cover
Contact Name
Ifrani
Contact Email
jpsdm.scholarcenter@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpsdm.scholarcenter@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hasan Basri Komp. Polsek Banjarmasin Utara Jalur 3 No.9 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70125
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia
ISSN : 28286545     EISSN : 28082729     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia (JPSDM) is a scientific multidisciplinary community service journal published by Scholar Center, PT. Borneo Development Project. JPSDM covers common issues on community services to disseminate the community service results that have been achieved in Indonesia. JPSDM published various activities of lecturers, Students, and other Institutions in managing various potentials and challenges in society. The implementation of community service activities involving the participation of the community themselves is organized with the aim of improving social welfare. In the following year of publication, the JPSDM is going to publish quarterly (2 times a year). The author could submit the manuscript by following the submission guidelines. Please read these guidelines carefully. Authors who wish to submit their work to the editorial office of JPSDM should obey the guidelines. If the manuscript does not follow the guidelines will be REJECTED immediately by the editors before further review. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Desk Review and Initial Manuscript Evaluation processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to the peer reviewers and will go to the next selection by the Double-Blind Peer-Review Process. Further details on reviewing policy and processes are available on submission guidelines.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL 2022" : 4 Documents clear
Penguatan Pemahaman Masyarakat Dan Perangkat Desa Dalam Membuat Peraturan Desa Yang Berbasis Lingkungan Hidup Di Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Zulfikar Jayakusuma; Gusliana HB; Davit Rahmadan; Muhammad A. Rauf
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL 2022
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.116 KB)

Abstract

ABSTRACT Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit is an area in Kabupaten Siak that has the potential to experience abrasion, environmental pollution, forest fires and floods due to overflowing rivers. To prevent this environmental damage from continuing, it is necessary to have a policy drawn up in the form of a policy plan by the village government (kampung) which is authorized to run the wheels of government at the village level. The village has the authority to make village regulations. Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management emphasizes that in order to prevent pollution and environmental damage, laws and regulations must be based on the environment. This includes village regulations that will be made by Kampung Lalang Village. Based on the background of this problem, community service activities are carried out with the aim of; Increasing the role of the community and village officials in forming environmental-based village regulations as an instrument for preventing pollution and environmental damage; Increase understanding of the community and village officials so that in making laws and regulations at the village level based on the environment; Increase the understanding of the community and village officials in understanding the importance of making and compiling village laws and regulations based on the environment in order to prevent environmental damage. Community service carried out in Kampung Lalang is carried out by the Service team using the lecture method and mentoring in training on the formation of environmentally-based village regulations. Environmentally-based village regulations are the application of basic concepts and principles of environmental protection and preservation into every drafting of Village Regulations and every village development policy. So that the end result of increasing public knowledge and understanding of environmental-based legislation is the realization of sustainable development.  Keynote: Strengthening Understanding, Village Regulations, Based on the Environment.       ABSTRAK Kampung Lalang Kecamatan Sungai Apit merupakan daerah di Kabupaten Siak yang berpotensi mengalami bencana abrasi, pencemaran lingkungan, kebakaran hutan dan banjir akibat meluapnya sungai. Untuk mencegah terus berlanjutnya kerusakan lingkungan hidup ini dibutuhkan kebijakan yang disusun dalam bentuk perencanaan kebijakan oleh pemerintah desa (kampung) yang berwenang menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa. Desa memiliki kewenangan untuk membuat peraturan desa. Undang-Undangan Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mempertegas bahwa untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan peraturan perundang-undangan yang dibuat harus berbasis lingkungan. Dalam hal ini termasuk peraturan desa yang akan dibuat oleh Desa Kampung Lalang. Berdasarkan latar belakang permasalahan ini maka dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  yang bertujuan; Meningkatkan peran masyarakat dan perangkat desa dalam membentuk peraturan desa yang berbasis lingkungan hidup sebagai instrumen pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup; Meningkatkan pemahaman kepada masyarakat dan perangkat desa agar dalam  membuat peraturan perundang-undangan di tingkat desa  berbasis pada lingkungan hidup; Meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa dalam memahami arti penting membuat dan menyusun peraturan perundang-undangan desa yang berbasis lingkungan hidup guna mencegah kerusakan lingkungan hidup. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di kampung Lalang dilakukan oleh tim Pengabdian dengan menggunakan metode ceramah dan pendampingan dalam pelatihan pembentukan peraturan desa yan g berbasis lingkungan.  Peraturan Desa berbasis lingkungan merupakan penerapan konsep-konsep dasar dan prinsip perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup ke dalam setiap penyusunan pengaturan desa dan setiap kebijakan pembangunan desa. Sehingga hasil akhir dari peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup adalah terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Kata kunci: Penguatan Pemahaman, Peraturan Desa, Berbasis Lingkungan Hidup.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Lahan Di Desa Hilir Mesjid Kabupaten Barito Kuala: (Studi Pembentukan Barisan Pemadam Kebakaran Swadaya Masyarakat Di Kota Banjarmasin) Ifrani Ifrani; Fathul Achmadi Abby
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL 2022
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.005 KB)

Abstract

ABSTRACT During the last few years, the high number of forest and land fires in the dry season requires preparedness and faster action, especially in areas close to the village communities. So that with the participation and empowerment of rural communities through training and mentoring, the formation of the Self-Subsistent Fire Fighter Community is believed to reduce the number of land fires significantly. The villagers of Hilir Mesjid are a community that is emotionally attached to one another with a sense of kinship that is still close as a characteristic of the Traditional Community. So that the willingness of the community to participate in overcoming land fires in the vicinity is still high. However, the absence of infrastructure and knowledge of technology for preventing and overcoming forest and land fires has made the potential of the Self-Subsistent Fire Fighter Community for the Hilir Mesjid Village not empowered optimally.This community service proposal is one of the efforts to maximize the potential of the Self-Subsistent Fire Fighter Community through integration with the "BEKANTAN" application from the South Kalimantan Police in its participation in preventing and overcoming land fires in South Kalimantan Province.  Keynote: Disaster; Fire Fighter; Forest and Land.       ABSTRAK Banyaknya kebakaran hutan dan lahan dimusim kering selama beberapa tahun terakhir ini, menuntut adanya kesiapsiagaan dan penangan yang lebih cepat, terlebih daerah hutan dan lahan seringkali terletak di wilayah dekat pemukiman masyarakat Desa. Sehingga dengan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pelatihan dan pendampingan pembentukan Barisan Pemadam Kebakaran Swadaya Masyarakat Desa diyakini akan mampu menurunkan angka luas kebakaran lahan secara signifikan. Masyarakat Desa Hilir Mesjid merupakan masyarakat memiliki ikat secara emosional satu sama lain dengan rasa kekeluargaan yang masih erat sebagai ciri khas Masyarakat Desa. Sehingga kemauan masyarakat dalam berpartisipasi guna penanggulangan kebakaran lahan di sekitarnya pun masih tinggi. Namun, ketiadaan sarana prasarana dan pengetahuan mengenai teknologi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, menjadikan potensi BPK masyarakat Desa Hilir Mesjid tidak diberdayakan secara optimal. Sehingga usulan pengabdian ini menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan potensi BPK swadaya masyarakat desa melalui pengintegrasian dengan Aplikasi “BEKANTAN” Polda Kalsel dalam peran sertanya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kata Kunci: Bencana; Barisan Pemadam Kebakaran; Hutan dan Lahan.
Pengenalan Proses Pembuatan Gas Sintetik Dari Sampah Organik Kepada Siswa Sma Di Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Herri Trilaksana; Supadi Supadi
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL 2022
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.979 KB)

Abstract

ABSTRACT Waste is a problem that we often encounter in society. The increase in population causes an increase in the amount of waste produced. Waste management methods that are not environmentally friendly can cause negative impacts on health and environmental damage. Unfortunately, the understanding of a clean and healthy lifestyle in society, especially among the younger generation, is still lacking. The younger generation has not been able to understand the use of simple technology that can be used to overcome this waste problem, including the concept of gasification. This community service will explain one way to deal with waste by making synthetic gas. The implementation of this community service event is divided into three sessions. The first session was a plenary presentation about the general knowledge of waste management that already exists in several big cities both domestically and abroad, up to a technical understanding of how to do it to solve the problem of waste handling in the surrounding environment. Session two is a trial session or demonstration of synthetic gas-producing equipment using a biomass reactor so that high school students can have psychomotor knowledge and abilities to operate a biomass reactor. The third session was in the form of exposure to critical input and suggestions as well as feedback so that there was a closer and communicative interaction between community service providers and the community service’s target. The results showed the high enthusiasm of the community service participants to overcome the problem of organic waste by converting it into electricity through the gasification process. Keynote: Student’sAawareness, Gasification, Waste Management.       ABSTRAK Sampah adalah masalah yang sering kita jumpai di masyarakat. Pertambahan jumlah penduduk menimbulkan peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. Metode pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan dan kerusakan lingkungan. Sayangnya, pemahaman tentang pola hidup bersih dan sehat di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, masih kurang. Generasi muda belum bisa memahami pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan sampah ini, termasuk diantaranya adalah konsep gasifikasi. Pengabdian kepada masyarakat ini akan menjelaskan salah satu cara mengatasi sampah dengan pembuatan gas sintetis. Pelaksanaan acara pengabdian kepada masyarakat ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama merupakan pemaparan pleno tentang pengetahuan secara umum pengolahan sampah yang sudah ada di beberapa kota-kota besar baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sampai dengan pemahaman teknis bagaimana melakukannya untuk menyelesaikan permasalahan penanganan sampah di lingkungan sekitar. Sesi dua merupakan sesi uji coba atau demonstrasi peralatan penghasil gas sintetis dengan menggunakan reaktor biomassa sehingga siswa SMA dapat memiliki pengetahuan dan kemampuan secara psikomotorik untuk melakukan pengoperasian reaktor biomassa. Sesi ketiga berupa pemaparan masukan kiritik dan saran serta umpan balik sehingga ada interaksi yang lebih dekat dan komunikatif antara penyelenggara pengmas dengan pihak sasaran atau target pengmas. Hasil menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta pengmas untuk mengatasi permasalahan sampah organik dengan mengubahnya menjadi tenaga listrik melalui proses gasifikasi. Kata kunci: Kesadaran Siswa, Gasifikasi, Pengelolaan Sampah.
Edukasi Tentang Keputihan Bagi Ibu-Ibu Di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang Yulice Soraya Nur Intan; Istiqomah; Masfiyah; Suparmi Suparmi
Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL 2022
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lack of knowledge and personal hygiene behavior is one of the causes of vaginal discharge in women. Vaginal discharge should be treated properly to prevent the infection of reproductive organs and cervical cancer risk. Community service activities (PKM) for mothers in Karang Malang Village, Mijen District, Semarang City, Central Java was conducted to educate the mothers about vaginal discharge, its dangers and prevention efforts. This PKM activity was collaborated with Dharma Wanita members of Semarang City and mothers in Karang Malang Village, Mijen District, Semarang City. The participants of the activity were 35 people. The PKM implementation method is divided into 2 stages, namely (1) education in the form of counseling and (2) free consultation and treatment (if needed). Education via counseling and consultation increased the knowledge of mothers about vaginal discharge. The results of PKM are expected to change the personal hygiene behavior of mothers to prevent vaginal discharge.

Page 1 of 1 | Total Record : 4