cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2020)" : 12 Documents clear
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI noverita irmayati; Agung Waluyo
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.403 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.229

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest design pada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis. Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients. Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to function and participate in enjoyable activities. In several evidences show that Yoga effective in managing fatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods : This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest design involving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga  ABSTRAKLatar Belakang :Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest designpada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis.Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients.Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to functionand participate in enjoyable activities.In several evidences show that Yoga effective in managingfatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods :This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest designinvolving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT DENGAN KEPATUHAN PENDERITA MENGKONSUMSI OBAT ANTI TUBERCULOSIS DI DENPASAR SELATAN PUTU AYU INTAN PERMATASARI
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1737.964 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.230

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kepatuhan minum obat masih menjadi masalah pada pasien Tuberculosis  (TB) meskipun  sudah ditetapkan pengawas  menelan obat (PMO) untuk mensukseskan pengobatan dan mencegah penularan TB dimasyarakat. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini  adalah analytic correlation dengan pendekatan cross sectional research. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan jumlah sampel 99  responden. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Spearman Rho. Hasil : terdapat hubungan yang significan dengan korelasi kuat antara peran PMO dengan kepatuhan penderita mengkonsumsi obat TB (p-value 0,001 < α = 0,05, rs = 0,44). Kesimpulan : Semakin baik peran pengawas menelan obat maka semakin baik kepatuhan minum obat pasien tuberculosis TB. Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat memberikan  pengawasan secara berkala terhadap pasien dan pengawas menelan obat agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.Kata Kunci : Peran, PMO, Kepatuhan minum obat, Tuberculosis.ABSTRACT Background: Adherence to TB treatment still as a problem for patients even the family member was taken role to observed taking medication directly. Methods: The study employed analytic correlation with a cross sectional approach. There were 99 respondents recruited as the sample by using a total sampling technique. The data were collected using questionnaire and analyzed used Spearman Rho's Correlation. Results: The finding indicated that there was a positive and strong statistically significant correlation between the role of the medication supervisors and medication compliance of TB patients in the Public Health Center South Denpasar with (p-value of 0.001 <α 0.05; r = 0.441).Conclusion: The better the role of supervisor, the better the medication compliance of tuberculosis patients. It is expected that in future studies can provide regular supervision of patients to get maximum results.Keywords: Role, Medication supervisor, Medication compliance, Tuberculosis

Page 2 of 2 | Total Record : 12