawah pada pemeriksaan tekanan darah yang menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa ataupun digital lainnya. Salah satu faktor resiko yang paling sering berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal atau tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024. Desain penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Lansia berjumlah 54 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji dengan statistik fisher’s exact test. Distribusi karakteristik lansia menunjukan mayoritas lansia berpengetahuan rendah sebanyak 50 orang (92,6%), pengetahuan tinggi sebanyak 0 orang (0,0%), kepatuhan diet hipertensi tidak patuh sebanyak 50 responden (92,6%), sikap dengan kepatuhan diet hipertensi (Fisher’s Exact Test) p=0,000 (p<α) dan pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi (Fisher Exact Test) p=1, 000 (p>α). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024 dan ada hubungan sikap dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024. Diharapkan kepada seluruh lansia untuk lebih memperhatikan kepatuhan diet hipertensi atau mencegah hipertensi dengan mengatur aktivitas dan selalu melakukan kontrol diet hipertensi setiap awal bulan sekali di puskesmas.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMPN 1 BALUSU TAHUN 2024 Pawellangi, Ervinarto; Almar, Junelty; Gayatri Sujadi, Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan salah satu komponen generasi muda yang mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa, yang menjadi salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Tujuan: untuk menggambarkan pengetahuan remaja putri tentang Kesehatan reproduksi. Metode: Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Balusu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri di SMPN 1 Balusu kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah semua remaja putri kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri berusia 13 tahun yaitu 27 orang (42.2%) dan mayoritas responden kelas VIII sebanyak 33 orang (51.6%). Tingkat pengetahuan tinggi remaja putri SMPN 1 Balusu sebanyak 8 responden (12.5%) dan responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 56 responden (87.5%). Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan baik masih sedikit sehingga remaja diharapkan untuk lebih proaktif lagi dalam mencari informasi yang akurat dan terpercaya tentang kesehatan reproduksi seperti dari media massa, internet dan juga melalui sumber informasi lain, seperti dari petugas kesehatan dan orang tua agar tidak terjerumus ke arah perilaku yang menyimpang.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EDUKASI MELALUI VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG PENYALAHGUNAAN NARKOBA, SEKS BEBAS DAN BAHAYA MEROKOK DI SMA KATOLIK RANTEPAO KELAS X KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2019 Pabebang, Yusan; Reni Ranteallo, Regina; Paseru, Marlin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dan pada masa ini jiwa mereka masih penuh dengan gejolak. Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu hal. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek atau dengan kata lain sikap itu tidak dapat dilihat secara langsung, tetapi dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Media video/audiovisual adalah media penyuluhan yang menarik dan merangsang banyak indra. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh edukasi melalui video terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan bahaya merokok. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2019. Desain penelitian ini yaitu pre eksperimen atau eksperimen yang tidak sesungguhnya dengan rancangan the one group pretest dan posttest design. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 114 responden. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu 78 (68%), mayoritas umur 16 tahun (39%), peningkatan pengetahuan dan sikap setelah diberikan edukasi melalui video didapatkan p=0,004 <α 0,005. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara edukasi melalui video terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan bahaya merokok. Bagi peneliti selanjutnya agar mengembangkan lagi penelitian tentang pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap tentang kebiasaan berperilaku hidup bersih dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Page 1 of 3 | Total Record : 23