cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023" : 4 Documents clear
Gambaran Faktor Risiko Pada Pasien Ulkus Kornea Infeksi Dan Derajat Keparahan Di Dapartemen Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2020-2022 Resti, Dina; Vitresia, Havriza; Anggraini, Fika Tri; Hidayat, Muhammad; Sauma, Eldi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i4.1166

Abstract

Latar Belakang: Ulkus kornea adalah kematian jaringan transparan yang menyebabkan hilangnya sebagian permukaan kornea. Ulkus kornea mempunyai beberapa faktor risiko yaitu trauma mata, penggunaan obat mata tradisional, pemakaian lensa kontak, penyakit sistemik, penggunaan kortikosteroid topikal, pasca operasi mata, penyakit kelopak mata. Derajat keparahan ulkus kornea terdiri dari ringan, sedang dan berat. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pasien ulkus kornea infeksi dan derajat keparahan di Poliklinik Mata RSUP Dr M Djamil Padang Tahun 2020-2022. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional, dengan cara mengambil data rekam medik pasienulkus kornea infeksi di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020-2022 dengan metode total sampling. Hasil: Dari 85 orang sampel penelitian ini terdapat  63 orang (74,1%) adalah laki-laki dan berada pada rentang umur 30-60 tahun yaitu 56 orang (65,9%) dengan karakteristik pekerjaan terbanyak adalah buruh atau petani yaitu 65 orang (76,5%). Faktor risiko utama ulkus kornea infeksi adalah trauma mata 55 orang (61,1%) dengan derajat keparahan terbanyak adalah derajat sedang yaitu 59 orang (65,9%). Kesimpulan: Berdasarkan karakteristik pasien ulkus kornea infeksi lebih dari separuh subjek penelitian berada pada umur 30-60 tahun, jenis kelamin sebagian besar adalah laki-laki, jenis pekerjaan terbanyak adalah buruh atau petani. Faktor risiko utama pasien ulkus kornea infeksi penelitian ini adalah trauma mata. Lebih dari separuh sampel penelitian termasuk dalam kategori derajat keparahan sedang. Kata Kunci: mata, ulkus kornea, faktor risiko, derajat keparahan
Hubungan Kualitas Antenatal Care dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Andalas Tahun 2021 Najla, Azarine Shidqi; Afdal, Afdal; Muhammad, Syamel
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i4.1175

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir rendah adalah suatu kondisi ketika bayi lahir dengan berat di bawah 2.500 gram tanpa menghitung usia gestasi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah, salah satunya adalah kualitas antenatal care ibu selama kehamilan. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian bayi berat lahir rendah dengan kualitas antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional pada 43 ibu yang melahirkan tahun 2021 di wilayah kerja Puskesmas Andalas yang dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Subjek pada penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner antenatal care dan observasi buku KIA. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan frekuensi bayi berat lahir rendah sebesar 16,3%, dan pada umumnya ibu mendapatkan kualitas antenatal careyang baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kejadian bayi berat lahir rendah dengan kualitas antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2021. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kualitas antenatal care dengan berat lahir rendah, sehingga perlu diperhatikan faktor penyebab berat lahir rendah lainnya agar kejadian bayi berat lahir rendah dapat dicegah. Kata Kunci: berat lahir rendah, antenatal care, ibu
Myopic Progression of Children in RSUP Dr M Djamil During COVID-19 Pandemic Devilen, Yuki San; Sayuti, Kemala; Desmawati, Desmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i4.1185

Abstract

Background: Myopia (nearsightedness) is an eye condition when a far object reflection is focused in front of the retina without accommodation, so far object cannot be seen clearly. The elongation of the eye's axial length primarily causes myopia. Lack of outdoor activities and excessive near work (screentime) during home confinement duringthe COVID-19 pandemic have increased the risk of myopia development, primarily in school children. Objective: This study aims to see children's myopic progression during the COVID-19 pandemic. Methods: This research was an observational analytic study by a retrospective cohort about children's myopic progression based on the difference between the spherical equivalent (SE) of 34 patients in RSUP Dr. M. Djamil from before (September 2019–February 2020) followed up to late (September 2021–February 2022) of COVID-19 pandemic from their medical records. Results: The results showed that myopic progression majorly occurredin children who were females (47.0%), had myopic parents (67.6%), ≥ 2 hours of outdoor activity (61.7%), > 5 hours of screentime (79.4%); with slow annualized myopic progression (61.7%). The median of SE from before and late the COVID-19 pandemic are -4.00 (-16.00 – -0.25) D and -4.62 (-17.00 – -0.25) D respectively; p<0.001. Conclusion: Children did have myopia worsening during the COVID-19 pandemic. Keywords: Myopia, Progression, COVID-19, Children, Spherical Equivalent
Peran Genetik dalam Kemampuan Kognitif dan Tumbuh Kembang pada Gangguan Gizi: Kajian Naratif Yulistini, Yulistini; Sulastri, Delmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i4.1226

Abstract

Latar Belakang: Genetik dan faktor lingkungan berperan dalam kemampuan kognitif dan tumbuh kembang anak. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah kesehatan dan kognitif di masa depan. Berat badan lahir rendah (BBLR) dan maternal merupakan faktor dominan penyebab terjadinya stunting. Objektif: Untuk menganalisis peran genetik dalam kemampuan kognitif pada BBLR, stunting, dan catch-up growth. Metode: Tinjauan naratif yang menyelidiki hubungan antara genetik, stunting, BBLR, dan kognitif pada anak dan remaja awal. Pencarian, ekstraksi data, dan pemeringkatan kualitas pemberitaan dilakukan secara independen oleh dua orang peneliti. Hasil: Faktor dominan terjadinya stunting adalah berat badan lahir rendah. Anak-anak yang memiliki mutasi gen tertentu akibat dari lahir dengan BBLR, mengalami stunting, dan/atau tidak mengalami catch up growth memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan perkembangan kognitif. Gen yang berperan kemampuan kognitif pada berat badan lahir rendah adalah efek perlindungan (neuroplastisitas) terhadap perkembangan kognisi pada anak dengan BBLR. Beberapa gen lain juga berperan dalam menentukan status gizi anak seperti gen metabolit dan ibu (maternal). Kesimpulan: Masalah gizi dapat berdampak negatif terhadap kemampuan kognitif. Pada anak dengan stunting dapat mengejar ketertinggalannya (catch-up growth) terutama dalam hal kognitif. Faktor genetik melalui neuroplastisitas dapat berperan dalam menentukan keberhasilan anak catch-up growth. Kata kunci: stunting, genetik, low birth weight, catch-up growth, kognitif

Page 1 of 1 | Total Record : 4