cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2, Juli 2020" : 15 Documents clear
BEHAVIOR BASED SAFETY SEKTOR INFORMAL BECAK MOTOR DI YOGYAKARTA J Julaikah; Sri Yuni Tursilowati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.359 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i2.449

Abstract

Peningkatan jumlah pengguna becak motor dan peningkatan eksistensi dimata penumpang Yogyakarta tidak lantas menjadikan dinas perhubungan DIY merekomendasikan becak motor sebagai salah satu angkutan yang berkeselamatan, hal ini dikarenakan beberapa kasus kecelakaan yang menimpa becak motor akibat konstruksi angkutan yang kurang baik dan perilaku pengemudi yang dinilai kurang selamat. Pada tahun 2016 sebuah media nasional mengabarkan bahwa selama kurun waktu 2015 di makasar telah terjadi 13 kasus kecelakaan becak motor yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mix method) yang menggunakan desain deskriptif. Metode pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner secara personal. Sedangkan data kualitatif didapatkan dengan wawancara terstruktur kepada reponden dan observasi untuk checklist kegiatan. Populasi dalam penelitian seluruh anggota Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PMBY) dengan sampel 94 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah komponen Behavior Based Safety (BBS) dan perilaku keselamatan pengemudi becak motor. Analisa data kuantitatif menggunakan Software smart PLS 3.0. hasil uji kuantitatif menunjukkan variabel yang saling berpengaruh yaitu pengetahuan dengan intensi yang memiliki P-value 0,042. Intensi dengan perilaku P-value 0,016. Persepsi dengan perilaku 0,019. Sedangkan variabel yang tidak saling berpengaruh adalah, persepsi dengan intensi 6,057. Pengetahuan dengan persepsi 1.035 dan pengetahuan dengan perilaku 0,374. Sedangkan data pendukung kualitatif menunjukkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keselamatan pengendara becak motor serta minimnya perlengkapan keselamatan yang dimiliki oleh pekerja sehingga perilaku selamat belum dapat diwujudkan. Pengendara bentor yang memiliki pengetahuan yang bagus dan niat yang bagus namun tidak didukung dengan sarana prasarana dan kebijakan keselamatan yang memadai maka tidak akan berperilaku keselamatan yang baik dalam berkendara. There is an increasing number of the motorized pedicab and increasing existence among passengers in Yogyakarta do not necessarily make the Yogyakarta Special Territory (DIY) Transportation Agency recommends the motorized pedicab as one of the safe transports. This is the result of several cases of accidents that happen to the motorized pedicab due to the poor construction and the unsafe behavior among motorized pedicab drivers. The national media in 2006 reported that there were 13 motorized pedicab accidents in 2015 that resulted in 3 deaths. This was a mix method research that applied a descriptive design. Quantitative data collection methods were conducted using a personal questionnaire. Meanwhile, qualitative data was obtained by performing structured interviews with respondents and observations for the activity checklist. The population was all members of the Yogyakarta Motorized Pedicab Association (PMBY) with population 270 and the sample 94 people. The variables included the BBS components and the safety behavior of motorized pedicab drivers. Quantitative data analysis used SmartPLS 3.0 Software. Knowledge with perception showed a P value of 1.035 and knowledge with behavior showed a P value of 0.374. Quantitative test results showed interrelated variables, namely knowledge with the intention that had a P-value of 0.042. Intention variable with the behavior showed a P value of 0.016. Perception with behavior showed a P value of 0.019. Meanwhile, uncorrelated variable was perception with the intention of a P value of 6.057. Knowledge with perceptions showed a P value of a 1.035 and knowledge with behavior showed a P value of 0.374. Meanwhile, qualitative supporting data revealed that there was no correlation between knowledge and safety behavior among motorized pedicab drivers as well as the lack of safety equipment workers had so that safety behaviour cannot be practiced yet. Motorized pedicab drivers with good knowledge and good intentions but are not supported with adequate infrastructure and facilities as well as safety policies will not practice safe driving.
PENGARUH COACHING: SELF HEALING TERHADAP TINGKAT STRES DAN KADAR KORTISOL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS Nita Arisanti Yulanda; H Herman
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.795 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i2.450

Abstract

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible yang memerlukan tindakan hemodialisis dan memiliki keterbatasan dalam kehidupannya. Keterbatasan ini mengakibatkan pasien rentan terhadap stres. Salah satu terapi self healing: mind body and spirit menggunakan do’a dan zikir mampu meningkatkan spiritual value dan mempengaruhi peningkatan kepribadian. Terapi ini mampu merubah stres negatif (distres) menjadi stres positif (eustres) dan perubahan respon biologis oleh potensi penurunan kortisol. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh self healing terhadap tingkar stres dan kadar kortisol pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini adalah quasy eksperimental (pre post test with control group design). Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di dua Rumah Sakit yang berbeda di Kalimantan Barat namun memiliki tipe yang sama, yaitu tipe B. Jumlah sampel 40 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok (intervensi dan kontrol) masing – masing kelompok penelitian terdapat 20 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen DASS 42 dan pengukuran kadar kortisol dengan Elisa Kit. Hasil uji Independent T-test kedua kelompok pada variabel tingkat stres memiliki hubungan bermakna (p=0,004) sedangkan pada kadar kortisol memiliki hubungan tidak bermakna (p=0,148). Terdapat pengaruh self healing pada tingkat stres pasien hemodialisis. Sebagai seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan juga harus memperhatikan kebutuhan spiritual klien yang mampu menurunkan tingkat stres klien selama perawatan di rumah sakit. Chronic Renal Failure (CRF) is a progressive and irreversible renal function disorder that requires hemodialysis and CRF patients have several life limitation which make them vulnerable to stres. The self healing treatment:mind body and spirit therapy using prayers can increase spiritual value and influence personality improvement so that it changes negative stress (distress) to positive stress (eustress) and changes in biological responses by the effect for decreased cortisol. The purpose of the study was to analyze the effect of self healing on stress level and hemodialysis patient levels of cortisol in chronic renal failure patients. The design of this study is quasy experimental pretest-posttest with control group design. The population was hemodialysis patients in Hospitals Type B in West Kalimantan. The number of sample was 40 respondents who were divided into 2 groups (intervention and control). Purposive sampling technique was used to select the respondents. Data collection used DASS 42 instrument and measurement of cortisol levels. The results of the independent t-test of two groups on the stress level variable had a significant relationship (p = 0.004) whereas on cortisol levels the relationship was not significant (p = 0.148). There is a significant effect of self healing therapy on the stress level of hemodialysis patients. As a nurse in carrying out nursing care must also consider the spiritual needs of clients who are able to reduce the level of client stress during treatment in the hospital.
PENGARUH ABDOMINAL MASSAGE DALAM UPAYA PENCEGAHAN KONSTIPASI PADA LANJUT USIA DI BPSTW ABIYOSO YOGYAKARTA Fransisca Anjar Rina Setyani; Siwi Ikaristi Maria Theresia
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.613 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i2.453

Abstract

Salah satu gangguan pola eliminasi defekasi adalah konstipasi. Dari 20 lansiadi BPSTW Abiyoso, ternyata 9 diantaranya mengungkapkan mengalami kesulitan untuk buang air besar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh abdominal massage untuk mencegah konstipasi pada lansia di BPSTW Abiyoso Yogyakarta dan faktor counfounding yang mempengaruhi pola eliminasi defekasi lansia di BPSTW Abiyoso Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, dimana peneliti membandingkan perbedaan pola eliminasi defekasi pada kelompok kontrol dan intervensi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 16 responden pada kelompok kontrol dan 16 responden pada kelompok intervensi. Hasil uji t-independen menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan score defekasi pada kelompok kontrol dan intervensi artinya ada pengaruh pemberian abdominal massage pada lansia terhadap keteraturan pola eliminasi defekasi pada lansia (p value = 0.049; ? = 0.05). Perawat dapat menggunakan abdominal massage sebagai salah satu terapi non farmakologi untuk menjaga keteraturan pola eliminasi defekasi pada lansia. One disruption of the pattern of elimination of defecation is constipation. Elderly and someone who has a decreased physical ability are at risk for constipation. The purpose of this research is to know the effect of abdominal massage to prevent constipation toward elderly at BPSTW Abiyoso in Yogyakarta. This research uses quasi experimental, which compares the differences of elimination defecation patterns between kontrol and intervention groups. The number of sampels were 32 respondents, divided into 2 groups, i.e. 16 respondents in the kontrol group and 16 respondents in the intervention group. Independent t-test results showed significant difference defecation scores between the kontrol and intervention groups, meaning that there is the effect of abdominal massage to prevent constipation towrad elderly (p value = 0.049; ? = 0.05). Confounding variables related with the pattern of elimination is physical activity.
EFEKTIVITAS WET CUPPING THERAPY TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI Aris Setyawan; Kholifah Hasnah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.299 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i2.574

Abstract

Hipertensi (silent killer) merupakan suatu keadaan dimana adanya peningkatan tekanan darah baik systole maupun diastole yang abnormal. Kondisi ini yang menimbulkan kecemasan pada pasien hipertensi. Kecemasan yang dialami pasien hipertensi justru akan memperburuk kondisi hipertensinya. Penatalaksanaan kecemasan pada pasien hipertensi terdiri dari terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang bisa digunakan adalah wet cupping (bekam). Bekam akan menstimulus sekresi hormon ?-endorphin yang akan memberikan efek anti nyeri dan juga efek anxiolityc (anti cemas). Dengan demikian, peneliti melakukan penelitian lebih lanjut, terkait wet cupping (bekam) dalam penurunan kecemasan pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experiment dengan model rancangan pre-post test, dengan jumlah responden 25 orang. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) dengan 20 pertanyaan. Analisis penelitian menggunakan uji normalitas dengan menggunakan Shapiro-Wilk dan analisis uji Paired T-test. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p-value 0.000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wet cupping (bekam) efektif untuk menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi di Posbindu PTM Wijaya Kusuma Taskombang Palbapang Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menambah variabel atau pada penyakit yang berbeda. Hypertension (silent killer) is a condition where there is an increase in blood pressure both systole and diastole which is abnormal. This condition causes problems in hypertensive patients. Hypertension will worsen the condition of hypertension. Management is completed in hypertensive patients consisting of pharmacological and non-pharmacological therapies. One non-pharmacological therapy that can be used is wet cupping. Wet Cupping will stimulate the secretion of the hormone ?-endorphin which will provide an anti-pain effect and also anxiolityc (anti-anxiety) effect. Thus, researchers conducted further research, related to wet cupping. This study used a pre-experimental research design with a pre-post test design model, with 25 respondents. The instrument in this study used the Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) questionnaire with 20 questions. Analysis of the study used a normality test using Shapiro-Wilk and paired T-test analysis. The analysis showed a significant difference with a p-value of 0,000. Wet cupping (cupping) is effective for reducing risk in hypertensive patients in Posbindu PTM Wijaya Kusuma Taskombang Palbapang, Bantul, Special Region of Yogyakarta. It is hoped that further researchers can conduct research by adding variables or in different diseases.
PENGARUH STABILITAS FISIK KRIM EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera, Lamk.) TERHADAP VARIASI VASELIN ALBUM SEBAGAI OABAT JERAWAT joko santoso; Lanny Triana; Rr. Sri Wulandari; Ersta Zusvita; Dheny Rohmatika; Agnes Prameswari; Rolando Rahardjo
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.924 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i2.834

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) mengandung flavonoid dan tannin berfungsi sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk mengobati jerawat. Sekarang ini daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) digunakan oleh masyarakat dengan cara dibuat serbuk untuk masker wajah sebagai obat jerawat, dengan cara ini masih menggunakkan cara konvensional dan cara pembuatannya sangat tidak praktis. Tujuan : Mengetahui pengaruh variasi basis vaselin album terhadap uji stabilitas fisik krim ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.). Metode : penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakkan variabel independent dna variabel dependent. Penelitian ini meliputi ekstraksi maserasi . krim dibuat dalam 3 formula. Formula I dengan konsentrasi vaselin album 4 g dan formulasi II dengan konsentrasi 8 g dan formulasi III vaselin album 16 g. Krim yang telah dibuat kemudian dilakukan uji kontrol kualitas yang meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji pH. Hasil : Menunjukkan bahwa bahwa formulasi krim ekstrak daun kelor yang paling memenuhi standar sifat fisik krim setelah dilakukan adalah Formula II dengan basis vaselin album 8 gram ditunjukkan dengan hasil organoleptis konsistensi lunak ,ditunjukkan dengan pH 6,5, daya sebar 6 cm, daya lekat 4”64 dibandingkan dengan Formula I dan III. Kesimpulan : Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan konsentrasi basis vaselin album 8 gram yang stabil secara fisik. Moringa leaves (Moringa oleifera Lamk.) contain flavonoids and tannins that function as medicinal plants that are efficacious for treating acne. Currently, Moringa leaves (Moringa oleifera Lamk.) are used by the community by making powder for face masks as acne medicine, in this way still using conventional methods and the method of making it is very impractical. Objective : To determine the effect of variations in Vaseline album base on the physical stability test of Moringa leaf extract cream (Moringa oleifera Lamk.). Methods: this research is an experimental study using independent variables and dependent variables. This research includes maceration extraction. The cream is made in 3 formulas. Formula I with a concentration of 4 g vaseline album and formulation II with a concentration of 8 g and formulation III with 16 g of vaseline albumin. The cream that has been made is then subjected to quality control tests which include organoleptic tests, dispersibility tests, adhesion tests, and pH tests. Results: Indicates that the formulation of Moringa leaf extract cream that best meets the standards of the physical properties of the cream after it has been done is Formula II with a base of 8 gram vaseline album indicated by soft consistency organoleptic results, indicated by pH 6.5, spreadability 6 cm, adhesion 4 ”64 compared to Formula I and III. Conclusion : Moringa leaf extract (Moringa oleifera Lamk.) can be formulated into a cream preparation with a physically stable concentration of 8 gram Vaseline album base.

Page 2 of 2 | Total Record : 15